Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label barat utara. Show all posts
Showing posts with label barat utara. Show all posts

Friday, 2 March 2018

BBM Naik, Sembako Ikut Naik


BBM diam-diam naik lagi tiga hari lalu. Hal ini pun berdampak pada harga komoditas sembako di sejum­lah pasar tradisional. Salah satunya Pasar Parung. Pantauan Radar Bogor, se­jumlah kebutuhan bahan pokok ikutan naik.

Minyak goreng curah dari harga Rp12.000 per kilogram, naik menjadi Rp13.000. Telur dari harga Rp22.000 naik jadi Rp23.000 per kilogram. ”Semuanya naik,” ujar Sidik (38) penjual sembako di Pasar Parung, kemarin (28/2).

Kenaikan juga terjadi pada komoditi cabai dan bawang. Cabai keriting dari harga Rp35.000 per kilogram naik menjadi Rp45.000. Cabai rawit dari Rp30.000 naik jadi Rp35.000 per kilogram. Sedangkan cabai setan dari harga Rp55.000 kini Rp60.000 per kilogram.

”Bawang merah juga naik, dari Rp20.000 sekarang jadi Rp35.000 per kilogram. Kalau bawang putih, dari harga Rp25.000 naik menjadi Rp40.000 per kilogram,” ujar Sofyandi (45) pedagang sayur-mayur di Pasar Parung, kemarin. Begitu pun dengan harga daging sapi. Kini dibanderol Rp120 ribu.

Naiknya bahan pokok ju­ga ditang­gapi ibu rumah tang­ga asal Kampung Waruja­ya, Desa Rumpin, Kecama­tan Rum­pin, Rina (39). Menurut­nya, naiknya harga semba­ko mem­buat dirinya le­bih ber­he­mat.

”Biasa­nya belanja Rp50ribu cukup, se­karang malah ku­rang,” keluhnya.


Sumber : radarbogor.id

Terjun Payung Bravo 90 Jadi Tontonan


Lapangan Air Field Landasan Rumpin, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, mendadak didatangi warga dan puluhan siswa SDN Leuwiranji 4, kemarin (28/2). Mereka datang melihat aksi para penerjun payung dari Satuan Bravo 90 Paskhas yang sedang latihan.

”Iya , saya sengaja ajak para siswa nonton terjun payung yang tak jauh dari sekolah. Hal ini untuk mengenalkan pada anak-anak soal terjun payung oleh para prajurit,” ujar guru kelas 1 SDN Leuwiranji 4 yang namanya enggan dikorankan kepada Radar Bogor.

Dalam latihan terjun payung itu, Satuan Bravo 90 Paskhas menerjukan 225 personel. Dengan komposisi 150 terjun statik dan 75 terjun tripole.

”Ini merupakan bagian dari pembinaan. Sehingga tujuan latihan ini untuk peningkatan kemampuan prajurit,” ujar Wakil Komandan Satuan Bravo 90 Paskhas Letkol Qodri kepada Radar Bogor kemarin.

Lanjut Wadan Letkol Qodri, untuk terjun payung ini dilakukan beragam persiapan fase ground traning.

”Kami latihan mulai fisik hingga mematangkan teori,” tukasnya.


Sumber : radarbogor.id

Tuesday, 7 March 2017

Alat Peraga Kampanye di Kabupaten Bogor Mulai Dipasang




BOGOR – Pertarungan para calon kades (cakades) dalam pilkades  serentak se-Kabupaten Bogor makin panas. Terhitung Senin (6/3) hari ini hingga Rabu (8/3) lusa nanti, akan berlangsung kampanye. 

Tensi panas pun mulai terasa di Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, kemarin. Perang alat peraga mulai tersaji. dan massa mulai menyemut. Mereka bergerilya memasang alat peraga calon yang didukungnya.
“hari ini (kemarin red) merupakan jadwal pemasangan alat peraga kampanye. Mulai dari baliho, pamflet hingga poster,”ujar Staf Pemerintahan Kecamatan Cisarua, Iwan Setiawan kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Minggu (05/03/2017).

