Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label Budaya dan Seni. Show all posts
Showing posts with label Budaya dan Seni. Show all posts

Friday, 31 March 2017

Jelang HUT Kota Sukabumi ke 103, Helaran Seni Sunda Meriah


SUKABUMI – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sukabumi ke-103, sebanyak 18 kelompok perwakilan seniman se-Jawa Barat dan tujuh kelompok dari perwakilan kecamatan se-Kota Sukabumi memeriahkan acara helaran seni budaya di Jalan R Syamsudin SH, depan Balai Kota Sukabumi, Kamis (30/3/2017).

Ribuan warga pun tumpah ruah menyaksikan acara tersebut. Semuanya asyik menyaksikan berbagai sajian atraksi kesenian tradisional.

Heleran seni budaya itu tentu dilombakan dan diberikan penghargaan bagi penampilan terbaik.

Untuk tingkat Jawa Barat,  juara pertama diraih Kabupaten Ciamis, kedua diraih Kabupaten Purwakarta dan juara ketiga diraih Kota Cimahi.

Sedangkan untuk tingkat Kota Sukabumi, penampilan seniman dari Kecamatan Cikole memboyong juara pertama, sedangkan juara kedua disabet seniman asal Citamiang dan ketiga dari Warudoyong.

Walikota Sukabumi, M Muraz menjelaskan, acara helaran Sunda ini bertujuan tak lain untuk meningkatkan persaudaraan, dan juga sebagai wujud Pemerintahan Kota Sukabumi yang rahmatan lilalamin.

Disebutkannya, persaudaaran itu tidak hanya tercipta dalam wilayah kota saja, tetapi semuanya harus bersaudara khususnya dengan seluruh penduduk Jawa Barat dan Indonesia.

“Hari ini masyarakat dihadapkan dengan era globalisasi, sehingga budaya lokal harus dipertunjukkan,”.

Orang luar tentunya ingin melihat pagelaran seni yang ada di daerah yang dikunjunginya.

“Jika orang luar datang ke Sukabumi, suguhkanlah budaya Sukabumi, itu akan jauh lebih menarik,” sarannya.

Kepala Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Asep Suhendi menyebutkan, dirinya bersama rombongan menjadi salah satu komunitas yang menjadi peserta helaran.

Ia bersama rekan-rekannya sudah hadir sejak Rabu (29/3/2017) malam, untuk melakukan persiapan sebelum acara dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

“Sebanyak 50 personel dan beberapa seni budaya dilibatkan dalam helaran ini, kami menampilkan kesenian ‘reak medal kawangi’ yang diiringi angklung, barong, kuda lumping dan dog-dog atau gendang,” jelas Asep kepada Radar Sukabumi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Adang Taufik berharap, dengan ditampilkannya berbagai seni dari setiap daerah se-Jawa Barat ini, ke depan minat warga kepada seni budaya Sunda semakin tinggi.

Dirinya juga sangat puas dengan helaran seni budaya tahun ini. Lantaran, dilihat dari antusisme masyarakat sangat tinggi, dan acaranya pun jauh lebih meriah daripada tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan kebudayaan seni Sunda akan semakin dicintai khususnya Jawa Barat,” harapnya.

Dirinya juga menyebutkan, semua peserta akan dinilai dan diberikan penghargaan. Disebutkannya, kriteria penilaian dilihat dari kreativitas, penampilan, lokalistik, artistik, bentuk serta keutuhan.
(cr11/rdrsmi)

sumber:POJOKJABAR.com,

Monday, 14 November 2016

Gairahkan Randai Dalam Seni Kontemporer

JawaPos.com PADANG - Kesenian randai yang berasal dari tanah Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kini tidak lagi ditampilkan dalam bentuk konvensional. Pemain duduk melingkar dan tokoh lainnya berdialog di tengah lingkaran tersebut. jawapos.com

Namun di tengah gempuran budaya modern, kini kesenian sendratari itu ditampil dalam bentuk kotemporer. Hasilnya pun tidak kalah mengundang decak gakum dari penonton.

Semua itu ditampilkan oleh tujuh kelompok pegiat seni tradisional Minangkabau. Alhasil, randai yang dipertontonkan mendapatkan sambutan meriah dari penonton yang menyaksikan penampilan mereka di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Barat.

Ketujuh kelompok tari yang terlibat dalam pertunjukan ini yakni Sanggar Alang Bangkeh, grup randai Palito Nyalo asal Pauh, Kota Padang; Syafrini dari Batusangkar; Rahmania Hasanda dari Sendratasik UNP.

Dua lainnya, yakni Utari Irenza dari Agam; Sanggar San Alida asal Painan dan Deslenda milik SMK 7 Padang.


Semua kelompok seni yang  berlomba menghidupkan randai dalam kesenian tari ini memang didaulat untuk mengisi Festival Tari Berbasis Randai yang berlangsung sejak Kamis (15/9) lalu. jawapos.com


Tuesday, 4 October 2016

Rayakan HUT TNI ke-71, Panglima Tonton Seni Budaya Wayang di TIM


Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan merayakan hari jadinya yang ke-71 pada 5 Oktober 2016. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merayakannya dengan menggelar pagelaran budaya wayang orang di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Usai acara tersebut, Gatot menyebut bahwa kegiatan itu dilakukan di semua komando utama (kotama). Namun kegiatannya beragam dan melibatkan masyarakat disesuaikan dengan tema TNI yaitu 'Bersama Rakyat, TNI Kuat, Hebat, dan Profesional'.

