Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Friday, 16 June 2017

Miris! Ratusan Ribu Siswa Bekasi Putus Sekolah, Ini Dia Penyebabnya


BEKASIPengamat Pendidikan Kota Bekasi, Imam Kobul Yahya menilai, ada sekitar 200.000 Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Bekasi. Angka yang cukup spektakuler tersebut didapat dari jumlah yang didapat kementrian. Di mana dalam pernyataannya ada sekitar 60 persen ATS dan APS yang tersebar di Jabodetabek putus sekolah.

“Kalau di rata-rata, per wilayah berarti ada sekitar segitu, dengan angka tertinggi di Kabupaten Tangerang, dan kita di bawah Tangerang,” ujarnya.
Menurut Imam, tingginya angka tersebut juga dikarenakan factor ekonomi. Di mana berdasarkan penuturannya juga ada 40 persen siswa yang terbukti menunggak iuran sekolah dan sekitar tujuh persen tercatat menunggak meski sudah lulus.

Lanjut menurut Imam, selain permasalahan ekonomi, sistem pendidikan yang menggunakan nilai NEM juga menjadi kendala anak-anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan.

“Memang gratis, tapi kan di negeri, nah kalau NEM gak mencukupi, masuk swasta, bagaimana kabarnya? Soalnya yang bermasalah ini yang di swasta, dan rata-rata APS ini dari swasta, seperti contohnya kemarin di sekolah Gloria itu,” terangnya.

Menurutnya, tingginya angka ATS dan APS sendiri juga dikarenakan pihak dinas yang tidak memonitor dengan baik siswa-siswa sekolah. Bahkan menurut Imam, pihak dinas sendiri diyakini tidak memiliki data valid dan lengkap terkait hal tersebut.

“Yang jelas kita ini angka partisipasi pendidikannya tinggi, tapin sayang angka ATS dan APS juga tinggi, karena pihak dinas tidak melakukan razia dan memonitor anak-anak sekolah atau yang sudah tidak sekolah ini,” jelasnya.

Kedepannya, Imam berharap pemerintah kota dapat memonitor anak-anak sekolah. Pasalnya, anak-anak itu putra-putri penerus yang mendapatkan perlindungan pendidikan dan dijamin oleh negara.

“Mereka itukan lepas monitor, seperti dari SMP ke SMA/K ada berapa, atau SD ke SMP berapa kan tidak terdata dengan baik, antara output dengan inputnya seimbang atau enggak kan gak keliatan, nah kita berharap kedepannya anak-anak ini dapat termonitor dengan baik sampai mereka lewat usia sekolah,” tutupnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 14 June 2017

Disdik Kota Depok Setuju Sekolah Lima Hari


DEPOK Terkait penerapan aturan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Efendi tentang sekolah yang hanya lima hari, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengaku belum mendapatkan surat edarannya secara resmi.

“Saya belum dapat surat edarannya,” kata Thamrin kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (12/06/2017). Jika wacana tersebut benar-benar menjadi kebijakan, maka Thamrin mengatakan setuju atas kebijakan tersebut.Ia menilai di Depok sudah ada sekolah yang menerapkan sistem belajar lima hari.

“Saya setuju. Karena di Depok sudah ada beberapa sekolah yang kegiatan belajar mengajarnya sampai hari Jumat saja. Sabtu mereka libur atau diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler,” tambahnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 13 June 2017

Nilai UN Ditahan oleh Sekolah, Laporkan!


BEKASIKomisi IV DPRD Kota Bekasi, membuka posko pengaduan bagi siswa yang nilai Ujian Nasional (UN) ditahan oleh sekolah. Hal ini menyusul adanya aduan sejumlah siswa yang nilainya ditahan oleh pihak sekolah karena belum menyelesaikan pembayaran.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Syaherallayali mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Komisi IV dalam menanggapi maraknya penahanan hasil UN. Karena itu juga, pihaknya membuka posko aduan bagi seluruh pelajar maupun orang tua untuk mengadu kepada DPRD.


“Supaya bisa menjelaskan secara rinci agar kami mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan dan sekolah terkait. Tujuannya, supaya tidak ada kasus penahanan nilai,” ujar Ral kepada Radar Bekasi, Minggu (11/6/2017) kemarin.

Nantinya, posko tersebut tidak berbentuk stand atau booth seperti pada umumnya. Lokasinya tetap berada di ruang Komisi IV DPRD Kota Bekasi, agar aktivitas legislator tetap berjalan sembari membuka posko aduan dari tingkat SMP hingga SMA/SMK.