Adapun pada hari pertama, cakades dengan nomor urut satu Riyanto akan memulai masa kampanyenya. Tokoh masyarakat di Desa Leuwilamalang ini, ditaksir memiliki massa berjumlah 1432 orang.

Sedangkan di hari kedua, giliran cakades nomor urut tiga Bunyamin menyampaikan visi dan misi kepada pemilik hak suara.  Massa yang mendukungnya ditaksir mencapai lebih dari 1245 orang.

Sedangkan untuk petahana, Yayan Sunarya mendapatkan jadwal kampanye pada hari terakhir.  Calon dari petahana ini diperkirakan mendapat dukungan massa sebanyak 1492 orang.

Thursday, 11 August 2016

Waduh… Rumpin Kabupaten Bogor Siaga Narkoba!

BOGOR – Peredaran narkoba hingga kini masih merajalela di tengah masyarakat. Berbagai cara penyelundupan pun dilakukan untuk dapat melintasi sebuah wilayah.
Tak terkecuali di Kecamatan Rumpin, yang menjadi tujuan bagi para pengedar barang haram tersebut.
“Kami sering melakukan penangkapan pengedar narkoba. Selain menjual, juga suka dijadikan tempat transit,” ujar Kapolsek Rumpin, Kompol Parmin Selasa (09/08/2016).

Parmin mengaku, selalu mengantisipasi para pelaku yang masuknya  ke wilayah hukumnya. Selain menindak, masyarakat juga diberikannya pemahaman terhadap bahaya narkoba.
“Kami selalu sosialiasikan  bekerjasama dengan desa, sekolah dan tokoh masyarakat. Walaupun akses jalan Rumpin sendiri sebenarnya buruk, dan tidak cocok bagi pengedaran narkoba. Tapi tetap jika ada informasi kita akan tindak lanjuti,” ungkapnya.

Pasalnya, selain merusak generasi penerus, para pengguna hingga pengedar dapat diganjar hukuman berat.“Jadi, jangan sekali-sekali mengkonsumsi. Pemakai saja dapat hukaman empat tahun penjara. Pengedar atau memproduksi bisa sepuluh tahun hingga hukuman mati,” tandasnya.(ent)

Tuesday, 9 August 2016

Lihat Deh… Masa Jalur Perbatasan Kabupaten Bogor Ini Dibiarkan Rusak

BOGOR – Jalan Raya Parungpanjang yang berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan ternyata masih rusak parah. Kondisi ini membuat Pemkab Bogor harus lebih memperhatikan wilayah perbatasan wilayah ujung Kabupaten Bogor bagian barat.
Tidak bisa dipungkiri, masalah infrastruktur jalan di Bumi Tegar Beriman terus menjadi sorotan. Belum lama ini, warga Kecamatan Rumpin berunjuk rasa akibat kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Salah satu warga Kampung Bolang, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Deni Sanjaya (36) mengatakan, kondisi jalan yang berada di wilayah  barat harus lebih diperhatikan lagi. Sejumlah titik kerusakan sudah tidak terkontrol akibat kendaraan proyek yang setiap hari melintas.
“Seharusnya ada pengawasan juga dari intansi terkait. Jangan sampai kerusakan jalan terus menerus dan tidak ada perbaikan sama sekali. Kan setiap wilayah ada UPT jalan. Salah satu tangan panjangnya instansi terkait yang perlu turun lapangan,”ujarnya Minggu (07/08/2016).

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi menjelaskan, perlunya peran serta dari pihak UPT jalan. Jika terus mengandalkan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, pengawasan takkan berjalan baik.
“Perlu ada orang lapangan yang memantau setiap hari. Jangan sampai kejadian di Rumpin kembali terulang akibat jalan rusak,” tandasnya.(ent)

Friday, 29 July 2016

Warga Ciampea Kabupaten Bogor Bakal Dieksekusi Mati


BOGOR – Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya 14 orang terpidana mati dieksekusi. Salah satunya, Zulfikar warga Kampung cikalancing, Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Zulfikar merupakan terpidana mati asal Pakistan. Hingga tadi malam, suasana di sekitar kampung istri Zukfikar ramai. Warga tampak berkumpul melihat televisi memantau perkembangan eksekusi di pos kamling dan pangkalan ojeg.

