Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label hankam. Show all posts
Showing posts with label hankam. Show all posts

Thursday, 30 March 2017

Eks Kombatan Kumpul di Lamongan, Dirikan Yayasan Lingkar Perdamaian


JawaPos.com- Terobosan baru penanganan masalah terorisme Rabu (29/3) terjadi di Lamongan. Acaranya memang hanya peletakan batu pertama pembangunan pengembangan masjid dan taman pendidikan Alquran (TPA) plus di Solokuro, Lamongan, Jatim, yang dilakukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

Yang membuat istimewa acara kemarin adalah launching Yayasan Lingkar Perdamaian, yang diinisiatori Ali Fauzi. Nama itu adalah mantan instruktur bom, senjata, dan taktik perang Jamaah Islamiyah (JI) yang juga adik terpidana kasus bom Bali Ali Ghufron, Amrozi, dan Ali Imron.

Yayasan yang bergerak di bidang pemberdayaan narapidana (napi) kasus terorisme dan menjadi agen perdamaian untuk mengubah mindset ikhwan jihadi itu cukup unik. Semua personelnya diisi mantan kombatan (ahli perang) JI. Di antaranya Anis Yusuf, mentor perang di Afghanistan; Iqbal Hussein alias Reza alias Ramli, perancang serangan ke Mabes Polri dan penyedia senjata untuk membunuh polisi; hingga Mahmudi alias Yusuf, yang menyembunyikan 1 ton bahan peledak di Jateng.

”Selama ini kami selalu bingung ketika ada napi terorisme keluar dari penjara dan bingung mau apa. Cari kerjaan sulit, tapi ada anak-istri yang harus dihidupi,” ungkap Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian Ali Fauzi. ”Jika tidak ada yang mau peduli, biasanya nanti malah melakukan aksi (mengebom, Red) lagi,” imbuhnya. Itulah yang kemudian menggerakkan Ali Fauzi mengumpulkan pihak terkait untuk kemudian sama-sama membantu.

Gayung bersambut. Kepala BNPT Suhardi Alius meresponsnya dengan baik. Bertemu kali pertama pada September 2016, Suhardi menjanjikan untuk membantu dan memfasilitasi pengembangan masjid serta pembangunan gedung TPA plus di Solokuro, Lamongan. Suhardi tidak asal janji. Dia bahkan menugaskan Brigjen Herwan Haidir, salah seorang deputinya, untuk menjadi ketua panitia. ”Kami targetkan tiga bulan sudah kelar,” kata Herwan kemarin.

Selain itu, Suhardi melakukan improvisasi. Sadar BNPT tak punya dana taktis ataupun anggaran berlebih, Suhardi mengumpulkan sejumlah pengusaha yang bersimpati dan hendak menolong para mantan kombatan tersebut. ”Sebelumnya mereka khawatir untuk membantu menyelesaikan masalah terorisme dengan memberikan sumbangan kepada eks napi terorisme. Takut dicap sebagai pemodal terorisme,” papar Suhardi. ”Makanya, kami berikan jaminan mereka tidak akan dicap pemodal teroris,” imbuhnya.

Suhardi menambahkan bahwa BNPT tidak memungut sepeser pun dari dana tersebut. Semua dana itu bisa diaudit dan diakses. Menurut dia, terorisme tidak bisa hanya ditangani dengan penindakan. Yang paling penting justru aspek-aspek di sekelilingnya. ”Bagaimana dengan anaknya? Bagaimana dengan lingkungannya? Bagaimanakah jika ada napi terorisme yang sadar dan berubah?” tuturnya. Menurut Suhardi, hal-hal tersebut belum bisa terjawab dengan tuntas. Juga sulit jika hanya mengandalkan pemerintah.

Makanya, Suhardi begitu bergembira ketika justru para mantan kombatan itulah yang mengambil inisiatif. Tanpa banyak bicara, dia langsung setuju untuk membantu dan memfasilitasi. ”Gerakan-gerakan seperti inilah yang paling efektif untuk menekan laju terorisme,” tambahnya.