Dia mengatakan akan memberikan surat rekomendasi teguran kepada Disdik Kota Bekasi dan sekolah apabila terdapat korban penahanan nilai UN. Menurutnya, hal tersebut tidak perlu dilakukan apabila sekolah lebih mengedepankan unsur kooperatif.

“Bahkan kami tidak setuju dengan praktik-praktik seperti itu, bahkan Komisi IV mengecam keras penahanan ijazah dengan dalih
apapun itu,” kata Ral.

Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 9 June 2017

Siswa SMK Pembangunan Kota Bogor Galang Dana untuk Duafa


BOGORUntuk merealisasikan program tahunan, OSIS SMK Pembangunan Kota Bogor mencari dan mengumpulkan donasi untuk dibagikan kepada kaum duafa pada 16-17 Juni mendatang.

Dalam mencari donasi, Fadly selaku wakil ketua dari acara tersebut mengatakan bahwa semuanya sudah mendapat izin dan membawa proposal kegiatan resmi dari sekolah.


Biasanya mereka mencari donasi di titik-titik keramaian Kota Bogor, perumahan, perkampungan dan di lampu merah.

“Kita setiap ingin mencari dana pasti izin dengan yang berwenang, di tempat yang akan kita tuju, jadi kita tidak ilegal karena sudah diizinkan dan biasanya dimulai sehabis zhuhur. Untuk menghabiskan waktu juga menunggu berbuka puasa, jadi mengisi waktu dengan kegiatan positif,” jelas Fadly.

Pihak sekolah pun turut membantu dan mendukung kegiatan positif yang dilakukan OSIS dan MPK SMK Pembangunan Kota Bogor.  Hasil dari pencarian donasi 100 persen disumbangkan kepada anak-anak yatim dan duafa.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 7 June 2017

Stop! Politisi-Penguasa Intervensi PPDB Online 2017


BEKASIPelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Online (PPDB Online) tahun 2017 ini diharapkan bebas dari intervensi para politisi dan pihak-pihak berkepentingan di tingkat eksekutif.

Akademisi Unisma Bekasi, Adi Susila mengatakan, spirit PPDB Online melihat bagaimana kemampuan siswa dengan sistem yang lebih maju. Karena itu sudah bukan zamannya lagi ada model titip menitip siswa lewat sistem yang sudah transparan itu.
“Ya nggak boleh kalau ada kaya begitu, intervensi. Justru kalau online itu supaya semua diperlakukan sama mengacu pada standar yang sudah dipatok,” ujarnya.

Menurutnya, untuk jalur afirmasi memang sulit untuk diawasi. Oleh karena itu, harus ada keterbukaan dari pihak terkait dalam pelaksanaannya.

“Mestinya dibuka sama seperti yang jalur umum. Open (terbuka), semua orang bisa melihat (alasannya apa masuk karena prestasi atau tidak mampu),” tambahnya.

Mengenai informasi yang berkembang bahwa pada tahun 2016 ada oknum tertentu yang mengintervensi, ia meminta supaya hal itu tidak terulang. Bahkan, pelakunya harus diberi sanksi tegas untuk memberi efek jera.

“Harus ada pengawas yang memantau proses ini, seperti ada kotak pengaduan. Jadi, ketika masyarakat melihat ada kejanggalan bisa menyampaikan di kotak itu,” sambungnya.

Namun demikian, jika memang yang dilakukan adalah untuk konsituen yang memang memiliki persyaratan yang sesuai, menurutnya tidak menjadi persoalan.

Ia pun menambahkan, di lain sisi orang tua dan anak pun tidak perlu memaksakan diri untuk masuk di sekolah negeri jika memang persyaratan yang ada tidak sesuai.

“Kalau menurut saya sih iya, nggak harus ke negeri, swasta juga sekarang relatif lah. Jadi nggak usah dipaksa,” tutupnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Kuota PPDB 2017-2018 SMA dan SMK di Kota Depok 4.668 Kursi


DEPOK – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA dan SMK Negeri tahun pelajaran 2017-2018 dimulai hari ini (6/6). Tetapi, sebagai awal, yang dibuka adalah jalur non akademik (afirmasi) 6-10 Juni.

Selanjutnya 3-8 Juli dibuka untuk jalur akademik. Tahun ini, jenjang SMAN di Kota Depok diperkirakan menerima 3.420 siswa dari total 13 SMAN. Sedangkan, jenjang SMKN-nya diperkirakan menerima 1.248 siswa.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala SMA (MKKSMA) Kota Depok, Umar mengatakan, jumlah siswa yang diterima tersebut, disesuaikan dengan kemampuan sekolah dalam menerima siswa. Karena, sarana dan prasarana tiap sekolah berbeda-beda.

