Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label bandung. Show all posts
Showing posts with label bandung. Show all posts

Thursday, 13 April 2017

376 Ekor Sapi di Kabupaten Bandung Wajib Bunting


KABUPATEN BANDUNG – Menjelang peringatan hari jadi Kabupaten Bandung, sebanyak 376 ekor sapi bunting secara serentak. Hal itu bersamaan dengan launching pasar hewan Majalaya dan pencatatan pada Muri (Museum Rekor Indonesia) inseminasi buatan serentak dalam Upsus (Upaya Khusus) Siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting, yang dipusatkan di Jalan Anyar Majalaya, Rabu (12/4).

Bupati Bandung Dadang M. Naser mengungkapkan, dari rencana penyuntikan hormon melalui inseminasi buatan, sebanyak 594 ekor wajib bunting, akan ditargetkan 376 ekor.

Menurutnya adanya pasar hewan, selain untuk peningkatan perekonomian masyarakat, juga bisa menampung hasil ternak, juga sebagai sarana pemasaran peternakan dengan transaksi yang optimal.

“Walau sudah melakukan transaksi jual beli sejak 27 Februari lalu, kita targetkan 24.500 ekor per tahun sapi wajib bunting. Namun bersamaan dengan peringatan hari jadi tahun ini, sudah dilakukan penyuntikan hormon pada 376 ekor,”ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati menerangkan bahwa pasar hewan ini merupakan fasilitas pasar yang berupa peralatan/los yang dikelola oleh Pemkab Bandung yang digunakan untuk tempat jual beli ternak.

“Dasar dalam membangun pasar hewan ini adalah amanah Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 18 Tahun 2009 yang menerangkan bahwa Pemerintah wajib memfasilitasi kegiatan pemasaran ternak dan produk peternakan,” imbuh dia.

Pendirian pasar hewan ini tentunya memiliki tujuan, selain untuk menyediakan fasilitas jual beli ternak yang memadai. Juga agar tercipta iklim perdagangan yang sehat dan tertib melalui pengendalian harga ternak dan standar mutu produksi. Untuk ketahanan pangan bidang peternakan ini, Bupati berharap masyarakat tidak perlu membeli daging impor tapi sebaiknya hadirkan bibit unggul sapi penghasil daging dan susu, ysng selanjutnya dikembangkan oleh peternak Kabupaten Bandung.

“Tujuan lainnya adalah tercapainya kepastian hukum jual beli ternak, adanya pengawasan terhadap perdagangan ternak dan pencegahan terhadap penularan penyakit hewan. Ke depan, kita tidak usah konsumsi daging sapi dan susu impor tapi kembangkan bibitnya di sini,” tandas Bupati.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tisna Umaran menjelaskan, sejak 27 Februari, sudah dilakukan transaksi yakni terjual domba 357 ekor, sapi 41, kambing 3 dan kerbau 3 ekor. Dalam rangka Upsus Siwab tahun ini, pihaknya mentargetkan 24.500 ekor sapi melalui inseminasi buatan dengan melakukan penyuntikan hormon pada ternak di 5 wilayah kecamatan.

“Lokasi wilayah kerja untuk penyuntikan hormon yaitu 161 ekor di lokasi wilayah kerja Kecamatan Majalaya, 155 ekor di Pangalengan, 83 ekor di Kertasari, 48 ekor di Katapang dan 130 ekor di wialyah kerja Kecamatan Pasirjambu,” ungkap Tisna.

Dari launching yang dilakukan hari ini tuturnya, bantuan hormon untuk Siwab diberikan oleh beberapa pihak seperti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dengan 100 hormon, Balai Penyidikan dan Pengujian Verteriner Subang 100 hormon dan dari Kab.Bandung sebanyak 80 hormon. Dia memastikan akan ada penambahan untuk 800 ekor populasi hewan ternak.

“Sedangkan bantuan kendaraan puskesmas hewan diberikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Selain itu polis asuransi juga diberikan bagi 180 orang peternak. Selanjutnya dari pihak Bank bjb menyediakan 400 unit KUR (Kredit Usaha Rakyat), yang masing-masing senilai 25 juta/ unit,” tandasnya.

Fasilitas yang dimiliki oleh pasar hewan ini sudah cukup lengkap.

“Untuk fasilitas, disana sudah ada tempat timbang ternak, tempat pelayanan IB dan kesehatan hewan, tempat penurunan dan penaikan ternak, gazebo, tambatan, mushola, toilet, bursa ternak, pos retribusi, kantor, tempat parkir roda 2 dan truk/pick up, dilengkapi juga dengan tempat pengolahan sampah, kantin dan juga dilengkapi dengan surat keterangan transaksi di pasar ternak dan keterangan bahwa ternak yang dijual sehat,” terang Tisna.
(cr3/den)
~ Sapi Wajib Bunting ~



Tujuan Pasar Hewan

1.Peningkatan perekonomian masyarakat
2.Menampung hasil ternak
3.Sebagai sarana pemasaran peternakan dengan transaksi yang optimal

sumber:POJOKJABAR.com

Wednesday, 12 April 2017

Ayoo Perpanjang SIM Anda di SIM Keliling Bandung Hari Ini


BANDUNG – Warga Kota Bandung khususnya yang ingin memperpanjang SIM A dan C. Silahkan datang ke lokasi sim keliling bandung ini :

1. Carrefour Kiaracondong ⇒ Jl. Soekarno Hatta No.523

2. Miko Mall ⇒ Jl.Kopo No.599

Pada hari ini Rabu ( 5/4/2017) mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.

Bagi pemohon perpanjang SIM yang memanfaatkan mobil SIM Keliling sebaiknya membawa semua persyaratan. Di antaranya membawa :

    KTP asli dan Fotocopy
    SIM asli yang masa berlakunya sudah habis

Selain itu, pemohon dikenakan biaya sebesar :

    Rp. 80.000 untuk sim A
    Rp. 75.000 bagi sim C
    Rp 50.000 Biaya asuransi
    Rp 40.000 Biaya tes kesehatan

Pelayanan mobil SIM Keliling dikhususkan perpanjangan SIM A dan SIM C. Sedangkan untuk SIM golongan lainnya dilakukan di Polrestabes Bandung.