Zulfikar menjadi bagian dari kampung tersebut semenjak menikahi salah satu warga RT 01/06, Desa Cinangka.
“Itu iyoh asup kana mobil jeung indungna Zulfikar (itu iyoh masuk ke mobil bersama ibu Zulfikar,red),” ucap Deni salah satu warga yang sedang menyaksikan siaran televisi.
Mendengar teriakan tersebut, belasan warga lainnya pun langsung tertuju ke pangkalan ojeg berukuran 3×4 meter itu. Zulfikar sempat tinggal di Cinangka beberapa tahun silam.
“Ia istrinya asli orang sini. Dulu tahun 2004 sering naik ojek saya,” tutur Deni.

Selain itu, Zulfikar pun tercatat menjadi warga Kampung Cikalancing, RT 01/06, Desa Cinangka, kecamatan Ciampea.
“Ya, warga sini. Dulu RT 08/02, Sekarang berubah jadi RT01/06,” tutur ketua RT 01/06, Kasma.
Sementara itu, untuk jenazah zulfikar akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Keramat Cikalancing. Sebelum dimakamkan, rencananya Zulfikar akan disolatkan di masjid Al-Hidayah hanya 500 meter dari pemakaman.
“Rencananya memang disini. Karena kata istrinya ingin dikebumikan di makam kramat cinangka. Tadi, saya sudah koordinasi dengan pemerintah desa. Untuk datangnya belum ada kabar. Sehingga belum dilakukan penggalian makam,” ujar pria mengenakan kaos putih itu.
Pantauan, lokasi lokasi pemakaman Zulfikar Ali masih sepi. Sedangkan, untuk akses menuju areal TPU harus berjalan kaki. sementara itu, kondisi rumah mertua zulfikar nampak sepi.
Para tetangga mengatakan, rumah tersebut hanya diisi sang mertua, kakak dan adik ipar Zulfikar. Sedangkan, tiga anaknya berada di rumahnya di kota bogor.

Istri Zulfikar Ali, Siti Rohani akhirnya berterus terang kepada media di Pelabuhan Wijayapura, Nusakambangan, Kamis (28/7/2016) malam.
Dengan menumpangi mobil Toyota Innova Hitam bernomor polisi D 1842 QV, istri, ibunda, dan adik Zulfikar Ali terlihat keluar dari pelabuhan dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.
Sesaat akan keluar gerbang pelabuhan, seorang wanita yang mengaku istri Zulfikar dengan mata berkaca-kaca langsung membuka kaca mobil.

“Tolong pak, sekali lagi tolong. Ini bukan hewan, ini manusia pak. Tolong ke pemerintah, tolong,” ucap istri Zulfikar Ali.
Istri Zulfikar Ali meminta kepada seluruh media untuk bisa menyampaikan curahan hati terakhirnya kepada pemerintah.
“Tolong sampaikan ke Pak Jokowi. Saya mohon terakhir kali pengampunan,” tuturnya.
Ia dan keluarga, sengaja keluar dari Nusakambangan karena tak kuasa melihat suaminya yang sakit akan dieksekusi.

“Saya tak tahan, saya keluar dari sini. Tolong. Tadi saya disuruh untuk tak berkomentar di media. Tapi saya tak tahan,” ujar dia.
Melihat istri Zulfikar sedang diwawancara wartawan. Beberapa petugas keamanan langsung mengusir dan menyuruh maju mobil tersebut. Namun, sejenak sang istri masih bertahan dan ingin meluapkan kata-kata terakhirnya menjelang eksekusi mati suaminya.