Dimana, berdasarkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 SMAN boleh menerima 12 rombongan belajar (rombel), dan SMKN 12 rombel perjurusan.

Tetapi, di Kota Depok ada penyesuaian. Dimana SMAN maksimal rombel yang diterima adalah sembilan, dan SMKN empat rombel tiap jurusan.

“Sesuai Permendikbud tersebut, juga disebutkan batasan jumlah siswa tiap rombelnya, yakni 36 siswa. Itu berlaku, baik untuk SMA atau pun SMK,” ucap Umar kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 5 June 2017

SMK Kosgoro Kota Bogor Resmikan Sarpras

BOGORSMK Kosgoro Kota Bogor kembali membuktikan peningkatan layanan yang diberikan kepada peserta didiknya.

Jumát (2/6), sekolah yang berada dalam satu yayasan dengan SMA Kosgoro ini meresmikan bangunan sarana prasarana lantai 2 yang meliputi berbagai fungsi.
Kepala SMK Kosgoro Asep Mulyana mengatakan, peresmian gedung sarpras SMK Kosgoro kali ini meliputi ruang rapat, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah dan juga ruang administrasi.

“Selain beberapa gedung itu, kami meresmikan pula ruang studio serta lab multimedia yang tentunya untuk menunjang pembelajaran anak-anak masing-masing jurusan mereka,” bebernya.

Peresmian ini dilakukan kedua kalinya di SMK Kosgoro setelah peresmian fasilitas sebelumnya, yaitu fasilitas musola dan toilet SMK Kosgoro beberapa waktu lalu dalam tahun yang sama.

“Ini peresmian kami yang kedua, setelah kami meresmikan musala dan toilet beberapa bulan lalu, masih dalam masa jabatan ketua yayasan yang baru, yaitu Bapak Widiyanto Dwi Surya,” ungkap Asep.

Ia berharap, keberadaan sarana prasaran yang diresmikan ini akan disusul dengan sarana prasaran lainnya. Khususnya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar anak-anak didiknya dan meningkatkan kualitas lulusan atau peserta didik SMK Kosgoro.

Persemian dihadiri Aditya Sumanagara selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Darma Setia Kosgoro Kota Bogor yang didampingi oleh Ketua Yayasan Darma Setia Kosgoro Kota Bogor, para kepala sekolah SMA, SMP dan SMK Kosgoro Kota Bogor, Dewan guru beserta staf sejajaran Yayasan Darma Setia Kosgoro Kota Bogor.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 15 May 2017

30.917 Siswa SD di Kota Depok Berebut 7.960 Kursi di 26 SMPN


DEPOKMutu pendidikan sekolah dasar (SD) di Depok di uji, saat ujian sekolah (US), Senin (15/5). Bayangkan, dari 30.917 siswa baik negeri, swasta dan madrasah ibtidaiyah (MI), akan memperebutkan 7.950 kursi di 26 SMPN.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohamad Thamrin menyebutkan, US jenjang Sekolah Dasar (SD) akan digelar serentak pada 15-17 Mei 2017 mendatang. Peserta US jenjang SD di Kota Depok sebanyak 30.917 peserta ujian. Dengan rincian SD negeri sebanyak 19.811 peserta, sedangkan SD swasta sebanyak 5.841, dan MI 5.265 siswa.


Hari pertama dengan mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia, hari kedua matematika, dan hari ketiga dengan mapel Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Menurut Thamrin, hasil ujian sekolah tersebut sangat berguna, untuk memasuki mereka kejenjang pendidikan yang lebih tinggi : Sekolah Menengah Pertama (SMP). Juga sebagai acuan, sekolah mana yang cocok untuk nilai yang mereka dapatkan.

Saat ini, kata dia SMP Negeri di Kota Depok masih digandrungi oleh siswa SD. Tahun 2017 ini, jumlah SMP negeri di Kota Depok 26 sekolah, sedangkan jumlah peserta ujian sekolah jenjang SD mencapai 30.917.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Wednesday, 10 May 2017

SMPN 1 Ciseeng Kabupaten Bogor Perlu Direhab


BOGORPemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan telah melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana diantaranya gedung sekolah baru, rehabilitasi ruang kelas, ruang laboratorium serta perpustakaan.

Namun, masih ada sekolah yang masih membutuhkan perhatian.  Seperti SMPN 1 Ciseeng yang berada di Jalan Raya Putatnutug, Desa Putatnutug, Kecamatan Ciseeng.


Kepala SMPN 1 Ciseeng Anwar Muhidin mengungkapkan, sekolah tersebut perlu diperbaiki. Pihaknya pun telah mengajukan kepada Disdik Kabupaten Bogor, tapi untuk tahun ini tidak dapat anggaran.