Suhardi mengungkapkan, saat ini total ada 1.500-an napi terorisme dan sekitar 560-an yang baru saja keluar sepanjang 2016. Yang menggembirakan, imbuh Suhardi, hanya tiga napi terorisme yang kembali melakukan aksi teror. ”Yang banyak memang justru yang baru-baru,” ucapnya. Untuk itu, lanjut Suhardi, penindakan akan selalu dibarengi pencegahan. ”Kami juga mengerjakan program yang hampir sama di Sumatera Utara dan NTB. Keduanya termasuk kantong,” terangnya.

Suhardi optimistis perang melawan terorisme bisa dilakukan dengan lebih baik. Sebagaimana yang diungkapkan Imam Besar Masjid Istiqlal Ustad Nasaruddin Umar yang kemarin juga hadir.

”Saya pernah bertemu dengan BNPT-nya Denmark. Mereka bilang para eks kombatan tak bisa menjadi sumber daya untuk melawan terorisme. Saya bilang silakan datang ke Indonesia,” kata Nasaruddin. ”Jadi, dalam waktu dekat mereka akan datang. Dan kita sama-sama buktikan bahwa mereka salah,” tambahnya. (ano/c9/nw)

Sumber:JawaPos.com

Thursday, 12 January 2017

Gunakan Sabu, Kepala BKD Bandung Barat Divonis 5 Tahun Penjara


POJOKJABAR.com, BANDUNG  – Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Tono Murpomo divonis hukuman lima tahun penjara oleh Majelis hakim pengadilan negeri (PN) Kelas IA Bandung. Tono Murpomo didakwa atas kasus dugaan penyalahgunaan sabu di PN Kelas IA Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (10/1/2017).

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Pranoto menyatakan terdakwa Tono terbukti bersalah melanggar pasal 114 Undang-undang Narkotika, karena telah memiliki dan membeli narkotika jenis sabu. “Mengadili terdakwa Tono terbukti secara sah membeli narkotika golongan 1 jenis bukan tanaman dengan penjara lima tahun penjara,” ujarnya.

Selain Tono, majelis hakim juga memvonis dua terdakwa lainnya, yakni Tjatja Suarsa dan Jafar Kurniadi dengan lama hukuman yang sama yakni lima tahun dalam kasus yang sama. Ketiga terdakwa juga selain dikenakan hukuman, juga dikenakan denda Rp 1 miliar dan subsider selama satu bulan. Putusan tersebut sama dengan tuntutan yakni lima tahun penjara.

Dalam sidang tersebut, ketiga terdakwa divonis secara bergiliran. Pertama Tjatja, lalu Tono dan terakhir Jafar. Ketiganya terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat dalam jual beli sabu sabu.

Sebelum membacakan putusan, hakim mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, dan merusak generasi muda. Hal yang meringankan ketiganya belum pernah dihukum.

Dalam urainnya majelis menyebutkan, terdakwa Tono menyuruh membeli narkotika jenis sabu sabu ke Tjatja. Tono menyuruh seorang kurir bernama Tjatja melalui Jafar. Saat itu terdakwa Tono memberikan uang Rp 1,3 juta untuk membeli sabu-sabu seberat 0,01 gram. Transaksi tersebut sudah terendus pihak kepolisian. Kemudian polisi menangkap Jafar dan Tjatja yang bertugas sebagai pembeli.

Dari keterangan kedua orang itulah terungkap bahwa mereka berdua disuruh oleh Tono yang saat itu menjabat kepala BKD Kabupaten Bandung Barat.  Atas putusan tersebut ketiga terdakwa mengambil sikap pikir-pikir sebelum memutuskan menerima atau banding.

sumber : pojokjabar.com

Friday, 16 December 2016

Hari Ini Eko Patrio Penuhi Panggilan Bareskrim

Eko Patrio
POJOKSATU.id, JAKARTA — Ketua DPW DKI Jakarta Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo atau akrab disapa Eko Patrio akan memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminan (Bareskrim) Polri, hari ini Jumat (16/12).