Catatan:
1. Jika warga Kota Bandung membawa surat keterangan Tes Kesehatan Sendiri Dari Puskesmas atau Rumah Sakit, Tidak dikenakan Biaya Tes Kesehatan yg disebutkan diatas.

2. Tes kesehatan mencakup: Tes Penglihatan, Pendengaran dan Cacat Fisik

3. Biaya asuransi, pihak tmc polrestabes kota Bandung menghimbau dan menyarankan untuk membayar biaya tersebut. (Sumber: TMC Polrestabes Kota Bandung)
(Oce)
~ Sim Keliling Bandung ~

sumber:POJOKJABAR.com

CUACA BANDUNG : Warga Bandung, Perhatikan Prakiraan Cuaca Hari Ini


BANDUNG – Berdasarkan data yang dimuat di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Berikut prakiraan cuaca Bandung Hari Ini, Rabu (12/4/2017);

    Siang : Hujan Sedang
    Dengan suhu udara 21 °C hingga 30 °C, Kelembapan 60 % dan kecepatan angin sekitar 19 km/jam dari arah barat.

    Malam : Hujan Ringan
    Dengan suhu udara 21 °C hingga 30 °C, Kelembapan 90 % dan kecepatan angin sekitar 9 km/jam dari arah barat.
    Dini Hari : Berawan
    Dengan suhu udara 21 °C hingga 30 °C, Kelembapan 95 % dan kecepatan angin sekitar 4 km/jam dari arah barat.

Perkiraan cuaca ini berlaku mulai Rabu (12/4/2017) . Untuk info selengkapnya bisa dilihat di www.bmkg.co.id.
(Oce)
* Prakiraan Cuaca Bandung ~

sumber:POJOKJABAR.com

Friday, 7 April 2017

CUACA BANDUNG BARAT… Inilah Prakiraan Cuaca Hari Ini


BANDUNG BARAT – Berdasarkan data yang dimuat di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Berikut prakiraan cuaca Bandung Barat Hari Ini, Jumat (7/4/2017);

    Pagi : Cerah Berawan
    Dengan suhu udara 20 °C hingga 30 °C, Kelembapan 70 % dan kecepatan angin sekitar 4 km/jam dari arah barat daya.
    Siang : Hujan Ringan
    Dengan suhu udara 20 °C hingga 30 °C, Kelembapan 60 % dan kecepatan angin sekitar 19 km/jam dari arah barat daya.

    Malam : Berawan
    Dengan suhu udara 20 °C hingga 30 °C, Kelembapan 90 % dan kecepatan angin sekitar 9 km/jam dari arah barat daya.
    Dini Hari : Cerah Berawan
    Dengan suhu udara 20 °C hingga 30 °C, Kelembapan 95 % dan kecepatan angin sekitar 4 km/jam dari arah barat daya.

Perkiraan cuaca ini berlaku mulai Jumat (7/4/2017) . Untuk info selengkapnya bisa dilihat di www.bmkg.co.id.
(Oce)
~ Cuaca Bandung Barat~

sumber:POJOKJABAR.com,

Thursday, 6 April 2017

Tersangka Pencemaran Oli di Waduk Saguling Belum Ditetapkan




BANDUNG BARAT – Kepolisian Resort Cimahi belum menetapkan tersangka terkait pencemaran oli di aliran sungai, lahan pertanian, dan genangan Waduk Saguling di Kampung Cibingbin, Desa Laksanamekar, Kabupaten Bandung Barat. Meskipun begitu, hasil penyelidikan ditargetkan secepatnya bakal diungkap kepolisian kepada publik.

“Kami terus berupaya melakukan penyelidikan secara cepat, karena kejadiannya sudah terjadi kurang lebih dua minggu yang lalu. Setidaknya, ada 10 saksi yang sudah kami periksa, baik dari pihak perusahaan maupun masyarakat,” kata Kepala Polres Cimahi Ade Ari Syam Indradi di Mako Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Rabu (5/4/2017).

Hari itu sejumlah saksi pun turut dilakukan pemeriksaan di polres. Untuk memastikan apakah ada tindak pidana dalam kejadian tumpahan oli pabrik itu, Ade menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup KBB.

“Jika ada, tentu kami akan proses lebih lanjut dan akan kami tangani sampai tuntas,” ujarnya.

lokasi sumber oli yang tumpah di pabrik PT PT Central Georgette Nusantara Printing telah dipasangi garis polisi.

“Kenapa dipasangi police line, supaya TKP itu status quo atau aman, jadi tidak ada yang berubah posisinya, sehingga memudahkan proses penyelidikan,” tuturnya.

Dia menekankan, jika tumpahan oli dinilai terdapat unsur pidana maka akan ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Pasti. Kalau nanti penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan, maka kami sudah menduga ada tindak pidana. Dengan demikian, akan ada siapa yang terduga atau tersangkanya,” ujarnya.

Sumber:(pojokjabar)

Tuntaskan Pembangunan Skywalk, Pemkot Bandung Siapkan Rp 13 Miliar




 BANDUNG – Karena keterbatasan dana, proyek Revitalisasi Hutan Kota Babakan Siliwangi bakal dikerjakan dalam tiga tahun anggaran. Di tahun kedua ini, Pemkot Bandung fokus menuntaskan infastruktur jembatan skywalk dengan total dana Rp 13 miliar.

Revitalisasi Babakan Siliwangi awalnya direncanakan beres dalam dua tahun anggaran, pada 2016 dan 2017. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung mengusulkan alokasi dana Rp 26 miliar dalam pembahasan APBD 2017. Namun, DPRD memotong anggaran itu menjadi separuhnya.

Revitalisasi tahap pertama hutan kota seluas 3,8 hektare di sebelah kampus ITB itu tuntas dikerjakan  Januari 2017, atau terlambat sekitar satu bulan dari batas akhir tahun anggaran 2016. Dengan dana APBD mencapai Rp 9,6 miliar, proyek tersebut telah memasang konstruksi jembatan baja sepanjang tak kurang dari 200 meter.