"Ini di antara lain, TNI melakukan kegiatan dan ini dilakukan di semua kotama, bentuknya bukan wayang, ada yang kulit, ada yang tarian, ada drama kolosal. Di tiap-tiap kotama dan dilakukan bersama-sama dengan masyarakat," kata Gatot di TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2016).

Gatot mengatakan saat ulang tahun TNI di tahun 2015, suguhan alat utama sistem pertahanan (alutsista) dipertontonkan. Sedangkan, untuk ulang tahun TNI tahun ini Gatot menyebut kegiatan yang melibatkan masyarakat lebih diutamakan.

"Dan selanjutnya sesuai dengan visi presiden yaitu kita lanjutkan bangsa yang berkepribadian berkebudayaan maka TNI beserta masyarakat, ada budayawan, ada artis, ada anak-anak, ada pemuda. Bersama TNI melaksanakan wayang orang dengan judul Sata Kurawa," kata Gatot.

Gatot menyebut pagelaran wayang orang bertajuk Sata Kurawa dimaksudkan agar kehidupan gotong royong terus menjadi budaya Indonesia.

"Tujuannya adalah bangsa ini bangsa yang hidup dengan cara gotong royong, silakan cari bahasa gotong royong di bahasa lain, tidak ada. Karena bangsa ini adalah bangsa yang mempunyai aliran darah gen patriot. Karena kita dari Sabang sampai Merauke mempunyai tarian perang khas tiap suku dan mempunyai senjata. Maka harus kita kembalikan lagi budaya gotong royong ini untuk mengembalikan bangsa ini," ucapnya.

Tentang cerita Sata Kurawa, Gatot menyebut pemilihan cerita itu menarik dari sisi perdamaian yang harus diwujudkan untuk menghindari peperangan.

"Sata Kurawa ini ceritanya menarik berawal dari karena sakit hati serorang wanita menimbulkan dendam, kemudian bertekad untuk membunuh semua keturunan dari orang yang dia dicintai tapi tidak bisa dia miliki. Dan kemudian dari itu penuh dengan tipu daya. Perang memang penuh dengan siasat tapi yang jelas menyebabkan dendam ini perang Baratayuda, perang yang besar-besaran antara Kurawa dengan Pandawa. Dan akhirnya yang hidup hanya sedikit. Yang akhirnya perang yang menang maupun kalah pasti menderita, dan mengalami kerugian yang berkepanjangan. Untuk itu kita perlu mewujudkan perdamaian agar tidak terjadi perang dan prajurit berperang hanya untuk negara," jelas Gatot.
(dhn/dhn).

sumber: jakarta 

Thursday, 25 August 2016

2.000 Penggalang Pramuka Unjuk Talenta di GOR Pajajaran Bogor


BOGOR – Usia 55 tahun sudah bukan usia yang muda lagi. Di usia yang sepuh tersebut pramuka Indonesia harus lebih berkarakter. Mengambil filosfi kuda,  pramuka itu selalu aktif berpetualang, mencintai alam, dan dinamis.
Tak hanya itu, filosofi kuda lainnya yakni sebagai pengendali sejalan dengan gerakan pramuka yang harus bisa mengendalikan diri ditengah-tengah godaan era teknologi.
Hal itu diungkapkan,  Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor Bima Arya ketika memberikan sambutan dalam upacara pembukaan HUT Pramuka ke-55 di di GOR Pajajaran Selasa (23/08/2016).

“Pramuka itu harus bisa mengendalikan diri menjadi penerus bangsa yang berkarakter,” ujar Bima.
Pernyataa Bima itu setelah terkagum-kagum melihat rangkaian pelaksanaan upacara pramuka yang berjalan apik. Dibuka dengan irama lagu Melati Suci yang diiringi alat musik bambu khas Sunda angklung oleh 2.000 siswa Sekolah Dasar (SD), acara berlangsung meriah.
Tak sampai disitu, penampilan siswa SMP Negeri 15 yang beratraksi pencak silat semakin meramaikan suasana upacara.  Penampilan yang beragam membuat upacara HUT pramuka tidak membosankan.

Penampilan atraksi parade kolone tongkat dan semapur yang langsung disambung dengan parade kolone senjata membuat peserta yang ikut berdecak kagum.
Sebagai penutup atraksi, ditampilkan wayang hihid dari kontingen Jambore Nasional (Jamnas) yang juga dipertunjukan dihadapan Presiden saat pembukaan Jamnas beberapa waktu lalu.
Dalam atraksi ini terdapat lima orang berkostum kipas hihid, empat orang berkostum boboko, delapan orang menggunakan atribut bergambar ikan di kepala.

Enam orang lainnya membawa dua buah benda berbentuk ular panjang dan beraksi mengikuti musik gamelan yang dimainkan beberapa orang di belakang pengunjung.
Seluruh atraksi pun usai, upacara peringatan HUT Pramuka langsung dilakukan. Namun tanpa diduga, tiga kuda terlihat memasuki lapangan dengan kencang.
Ketiga kuda tersebut ditunggangi pemimpin upacara HUT Pramuka Erik Irawan Suganda bersama dua anggota pramuka lainnya yang mengibarkan bendera. Pemimpin Upacara pun turun dari kuda tepat di tengah lapangan dan segera memberi laporan.