“Besok saja ketemu di Bareskrim setelah salat Jumat, saya akan datang,” kata Eko saat dikonfirmasi, Kamis (15/12).

Pemanggilan anggota DPR dari Fraksi PAN Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio oleh Bareskrim Polri sesuai surat nomor B/1704-Subdit-I/XII/ 2016/Dit Tipidum perihal undangan interview untuk Eko.

Eko dipanggil terkait ucapannya di media online yang mengatakan kasus bom Bekasi merupakan pengalihan isu penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sementara itu, Ketua DPP PAN Yandri Susanto menegaskan, Eko tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut baik di media sosial maupun media massa online. Sehingga, menurutnya, Mabes Polri dinilai terlalu gegabah dan terburu -buru untuk memanggil seorang anggota DPR.

Ia menjelaskan, polisi harus mengerti peraturan dan tidak serta merta dan sewenang-wenang menanggil anggota DPR untuk dimintai keterangan. 

Karena itu, pihaknya kini sedang menelusuri salah satu media online yang menyitir atau menyadur pernyataan Eko.

sumber : pojoksatu.id

Friday, 2 December 2016

Foto Penangkapan Rachmawati, Ahmad Dhani, dan Kivlan Zein Beredar

Rachmawati Soekarnoputri menggunakan kursi roda dikawal polisi.
POJOKSATU.id, JAKARTA – Foto penangkapan Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, dan Kivlan Zein beredar di media sosial (medsos) dan aplikasi WhatsApp (WA), Jumat, 2 Desember 2016.

Rachmawati Soekarnoputri ditangkap di kediamannya dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya. Polisi menjemput Rachmawati sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (2/12).

Sedangkan Kivlan Zein ditangkap di rumahnya komplek Gading Griya Lestari blok H1 -15 Jalan Pegangsaan Dua. Kivlan Zein diduga melanggar pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP.

Sementara musisi Ahmad Dhani ditangkap di Hotel San Pasific. Dhani diduga melanggar pasal 207 KUHP.

Dalam foto yang beredar di medsos dan aplikasi WA, Rachmawati Soekarnoputri tampak mengenakan kursi roda di Polda Metro Jaya.
Sementara Kivlan Zein duduk di kursi tamu sambil membaca sepucuk surat yang diduga surat penangkapan dari Polda Metro Jaya.

BACA: 10 Tokoh Dikabarkan Ditangkap, dari Ahmad Dhani, Rachmawati Hingga Kivlan Zein

Sedangkan Ahmad Dhani tampak terlihat berjalan di keluar dari hotel dikawal polisi berpakaian preman. Foto lain menunjukkan Ahmad Dhani duduk di sebuah kursi. Diduga, dia sedang menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Lihat foto-foto Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani dan Kivlan Zein berikut ini:



sumber : pojoksatu.id

Thursday, 1 December 2016

Polri dan TNI di Rapat Tertutup Tadi Malam, Ini yang Dibahas...

JawaPos.com - Polri dan TNI  menggelar pertemuan tertutup di Polda Metro Jaya jelang aksi 2 Desember di Monas, Jakarta Pusat Jumat mendatang, tadi malam. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengungkapkan pertemuan  membahas teknis pengamanan dan fasilitas yang dibutuhkan saat aksi damai berupa zikir dan doa bersama itu diselenggarakan. 


"Rapat membahas persiapan panggung, acara, lajur mobil, akomodir, pelibatan massa, air untuk wudhu, minum, dan tenda," ujar Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (30/11) malam.

"Yang lain enggak terlalu banyak dibahas. Intinya kami siap untuk melayani doa bersama saat di Monas," timpal mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini.

Namun Iriawan enggan menjelaskan secara rinci berapa personel kepolisian yang akan diterjunkan dalam mengamankan aksi damai tersebut. "Jumlahnya cukuplah (untuk untuk pengamanan)," kata dia.

Iriawan juga tidak bisa memastikan apakah jumlah pengamanan aksi 2 Desember ini akan lebih banyak atau sebaliknya dari personel keamanan aksi 4 November kemarin.  