“Karena proyek revitalisasi jadinya dikerjakan dalam tiga tahun ang­gar­an, kami melakukan beberapa penyesuaian. Termasuk perbaikan beberapa desain rinci sesuai arahan Wali Kota Ridwan Kamil,” tutur Kepala DPKP3 Kota Bandung Arif Prasetya, Senin, (3/4/2017).

Ia menjelaskan, revitalisasi tahap kedua akan fokus menyelesaikan kelanjutan konstruksi jembatan baja. Nantinya, jembatan bagi pengunjung untuk berjalan-jalan itu, akan me­liuk-liuk dari pintu masuk utama di Jalan Siliwangi hing­ga menjelang pintu masuk Sabuga.

Penggantian beberapa desain rinci membuat DPKP3 harus berhitung ulang. Ini yang membuat proyek tersebut belum diunggah di laman LPSE Kota Bandung. Arif menargetkan proses lelang bakal dimulai pada April ini

Proyek revitalisasi tahap pertama dikerjakan PT Ratu Karya, sebuah perusahaan asal Jakarta. Karena ti­dak bisa menuntaskan pekerjaan pada akhir Desember 2016, mereka ha­rus melanjutkan penyelesaian proyek dengan menanggung denda harian. Dengan proses lelang dibuka kembali, revitalisai tahap kedua bisa di­kerjakan oleh perusahaan berbeda.

“Tidak masalah nanti perusahaan lain yang menang dan melanjutkan proyek. Apa yang dimaui Pemkot Bandung, semua spesifikasinya, sudah sangat jelas. Kami tidak khawatir ada perbedaan mutu atau masalah yang lain,” tuturnya.

Proyek revitalisasi Babakan Siliwangi bukannya tanpa kontroversi. Walhi Jabar menyatakan ketidaksetujuan dengan konsep yang diusung pemkot. Mereka menilai, pemba­ngun­an konstruksi jembatan baja   di hu­tan kota merupakan kebijakan kontraproduktif.

“Tidak semua taman harus direvitalisasi dengan tujuan bisa dikunju­ngi sebanyak mungkin orang. Apalagi, status Babakan Siliwangi sudah jelas, sebuah hutan kota. Mestinya,  revitalisasinya berbeda,” kata Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan.

Sumber:(pojokjabar)

Thursday, 23 March 2017

Warga Keluhkan Polusi dan Ancaman Longsor dari Proyek Tol Soroja



Bandung - Warga Kampung Pasirmalang dan Batu Gajah, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung mengeluh dengan kondisi lingkungannya saat ini. Setiap hari warga harus hidup di lingkungan udara penuh debu akibat tanah proyek galian C di Gunung Lalakon. Kondisi tersebut dirasakan warga hampir satu tahun terakhir

Debu-debu tersebut berasal dari pengerukan tanah di Gunung Lalakon untuk proyek jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Tanah-tanah itu diangkut puluhan truk setiap harinya melintasi pemukiman penduduk.

"Sehari-hari juga kaya gini kalau pas lagi tidak hujan mah, gersang dan tidak nyaman. Kalau hujan jadi becek, soalnya kan lumpur yang diangkut sama truk terbawa sampai ke jalan," kata salah satu warga Kampung Batu Gajah, Aminah (43).


Aminah mengungkapkan sebelum ada proyek galian C di Gunung Lalakon, kondisi lingkungan di daerahnya masih sejuk, karena selain dikelilingi bukit-bukit yang di tumbuhi rimbunya pepohonan, juga area pesawahan yang sangat luas.

Sudah sejak tahun 1994 Aminah dan keluarganya tinggal di Kampung Batu Gajah. Dulu, gunung dan bukit yang ada di Desa Jelegong masih utuh dipenuhi pepohonan hijau yang membuat sejuk dan udaranya segar.

"Sejak banyak pengerukan tanah, gunung dan bukit jadi gersang. Kami yang tinggal di daerah sini sudah tidak merasakan kenyamanan lagi seperti dulu kala. Apalagi rumah saya posisinya di pinggir jalan dekat dengan pengerukan di Gunung Lalakon," ungkapnya.

Selain itu, warga di sekitaran Gunung Lalakon pun mengaku khawatir longsor terjadi dan menggerus rumah-rumah warga. Apalagi, galian C di Gunung Lalakon kini sudah semakin meluas. "Lokasi tersebut sebelumnya sempat ditutup karena tidak berizin. Tapi sekarang sudah dibuka lagi," tambahnya.

Sadar kesehatannya terancam, warga pun sempat melakukan protes. Pihak pengembang proyek memberikan uang kompensasi sebesar Rp 150 ribu per bulan bagi warga yang berada di sekitar lokasi.

"Ada uang ganti rugi bagi warga yang rumahnya terdampak polusi yang dihasilkan dari lokasi proyek. Saya juga dapat. Tapi tidak tiap bulan, kadang ada kadang tidak. Setahu saya, pas dibuka lagi setelah sempat ditutup, pengembangnya ganti baru dua mingguan. Belum ada uang konpensasi lagi," jelasnya.

Bukan hanya di Gunung Lalakon, pengerukan di Bukit Masigit yang ada di Kampung Pasirmalang dan Gunung Lagadar pun saat ini kondisinya sudah semakin parah karena hampir setengahnya gundul.

Kepala Desa (Kades) Lagadar Ujang Saefudin mengatakan adanya aktivitas penambangan dan galian C di Gunung Lagadar membuat warga di desanya khawatir terjadi bencana longsor. Apalagi, selama ini pihaknya telah menerima keluhan dari warga yang rumahnya sangat berdekatan dengan lokasi penambangan.

"Kami sebagai pemerintah desa tidak punya kewenangan lebih terkait izin. Karena kewenangannya ada di dinas terkait yang menangani izin penambangan dan galian C ini," ujar Ujang

Sejak aktivitas penambangan dan galian C oleh perusahaan mulai dilakukan sejak satu tahun lalu, belum ada dampak bencana. Namun ketika aktivitasnya kini semakin meluas dan mengancam kelestarian alam, kekhawatiran warga semakin besar.