Ketua Kwarcab Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, peringatan HUT Pramuka ke-55 ini harus bisa memotivasi semangat mencapai keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter calon pemimpin bangsa yang lebih baik.
Peserta pramuka saat ini akan menjadi pemimpin Indonesia yang berkepribadian baik, berkarakter, andal dalam berpikir dan bertidak, serta memiliki jiwa bela negara.
“Harapan besar itu ada dalam gerakan pramuka yang kemudian diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010,” tukasnya.(ent)

Wednesday, 24 August 2016

Secara Nasional, Daihatsu di Indonesia Resmi Keluarkan Harga Sigra

BOGOR – Secara nasional, Daihatsu sudah meluncurkan produk teranyarnya di kelas LCGC yakni Sigra. Bersamaan dengan penutupan pameran GIIAS yang berakhir minggu lalu, Daihatsu mengeluarkan harga resmi Sigra.
Sales Supervisor Daihatsu Padjajaran, Irvan Setiawan mengatakan untuk edisi Sigra, cukup menarik dan baik untuk pasar. Karena semua banderol resmi yang baru tidak berbeda dengan harga pada saat launching.
“Rentang harga waktu launching merupakan harga resmi. Ini sengaja ditunda, melihat animo masyarakat sebagai konsumen. Apalagi tidak selang waktu lama, dari launching, digelar pameran GIIAS 2016,” ungkap Irvan Setiawan, Selasa (23/08/2016).
Irvan menambahkan, harga saat ini sudah pasti, mulai dari Rp110.000.000 – 149.000.000.
Tambahnya perbedaan harga tergantung dari tipe dan jenisnya. Harga tersebut dikeluarkan sudah sesuai dengan harga pasar mobil di kelas Low Cost Green Car (LCGC). Harga terendah itu Sigra jenis 1.0 D MT kisaran Rp107.000.000 dan tertinggi itu Sigra jenis Sigra 1.2 R AT DLX dibanderol Rp149.000.000.

Ada 10 tipe dan jenis Sigra dengan harga yang cukup bervariasi. Dengan banyaknya pilihan harga, type dan jenis Sigra, masyarakat sebagai konsumen akan lebih leluasa untuk memilih sesuai keinginan maupun kemampuan keuangan.
Menurut Irvan, dengan banyaknya variasi pilihan, hingga kemarin penjualan Sigra sudah cukup baik. Menembus kisaran 20 unit.
Akunya juga kalau tiap dealer menargetkan 30 unit perbulannya, ada empat dealer Daihatsu di Bogor, target secara umum sekitar 120 unit. Dengan pencapaian angka tersebut, untuk Bogor sangat optimis kalau penjualan Sigra akan sesuai dengan target.
Target tiga bulan pertama, lebih kepada perkenalan Sigra kepada masyarakat sebagai konsumen. Karena stok masih cukup terbatas, konsumen harus sabar menunggu, maksimal 1 bulan setelah pemesanan.  Di Bogor sendiri, untuk pilihan warna favorite masih putih.

Daihatsu Sigra sebenarnya adalah mobil LCGC (mobil murah ramah lingkungan dengan pajak yang kecil) dengan harga jual yang murah, dikatakan ramah lingkungan karena mobil ini memiliki konsumsi bahan bakar yang irit yakni 1:20 atau 1 liter untuk 20 kilometer pada jalan bebas hambatan.

Daihatsu Sigra berharga murah karena dibuat oleh pabrikan Indonesia dengan kandungan komponen lokal lebih dari 80 persen yang membuat anak bangsa dengan komponen lokal tinggi tentunya tak perlu impor komponen banyak sehingga lebih hemat.(ent)

Tuesday, 23 August 2016

Serunya Peringati HUT Kemerdekaan RI di PGB Bogor


BOGOR – Ada keriangan juga tawa seru di moment perayaan 17 Agustus ala Pusat Grosir Bogor (PGB), Minggu (21/08/2016).
Anak-anak terlihat asyik mengikuti tiap perlombaan khas Agustusan, mulai dari balap karung, kelereng, makan kerupuk, pop mie, memasukkan cabe ke dalam botol hingga balapan mobil mainan.
Lease Manajer Promotion PGB, Irvan Dalirvan, mengatakan Agustusan kini terasa spesial sebab bukan hanya melibatkan tenant namun juga pengunjung PGB. Pemberitahuan tentang adanya lomba memang sudah digaungkan beberapa hari sebelumnya.

“Seluruh lomba dilakukan di area PGB, kali ini di lantai II. Motivasinya, selain untuk mengisi kemerdekaan, juga agar sesama keluarga besar PGB terjalin tali silaturahmi yang kompak dan makin akrab,” ungkap Irvan yang mengatakan sengaja menggelar event ini di hari minggu.
Selain itu, lanjut Irvan, beberapa item lomba sengaja dipilih yang kental dengan nuansa tradisional dengan turut sekaligus melestarikannya.