Padahal keadaan sekolah sudah sangat tidak layak. “Apa nunggu bangunan ambruk dulu.  Saya khawatir dan kasihan sama anak didik karena belajar di ruang kelas yang sudah tidak layak,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Senin (08/05/2017).

Kondisi gedung sekolah, lanjutnya, lapuk karena dimakan usia. Bahkan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan hingga mebeuler sudah hampir tidak bisa digunakan lagi.

Ia optimistis jika sarana dan prasarana penunjang SMPN 1 Ciseeng telah terpenuhi, bisa menjadi sekolah unggulan di Kecamatan Ciseeng. “Bahkan di tingkat Kabupaten Bogor demi tercapainya wajib belajar sembilan,” sesumbarnya.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas XI SMPN 1 CIseeng Heni (14) mengaku iri dengan sekolah lain yang ruang belajarnya bagus.

“Harapan saya sarana dan prasarana sekolah diperhatikan sehingga adik-adik kelas saya kelak bisa belajar dengan nyaman,” singkatnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 9 May 2017

Lomba Kebersihan Antar Sekolah Se-Kota Bogor, Saatnya Sekolah Ambil Bagian Jaga Lingkungan


BOGORPendaftaran lomba kebersihan antar sekolah se-Kota Bogor tinggal tiga hari lagi. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengimbau bagi seluruh sekolah baik, SD, SMP dan SMA untuk berpartisipasi.

Momentum ini sekaligus membuktikan bahwa sekolah bisa mengambil peran dalam menjaga lingkungan.
“Lomba Bogorku Bersih ini menjadi penting sebab mampu meningkatkan kebersihan sekolah. Tapi, sebenarnya bukan hanya bersih sekolahnya, tapi rindang dan lainnya.

Karena tidak setiap sekolah memiliki suasana rindang, ada juga sekolahnya gersang, tapi memiliki keunggulan lain di bidang kebersihan,”ujar Kabid  Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Uju Juyono.

Untuk diketahui, lomba kebersihan antar sekolah ini, merupakan bagian dari lomba Bogorku Bersih dua, yang meliputi lomba kebersihan antar RT dan juga pasar.

Uju menilai, soal kebersihan setiap sekolah pasti sudah memiliki programnya masing-masing, semisal piket kelas. Tapi menjadi lain jika mengikuti perlombaan.

Otomatis akan lebih terpacu untuk semakin membuat bersih lingkungan sekolahnya. “Makanya nanti kami berharap kalau sekolah yang sudah masuk Adiwiyata jangan dimasukkan ke Bogorku Bersih, karena pasti menang.

Yang diharapkan itu yang belum ikut Adiwiyata, dilombakan. Tapi nanti sekolahnya kan ada kriterianya, bukan hanya bersih saja,” bebernya.

Disdik kata dia, juga mengharuskan untuk sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK baik negeri maupun swasta mengikuti Bogorku Bersih. “Kalau untuk SMA/SMK itu sifatnya himbauan, karena berada di bawah naungan Disdik Provinsi, tapi untuk SD dan SMP itu diharuskan ikut, daftar,” tandasnya


Sumber :  POJOKJABAR.com

Thursday, 4 May 2017

Pelaksanaan UNBK Tingkat SMP di Depok Diwarnai Mati Listrik


DEPOKHari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia sempat diwarnai padamnya listrik di SMPN 13 Kota Depok, sekitar lima menit. Namun, secara keseluruhan hal tersebut tidak mengganggu jalannya UNBK.

Kepala SMPN 13 Kota Depok, Hehen Hendra menyebutkan, kejadian tersebut awalnya sekolah mencoba menggunakan listrik, tetapi tak mampu menyala hingga listrik mati “Tadi pakai listrik, sekarang pakai genset. Padahal semalam dicoba gak masalah,” ungkap Hehen kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (02/05/2017).

Guna memaksimalkan genset, Hehen pun mengimbau guru dan seluruh karyawan tidak menyalakan AC saat UNBK berlangsung. Nyatanya masih ada ruangan yang menggunakan AC sehingga menyebabkan listrik turun beberapa saat.

“Lima menit saja, hanya memindahkan dari listrik ke genset. Simulasi aman karena komputer yang digunakan tidak sebanyak ini. Sekarang pakai komputernya banyak, kami baru pinjam ke SMAN 9,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 21 April 2017

SMPN 13 Depok Tuntaskan USBN dengan Tidak Ada Kendala


DEPOK – SMPN 13 Depok menuntaskan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Rabu (19/04/2017). Di hari ketiga mata pelajaran (mapel) yang diujikan yakni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sekolah yang beralamat di Jalan Krukut Raya Nomor 75, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, melakukan USBN dengan lancar sampai hari terakhir.