"Ada sekitar empat titik aktivitas penambangan dan galian C. Yang paling dekat dengan pemukiman ada di Kampung Hegarmanah dan Leuwidulang RW 17. Jarak paling dekat dengan pemukiman warga sekitar 300 meter," ucapnya

Ujang bersama para warga Desa Lagadar yang menolak keras adanya aktivitas tersebut, meminta agar ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi jawa Barat untuk turun langsung meninjau lokasi.

Jalan tol Soroha sepanjang 10,57 kilometer membentang di tiga kecamatan dari selatan ke utara, yakni Kecamatan Soreang, Kecamatan Ketapang, dan Kecamatan Margasih. Pembangunan Tol Soroja menelan investasi senilai Rp 1,5 triliun. Rinciannya, Rp 1,14 triliun untuk biaya konstruksi, dan sekitar Rp 400 miliar untuk biaya pembebasan lahan. Saat ini pembangunan konstruksi masih di bawah 80 persen.
sumber:(detik.com)

Friday, 10 March 2017

Jatah Blangko E-KTP Untunk Jawa Barat Tersendat




BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum tentu dijatahi blanko KTP elektronik (e-KTP) sesuai kebutuhan sekitar 3,6 juta lembar oleh Kementerian Dalam Negeri pada April mendatang. Kemendagri tahun ini baru mengeluarkan blanko sekitar 25 juta lembar untuk seluruh Indonesia.

“Kebutuhan Jawa Barat tahun ini kan kurang lebih sekitar 3.6 juta lembar. Itupun Kemendagri mengeluarkannya secara bertahap, rencana tahap awal hanya 7 juta lembar untuk kebutuhan nasional,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jawa Barat, Abas Basari, kepada pojokbandung.com (Radar Bandung Grup), Kamis (9/3/2017).

Ia merinci, dari sekitar 3,6 juta itu, sebanyak 1.431.460 warga Jawa Barat sudah menjalani perekaman data, tinggal masuk pada proses pencetakan blanko. Sebanyak 950 ribu warga sudah mendaftar tetapi belum menjalani perekaman data.

“Permintaan e-KTP ini akan terus bertambah dari pemula yang baru menginjak usia 17 tahun, belum lagi anggota TNI Polri yang baru pensiun,” katanya.

Abas mengakui tanda identitas kependudukan ini merupakan kebutuhan vital masyarakat, maka proses perekaman data tak henti dilakukan. Namun masalah pengadaan blanko sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri.

“Jawa Barat sendiri tentu dituntut secepatnya memenuhi kebutuhan masyarakat ini, apalagi sebentar lagi (tahun 2018) akan diselenggarakan Pilkada Serentak dan Pilgub Jabar,” tegasnya.
(ant) sumber:pojok jabar

Kesal, Warga Kota Bandung Siap Boikot Angkot



BANDUNG – Bersamaan dengan aksi mogok masal angkutan umum perkotaan dan taksi konvensional kemarin, Sejumlah titik simpul kemacetan seperti daerah Leuwipanjang, Tegalega maupun Kebon Kalapa justeru lancar. Namun di sejumlah titik kumpul penumpang, terlihat banyak warga yang tak bisa pulang.

Seorang pengendara, Vivi Novianti (29) mengaku, waktu tempuh yang dilalui dari kediamannya di daerah Katapang, Kabupaten Bandung menuju tempat kerja di sekitar Jalan Asia Afrika, Kota Bandung menjadi lebih cepat sekitar 45 menit dari biasanya.

Namun, kelegaan yang dialami Vivi yang biasa menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktivitas tidak dirasakan oleh Fitri Latifa (30). Sebagai salah satu pemakai jasa trasnportasi umum, ia harus terkena imbas dengan aksi mogok sopir angkot.

Perempuan berambut pendek yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Bandung itu terpaksa harus berjalan kaki dari daerah Cibaduyut menuju kostannya di daerah Buahbatu saat pulang kerja.

“Sebenarnya tadi ada ojek pangkalan, tapi ketika ditanya ongkosnya, mahal banget. Dia minta uang Rp 100 ribu. Ya sudah mending pulang jalan kaki saja,” katanya.

Di tempat lain, tepatnya di Alun-alun Kota Bandung, salah seorang warga, Yuli Yulianti (27) berpendapat apa yang dilakukan para supir angkutan umum yang melakukan mogok beroperasi tidak salah jika dilihat dari sisi kebebasan menyampaikan pendapat. Namun, yang disayangkan adalah efek yang ditimbulkan adalah mengganggu aktivitas warga secara luas.

Warga lainnya mengaku tidak terima dengan aksi tersebut. Reyhan (35) warga Banceuy Kota Bandung meminta para penyedia jasa transportasi apapun jenisnya tidak egois dan memilih mengorbankan masyarakat.
(ant) sumber:pojok jabar

Tuesday, 31 January 2017

Ih… Masa Irigasi di Citeureup Bogor Dibiarkan Meluap!


BOGOR – Pemerintah Desa Barengkok terus mengupayakan perbaikan saluran irigasi Citeureup yang sering meluap dan membanjiri jalan hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Sudah empat kali usulan perbaikan diajukan saat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), namun hingga kini belum juga terealisasi.Kepala Desa Barengkok Abdul Tawakal mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan agar irigasi tersebut segera diperbaiki.

“Seharusnya pihak pengairan pun memberikan solusi yang jitu agar permasalahan ini cepat ditindaklanjuti,”ujarnya kepada Radar Bogor Minggu (29/01/2017).(ent)

Wednesday, 30 November 2016

MUI Jabar Imbau Umat Islam Tak Ikut Demo 2 Desember, Ini Sebabnya !



POJOKJABAR.com, BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau kepada umat Islam agar tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 di DKI Jakarta terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sebab, aksi tersebut dikhawatirkan menimbulkan banyak mudarat, terlebih bila akhirnya harus terjadi kerusuhan (anarkis).

kata Ketua Umum MUI Jabar, Hafiz Usman mengatakan, aksi bela Islam jilid III bila diperhitungkan berpotensi banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya dan itu sangat dikhawatirkan terjadi. Misalnya, kekhawatiran saling menyalahkan antara umat Islam.