Berlangsung sejak pukul 11.00, reward yang didapat tiap peserta beragam.
“Perlombaan khas 17 Agustus ini sudah menjadi agenda rutin dan akan kami budayakan. Di moment ini sekaligus membuat tenant yang tadinya belum kenal menjadi kenal pun mengapresiasi pengunjung setia PGB yang diperbolehkan menjadi peserta,” katanya.
Di sisi lain, lanjut Irvan, PGB yang kini telah berusia 13 tahun terus berinovasi, menciptakan kenyamanan juga tempat berbelanja terlengkap bagi masyarakat.
Setelah sebelumnya mengusung Kampoeng Batik juga Kampoeng Hijab, dalam waktu dekat ada hal menarik lainnya yang ditawarkan PGB.
“Kini kami sedang mengembangkan lantai 2 untuk diisi oleh UMKM Bogor. Entah itu kerajinan tangan, makanan khas atau lainnya,” tandasnya.(ent)
   

Thursday, 18 August 2016

Perayaan Jambore Tingkat Kecamatan di Kabupaten Bogor Tak Kalah Meriah Lho…


BOGOR – Memperingati ke-55 Hari Pramuka dan HUT ke-71 Republik Indonesia,  Kwaran Ranting Sukajaya mengadakan upacara pembukaan kegiatan Jambore 2016 di lapangan Desa Cileuksa, Senin (15/08/2016).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, diikuti 84 regu putera dan 81 regu puteri tingkat SD, SMP dan madrasah se-Kecamatan Sukajaya. Hal ini bertujuan sebagai pembekalan pelajar tentang rasionalisme tentang kepramukaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk lebih meningkatkan semangat kebangsaan dan melatih kekompakan para siswa,” ujar Kepala UPT Pendidikan Sukajaya, Udin, Senin (15/08/2016).
Sementara itu, Ketua Kwaran Ranting Sukajaya, Cecep Yustar mengapresiasi kepada seluruh kepala sekolah dan gugus yang telah  mendukung kegiatan ini. Pasalnya, semua peserta bisa memiliki rasa partriotisme khususnya dalam jambore ini.
“Mudah-mudahan acara jambore ini bisa berjalan dengan baik dan disiplin. Adapun materi yang diberikan sebagai pembekalan wawasan kebangsaan para peserta,” singkatnya.(ent)

Monumen di Gerbang Bakosurtanal Kabupaten Bogor Bangkitkan Jiwa Perjuangan

BOGOR – Kecamatan Cibinong, memiliki sejarah perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia. Diantaranya, tertuang dalam monumen perjuangan di Gerbang Bakosurtanal yang diresmikan Bupati Bogor Nurhayanti, Senin (15/08/2016).
Monumen yang sebelumnya bernama Got Tjiluar dalam perang bivak Cibinong, kini telah berubah nama. Nurhayanti mengatakan, pemugaran dapat membangkitkan jiwa perjuangan. Tak hanya itu, kewajiban bersama untuk merawat monumen dengan baik.

Selain itu, kemerdekaan yang diraih merupakan buah perjuangan para pahlawan, termasuk yang berada di Cibinong dan sekitarnya.
Untuk itu, Nurhayanti mengajak semua pihak untuk merapatkan barisan membangun Kabupaten Bogor dengan meneladani perjuangan para pahlawan yang telah gugur untuk mewujudkan visi Kabupaten Bogor menjadi termaju di Indonesia.
 
Salah satu anak Mayor Syamsudin Nur, TB Luthfie Syam menjelaskan, pembangunan monument tersebut berawal dari adanya pertempuran yang melawan sekutu yang hendak ke menuju kota kembang.
“Saat itu dibangun pada saat Sudrajat Nata Atmadja, terlihat dari tugunya, tetapi lama terbengkalai,” ujar dia.
Sebab, secara letak monumennya tidak terlihat. Melihat kondisi itu, kata dia, akhirnya dari keluarga yang merupakan para pelaku peristiwa perjuangan tergerak hatinya untuk melakukan pemugaran.(ent)

Friday, 29 July 2016

DLLAJ Kota Bogor, Izin 30 Angkutan di Terminal Baranangsiang Bodong

BOGOR – Meminimalisasi pelanggar lalu lintas, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor dan kepolisian melakukan operasi gabungan di Terminal Baranangsiang, Rabu (27/07/2016).
Kasi Pengendalian Penertiban (Daltib) DLLAJ Kota Bogor, Empar Suparta mengatakan, dari 100 kendaraan yang diperiksa tercatat 30 unit melanggar.

Mulai dari tidak memiliki surat-surat lengkap, masa uji KIR yang kadaluarsa juga pelanggaran lainnya, namun tetap nekat beroperasi.
“Pelanggar diberikan sanksi dengan dilakukan penilangan. Antara lain, bus dan angkutan kota (Angkot),” kata Empar.
Ia memaparkan, razia tersebut rutin dilakukan guna memberikan kenyamanan terhadap penumpang yang berangkat dari Terminal Baranangsiang.

“Nanti ada tindak lanjut dari pimpinan kami ke perusahaan atau pemilik yang kendaraan bus maupun angkotnya yang melakukan pelanggaran,” paparnya.
Ahmah salah satu sopir angkot 01 Jurusan Baranangsiang – Ciawi yang terkena tilang mengatakan, dirinya hanya tahu membawa kendaraan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara, masalah izin trayek juga pengujian KIR adalah tugas pemilik angkot.
“Dengan adanya penertiban ini sebenarnya bagus, tapi dilema juga buat kami yang harus ditilang,” kata Ahmad.(ent)

Tuesday, 26 July 2016

Terkait Tempat Wisata Tirta Sanita Kabupaten Bogor, Berharap Gandeng Pengelola Lama

BOGOR – Pengelolaan Gunung Kapur di lokasi pemandian air panas Tirta Sanita, bukan sepenuhnya dilakukan PD Sayaga Wisata saja. Meski mengaku siap, namun BUMD Kabupaten Bogor ini ingin menggandeng beberapa perusahaan swasta agar ikut terlibat.