“Alhamdulillah tidak ada kendala,” kata Kepala SMPN 13 Depok, Hehen Hendra, kepadaRadar Depok (Pojoksatu.id Group).
Hehen hanya bisa berdoa untuk hasil yang diraih siswanya nanti. Semoga memuaskan dan tidak mengecewakan siswa, guru, sekolah maupun orangtua.

“Ini sudah selesai, walaupun UNBK belum. Tapi saya berharap nilai atau hasil USBN bisa memuaskan. Jangan sampai mengecewakan siapapun lah,” ujarnya.

Hehen mengaku terdapat satu mapel yang terdapat double soal. Namun hal itu tidak menjadi masalah besar. Bahkan menguntungkan siswa.
“Saya lupa mapel apa. Malah bisa jadi keuntungan bagi siswa. Soal yang mereka pikirkan jadi berkurang,” katanya.

Menurutnya, USBN di Depok sudah baik. Pengawas dengan sistem silang membuat USBN berjalan dengan kondusif.
“Semoga pengawas silang itu dapat menciptakan suasana kondusif. Meski selama ini sudah kondusif supaya pengawas tidak lengah,” pungkas Hehen.

Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 17 April 2017

Siswa SMAN 8 Depok Tak Ada yang Ujian Susulan


DEPOK – SMAN 8 Depok telah merampungkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kamis (13/4). Hingga hari terakhir, seluruh siswa mengikuti ujian. Siswa yang ikut ujian tahun ini berjumlah 307 peserta dari tujuh rombongan belajar. Empat ruang dan 110 komputer disediakan, dibagi menjadi tiga sesi ujian.

“Sampai hari terakhir ini (Kamis, red) lancar, nggak ada kendala,” kata Kepala SMAN 8, Nurlaely, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).
Kendati demikian, sekolah yang beralamat di Jalan H.M Natsir No. 888, Kelurahan/ Kecamatan Cilodong sempat memiliki kesulitan pada hari
pertama.


POJOKJABAR.COM, DEPOK – SMAN 8 Depok telah merampungkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kamis (13/4). Hingga hari terakhir, seluruh siswa mengikuti ujian. Siswa yang ikut ujian tahun ini berjumlah 307 peserta dari tujuh rombongan belajar. Empat ruang dan 110 komputer disediakan, dibagi menjadi tiga sesi ujian.

“Sampai hari terakhir ini (Kamis, red) lancar, nggak ada kendala,” kata Kepala SMAN 8, Nurlaely, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).
Kendati demikian, sekolah yang beralamat di Jalan H.M Natsir No. 888, Kelurahan/ Kecamatan Cilodong sempat memiliki kesulitan pada hari
pertama.

Salah satu ruangan mengalami masalah pada token yang tidak menyala dan menyebabkan keterlambatan siswa mengerjakan soal.
“Ruang tiga itu tokennya sempat nggak nyala. Kita koordinasi dengan provinsi ya bisa diatasi. Ujian baru dimulai jam 10:00,” kata Nurlaely.

Kemudian di hari kedua, hujan deras yang turun membuat pihak sekolah sempat berpikir untuk memajukan jadwal UNBK pada sesi ketiga.
“Itu sesi terakhir saya degdegan juga, ini sekolah kan dekat sekali dengan Sutet (saluran udara tegangan ekstra tinggi) jadi kita khawatir.

Tapi syukurnya lancar,” ujarnya. Di hari keempat, Kepala BP3 Wilayah 1, Herry Pansila, ikut memantau di SMAN 8. Hasil secara keseluruhan, kata Herry, ujian di Depok tidak ada kendala.

“Alhamdulillah sampai hari terakhir tidak ada masalah serius. Walaupun belum maksimal, namanya juga kita baru pertama (UNBK) serentak semuanya,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok ini.

sumber : pojokjabar.com

Friday, 10 March 2017

Pilihan Orang Tua Tergantung "Brand" Positif Sekolah



Jakarta,Saat ini orang tua tak lagi canggung berselancar di internet, masuk ke situs-situs resmi sekolah untuk menggali banyak informasi. Pengaruh brand sekolah cukup kuat di internet.

"Preferensi orang tua dalam memilih sekolah untuk anaknya memang sangat dipengaruhi oleh brand atau citra positif dari aktivitas sekolah," ujar dosen London School of Public Relations (LSPR), Lestari Nurhajati, pada seminar sehari bertajuk School Branding Strategy yang digelar Universitas Darma Persada (Unsada) di Jakarta, Selasa (7/3/2017) lalu.