Petugas kepolisian terus menyuruh dan memukul-mukul mobil itu untuk terus maju. Bahkan, kerumunan wartawan pun diusir dan disuruh jangan menghampiri mobil.
“Terus, terus. Wah.. kacau kenapa mobil berhenti di sini. Wartawan ke depan. Bagaimana ini,” kata salah seorang petugas berseragam bersenjata lengkap.
Melihat kondisi seperti itu, akhirnya mobil pun melaju perlahan dan masih dikejar para wartawan. Namun, beberapa petugas kepolisian terus memukul-mukul belakang mobil untuk maju.

Pengacara Zulfikar, Saut Rajagukguk hingga saat ini yakin kliennya tidak seharusnya dihukum mati. Apalagi, saksi kunci dalam kasus itu, Gurdiph Singh, telah mencabut keterangan yang memberatkan kliennya.
Menurut Gurdiph, heroin itu bukan milik Zulfikar, melainkan milik warga negara Nigeria bernama Hilary. Ia dijanjikan akan diringankan hukumannya bila menyebut Zulfiqar sebagai pemilik heroin.
“Saya ini bukan orang bersalah, saya tidak pernah mempunyai narkoba tersebut, tetapi karena pengakuan Gurdip Sighn,” ujar Saut meniru pesan Zulfiqar.

Pesan tersebut disampaikan Zulfiqar kepada istrinya yang diteruskan ke Saut. Dalam pesannya, Zulfiqar berharap aparat penegak hukum di Indonesia bisa berlaku adil pada tersangka.
Zulfikar diputus hukuman mati atas kepemilikan 300 gram heroin tahun 2004. Belakangan, muncul permintaan dari sejumlah kalangan agar eksekusi mati terhadap Zulfiqar dibatalkan.(ent)

Wednesday, 27 July 2016

Baru Bebas, Warga Rumpin Ini Masuk Bui Lagi, Alasannya Mengejutkan

BOGOR – Mendekam di jeruji besi sepertinya tidak membuat jera Kemod (28). Warga Kampung Madu Sewo RT 04/03, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, ini kembali masuk bui setelah kepergok warga mencuri ayam.
Padahal, Kemod baru saja keluar dari penjara untuk kasus pencurian kayu. Kemod ditangkap saat akan melarikan diri dari PT. Tritunggal, peternakan ayam petelur di daerah Rumpin. Bahkan, Kemod sempat menjadi bulan-bulanan warga.

“ Saya sudah ketagihan nyuri. Mungkin karena kebutuhan ekonomi,” ucap Kemod di Mapolsek Rumpin, Selasa (26/07/2016).
Kapolsek Rumpin, Kompol Parmin menyebut, pelaku mencuri 22 ekor ayam milik PT. Tritunggal. Sebagian barang curiannya dijual pelaku ke pedangan di pasar Parung.
“ Pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan acaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” kata Parmin.

Muspika Kabupaten Bogor Terus Pantau Infrastruktur Desa

BOGOR – Muspika  Leuwiliang memantau pembangunan desa melalui Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD), Senin (25/07/2016). Hal ini dilakukan agar prosesnya berjalan sesuai aturan.

Camat Leuwiliang, Chairuka Judhyanto mengatakan, pihaknya langsung memantai kinerja pembangunan desa yang menggunakan ADD dan DD. Hal ini, supaya sesuai aturan yang berlaku dan tidak ada penyimpangan.
“Total ada 11 desa sudah di monitoring DD dan ADD. Sejauh ini belum ada temuan soal kendala dalam pembangunan jalan maupun yang lainnya,” Senin (25/07/2016).
Menurutnya, monitoring  perlu dilakukan. Selain harus sesuai dengan usulan, juga agar kualitas pembangunan desa terus meningkat.

“Seluruh infrastruktur bertujuan untuk mempercepat perekonomian. Kebanyakan sudah hampir selesai. Sedangkan  kalau memang tidak sesuai, harus dirubah kembali dari awal. Rencana anggaran belanja (RAB) ini dibuat dari pihak desa dan pelaksana teknis setempat,” tandasnya.