Iya betul. (Pengelolaan bersama) sangat kami harapkan. Kalau perlu bisa kerjasama dengan Tirta Sanita maupun perusahaan lainnya. Tapi kalau gak mau, yak tidak apa-apa,” ujar Direktur Utama PD Sayaga Wisata, Supriyadi Jufri kepada akhir pekan lalu.

Ia meyakini perusahaan yang dipimpinnya mampu mengelola sepenuhnya aset air panas tersebut.  Terkait teknis pengelolaannya, Jufri menjelaskan,  perusahaan swasta (PT Supra Piranti Ria, red) tetap dapat menjalankan usaha. Meskipun  sepenuhnya pengelolaan tunggal dilakukan PD Sayaga.
“Namanya tempat wisata itu kan bergabung. Jadi tidak dipagar. Sebelah kanan milik, ini sebelah milik itu. Keputusan belum ada. Lihat nanti saja,” katanya.

Jufri menilai lahan milik Kabupaten Bogor seluas 2,2 hektare itu cukup luas sebagai lokasi wisata. Apalagi merupakan area utama. Sebab, kawasan seperti sumber air panas dan gunung kapur milik daerah.
Terpisah, Kepala Desa Cogrek, Suherdi meminta perusahaan baru yang mengelola aset Gunung Kapur dapat memberikan sumbangsih bagi Kabupaten Bogor. Khususnya melakukan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.

“Mau dikelola swasta atau pemerintah, yang penting melibatkan masyarakat dan memajukan desa,”imbuhnya.

Tuesday, 14 June 2016

Hibur Warga Bogor Hingga Pecahkan Rekor Muri


BOGOR – Grup band Wali menghibur warga Bogor di halaman Stadion Pajajaran Kota Bogor, Minggu (12/06/2016). Dalam kegiatan kampung true money, Faank cs membawakan berbagai lagu andalan.

Museum rekor Indonesia (Muri) juga mencacatkan, rekor kategori memasyarakatkan uang non tunai syariah secara estafet di Kota terbanyak.
Selain menikmati pertunjukan musik, warga juga disuguhkan dengan sejumlah jajanan khas Bogor dan pakaian yang sudah mengunakan sistem true money.

Head of Marketing True Money, Edo Wirawan mengatakan, penggunaannya cukup mudah.

“Warga yang ingin menggunakan true money bisa beli kartunya seharga Rp20 ribu, lalu melakukan registrasi dan tinggal isi saldo yang diinginkan,” kata Edo.

Pemegang True Money akan diberikan ID atau nomor masing-masing. Sehingga, mempermudah dalam kepemilikan. Menurutnya, penggunaan tru money sangat aman.(ent)

Pelajar Asing di Bogor dengan Semangat Kenalkan Budaya Indonesia

BOGOR – Puluhan siswa Intercultural School of Bogor dengan semangat mengenalkan budaya Indonesia. Bahkan, mereka piawai menampilkan karya seni dan kebudayaan lokal.

Mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah, mereka berlenggak-lenggok layaknya penyanyi dan penari profesional. Tidak hanya itu, lantunan musik gamelan yang dimainkan murid-murid asing ini pun mampu memukau penonton.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman mengatakan, belajar budaya lokal wajib bagi para pelajar Intercultural School of Bogor.

“Dengan ini, saya juga berharap para pelajar dapat berinteraksi dengan warga lokal. Selain itu, bisa mempromosikan dan meningkatkan pariwisata Indonesia ke luar negeri,” kata Edgar.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Bogor, Anita Primasari Mongan mengatakan, dalam hal ini Pemkot Bogor harus melihat keberadaan sekolah internasional. Pasalnya, sekolah bertaraf internasional di Kota Bogor dianggapnya dapat mendongkrak sisi pariwisata yang ada di Kota Bogor.(ent)

Saturday, 4 June 2016

Helaran HJB Ke-534, Walikota Bogor Jualan Soto



BOGOR-Ribuan warga tumpah ruah menikmati hidangan khas Bogor dalam rangka Hari Jadi ke-534 Bogor (HJB) di Balaikota, kemarin (3/5). ­Bahkan, walikota bersama muspida melayani warga.

Tanpa sungkan, Walikota Bogor Bima Arya memakai celemek dan menuangkan soto Bogor dan memberikannya kepada warga. Begitu juga Wakil Walikota Usmar Hariman, melayani warga dengan soto Bogor dan rujak.

Sekda Ade Sarip Hidayat, Ketua DPRD Untung Maryono, Dandim 0606 Bogor Letkol Inf M Albar, muspida serta camat melayani warga dengan makanan khas Bogor lainnya. Tak ketinggalan, dua mantan walikota, Diani Budiarto dan Iswara Natanegara, juga mengambil peran.

Setelah itu, acara berlanjut dengan cucurak. Nasi liwet dan hidangan lain disajikan di halaman Balaikota. Muspida pun menyantap makanan itu berbaur bersama warga. Kemeriahan dan keakraban bersama warga terus berlanjut.