Lestari menambahkan, berdasarkan riset terhadap tren pada pendidikan tinggi, perangkat terpenting dalam pemasaran online itu adalah situs yang efektif dan intuitif.

"Di dalamnya ditegaskan brand utama dari sebuah institusi yang bersangkutan,'" katanya.

Di situs-situs tersebut, lanjut dia, biasanya diperkuat dengan sejumlah elemen pendukung lain pendukung, desain tampilan situs yang memikat dan konten yang menarik. Itulah yang menurut Lestari menjadi faktor penentu orang tua dalam memutuskan pilihannya terhadap sebuah sekolah.

"'Para orang tua sangat mempertimbangkan karakteristik sekolah yang tercermin lewat merek yang mendukung karakteristik tersebut. Inilah yang kemudian mendorong pemilihan sekolah bagi anak-anak mereka,'" ujarnya.

Praktisi public relations (PR), Anke Dwi Saputro, yang juga tampil juga sebagai pembicara, berpendapat serupa Lestari. Mengutip hasil riset terhadap perilaku siswa yang termuat di dalam International Journal of Education Management, Angke mengatakan bahwa sekitar 92 persen proses rekrutmen siswa baru itu berawal dari adanya aktivitas virtual, sementara 65 persen lainnya berasal dari tim pemasaran.

"Riset itu juga menunjukkan bahwa delapan jam dari hasil interaksi konten digital sangat mempengaruhi proses pemilihan sebuah sekolah," ujarnya.

Melek digital

Tentu, tak semua orang tua berburu sekolah hanya berbekal informasi dari situs internet. Setidaknya, website milik sekolah yang kaya konten bisa menjadi gerbang informasi yang dibutuhkan orang tua dalam menentukan pilihannya.

Namun, Lestari mengatakan, berkaitan dengan upaya membangun citra sebuah sekolah, ada sejumlah hal yang perlu diperkuat. Beberapa di antaranya adalah faktor trust (kepercayaan), quality (kualitas), perception (persepsi), identity (identitas), dan loyalty (loyalitas). '

"Di sini diperlukan juga penguatan terhadap "brand  positioning" yang menjadi nilai proposisi yang perlu disampaikan kepada calon siswa. Ini penting sekali," ujar Lestari.

Rektor Unsada, Dadang Solihin, yang hadir pada seminar mengatakan bahwa para pengelola sekolah sudah sepatutnya melek terhadap perkembangan dunia digital. Dia berharap hadirnya seminar ini akan bisa membuka cakrawala kepada para guru dan pelajar.
(ant) sumber: kompas.com

Thursday, 19 January 2017

Borcess Gandeng Universitas Malaysia



BOGOR–Menindaklanjuti tantangan global saat ini, SMK Taruna Terpadu 1 Bogor Centre School (Borcess) kembali mela­kukan kerja sama internasional. Kali­ ini bersama University of Pahang Malaysia atas gagasan Seamolec dan T-vet International. Kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri ini merupakan yang kesekian kalinya di Borcess 1. 

Kepala SMK Borcess 1, Supriyatna menjelaskan, sejumlah kerja sama dilakukan sebagai upaya mempersiapkan dan me­ningkatkan mutu lulusan. 

“Kerja sama ini agar anak-anak bisa berkuliah, menimba ilmu di luar Indonesia. Ini penting agar mereka memiliki pengalaman dan bekal lain. Bukan jadi ‘kacung’ di negeri orang, tapi mereka pure kuliah,” ujarnya.

Bentuk kerja samanya, kata Yatna, pertukaran pelajar atau beasiswa melalui jalur Kedubes RI untuk Malaysia. Borcess 1 sendiri, kata dia, sudah meme­ta­kan anak-anak yang bisa atau berminat melanjutkan kuliah di negara serumpun dan negara-negara lainnya.

“Kami sudah mulai memetakan prestasi dan kemampuan anak.  Siapa saja yang minat kuliah keluar negeri, dan siapa saja yang berpotensi. Tentu tidak sembarang. Tapi sejak saat ini sudah kami petakan dan bekali,” ungkapnya.

Bekal pengetahuan dan kemampuan bahasa yang jelas akan digeber bagi anak-anak yang berpotensi dan ingin kuliah di luar negeri. 

“Ditambah ilmu atau bekal lain, karena kami juga tidak sembarang mengirim anak kuliah di negeri orang tanpa bekal,” terangnya.


Skill tambahan itu pun yang akan membantu menghidupi diri mereka di negeri asing sambil berkuliah. Yatna juga optimis anak-anak didiknya mampu bersaing di negeri orang.