Lihat Deh… Lingkar Leuwiliang Kabupaten Bogor Butuh Lampu

BOGOR – Meskipun sudah dilalui kendaraan, namun Jalur Lingkar Leuwiliang – Cibungbulang sama sekali tidak berfungsi untuk lampu jalan. Padahal, jalur tersebut menjadi alternatif hilir mudik mengatasi kemacetan.
Pembangunan jalur lingkar Leuwiliang – Cibungbulang belum efektif dilalui. Bagaimana tidak, infrastruktur pun masih banyak yang kurang.

Kepala UPT ESDM PJU wilayah Ciampea, Dedi Haryadi mengatakan,  pemasangan lampu belum ada dan masih di pegang oleh pihak ketiga. Meski sudah dipasangi tiang, namun instalansi listrik dan lampu belum ada.
“Kami berharap secepatnya ada pemasangan lampu jalan sepanjangan jalur lingkar Leuwiliang-Cibungbulang,”
 
Ia juga mengaku, ikut merasakan ketika setiap harinya melalui jalur tersebut.Di samping belum ada lampu penerangan, aksesnya pun cukup sepi. Meski masih di sekeliling kebun dan perrumahan warga.
Sementara itu, salah satu pengendara Asep Hidayat (27) menilai, kondisi jalur lingkar Leuwiliang-CIbungbulnag memprihatinkan. Selain itu, rawan terjadi aksi kriminalitas.
“Saya harap sebagai pengguna jalan. secepatnya ada pemasangan lampu penerangan,” singkatnya.

Tuesday, 26 July 2016

Tak Memiliki Izin dari Warga, Perumahan di Kabupaten Bogor Ini Diblokir

BOGOR – Puluhan warga Kampung Cimanggu RT 03/07, Desa Cimanggu II, Kecamatan CIbungbulang memblokir jalan masuk proyek pembangunan Perumahan Cimanggu Town Hill (Citoh), Minggu (24/07/2016).
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini, proyek tersebut diduga belum mengantongni izin lingkungan dari warga sekitar. Bahkan, luas lahan sekitar 25 hektare tersebut membentang ke wilayah Desa Cibatok II, tepatnya berada di Kampung Timbul yang terkena proyek tersebut.
Salah satu warga Kampung Cimanggu, Rully Abdullah (40) mengatakan, pihaknya menjadi perwakilan warga yang ingin mengetahui kejelasan pihak depelover perihal proyek tersebut.
“Ini kan jalan desa, jadi kami blokir sementara sampai pihak developer mau duduk bareng dengan warga. Karena izin lingkungan pun belum ada, tapi proyek sudah berjalan,”ujarnya ditemui di lokasi pemblokiran jalan, Minggu (24/07/2016).

Hal senada dikatakan oleh Tokoh Masyarakat Kampung Cimanggu, Abdul Muis. Ia menuturkan, warga sudah sering menyampaikan aspirasi ini kepada kepala desa dan muspika Cibungbulang.
“Kalau proyek ini sudah berjalan sekitar tiga bulan, dan belum memiliki izin warga. Bahkan, luasannya membentang ke wilayah Kampung Timbul desa Cibatok II,” sebutnya.
Sementara pengembang Citoh membantah hal itu. Seluruh perizinan telah dilengkapi. Bahkan sudah dikeluarkan oleh dinas terkait.

Perwakilan Manajemen PT. Trimitra Prawara Goland, Budi mengaku, izin proyek perumahan sudah lengkap. Ia bahkan mempersilahkan warga mengecek ke Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Bogor.

“Itu hanya oknum saja yang mengatasnamakan warga. Kalau masalah izin silahkan cek langsung ke Cibinong. Sedangkan warga sekitar RW 07 tidak ada yang merasa terganggu,”tuturnya .

Sementara itu, Wakapolsek Cibungbulang AKP Ujang Rohimin menjelaskan, kepolisian hanya sebatas penengah dan menegaskan tak ada kaitannya dengan proyek tersebut.