Muspida mendendangkan lagu Rumah Kita dari God Bless dan Selamat Ulang Tahun dari Jamrud. Di sela-sela bernyanyi ini, berbagai hadiah diberikan kepada warga setelah menjawab berbagai pertanyaan dari muspida. "Siapa nama walikota dan wakil walikota Bogor?" tanya Bima kepada warga.

"Bima Arya dan Usmar Ismail," jawab salah seorang warga berbaju hijau.

Karena salah, muspida dan warga lain pun langsung tertawa. "Bima Arya dan Usmar Hariman," ulang warga itu membetulkan jawabannya.

Setelah mendendangkan beberapa lagu, walikota turun dari panggung. Lalu, beberapa ibu-ibu menyerbu walikota dan meminta foto. Kebanyakan ibu-ibu selfie dan wefie bersama walikota. Disebabkan ramai, walikota lalu mengajak warga selfie di depan hashtag We Love Bogor. Dengan sabar walikota melayani warga yang rebutan foto selama lebih 30 menit, mulai pukul 11.15 hingga 11.52.

"Bibir kering, kaki keinjak-injak, bokong dan perut diremas-remas," ujar walikota tersenyum usai selfie bersama warga.

Disebutkan walikota, membahagiakan warga tidaklah mudah. Ketika pemkot tidak bisa memberi pekerjaan atau tidak bisa memberi uang, setidaknya dengan memberikan senyuman, bisa memberikan kebahagiaan kepada warga.

"Ketika kita memberikan mereka senyuman, setidaknya satu kali dalam setahun, menjadi sesuatu hal yang bisa saya lakukan," ujarnya.

Bima juga mengucapkan terima kasih kepada dua mantan walikota Diani Budiarto dan Iswara Natanegara, yang sudah berkenan hadir sejak pagi di DPRD hingga acara di halaman Balaikota. "Tanpa perjuangan walikota terdahulu, tidak akan sampai ulang tahun ke-534," kata Bima lagi.

Sementara itu, Febrianti (25) warga BNR Bogor Selatan mengatakan, helaran makan bersama tahun ini lebih bagus dan beda dari tahun-tahun sebelumnya. Makan bersama lebih semarak dan lebih tertata, karena ada kupon, jadi semua warga kebagian makanan.

"Pejabatnya juga lebih berbaur, walikota jualan soto, wakil walikota jualan rujak dan soto.Pak Diani jualan siomay. Begitu juga Pak Iswara, dan semua muspida dan camat melayani warga. Tahun ini HJB-nya terasa lebih dekat dengan warga," jelasnya.(ent)

Friday, 27 May 2016

Perancang Ramaikan Bogor Fashion Food Festival


BOGOR – Delapan perancang busana yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) akan memamerkan hasil rancangannya pada Bogor Fashion Food Festival (BF3) yang mulai digelar Kamis (26/5/2016) hingga Minggu (5/56/2016) mendatang.

Direktur PT Bogor Anggana Cendekia, pengelola Botani Square Mall, Yulianti H, menyebutkan Kedelapan perancang yang akan memamerkan rancangannya adalah Ivan Gunawan, Handi Hartono, Erdan, Hengky Kawilarang, Kursein Karzai, Dana Duryatna , Rasyid,  dan Juni Defrico Audy.

”Saat pembukaan sudah diawali dengan peragaan busana hasil karya perancang Ivan Gunawan yang membawa tema Layang-layang,”kata Yulianti.

Diakui Yulianti, pada BF3 2016,Botani Square menjadi penyedia tempat bagi para industri kreatif dalam bidang mode dan kuliner untuk semakin mengenalkan potensinya di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan yang digelar untuk ketiga kalinya ini dilaksanan dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke 534.

”Tujuan dari BF3 ini, Botani Square ingin membantu mengembangkan usaha para anggota UKM Kota Bogor, memperkenalkan produk-produk unggulan dari UKM Kota Bogor, serta menanamkan cinta produk lokal,”kata Yulianti
Event BF3 2016 sendiri merupakan hasil kerjasama Botani square Mall dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bogor, Pemerintah Kota Bogor yakni Disperindag, Disbudparekraf dan APPMI.

Selain peragaan busana para perancang APPMI, BF3 2016 juga akan diramaikan acara Meet and Greet  yagn akan menghadirkan  Glen Alinskie, Deny Cagur, Kevin Julio, Jessica Iskandar, Rafi Ahmad, Nagita Slavina, dan Baim Wong. Selain Meet & Greet mereka juga akan memperkenalkan produk Fashion dengan Thema Casual.(ent)

Friday, 13 May 2016

Asah Kemampuan, Mewarnai Sambil Curhat


BOGOR – Saat masih kecil, pasti gemar dengan mewarnai.

Tapi, bagaimana saat beranjak dewasa.

Tak ada salahnya untuk kembali mewarnai, bukan?
Menjadi berbeda, karena tren yang satu ini tak lantas membuat makin stres atau kehilangan uang.

Namun, memiliki manfaat yang tak sedikit.

Diyakini, mewarnai adalah aktivitas bebas stres yang merelaksasi pusat ketakutan di otak dan membiarkan pikiran untuk beristirahat sejenak.

Tak sulit menemukan buku mewarnai. Kian berkembang, dari yang awalnya hanya berisi deretan gambar berdesain artistik, kini ada juga buku mewarnai yang menyertakan note di bagian bawah.