SUMBER : jawapos.com

Wednesday, 30 November 2016

Mulai Proses Suksesi, Putra Mahkota Nyentrik Segera Jadi Raja Thailand

JawaPos.com - Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn segera naik takhta. Pekan ini dia menyandang gelar Rama X alias Raja Ke-10 Dinasti Chakri yang sudah 234 berkuasa di Thailand. Kemarin (29/11) parlemen mengirimkan undangan kepada pangeran 64 tahun tersebut sebagai langkah awal suksesi. 


''Saya mengundang Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn untuk naik takhta dan menjadi raja bagi seluruh rakyat,'' ujar Pornpetch Wichitcholchai, ketua National Legislative Assembly (NLA) Thailand. 

Sebelumnya, kabinet mengajukan nama Vajiralongkorn sebagai penerus mendiang Raja Bhumibol Adulyadej yang mangkat pada 13 Oktober lalu. Parlemen pun langsung merestui Vajiralongkorn sebagai raja berikutnya. 

Proses pengajuan nama oleh kabinet, restu parlemen, dan pemanggilan Vajiralongkorn oleh ketua NLA itu terjadi dalam waktu sehari kemarin. Semua hanya formalitas belaka. Sebab, sejak empat dekade lalu Vajiralongkorn ditetapkan sebagai pewaris takhta. Apalagi, dia merupakan satu-satunya anak lelaki Bhumibol. Thailand tidak memperkenankan perempuan naik takhta. 

Begitu Pornpetch mengatakan bahwa undangan resmi dikirim kepada Vajiralongkorn, seluruh legislator yang hadir dalam sidang istimewa langsung berdiri. Mereka meneriakkan ''Hidup raja!'' sambil bertepuk tangan. Rencananya, Vajiralongkorn naik takhta pekan ini. Akhir bulan lalu Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-o-cha menyebut 1 Desember sebagai tanggal suksesi. 

Kemarin tidak ada keterangan pasti mengenai tanggal suksesi. Hanya, menurut aturan kerajaan, Vajiralongkorn baru benar-benar menjadi raja dan memakai mahkota setelah Bhumibol dikremasi. Itu baru terjadi tahun depan. Sebab, pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama setahun yang akan berakhir dengan kremasi jasad ayahanda Vajiralongkorn.  

SUMBER : jawapos.com

Tuesday, 29 November 2016

Curi Ikan, Lima Kapal Vietnam Diamankan

JawaPos.com ANAMBAS  - Kapal Patroli (KP) Bisma 8001 milik Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) kembali menangkap 5 kapal ikan asing asal Vietnam. 

Kelima kapal itu ditangkap karena sedang menangkap ikan diperairan Natuna Anambas. Dalam  pemeriksaan awal  terhadap kapal-kapal  itu ternyata  tidak dilengkap dengan dokumen resmi dari pemerintahan Indonesia. 


Kapal  yang diamankan meliputi  BV 97909 TS dengan kapten kapal Nguyen Van Pai, BD 95405 TS dengan kapten kapal Ganhiem, BD 97592 TS, dengan kapten kapal Ly Van De, BD 50405 TS dengan kapten kapal Vo Fan Si dan BD 96127 TS dengan kapten kapal Phap.

Petugas juga mengamankan beberapa jenis alat bukti mulai dari jaring, 100 kg cumi kering, 290 kg ikan berbagai jenis ikan dan barang bukti lainnya. 

Untuk proses hukum lebih lanjut hasil tangkapan tersebut diserahkan kepada pihak Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang ada di Antang kecamatan Siantan.

Kapten KP. Bisma 8001 AKBP. Handoyo Santoso, menjelaskan awal mula penangkapan itu bermula ketika kapal asing yang sedang mencari ikan diperairan Indonesia tersebut terdeteksi radar. Selain itu pihaknya juga mendapatkan informasi dari nelayan lokal bahwasanya ada pencurian di perairan Natuna Anambas.  

jawapos.com 

Monday, 28 November 2016

Dua Wajah Fidel Castro

Selama berkuasa, Fidel Castro memiliki citra diri yang berbeda. Bahkan, perbedaannya sangat ekstrem. Bagi para pendukung revolusi, dia adalah sosok pahlawan yang membela orang kecil. Namun, bagi orang-orang yang tidak sejalan dengannya, Castro dianggap sebagai sosok tiran yang kejam. 