“Terkait keluhan warga nanti akan kami sampaikan kepada kepala desa dan pengembang. Saya berharap warga tidak ada berbuat anarkis karena itu tetap melanggar hukum,” singkatnya.

Friday, 24 June 2016

Selektif Memilih Pembantu Saat Ditinggal Mudik

BOGOR – Mudik menjadi tradisi bagi warga Indonesia saat jelang lebaran. Pulang ke kampung halaman meninggalkan rumah di perantauan.

Kosongnya rumah membuat sejumlah pemudik mencari pembantu dan penjaga rumah sementara. Berharap agar rumah yang ditinggal mudik aman dan terawat.

Namun, jangan asal-asalan untuk memilih pembantu sementara. Bukanya aman, bisa-bisa isi rumah raib digondol.

“Mudik banyak warga mencari pembantu dan penjaga sementara. Namun harus berhati-hati. Karena bisa berakibat fatal,”ujar Kapolsek Jonggol, Kompol Muis efendi, kepada Radar Bogor, Rabu (22/06/2016).

Sambung Muis, pemudik harus selektif dalam memilih pembantu dan penjaga rumah saat ditinggal mudik.

“Baiknya pilih pembantu orang yang dikenal. Sehingga, jika terjadi pencurian apapun bisa mudah dilacak,”tuturnya.

Untuk mengantisipasi pencurian rumah kosong saat ditinggal mudik, Polsek Jonggol akan menyebar anggotanya di titik-titik rawan kejahatan.

“Untuk antisipasi pencurian rumah kosong, kami patroli dan menyimpan anggota di titik-titik rawan kriminalitas,”tukasnya.(ent)

The Jungle Waterpark Berikan HTM Spesial

BOGOR – Setelah kurang lebih dua minggu mempersiapkan diri dengan melakukan berbagai pemeliharaan sejumlah wahana dan fasilitas, The Jungle Waterpark hadir kembali dengan kondisi lebih baik. Bahkan hadir dengan tampilan baru yang lebih segar dan keren.

Wahana air yang mengusung konsep belajar dan bermain (Edutaiment) ini selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pengunjung.

Tak hanya kondisi yang lebih baik, The Jungle Watepark juga memberikan harga tiket masuk (HTM). Marcom Manager The Jungle, Minia Artpita Barus mengatakan promo menjelang Lebaran tiap pembelian satu tiket, mendapatkan satu tiket gratis.

“Buy I Free 1. Tanpa kecuali kepada seluruh pengunjungnya,” ungkap Minia Artpita Barus kepada Radar Bogor, Rabu (22/06/2016).

Promo tersebut, berlangsung mulai Sabtu (18/6) – Selasa (5/7) mendatang. Dan sudah termasuk tiket ke wahana theater empat Dimensi. Diharapkan dengan program tersebut, dapat meningkatkan traffic pengunjung  selama Ramadan.(ent)

Wednesday, 22 June 2016

Kecamatan di Kabupaten Bogor Siaga Bencana

BOGOR – Cuaca makin tak menentu belakangan ini. Tak ingin kecolongan, pekan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menetapkan status siaga bencana.

“Sejauh ini masih relatif aman. Tapi kewaspadaan tetap kami galakan,” ujar Kepala bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Makmur, kepada Radar Bogor Senin (20/06/2016).

Dia menjelaskan, sejumlah titik di Bumi Tegar Beriman termasuk rawan longsor dan banjir. Pihaknya khawatir bencana bisa datang kapan saja mengingat hujan deras disertai angin kencang kerap muncul tiba-tiba. 
Karenanya BPBD pun menggandeng Lanud Atang Sandjadja (ATS) untuk memantau kondisi geografis wilayah.

“Saya sudah kirimkan surat. Beberapa hari ini kami akan lakukan pengecekan dari udara,” kata makmur.