“Gunanya, agar mereka yang mewarnai bisa sekaligus menceritakan isi hati maupun tentang gambar yang diwarnai, seperti curhat, gitu,” beber customer service Toko Buku Gramedia Botani Square, Feny Agustina.(ent)

Friday, 8 April 2016

Kota Bogor Juara Satu dalam Festival Budaya


BOGOR – Kota Bogor kembali menorehkan prestasinya. 

Kali ini, mampu  menyabet juara pertama festival budaya berupa atraksi kesenian dalam rangka rangka memperingati Hari Jadi ke-102 Kota Sukabumi.

Sepuluh Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat, turut memeriahkan kegiatan tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparkreaf) Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan, Kota Bogor yang diwakili Ade Suarsa Pimpinan Sanggar Edas membawa pertunjukan Boboko Logor.

Boboko Logor tersebut, diambil dari filosofi Boboko yaitu tempat nasi yang digambarkan terbalik (tengkurap). 

Boboko terbalik itu, menandakan tidak adanya nasi, sehingga masyarakat atau pejabat yang kaya harus berbagi kepada yang tidak punya.

“Boboko Logor ini ciptaan asli Ade Suarsa yang memang setiap tahun menciptakan hal-hal baru.

Sebut saja langgir badong, lodong bogoran dan wayang hihit,” ujar Shahlan, Selasa (5/4/2016).

Dalam hal prestasi kebudayaan, Syahlan menuturkan Kota Bogor juga pernah menjadi juara di tingkat provinsi. 

Tokoh Seni Jawa Barat, Gugun Gumila bahkan melihat Kota Bogor sebagai barometer kebudayaan dan pelestarian Sunda untuk tingkat provinsi.(ent)

Tuesday, 22 March 2016

Kisah Tukang Cukur Tradisional di Kota Bogor



Usianya tak lagi muda, tubuhnya renta, suaranya terdengar parau. Namun, senyuman tak pernah habis ia beri bagi tiap pelanggannya. Namanya, Mansyur kini usianya telah mencapai 76 tahun. Lebih dari, 41 tahun sudah ia mencicipi pahit manisnya menjadi tukang cukur. Keahliannya itu ia dapatkan dari sang paman.

“Pertama nyukur di Kampung Pulo, pindah ke Rawamangun. Di situ banyak langganan dari Angkatan Laut juga polisi,” kenang Mansyur.

Pertemuannya dengan sang Istri yang berasal dari Bogor membuat Mansyur memilih untuk kemudian membuka jasa tukang cukur di Kota Hujan. Sedari awal, ia memang beroperasi di bawah pohon rindang, tepatnya di Jalan Otista, tak jauh dari Tugu Kujang.
Sesekali, terpal berwarna biru ia pakai jika rintik hujan turun. “Dalam sehari yang nyukur disini enggak tentu. Kadang 5 atau 10 orang, tapi Alhamdulillah selalu ada,” ungkap Pak Mansyur.
Urusan tarif, Mansyur mengaku tidak mematok tarif tertentu. Ia ikhlas dibayar berapa pun, dari mulai Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Tak jarang, ada yang memberinya “lebih” karena iba melihat ia yang masih harus menguras keringat di usia yang sudah senja.
 
“Sehari dapat Rp50 ribu-Rp100 ribu, paling kecil Rp10 ribu. Buka sama tutupnya juga enggak tentu, kadang jam 08:00 udah buka,” ungkapnya.
Ia mengaku, tak khawatir membuka jasa tukang cukur di bawah pohon rindang. Dikatakannya, pernah suatu hari, entah firasat atau bukan ia memilih mengakhiri praktek tukang cukurnya lebih awal. Baru beberapa langkah meninggalkan tempatnya nyukur, banyak dahan pohon yang berjatuhan menimpa.
Belum lagi dengan kisah kacanya yang retak, kata Mansyur, itu terjadi sebab ketidak sengajaan. “Ada yang dudukin, enggak tahu kalau ada kaca. Cuman dibenerin aja, enggak diganti,” ungkapnya seraya tersenyum.
Mansyur mengaku, dari penghasilannya menjadi tukang cukur rambut mampu menyekolahkan ke-8 anaknya hingga tamat bangku sekolah menengah atas. Bahkan beberapa diantaranya sudah bekerja.
“Yang nyukur disini ada juga anak mudanya, biasanya minta dibotakin tapi banyak juga yang minta di mohawk,” cetusnya.
Meski tak lagi sekuat dulu, raganya masih sehat, sesekali hanya rasa pegal di pergelangan tangan menghampiri. Ia pun tak berencana untuk segera pensiun dari aktifitasnya kini. “Enggak betah di rumah, pengennya aktifitas. Kalau di rumah melulu yang ada malah sakit,” tandasnya.

Tuesday, 15 March 2016

Wow… Siswa Madania Bogor Sukses Pentaskan Drama Tari Welenrengge di TIM




BOGOR – Siswa Sekolah Madania Bogor yang tergabung dalam Madania Performing Art Club (MPAC)  sukses menggelar pertunjukan Drama tari Welenrengge, Minggu (13/3/2016) siang di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Drama tari yang bersumber dari mitologi masyarakat Bugis-Makasar dimainkan secara apik melalui kaloborasi siswa dan orang tua murid.
 