 “Saya berharap, mereka sambil kuliah bisa bekerja mencari sampingan untuk kebutuhan di sana, jadi tidak bergantung dengan biaya orang tua. Bisa kuliah sambil kerja, tapi tetap prioritas utama kuliah, bukan kerja,” tegasnya.

Tidak hanya Malaysia, bebe­rapa bulan ke depan, mereka juga akan berkunjung ke Negeri Matahari Terbit, Jepang, untuk kembali menjalin kerja sama dengan beberapa universitas ternama di sana. 

“Di sekolah anak-anak terus dibekali skill. Sekolah terus melebarkan sayap lewat kerja sama dengan negara-negara lain. Kami memberikan jalan bagi anak-anak untuk meng­eksplor bakat dan kemampuan hing­ga keluar negeri,” pungkas­nya.(ent)

Monday, 19 December 2016

SDIT Aliya Geber Baberku


BOGOR-SDIT Aliya terus berusaha menjalin silaturahmi dengan orang tua dan lingkungan sekitar. Kemarin (18/12), sekolah mengadakan Barang Bekas Berkualitas (Barbeku) di lingkungan sekolah dengan mengundang sejumlah RW.

Ketua Komite SDIT Aliya Dini Widyasari menjelaskan, Barbeku merupakan kegiatan komite dua hingga tiga tahun sekali dengan tujuan membantu melengkapi kebutuhan warga, baik intern maupun luar sekolah.


Mereka juga menyebarkan sejumlah brosur dan surat resmi ke RT/RW sekitar sekolah. Antusias warga sejak pagi menunggu gerbang sekolah dibuka sangat ramai. Menurut Dini, tahun ini lebih banyak yang hadir dibanding tahun sebelumnya.

Dilaksanakan dua hari, sejumlah barang yang dijual sangat banyak, tidak hanya pakaian, tapi beberapa alat elektronik pun dijual dengan harga murah mulai Rp1000 hingga Rp200 ribu.

Dini berharap, dengan Barbeku ini banyak kebutuhan sekolah maupun warga sekitar yang terpenuhi. "Juga yang terpenting, adanya edukasi bagi semua warga SDIT Aliya untuk terus berbagi kepada sesama," terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala SDIT Aliya Anis Nur Laili mengapresiasi kegiatan yang dilakukan komite sekolah tersebut. "Sesuai prinsip Rasul, bagaimana komite sebagai motor memberikan motivasi pada orang tua. Barbeku ini semoga berlanjut juga kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya," pungkasnya.(ent)

Wednesday, 5 October 2016

SMPN 3 Cianjur Dukung Gerakan Literasi Sekolah



POJOKJABAR.com, CIANJUR – Gerakan Literisasi Sekolah mendapatkan dukungan banyak sekolah di Cianjur. Seperti SMPN 3 Cianjur.

Kesiswaan SMPN 3 Cianjur, Intarti mendukung pemerintah pusat tersebut. Untuk itu, pihaknya saat ini gencar menerapkan program Gerakan untuk Literasi Sekolah di SMPN 3 Cianjur (Geulis Dispentif).

“Kami saat ini sedang menerapkan program tersebut. Kami pun saat ini juga tengah menerapkan program dari Gubernur Jawa Barat yakni PJLRC atau program mengenai tantangan dalam membaca,” kata Intarti.


Ia menjelaskan, program PJLRC merupakan sebuah program dari Provinsi Jawa Barat tujuannya supaya anak tak hanya diarahkan untuk literat saja melainkan dengan diimbangi pendidikan berkarakter. Sehingga nantinya akan seimbang.

“Dalam program PJLRC ini setiap sekolah wajib mengirimkan minimal dua kelompok dan maksimal delapan kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari lima orang. Setiap kelompok nantinya akan ditantang untuk membaca minimal 24 buku dalam waktu sepuluh bulan,” jelasnya.

Dia kemudian membandingkan setelah diterapkannya program Gerakan Literisasi Sekolah maupun program PJLRC sangat drastis. Pasalnya, antusias siswa sangat luar biasa untuk membaca buku, lantaran untuk PJLRC ini nantinya akan di ikutsertakan lomba.

sumber: pojok jabar

Tuesday, 4 October 2016

Resmikan Sekolah Buddha, Ridwan Kamil Sebut Dirinya Wali Kota untuk Semua Umat Beragama


BANDUNG, KOMPAS.com
- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beserta Pembimbing Masyarakat Budha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Eko Supeno meresmikan gedung pendidikan Bodhi Sinar Terang Bandung dan Cetiya Bodhi Sinar Terang Bandung di Jalan Jenderal Sudirman No. 478-480 Bandung, Minggu (2/10/2016) kemarin. Kegiatan itu sempat ia unggah melalui akun instagramnya @ridwankamil.
"Meresmikan sekolah dan tempat ibadah umat Budha Bandung 'BodhiSinar Terang' di Jln Sudirman. Semoga tempat ini melahirkan manusia cerdas, baik hati, mencintai kemanusiaan dan bermanfaat untuk bangsa dan negara," tulis Ridwan dalam keterangan fotonya.