Dia juga memastikan, berbagai unit-unit penanggulangan bencana, seperti Pemadam Kebakaran dan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang berjejaring dengan tim SAR, PMI, Satgana dan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya, terus siaga dan berkoordinasi. Sehingga diharapkan Bogor memiliki tim yang kuat dalam upaya penanggulangan bencana.(ent)

Tuesday, 21 June 2016

Jokowi Keliling Cek Tol Bocimi Pas Ulang Tahun


BOGOR – Ulang tahun yang ke 55 pada hari ini, Selasa (21/6/2016), Presiden Joko Widodo malah sibuk keliling Bogor. Orang nomor satu di RI, hari ini mengecek perkembangan pembangunan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). 

Jokowi melihat langsung perkembangan Tol Bocimi dengan mendatagi proyek Seksi I yakni Bogor-Ciawi yang meliputi meliputi kawasan Ciawi-Ciherang Pondok sepanjang 15 kilometer.

Total Tol Bocimi ini akan ditempuh sepanjang 54 kilometer. PT Waskita Raya yang menangani proyek ini menargetkan pembangunan Seksi 1 selesai 2017, sedangkan keseluruhan Tol Bocimi akan selesai pada 2019.

Tol Bocimi ini sendiri dikerjakan dalam 4 seksi dengan panjang 54 kilometer. Pembagian seksinya yakni, Ciawi -Cigombong (15.35 km), Cigombong-Cicadas (11.9 km), Sukabumi Barat-sebelah timur Kota Sukabumi (13 km). Proyek ini dulunya sudah pernah diambil dikerjakan oleh pihak swasta, namun mangkrak.

“Ini tol Bocimi, Bogor-Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 kilometer. Sudah pernah di-groundbreaking 4 kali. Supaya tahu saja, tapi berhenti. Ini sudah dimulai tahun 1997 sampai sekarang, satu meter pun belum dapat. Jadi ini akan kita kerjakan. Sudah dimulai seksi 1, pembebasan lahan di seksi 1 sudah 95 persen,” kata Jokowi kepada wartawan di lokasi, Selasa (21/6/2016).(ent)

Rumah Sakit di Kabupaten Bogor Sandera Pasien

BOGOR – Penyanderaan pasien oleh rumah sakit karena belum melunasi biaya pengobatan kembali terjadi di Cileungsi, Kabuptaen Bogor.

Kali ini menimpa Sry Mulyani, pasien Rumah Sakit Mary, Cileungsi. Dia tidak bisa pulang lantaran ditahan oleh pihak rumah sakit selama empat hari.

Tetes air mata membasahi pipi Sry Mulyani, pasien Rumah Sakit Mary, Cileungsi. Sabtu (18/6/2016) sore. Setelah empat hari, istri dari Yuda Kuswanto itu akhirnya keluar dari rumah sakit.

Di depan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi, Camat Jonggol Beben Sehendar, serta LSM 1 Alhafiz yang datang berkunjung, Sry dan Yuda tampak terharu namun bersyukur.

“Kami sudah mencoba melakukan pendekatan kepada pihak rumah sakit dengan upaya menggadaikan sepeda motor dan dana tunai sebesar Rp3 juta, namun pihak rumah sakit menolak dan memilih untuk menahan istri saya hingga empat hari,” tutur Yuda.

Ya, Sry memang ‘tertahan’ lantaran tak bisa melunasi biaya pengobatan setelah mengalami keguguran. Sebagai istri seorang buruh yang memiliki pendapatan pas pasan, Sry memang tak bisa membayar tagihan perawatan di rumah sakit.(ent)

Aksi Begal di Kabupaten Bogor Makin Brutal

BOGOR – Polri dan TNI tak boleh menunda pembentukan satgas anti begal dan geng motor. Jika dibiarkan, akan jatuh banyak korban tak berdosa. Seperti dialami Nazarudin (22). 

Ia ditemukan tewas di semak-semak sekitar lapangan latihan menembak milik Kopassus di Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang pukul 07.00 WIB, kemarin. Korban diduga dirampok oleh komplotan begal pada malam sebelumnya.
 