“Contoh ketika MUI mengatakan GNPF MUI bukan bagian dari organisasi MUI, otomatis masyarakat bertanya, bagaimana MUI? Tapi, memang MUI tidak ada hubungan dengan mereka,” ucapnya saat dihubungi, Selasa (28/11).


Hafiz mengungkapkan, imbauan untuk tidak ikut serta unjuk rasa bela Islam jilid III juga diserukan kepada seluruh ormas-ormas Islam, bahkan khususnya kader MUI secara tegas dilarang turun ke jalan apalagi membawa atribut MUI.

“Kalau kader MUI mau ikut aksi, silahkan, itu hak mereka. Tapi jangan sesekali membawa dan mengatasnamakan MUI,” tegasnya. “Saya hanya mengimbau kalaupun berniat pergi jangan membuat kegaduhan, silahkan sampaikan aspirasi dengan damai,” tuturnya.

Terkait sikap MUI terhadap Ahok, Hafiz menjelaskan, komitmen MUI Jawa Barat tetap sama yaitu menyerahkan dan mempercayakan segala proses hukum kepada aparat kepolisian untuk diselesaikan secara aturan dan undang-undang.

sumber: pojok jabar

Monday, 28 November 2016

Cerita Aktivis Jerman yang Hijrah ke Indonesia



POJOKJABAR.com, BANDUNG- Menjadi seorang aktivis bukan suatu perkara yang gampang, terlebih persoalan sosial yang dihadapi di Indonesia cukup banyak dan selalu menyentuh nurani. Tapi bagi Mary Kaouch Gama, hal itu sudah menjadi rutinitasnya. Ia menjalani kehidupan sebagai aktivis sudah belasan tahun silam.

Warga negara Jerman yang sudah menetap di Indonesia selama 24 tahun ini pun, mengakui menikmati profesinya sebagai seorang aktivis terutama untuk penyandang difabel.

“Saya senang berada di tengah-tengah mereka, meski harus banyak cara dan penyesuaian. Tapi saya bersyukur sekali, mereka yang masih ada kekurangan bisa, masa saya tidak bisa ya,” ujarnya dengan bahasa Indonesia fasih.


Semenjak tinggal di Indonesia, sambung dia, dan memeluk agama Islam mengikuti keyakinan suaminya, Mary kemudian mengganti nama menjadi Marriam atau ia lebih akrab disapa Umi Marriam.

Perempuan bermata teduh ini menceritakan awal perjalanannya menjadi seorang aktivis. Ia memulai semua perjalanan hidupnya ketika berada di Indonesia, hatinya tergerak saat melihat banyaknya orang-orang yang membutuhkan bantuannya.

Proses demi proses ia jalani hingga akhirnya ia pun banyak mengikuti kegiatan berbau sosial dan motivasi yang diadakan oleh berbagai kalangan.

“Saya itu guru private bahasa Inggris dan jerman di sini, tapi saya juga suka kasih motivasi dakwah, berbagi pengalaman sama teman-teman. Nah dari itu semua saya juga menuliskannya di dalam facebook, sekarang saya juga sedang menyusun buku kedua, tapi masih proses,” jelas perempuan berusia 52 tahun itu.

Beberapa waktu lalu, Marriam sudah menulis satu buku dengan judul “Kutemukan Kebenaran,” ia pun saat ini sedang mempersiapkan membuat blog dan buku dalam bentuk e-book. Lewat kegiatannya sebagai seorang aktivis, Marriam mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang terus membuatnya bersyukur.

Tidak hanya itu, ia pun terus lebih dalam untuk mengenal agama Islam. Ibu dua anak ini pun terus menggali potensinya dan menyebarkan dakwah agama Islam ketika berada disetiap kegiatan atau acara yang dihadirinya.

“Saya ingin tetap menulis, tapi beberapa waktu belakangan ini belum ada mood. Saya tidak tahu kenapa, semenjak saya pulang dari Jerman, saya merasa harus memperjelas tujuan saya. Saya banyak pengalaman, saya banyak dibutuhkan orang lain. Tapi saya harus tahu dulu tujuan saya apa biar saya nyaman,” kata Marriam sembari tersenyum.

24 tahun hidup di tanah rantau, bukan berarti Marriam tidak memiliki persoalan dalam hidupnya. Meski sebagai aktivis atau sering memberikan motivasi kepada orang banyak, nyatanya Marriam kadang dilanda kebingungan dalam proses hidupnya, terlebih setelah sang suami tiada. Namun Marriam tetap semangat dan berkeyakinan apa yang ia lakukan bermanfaat bagi orang banyak.

“Saya baru benar-benar memperdalami Islam 15 tahun lalu. Saya membantu orang yang memiliki masalah, meski saya juga banyak masalah, apalagi suami saya sudah meninggal. Ada sebuah kebingungan dalam diri saya. Saya terus bertanya, ke mana tujuan saya. Tapi semuanya harus inspiratif dan kembali pada diri sendiri,” pungkasnya. (raj)

sumber:pojok jabar

Monday, 21 November 2016

Kabur Lihat Operasi Zebra, Dua Pemuda di Kabupaten Bandung Dibui, Ini Penyebabnya…


POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Dua orang pemuda mendadak kabur ketika melihat polisi tengah melakukan Operasi Zebra di Jalan Raya Soreang. Bukan takut karena kelengkapan motor tidak ada, namun pemuda tersebut membawa obat-obatan terlarang yang diduga narkoba. Sialnya, pemuda itu ditangkap polisi yang mengejarnya, karena gelagat yang mencurigakan.

Kasatlantas Polres Bandung AKP Rezkhy Satya mengatakan, penangkapan kedua pemuda tersebut, saat dilakukan Operasi Zebra di Jalan Raya Soreang, Kamis (17/11/2016).

Sebelumnya, pihaknya melihat dua pemuda tersebut berboncengan motor tanpa menggunakan helm dan melanggaran peraturan lalu lintas karena melawan arus.