Postingan itu pun memicu ragam komentar dari netizen. Namun, pria yang akrab disapa Emil itu langsung memberi penjelasan perihal kegiatannya tersebut.

"Ada yang tanya kenapa yang begini di-posting? Karena ini agenda kedinasan wali kota dan saya secara sumpah adalah wali kota yang menjadi bapak dari semua umat beragama," jelas Emil dalam postingan-nya.

sumber: bandung, kompas.com

Siswa SMAN 1 Sukabumi Mengikuti Kepemimpinan dan Latihan Berorganisasi



POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sebanyak 270 siswa dalam wadah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang merupakan perwakilan kelas dan perwakilan ekstrakurikuler SMAN 1 (Smansa) Kota Sukabumi mengikuti latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) pada 28 – 30 September dan 1 Oktober 2016 di Smansa dan Yonif 310 Cikembar Kabupaten Sukabumi.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Kesiswaan SMAN 1 Kota Sukabumi, Rudi Zulkarnaen mengatakan, LDKS ini memberikan pendidikan dasar seperti kedisiplinan siswa kepada unit kelas yang terdiri dari ketua murid, bendahara, dan sekretaris, pengurus OSIS, dan para ketua ekstrakurikuler.

“Kegiatan ini mendidik motorik ataupun aktivitas para siswa dan lebih bernuansa faktor kedisiplinan sekaligus belajar kepemimpinan sebagai tim leader,” katanya.
Ia menambahkan, dalam LDKS memupuk keterampilan, kekompakan, kebersamaan, dan belajar memecahkan masalah.

sumber: pojok jabar

Monday, 3 October 2016

Rayakan Hari Batik Nasional, Puluhan Pelajar Kota Cirebon Lomba Membatik Chanting




POJOKJABAR.id, CIREBON – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, sebanyak 40 pelajar SMP 11 Kota Cirebon dan SMP Terbuka mengikuti pelatihan belajar membatik tulis chanting, Minggu (2/10/2016). Hal ini diselenggarakan Batik Mahkota yang juga sedang merayakan HUT ke-5 nya.
Owner Batik Mahkota, Ari Muktiono mengatakan, membatik merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang harus dilestarikan. Terlebih, batik sudah menjadi warisan budaya dunia.

 Sehingga perlu bagi generasi muda untuk mempelajari dan membudayakan membatik. Mereka tidak hanya bisa memakai batik, akan tetapi juga bisa menjadi para pembatik andal.

“Tentu saja kita berharap para pelajar dapat membatik untuk bekal mereka ke depan,” ucapnya.

Selain mengajak belajar membatik, Batik Mahkota juga memberikan hadiah bagi hasil karya para siswa. Salah satu unsur penilaian adalah tarikan yang rapi dan tidak terlalu tebal.

Kepala SMPN 11 Kota Cirebon, Sumiyati mengatakan, dengan peringatan Hari Batik Nasional dan HUT ke-5 Batik Mahkota, diharapkan batik nasional, khususnya batik Cirebon, bisa tambah maju. Bersaing dengan produk-produk fashion dari luar negeri.

Menurutnya, adanya kegiatan ini, bisa menjadi salah satu upaya untuk melestarikan batik. Terlebih batik sebagai warisan dunia, sudah seharusnya dilestarikan.

“Maka dari itu, penting bagi pelajar dan generasi muda untuk diajak mengenali batik, dan belajar cara membatik,” tukasnya.

Sumiyati berharap, ke depan, pengalaman ini bisa menjadi bekal ke untuk mengembangkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Nurmusliha, siswa kelas VIII SMPN 11 Kota Cirebon, mengaku senang bisa belajar batik saat Hari Batik Nasional. Baginya, membuat batik tulis merupakan pengalaman pertamanya.

Meski demikian, perempuan asal Majasem ini mampu meraih hasil karya terbaik dari 40 siswa yang hadir. “Senang rasanya bisa belajar membatik. Jadi, bisa mengenali budaya dan tradisi bangsa sendiri,” ucapnya.

Dalam kegiatan belajar membatik tersebut, karya para pelajar tersebut dinilai. Hasil membatik yang bagus akan mendapatkan hadiah dan trofi.
(izo/pojokjabar).

sumber: pojok jabar