MEREKA yang membenci Castro berada di Amerika Serikat (AS). Mereka adalah ribuan orang yang melarikan diri dari kekejaman sang El Comandante sekitar tiga dekade silam. Mayoritas berdiam di Miami, Negara Bagian Florida, AS. Ketika mendengar kabar kematian pria yang berkuasa hampir setengah abad itu, mereka menyambutnya dengan sukacita. Little Havana di Miami berpesta.  

Little Havana adalah permukiman penduduk Kuba yang mengungsi pada 1980. Saat itu ada sekitar 125 ribu penduduk Kuba yang menyeberang ke AS. "Kami semua merayakannya. Ini seperti karnaval," ujar Jay Fernandez. Pria 72 tahun tersebut datang ke Miami pada 1961, saat usianya masih 18 tahun. "Rasanya aneh. Saya telah menunggu berita ini sepanjang hidup saya. Rasanya seperti tidak nyata," ujar warga Kuba lain di Miami, Gabriel Morales. 

Para warga melambaikan bendera Kuba. Suara musik salsa berdentum di sepanjang jalan. Puluhan kembang api juga dinyalakan. Suara klakson mobil juga terdengar bersahut-sahutan. Sebagian warga menyanyikan lagu kebangsaan Kuba, La Bayamesa. "Cuba lire (Kuba telah bebas, Red)! Si pria tua telah mati. Fidel, tiran, bawa saudaramu bersamamu!" teriak warga. Ratusan polisi langsung berjaga. 

"Neraka memiliki tempat khusus untuk Fidel Castro," ujar kolumnis Miami Herald Armando Salguero. Hal senada diungkapkan Wali Kota Miami Tomas Regalado. Dia menyebut kematian Castro sebagai sebuah kemenangan. Sedangkan Wali Kota Miami-Dade County Carlos Gimenez menyebut kejadian itu sebagai sesuatu yang sudah mereka tunggu-tunggu. 

jawapos.com 

Wednesday, 23 November 2016

Peserta Demo 2 Desember Akan Naik 2 Kali Lipat,

JawaPos.com - Polri masih terus memantau rencana aksi demo yang akan digelar pada  2 Desember nanti. Tujuannya,  untuk mengetahui jumlah massa yang nantinya akan turun ke jalan. Korps Bhayangkara ini  enggan kecolongan dengan jumlah massa yang akan ikut berpartisipasi dalam aksi nanti. 



Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, sejauh ini Polri masih menunggu pemberitahuan dari massa soal jumlah yang akan berdemo. 

“Setelah kita tahu, baru kita tentukan. Kita tentu memberikan kebebasan dalam arti diatur dalam UU 99 tentang kebebasan menyampaikan pendapat,” kata Martinus, Selasa (22/11).

Saat disinggung informasi jumlah pendemo yang bakal dua kali lipat, Martinus berkata, Polri masih menampung informasi itu.

"Kita tampung info seperti itu, dan kita dalami. Kalau personel minimal harus sama. Supaya dalam praktik pengamanan dan pelayanan kita lebih maksimal,” sambung mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Martinus juga berkata, soal rencana pendemo yang hendak menggelar sajadah di jalanan, hal itu telah dilakukan pelarangan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan dikeluarkannya maklumat.

"Kita sudah beritahu, maklumat jelas, mana yang boleh mana yang tidak. Itu jadi aturan sendiri dalam sebuah praktik menyampaikan kebebasan berpendapat,” tutup Martinus. (elf/JPG)

jawapos.com 


Tuesday, 22 November 2016

Waspada Ancaman Makar

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak menganggap enteng isu makar yang bakal menunggangi rencana demonstrasi 25 November dan 2 Desember. Orang nomor satu di tubuh kepolisian itu pun langsung berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memberikan arahan kepada jajaran Mabes Polri, Mabes TNI, Kapolda, Pangdam, dan Pangkotama di seluruh Indonesia. 