 “Pengendara motor itu melawan arus tanpa menggunakan helm. Kami kejar, setelah berhenti salah seorang dari mereka terlihat melemparkan sesuatu ternyata saat dicari, yang dilempar adalah obat-obatan terlarang,” ujar Rezkhy, Jumat (18/11/16).

Selain dalam keadaan mabuk berat, kata Rezkhy mereka juga mengendarai motor tanpa memiliki surat kelengkapan. Pihaknya pun langsung menahan kedua orang tersebut, termasuk motor yang dikendarainya.

“Kedua orang yang teler ini kami interograsi karena gerak geriknya mencurigakan. Lalu kami tahan dan kami serahkan kepada Satnarkoba untuk ditindaklanjuti masalah kepemilikan obat-obatan yang diduga narkoba ini,” katanya.

Dikatakan Rezkhy, dalam operasi zebra yang berlangsung sejak 16-29 November 2016, lanjut dia, setiap anggota dari Satlantas Polres Bandung memang mobile melakukan penindakan pelanggar lalu lintas.
 
Hingga hari kedua pelaksanaan operasi zebra di wilayah hukum Polres Bandung, kata Rezkhy, pihaknya sudah menindak kurang lebih 1.000 pelanggar.

“Operasi zebra ini penindakan sangat maksimal dan efektif. Kami pun dapat langsung menindaklanjuti. Dari 1000 pelanggar dalam dua hari operasi, kebanyakan tidak menggunakan helm dan kendaraannya menggunakan knalpot berisik,” ucapnya.

Penindakatan kendaraan yang menggunakan knalpot berisik ini, cukup meresahkan masyarakat. Pihaknya pun terus konsen dalam menindak agar lebih kondusif. (apt)

sumber:  pojok jabar

Program Ridwan Kamil Terjunkan 500 Penjaga Jalanan di Bandung Dipersoalkan




POJOKJABAR.com, BANDUNG – Walikota Bandung Ridwan Kamil yang sempat disibukan dengan banjir di Kota Bandung, juga merespon aksi kejahatan yang belakangan merebak. Ia berencana menambah CCTV dan menerjunkan 500 personel khusus penjaga jalanan, demi memberikan rasa aman kepada warganya.

Walikota juga mengapresiasi pengungkapan aksi kriminal dari pengembangan konsep Kaporestabes yang menambah hampir di 12 titik Pos Polisi baru dan pasukan bermotor di malam hari.

Untuk menanggulangi variasi-variasi kejahatan, Pemkot Bandung akan menambah 120 CCTV. Untuk lokasinya diserahkan ke polrestabes agar bisa dicari titik yang tepat.

“Selain itu, kami juga ada rencana 500 orang satpam petugas menjaga jalanan bukan seperti satpam yang menjaga komplek jaga gedung, tapi di jalan tapi di bawah koordinasi satpol benar-benar menjaga dan mengurangi potensi kriminalitas,” jelasnya.

Terkait program Jumat Ngangkot, lanjut Emil, pihaknya tidak akan menghilangkannya. Menurutnya kejahatan ini terjadi bukan karena program Jumat Ngangkot.

“Tanpa ada program ini, kejahatan juga tetap akan terjadi. Sehingga, program ini akan tetap berlanjut,” tandasnya.

Hanya saja, untuk para supir angkot akan diminta kerjasamanya untuk bertanggung jawab atas tindakan kriminal yang terjadi di armadanya.

“Kalau penumpang angkot sampai kapok, kan yang kasihan sopirnya juga, omset mereka akan turun,” tambahnya.

sumber: pojok jabar

Friday, 18 November 2016

Ribuan Nasabah KPM di Bandung Galau, Uang Miliaran Rupiah Tak Kembali


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Puluhan nasabah korban penipuan Koperasi Persada Mandiri (KPM) melakukan aksi unjuk rasa di kantor cabang di Jalan Pahlawan nomor 97 Kota Bandung. Mereka menuntut pengembalian atau pembayaran dana pokok dan jasa yang sejak 2015 tidak pernah direalisasikan oleh KPM kepada 3.700 nasabah.

Seperti diketahui, tepatnya Januari 2015 KPM mulai mengalami krisis dan tidak bisa memenuhi hak para nasabah setiap bulannya baik untuk membayar dana pokok ataupun jasa dimana sebelumnya setiap bulannya nasabah mendapatkan keuntungan 2 persen.

Sekitar April-Maret 2015 ada permohonan perjanjian damai dan dibuat pada 15 Juni 2015 di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat melalui PKPU yang isi perjanjiannya adalah KPM akan membayarkan uang pokok di awal September 2015 sebesar 25 persen dan akan dibayarkan setiap enam bulan sekali sedangkan untuk jasanya sebesar 0,5 persen yang rencananya di bayar awal Maret 2015. Namun, dari semua isi perjanjian itu hanya satu kali terealisasi, dan selanjutnya tidak pernah dibayarkan.

Salah seorang nasabah, Atin Nurhayati (48) mengaku, dirinya menyimpan uang di KPM sebesar Rp 2 Miliar sejak 2012 silam, dan setiap bulannya ia mendapatkan keuntungan 2 persen dan itu berjalan mulus, tapi memasuki 2015 KPM mulai goyang, sambung Atin, singkatnya Januari 2015 keuntungan yang dia dapatkan tidak diberikan lagi oleh KPM.

sumber:  pojok jabar

Wednesday, 16 November 2016

Fenomena Bulan Purnama Tercerah di Abad 21

Penampakan bulan purnama 14 November 2016
POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT  – Tadi malam merupakan malam yang langka, dimana masyarakat Indonesia dapat menyaksikan fenomena astronomi bulan purnama super atau Supermoon. 

Fenomena langka yang terjadi saat ‘peerige’ atau jarak terdekat antara bumi dan bulan tersebut, memperlihatkan bulan purnama yang berbeda menjadi bulan yang lebih terang, besar dan dekat sejak tahun 1948 atau sekitar 70 tahun lalu.

Supermoon yang terjadi 14 November kemarin, tidak hanya menjadi bulan purnama terdekat, tetapi juga menjadi bulan purnama pertama yang terdekat dan tercerah selama abad ke-21 ini. Dimana jaraknya orbitnya mencapai 356,509 km dari bumi.