Drama tari ini sendiri menceritakan tentang perjalanan Sawerigading dalam mencari cinta sejatinya. Welenrengge sendiri adalah sebuah pohon yang keramat, yang nantinya akan ditebang dan dijadikan perahu yang akan dipergunakan Sawerigading berlayar menuju negeri Cina.

Pertunjukan berdurasi 60 menit ini menampilkan budaya khas Sulawesi dengan sentuhan kontemporer. Drama tari yang dipersembahkan oleh MPAC Madania bekerjasama dengan Chiva Production tesebut disutradarai oleh Putut Budi Santosa, dan didukung bintang tamu Citra Allegro yang merupakan penyanyi jebolan ajang pencarian bakat (KDI).
Yang menarik pada pertunjukan ini adalah para pemain dan penari dengan rentang usia 7 tahun hingga 60 tahun, yang rata-rata mereka adalah ibu dan anak-anaknya. Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus membangun karakter bagi anak-anak melalui seni.

”Diharapkan dengan ibu dan anak dalam satu panggung menjadi sarana edukasi dalam keluarga dan juga dalam bermasyarakat,”kata salah satu anggota tim produksi, Wisnu Brata Ratning Sayekti.(ent)

Monday, 14 March 2016

Keren… Galeri Kerajinan Bogor Tambah Koleksi Batik




BOGOR – Produk kerajinan khas Kota Bogor yang ditawarkan Galeri Kerajinan di halaman parkir II Botani Square semakin lengkap. Beragam hasil karya usaha kecil menengah (UKM) hadir dan memberikan perhatian bagi pengunjung mal.
 
Galery Kerajinan terus melengkapi koleksinya, setelah beberapa jenis batik dan saat ini tambah satu batik asal Bogor yakni Batik Mago.

Menurut Pengelola Galeri Kerajinan Saepudin Zuhri, walaupun masih bersifat UMKM, Batik Mago sudah merambah pasar nasional.

Batik Mago merupakan karya dari Suryawati Liman Halim yang memiliki showroom di Branangsiang Indah. Berbeda dengan batik Bogor lainnya, Batik Mago tak hanya menggunakan motif khas Bogor, juga memadupadankan motif tersebut dengan yang lain.

“Motif Batik Mago khas sekali. Selain motif asli Bogor, mengkombinasikan dengan gambar atau tema lain. Melakukan modifikasi motif,” ujar Saepudin Zuhri kepada Radar Bogor, Jumat (11/03/2016).

Batik Mago ada beberapa jenis yakni batik tulis, cap lawasan dan lukis. Sedangkan untuk pemasaran, Batik Mago selain menjual bahan meteran atau lembaran juga dalam bentuk busana.

Bahan untuk Batik Mago ada dua pilihan, katun dan paris. Akunya hanya tersedia stok busana dewasa baik itu wanita maupun pria.

Mengenai harga, Batik Mago masih cukup terjangkau. Tambahnya, kemeja laki-laki dibanderol dengan harga Rp185.000 – 265.000, busana untuk perempuan mulai Rp185.000 – 235.000 dan bahan kain satu lembarnya dibanderol kisaran Rp195.000 – 270.000. Sementara untuk ukuran cukup bervariasi dan lengkap, ukuran S – XL.

Batik Mago tak hanya menjual dari stok barang, juga menerima orderan seragam baik itu keluarga, pesta, seragam sekolah maupun seragam kantor.

Untuk harga akan disesuaikan serta waktu pemesanan sebaiknya jauh hari sebelum waktu pemakaian.
“Apalagi kalau ordernya dalam jumlah besar. Sebaiknya jauh hari,” terangnya Saepudin.

Pilihan warna serta motif batik sangat banyak, pembeli yang order dalam jumlah besar dapat memesan sesuai selera. Karena baru bergabung di Galery Kerajinan Botani, untuk omset Batik Mago belum terlihat dan masih berjalan.

Tersedia juga di beberapa outlet termasuk showroom dan Dekranasda Jalan Bina Marga dan juga online.(ent)

Thursday, 10 March 2016

Mau Lihat Kebudayaan Asli Indonesia? Datang Saja ke STEI Tazkia Sentul Bogor

 
 
BOGOR – Ada yang berbeda di kampung STEI Tazkia Sentul, Minggu (06/03/2016).
Saat itu, terlihat beberapa orang berpakaian adat berkumpul dan hilir mudik. Mulai dari adat Jawa, Sunda, Aceh, Lampung, Kalimantan hingga Nusa Tenggara.

Bukan hanya pakaian, di dalam kampus STEI Tazkia Sentul juga terlihat beberapa stand yang menawarkan dan memamerkan kebudayaan daerah di Indonesia. Termasuk makanan dan cinderamata.
“ Acara ini sengaja diadakan dalam bentuk Festival Budaya Tazkia 2016,” kata ketua panitia acara, Iyas kepada Pojokjabar, minggu (06/03/2016).

Menurut Iyas, festival budaya yang mengambil tema Fotografi dalam Mengangkat Budaya Indonesia ini untuk memperkenalkan budaya-budaya yanga da di Indonesia. Salah satunya melalui jepretan kamera.

“ Selama ini banyak budaya Indonesia yang belum terjamah. Nah, dalam acara ini kita ingin memperlihatkan masih banyak budaya Indonesia yang bisa dikunjungi dan dilestarikan,” tandas Iyas.(ent)