 


Kata Tito, pihaknya sudah menerima informasi bahwa pada 25 November akan ada aksi unjuk rasa di DPR. Namun, ada upaya tersembunyi dari beberapa kelompok yang ingin masuk ke gedung DPR. "Lalu berusaha untuk dalam tanda petik menguasai DPR," katanya seusai rapat di Mabes Polri kemarin (21/11).

Tito menegaskan, aksi menguasai DPR tersebut adalah pelanggaran hukum. Karena itu, Polri dan TNI akan melakukan pencegahan dengan memperkuat pengamanan gedung DPR/MPR. 

Aparat juga bakal melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan aturan undang-undang untuk menegakkan hukum. Baik kepada yang melakukan maupun yang menggerakkan. "Kalau itu bermaksud menggulingkan pemerintah, itu ada pasal makar," katanya. 

Terkait rencana demo 2 Desember oleh beberapa elemen yang disebut Bela Islam Ketiga dengan melakukan salat Jumat di Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan Bundaran HI, Tito mengatakan bahwa penyampaian pendapat memang tidak dilarang. Namun, jika hal itu dilakukan dengan menutup jalan, hak-hak warga lainnya akan terganggu.

"Kalau (jalan) itu diblok, otomatis akan mengganggu warga yang melewati jalan itu," tuturnya. "Ibu-ibu yang melahirkan, mau berangkat ke RSCM, bisa terganggu. Yang sakit bisa terganggu. Yang mau ,ekerja juga bisa terganggu. Sopir taksi, angkutan, dan lain-lain bisa terganggu. Di samping itu, juga bisa memacetkan Jakarta. Karena di jalan protokol, hari Jumat lagi. Itu mengganggu ketertiban publik dalam penilaian kami, kepolisian. Oleh karena itu, kami akan melarang kegiatan tersebut," ujar Tito panjang lebar. 

jawapos.com 

Mendagri Berikan Materi Pilkada ke Intel Polri

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambangi Mabes Polri, hari ini (21/11). Kedatangan Tjahjo untuk memberikan materi fokus pengamanan dalam Pilkada serentak pada 2017 mendatang.

Dia mengatakan, kepolisian mulai intelkam Mabes Polri sampai polda memiliki jaringan intelejen. Nah, jaringan kepolisian ini harus dikoordinasikan dan disingkronkan dengan intelijen yang dimiliki TNI. Begitu juga jaringan intelijen di kejaksaan. 

 


"Termasuk dari derah itu ada kesbangpol,” kata dia di Mabes Polri, Senin (21/11).

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan gelagat dinamika aktivitas di daerah. Hal itu, kata dia, harus difokuskan supaya penyampaian kebijakan dari pusat bisa sampai ke daerah tanpa terpotong. Untuk itu, dia menerangkan, Kemendagri telah membentuk forum pimpinan daerah di tingkat kecamatan.

"Seorang camat tidak sendiri tapi ada kapolsek, babinsa juga. Tapi juga harus melibatkan tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat. Pertemuan rutin tidak hanya kalau ada gejolak seperti di DKI ini," katanya.

Untuk pilkada, Tjahjo, berpesan pada kepolsian untuk mempetakan daerah yang bisa menimbulkan gejolak. Meski yang menjadi fokus saat ini adalah DKI Jakarta sebagai barometer. 

jawapos.com 

Monday, 21 November 2016

Astaga! Anak Ngompol, Kemaluannya Malah Dipukul Sang Ibu Pakai Palu

JawaPos.com - Aksi keji seorang ibu angkat bernama Fitria Rahayu terhadap anak angkatnya DA kini menjadi perhatian publik. Betapa tidak, bukannya menjadi pelindung DA yang sudah yatim piatu, Fitira yang merupakan warga  Jalan Padat Karya Komplek Purnama II, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan itu malah sering menyiksa anak angkatnya itu. Bahkan dia kerap menggunakan palu untuk memukul bocah 8 tahun itu.