Menurut Fahri seorang peneliti di obsevasi Imaah Noong di Lembang, Supermoon terjadi ketika bulan nampak 14 hingga 30 persen lebih besar dan terang dari bulan purnama biasanya.

“Peerige atau sebuah keedekatan penampakan bulan purnama ini lebih dekat 356,509 km untuk pertama kalinya di abad ini antara tahun 2001 hiingga 2100m. dimana perigee juga akan muncul pada 25 November 2034 mendatang mencapai 356.446 km, dan bulan purnama paling dekat di abad ini akan jatuh pada 6 Desember 2052 mencapai 356.425 km,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di Imahnoong yang terletak di Kampung Anggrek no.31, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Senin (12/11/2016).

sumber : jabar.pojoksatu.id

Monday, 14 November 2016

Angkot di Wilayah Kota Bandung Tertimpa Pohon Hingga Remuk


POJOKJABAR.com, BANDUNG -Suryana (50), sopir angkot jurusan ST Hall-Sadang Serang hanya terdiam melihat kendaraannya tertimpa pohon di Jalan Otista-Stasiun Timur, Kelurahan Kebun Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Minggu (13/11/2016).

Angkot yang setiap harinya dijadikan sarana mencari nafkah itu terlihat penyok pada bagian depan dan atas setelah tertimpa pohon sekitar pukul 13.00 WIB.

Beruntung pria berkumis itu selamat dari maut, ketika pohon dengan diameter 60 sentimeter dan tinggi meter 20 meter itu menimpa angkot hijau miliknya. Kala itu Suryana sedang berada di dalam angkot bersama adiknya setelah berkeliling mencari penumpang selama setengah hari. 

“Waktu itu saya mau istirahat setelah narik,” kata Suryana ketika diwawancarai wartawan di lokasi kejadian.
Suryana pun merasa bersyukur dirinya dan adiknya selamat dari robohnya pohon tersebut. Padahal kala itu ia sedang duduk di kursi sopir berdampingan dengan adiknya ketika pohon yang ada di pinggir jalan tumbang ke arah angkotnya.

“Tadinya memang mau memindahkan mobil ketika hujan deras, tapi baru saja mengucapkan akan pindah, pohon sudah tumbang,” kata Suryana seraya menyebut sempat memundurkan mobilnya beberapa meter sehingga membuatnya selamat dari maut.

Suryana mengaku selamat lantaran sempat memundurkan mobilnya ketika pohon di samping kendaraannya itu roboh. Sedangkan adiknya berhasil loncat keluar ketika pohon tumbang di menimpa bagian depan mobil angkotnya.

“Waktu itu hujannya memang deras dan ada angin kencang juga,” kata Suryana. Suryana hanya bisa pasrah melihat angkotnya yang penyok tersebut. 

Ia tak tahu nasib kedepannya menyusul mobil angkotnya tak lagi bisa digunakan lagi setelah tertimpa pohon. “Belum mikir apa-apa dulu,” kata Suryana singkat.

Sejumlah pohon tumbang setelah hujan mengguyur Kota Bandung, Minggu (13/11) siang. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Penanggulangan dan Pemadam Kebakaran (DPPK) Kota Bandung, pohon tumbang di 10 lokasi.

Antara lain, Jalan Pagarsih, Jalan Sukajadi (depan PVJ mall), Jalan Perintis (depan BNI), Taman Jalan Deleg, Taman Pers Jalan Malabar, Jalan Stasiun Timur, Jalan berantas, Jalan Jatayu, Jalan Ambon (depan SMP 7), dan Jalan Setra Indah. 

Tim DPPK Kota Bandung bekerjasama dengan tim Dinas Pemakanan dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung mengevakuasi pohon tumbang tersebut.

“Tim kami sebar semua ke sejumlah titik dengan dibantu tim dari diskamtam,” kata Kasi Penyelamatan dan Evakuasi DPPK Kota Bandung, Elan Suparno, usai mengevakuasi pohon tumbang di Otista.
Menurut Elan, tidak ada korban jiwa akibat pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Bandung. Menurutnya, pohon yang tumbang itu memiliki ukurang yang bervariasi. Adapun pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 12.00 WIB.

“Untuk di Jalan Stasiun Timur ini diameternya sekitar 60 sentimeter dan tinginya 20 meter,” kata Elan singkat. Adapun pohon tersebut berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.30 WIB.

Pohon Tumbang di 10 Lokasi :
– Jalan Pagarsih
– Jalan Sukajadi (depan PVJ mall)
– Jalan Perintis (depan BNI)
– Taman Jalan Deleg
– Taman Pers Jalan Malabar
– Jalan Stasiun Timur
– Jalan berantas
– Jalan Jatayu
– Jalan Ambon (depan SMP 7)
– Jalan Setra Indah

sumber : jabar.pojoksatu.id

Atasi Kemacetan di Kota Bandung, Tarif Parkir Kendaraan Pribadi Siap Dinaikan


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Peluncuran program JumatNgangkot oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah dimulai pada pertengahan Agustus lalu, namun tak berhasil. Penggunaan transportasi publik tak diminati, sehingga Dishub Kota Bandung berencana menaikkan tarif parkir.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Didi Ruswandi menjelaskan, hambatan JumatNgangkot di Kota Bandung ditenggarai beberapa faktor.
“Salah satunya pertimbangan ekonomi, yang membuat masyarakat enggan menggunakan transportasi publik,” ujar Didi via pesan aplikasi, Minggu (13/11/2016).
Ia mengatakan, program yang digagas untuk mengentaskan persoalan kemacetan di Kota Bandung seharusnya bisa menjadi solusi. Namun, program itu harus diikuti oleh komitmen masyarakat.
Kenyataannya, kata dia, masyarakat Kota Bandung masih memilih untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi lantaran mahalnya tarif transportasi publik.
“Jadi, kita berpikir untuk menaikan tarif parkir kendaraan pribadi. Ini sudah saya usulkan kepada walikota,” ujarnya.
Tanpa merinci berapa besaran tarif yang akan diberlakukan nanti, usulan tersebut diakui ia telah mendapat persetujuan walikota. Tetapi orang nomor satu di Kota Bandung itu menyarankan, kenaikan tarif parkir kendaraan pribadi harus diikuti oleh manajemen pengelolaan parkir yang lebih baik.
“Pak wali sudah ok. Untuk besaran tarif, kita akan evaluasi berapa pantasnya. Karena secara logika, biaya menggunakan kendaraan pribadi harus lebih mahal dari anggkutan umum,” pungkasnya. (apt)

sumber :pojoksatu.id

Banjir Lumpuhkan Jalan Cidawolong-Laswi di Kabupaten Bandung

POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG — Banjir yang kerap terjadi  setiap  tahunya  di wilayah Jalan Laswi Desa Biru sampai saat ini belum dapat diatasi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bandung.