Warga Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea ini ditemukan dengan luka sayatan di leher, tangan dan kakinya. Dari hasil olah TKP, polisi menduga Nazarudin merupakan korban perampokan yang disertai pembunuhan.

Pasalnya, motor yang dikendarai Nazarudin menghilang dan diduga dibawa pelaku. Selain menemukan jasad korban, polisi juga meyita berupa barang bukti.

Diantaranya, KTP yang diduga milik pelaku yang berada di dalam sebuah dompet, sarung golok, topi berwarna hitam, kaca helm dan sepasang sandal.(ent)

Lambatnya Perbaikan Jalan di Kabupaten Bogor

BOGOR – Sejumlah kalangan menyarankan Bupati Bogor Nurhayanti kembali ‘mengokang bedil’ mutasi dan rotasi kepala dinas. Sasarannya Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Edi Wardhani.

Musababnya masih sama, lambannya perbaikan jalan rusak di Kabupaten Bogor. Pengamat Politik Yusftriadi menilai, DBMP di bawah kepemimpinan Edy Wardani tak mampu menangani persoalan krusial di lapangan.

Terutama meminimalisasi jalan rusak di ruas protokol dan wilayah perbatasan. DBMP terkesan lambat dan tidak tepat sasaran dalam pembangunan.

“Masalah seperti itu biasanya karena perencanaan program kerja dan penganggarannya tidak berbasis hasil riset atau penelitian yang ilmiah,” ujar Ketua STKIP Muhammadiyah itu kepada Radar Bogor, Jumat (17/06/2016).

Yus, sapaan Yusfitriadi juga menyayangkan pembahasan hasil Musrembang yang terkesan sekadar formalitas. Selain itu, kesalahan yang kemungkinan dilakukan DBMP adalah perencanaan program tidak partisipatif.(ent)

Wednesday, 15 June 2016

Warga Hadang Truk Tambang

BOGOR – Ratusan warga Kampung Legok Nyenang dan Kampung Cikolang, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, menghadang puluhan mobil dan truk saat melintasi Jalan Raya Lapan Cikoleang, Senin (13/06/2016).
Namun kali ini, warga tidak menghadang truk pasir, melainkan yang mengangkut tanah merah.  Aksi massa tersebut menuntut Pemkab Bogor segera menghentikan eksploitasi tambang tanah merah yang saat ini mulai marak di wilayah Rumpin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bogor, tanah tersebut akan dikirim ke wilayah Tangerang memenuhi kebutuhan proyek pembangunan di Kecamatan Cisauk. Aktivitas penambangan mulai beroperasi sekitar pukul 08.00 WIB.

Puluhan truk pengangkut tanah merah pun menumpuk di Jalan Raya Lapan Cikoleang lantaran dihadang massa. Akibatnya, para sopir terpaksa memarikirkan kendaraannya di halaman depan SMP Negeri 02 Rumpin.

Diperkirakan aksi penutupan jalan akan berlangsung beberapa hari ke depan.  Bahkan, warga bergantian menjaga pemblokiran jalan hingga larut malam.(ent)

Separuh Tambang di Bogor Ilegal

BOGOR – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyiapkan ”peluru” untuk memberangus galian pasir (type C) ilegal di Kabupaten Bogor. Saat ini, ESDM sedang menyusun data untuk kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan penertiban. 

“Saya sangat mendukung sekali (penertiban). Dampak dari aktivitas galian C adalah rusaknya lingkungan. Harus diantisipasi secepatnya. Pemkab juga dirugikan dengan hilangnya pendapatan PAD,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, ada pengusaha galian di Kabupaten Bogor yang sudah mengantungi izin, namun tak sedikit yang ilegal.

Karenanya Dinas ESDM harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan seluruh stakeholder terkait, terutama dengan Komisi I, Komisi II DPRD, dan Satpol PP sebagai eksekutor.

“Unsur kepolisian juga wajib dilibatkan jika ada pengusaha galian yang tidak mengikuti peraturan,” tegasnya.(ent)