 Dia pun menceritakan bagaimana dia dengan tega menyiksa anaknya. 

Dia mengaku, 6 bulan sejak mengadopsi DA, bocah tersebut mulai berubah sikap dan sering membuatnya marah. Fitria yang mengaku memiliki emosi yang tak bisa ditahan mulai memukul dan mencubit DA. “Kalau emosi sering saya cubit dan pukul. Tapi orangnya jarang menangis,” katanya.

Dari mencubit dan memukul, lama kelamaan Fitria mulai menyiksa DA dengan cara yang lebih sadis. Penyiksaan yang dialami DA pun bertubi-tubi. Mulai dipukul dengan palu, disiram air panas, sampai dipelintir hingga tangan kirinya patah.

Suatu hari pernah DA ngompol saat menonton TV. Spontan emosi Fitria meledak dan langsung menarik DA lalu memukul kemaluannya dengan palu. Pukulan itu mengakibatkan bagian luar kemaluan DA membiru dan memar dan robek hingga bagian dalam. 

Tak hanya itu, Fitria pernah menyiramkan mi rebus yang sedang mendidih ke bagian belakang tubuh  DA hingga melepuh. “Waktu itu saya kesal melihatnya sering keluar masuk dapur,” kata Fitria. Kesadisan lainnya Fitria pernah memukul kepala DA dengan palu hingga darah mengucur deras. 

jawapos.com 

Friday, 18 November 2016

Kapolri Jamin Keamanan Komunitas Pengusaha

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan marketing semua institusi dan perusahaan di Jakarta.


Perkumpulan itu diprakarsai oleh Hermawan Kertajaya selaku President of World Marketing Association and Co founder of Asia Marketing Federation. Kapolri dalam kesempatan ini didampingi oleh para pejabat utama.

Di forum ini, Tito menyampaikan tugas komitmen dan kewajiban Polri untuk mendukung situasi keamanan bagi para pengusaha dan sistem investasi, serta menerima masukan dan saran dari CMO.

"Keamanan merupakan hal yang sangat penting agar pengusaha dapat melakukan kegiatan usahanya dengan tenang,” kata Tito di Wisma Bhayangkari Mabes Polri, Selasa (15/11).

Menurut dia sesuai dengan progamnya yakni polisi yang Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya) maka Polri terus akan meningkatkan profesionalisme, modern dalam pelayanan publik berbasis IT serta falsafah dan strategi Polri adalah community policing, termasuk Jakarta CMO sebagai komunitas.

"Kepercayaan publik merupakan hal yang sangat penting,” tambah mantan Kapolda Metro Jaya ini. 

jawapos.com 

Mahasiswa Cantik yang Tewas Jatuh dari Lantai

JawaPos.com - Mahasiswa cantik bernama Desi Wulandari, 19, ditemukan tewas mengenaskan setelah jatuh dari lantai sembilan Tower Akasia Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Ditekahui, ternyata bekerja sebagai seorang model.

Ini diungkapkan ayah Desi, Rahmat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Dia di sana melihat jasad anaknya yang masih diautops. Namun demikian, Rahmat juga tidak tahu persis sebagai model apakah anaknya itu bekerja. 


"Jadi model (pekerjaan korban)," kata dia RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

Rahmat menambahkan bahwa di apartemen tersebut, Desi tinggal bersama teman prianya yang agak kemayu seperti wanita. Rahmat menduga pria itu merupakan rekan kerja anaknya.

"Bencong-bencong gitu, temannya yang pendek di lantai sembilan. Katanya temen kerja,” sambung dia.

Sebelumnya, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta mengatakan Desi tewas kemarin malam. Gadis berparas ayu ini tewas setelah jatuh dari lantai sembilan Tower Akasia Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Desi tewas dengan kondisi bagian tangan dan kaki patah.

"Peristiwanya tadi malam sekira pukul 22.45 WIB, Rabu malam tadi," kata Purwanta, Kamis (17/11). (elf/JPG)

jawapos.com