Hal tersebut akibat terjadinya pedangkalan serta penyempitan pada anak-anak sungai seperti  anak sungai Cisaraya, Cibontor,Cipeujeuh
yang masuk ke satu aliran Sungai Cipadaulun yang  bermuara kesungai Citarum  di wilayah Desa Mekarsari Kecamatan Ciparay.

Terjadinya pedangkalan dan penyempitan yang terjadi dikarenakan  kondisi sungai yang meliuk-liuk menjadikan arus air terhambat
kemudian meluap yang menimbulkan pergenangan air yang kuotanya tidak sesuai dengan keadaan sungai, sehingga menyebabkan air naik
dan mengenangi ke wilayah jalan–jalan  sekitar .

Dampak dari meluapnya air menimbulkan  puluhan hektar area pesawahan di tiga desa seperti area pertanian yang ada
di Desa Padaulun, Biru dan Mekarsari  kerap gagal panen. Bahkan akibat banjir yang ditimbulkan sering menjadikan lumpuhnya transportasi
bagi pengguna  ruas jalan raya  yang menghubungkan Jalan Laswi  route  Majalaya-Ciparay  dengan ketinggian air 1 meter.

Sementara beberapa sumber dari warga sekitar yang ada di wilayah tersebut mengatakan, hal ini mesti ditanggulagi dengan serius
oleh Pemkab Bandung dan sebelumnya mesti dibangun komunikasi antara dua Kecamatan  Ciparay dan  Majalaya serta pihak SDPE untuk menanggulagi kondisi sungai yang ada.

Pasalnya, dampak banjir ini merendam di kedua wilayah tersebut terutama  wilayah Desa  Biru Padaulun Kecamatan Majalaya
dan sebagian area pesawahan daerah Mekarsari Kecamatan Ciiparay.

Sementara hal tersebut juga  dibenarkan oleh petugas
SDPE Kabupaten Bandung,.Cahyana Via telpon saat dihubungi Radar Bandung ,Jumat  (11/11/2016).
Yana mengatakan untuk agenda upaya penanganan banjir genangan yang ditimbulkan pihaknya tengah menunggu realisasi dari pihak Pemkab Bandung
dan pengajuannya telah masuk pada RAPBD tahun 2017.

Saturday, 12 November 2016

Mobil Avanza yang Terseret Banjir di Bandung Terpaksa “Dimutilasi”





POJOKJABAR.com, BANDUNG – Proses evakuasi mobil Avanza di Sungai Citepus RT 09/ RW 04
Kelurahan Nyengsered Kecamatan Astana Anyar terkendala akses.
Pasalnya, posisi bangkai mobil berada di tengah pemukiman warga sehingga harus dilakukan pemotongan.

Mobil Toyota Avanza bernomor polisi D 1539 QI terseret arus banjir sepanjang tiga kilometer
dari Jalan Pagarsih Kelurahan Cibadak Kota Bandung, Rabu (9/11/2016)
sekitar pukul 16.30 WIB ketika hujan deras. Berdasarkan informasi, saat itu mobil tersebut bertujuan mengambil barang akan tetapi karena
tidak mengetahui kondisi jalanan di Pagarsih saat hujan pemilik membiarkan mobil terparkir di jalan.

Kepala Seksi Pengamanan dan Penyelamatan (Pammad) Direktorat Sabhara Polda Jabar, Kompol Nana Sumarna menuturkan,
pihaknya sudah meminta izin kepada pemilik mobil untuk dievakuasi dengan cara memotong-motong setiap bagian.
Sebab, posisi mobil bila diangkut secara utuh sangat sulit karena jauh dari jalan raya.

“Lokasinya masuk ke dalam gang dan bila mau diangkut perlu sling (tali) yang cukup panjang,”
jelasnya kepada Radar Bandung saat ditemui di lokasi, Kamis (10/11/2016).

Nana menjelaskan, kondisi hujan semalam (Rabu, 9/10) memang sangat deras bahkan lebih besar dari banjir sebelumnya
pada Senin, 24/10 sampai menyeret mobil grand livina dan satu motor pengangkut sampah.
“Kalau kejadian hari ini sementara baru satu laporan kehilangan mobil,” terangnya.

Menurut Ketua RW 04 Kelurahan Nyengsered, Atang Suwarno, bangkai mobil ditemukan warga sekitar pukul 20.00 WIB tepat di depan rumahnya kemudian,
kata Atang, ada warga yang melaporkan kepada pihak kepolisan.

"Sejak jam lima sore kan air Sungai meluap nah sekitar pukul delapan malam setelah surut anak saya ‘Ari’ teriak ada mobil d sungai,” paparnya.

Menurut Atang, kejadian seperti ini merupakan yang pertama, bahkan luapan air sungai Citepus meluber masuk ke dalam rumahnya hingga satu meter.
Akibatnya, banyak barang-barang Rumah tangga yang terendam air.

“Di RT 9 baru pertama kalinya banjir seperti ini, saya juga kaget air naik ke rumah bahkan ada laporan
dari warga bahwa barang-barang penting seperti kartu keluarga dan berkas penting hilang terbawa hanyut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Atang, untuk mengantisipasi kejadian serupa di musim penghujan pihaknya mengajak warga agar berhati-hati
bila sudah datang hujan terlebih ketika melihat air di Sungai Citepus deras.