aran akan terjadi dua hingga tahun mendatang, namun beberapa tokoh justru menilainya sebagai pembohongan publik.
Desakan pemekaran dianggap masih terlalu dini dilakukan. Pasalnya, infrastruktur penunjang pemekaran belum memadai. Di antaranya penunjang infrastruktur pendidikan dan kesehatan.
“Jika instrumen pembangunan belum dilengkapi, presidium harus bersabar dalam melakukan penekanan dan desakan pada pemerintah,” ujar Tokoh Bogor Timur, Yudi Sucipta kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group),Selasa (07/03/2017).
Yudi khawatir tekanan-tekanan dari presidium akhirnya menggiring opini menyesatkan masyarakat. Dan pada akhirnya informasi yang tidak benar itu justru menguntungkan segelintir orang.
“Pemekaran ini hajat masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya diberikan angin segar dengan informasi salah,” terangnya.
Terbit, Kemendagri telah mempertegas tidak akan memproses pemekaran daerah yang belum layak.
Ini betujuan mencegah daerah otonom baru yang gagal berkembang.
“Untuk pemekaran ini sangat ketat. Jadi, jika Bogor Timur diputus berdiri sendiri, maka tak boleh ada kegagalan,” tuturnya.
Terlebih, Kemendagri akan menganalisis lebih mendalam dimensi geografis atau kewilayahan, demografis atau kependudukan, dan sistem.
Salah satunya potensi fiskal daerah dan perekonomian sebagai indikator pemekaran daerah. Proses ini akan melibatkan sejumlah pakar dari ahli otonomi daerah dan ekonom.
“Dari situ akan ada hasil penilaian potensi pemekaran daerah menjadi lebih independen,” tambahnya.
Desakan pemekaran dianggap masih terlalu dini dilakukan. Pasalnya, infrastruktur penunjang pemekaran belum memadai. Di antaranya penunjang infrastruktur pendidikan dan kesehatan.
“Jika instrumen pembangunan belum dilengkapi, presidium harus bersabar dalam melakukan penekanan dan desakan pada pemerintah,” ujar Tokoh Bogor Timur, Yudi Sucipta kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group),Selasa (07/03/2017).
Yudi khawatir tekanan-tekanan dari presidium akhirnya menggiring opini menyesatkan masyarakat. Dan pada akhirnya informasi yang tidak benar itu justru menguntungkan segelintir orang.
“Pemekaran ini hajat masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya diberikan angin segar dengan informasi salah,” terangnya.
Terbit, Kemendagri telah mempertegas tidak akan memproses pemekaran daerah yang belum layak.
Ini betujuan mencegah daerah otonom baru yang gagal berkembang.
“Untuk pemekaran ini sangat ketat. Jadi, jika Bogor Timur diputus berdiri sendiri, maka tak boleh ada kegagalan,” tuturnya.
Terlebih, Kemendagri akan menganalisis lebih mendalam dimensi geografis atau kewilayahan, demografis atau kependudukan, dan sistem.
Salah satunya potensi fiskal daerah dan perekonomian sebagai indikator pemekaran daerah. Proses ini akan melibatkan sejumlah pakar dari ahli otonomi daerah dan ekonom.
“Dari situ akan ada hasil penilaian potensi pemekaran daerah menjadi lebih independen,” tambahnya.
Selain itu, ada proses persiapan sebagai calon daerah otonomi baru dalam tempo tiga tahun.
“Selama tiga tahun berkembang dan layak mandiri baru pemerintah menetapkannya sebagai daerah otonom baru,” kata Yudi.
Hal senada dikatakan tokoh pemuda Cileungsi, Romi Sikumbang. Menurutnya, perjuangan presidium dipastikan tidak akan maksimal. Infrastruktur yang kurang akan membuat Botim terus bergabung pada induknya Bogor.
Terlebih lagi banyak kasus sebagian daerah otonom baru hasil pemekaran ternyata sesungguhnya tidak layak berpisah dari daerah induk.
“Kalau polanya menekan, memaksa untuk pemekaran, saya yakin akan menghasilkan birokrasi gemuk dan kental aroma bagi-bagi jabatan,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Presedium Bogor Timur, Alhafidz Rana tetap yakin dengan perjuangan mereka. Kata dia, pemekaran akan terjadi dua hingga tiga tahun mendatang.
“Apapun yang dikatakan orang, saya yakin Bogor Timur akan mekar. Apa lagi Bupati Bogor dan DPRD sudah mendukung,” tegasnya.
(ant) sumber: pojok jabar
“Selama tiga tahun berkembang dan layak mandiri baru pemerintah menetapkannya sebagai daerah otonom baru,” kata Yudi.
Hal senada dikatakan tokoh pemuda Cileungsi, Romi Sikumbang. Menurutnya, perjuangan presidium dipastikan tidak akan maksimal. Infrastruktur yang kurang akan membuat Botim terus bergabung pada induknya Bogor.
Terlebih lagi banyak kasus sebagian daerah otonom baru hasil pemekaran ternyata sesungguhnya tidak layak berpisah dari daerah induk.
“Kalau polanya menekan, memaksa untuk pemekaran, saya yakin akan menghasilkan birokrasi gemuk dan kental aroma bagi-bagi jabatan,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Presedium Bogor Timur, Alhafidz Rana tetap yakin dengan perjuangan mereka. Kata dia, pemekaran akan terjadi dua hingga tiga tahun mendatang.
“Apapun yang dikatakan orang, saya yakin Bogor Timur akan mekar. Apa lagi Bupati Bogor dan DPRD sudah mendukung,” tegasnya.
(ant) sumber: pojok jabar







0 komentar:
Post a Comment