Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label depok. Show all posts
Showing posts with label depok. Show all posts

Friday, 16 June 2017

Warga Depok Ramai Tebus Emas di Pegadaian Syariah Depok


DEPOKMomentum hari raya 2017 ini, banyak masyarakat Depok yang menebus emas miliknya di Pegadaian Syariah Depok, rabu (14/6). Terjadi peningkatan sekitar 50 persen.

Setiap harinya mampu menembus angka 150 orang nasabah yang menebus emas gadaian.
“Kalau jelang lebaran seperti ini biasanya justru nasabah banyak menebus emasnya untuk dipakai saat lebaran nanti,” ujar Pimpinan cabang Pegadaian Syariah Margonda, Muhammad Ali Fahmi kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Fahmi menjelaskan, kebanyakan memang nasabah sudah menggadai terlebih dahulu emasnya beberapa waktu. Sehingga ketika lebaran baru ditebus. Lalu biasanya setelah lebaran akan kembali digadai, untuk keperluan sekolah salah satunya.

Pasalnya setelah lebaran nanti bertepatan dengan tahun ajaran baru. Sehingga nasabah kembali membutuhkan dana.

“Kalau lebaran emasnya ditebus, kalau sudah lewat lebaran biasanya di gadai lagi,” ungkapnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 14 June 2017

PMI Kota Depok Kejar Kekurangan Ketersediaan Darah


DEPOKMengejar ketersediaan kantong darah yang kekurangan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok, sebanyak 1.180 kantong. Senin (12/6) PMI Kota Depok melaksanakan donor darah kepada ASN di salah satu ruangan Balaikota Depok.

Hasilnya, 34 kantong darah dapat didonorkan. Ketua PMI Kota Depok, Dudi Miraz Imaduddin mengatakan, ketersediaan kantong darah sangat diperlukan, guna memenuhi kebutuhan kantong darah di Kota Depok yang mencapai 1.600 kantong setiap bulannya, memiliki 420 kantong darah.


Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI Kota Depok melaksanakan donor darah yang ditujukan kepada ASN Kota Depok. “Kami melibatkan Satgas Pol PP dan ASN untuk melakukan donor darah,” ujar Dudi kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (13/06/2017).

Dudi menjelaskan, dari 68 calon pendonor hanya 34 orang pendonor yang berhasil diambil darahnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan gagalnya sejumlah calon pendonor menyumbangkan darahnya, salah satunya HB yang rendah dan kurang bugarnya calon pendonor.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 13 June 2017

Ritel Ancam Eksistensi Pasar Tradisional di Kota Depok


DEPOK – Perkembangan minimarket dan pasar ritel cukup masif di setiap kabupaten/kota di Indonesia, tak terkecuali di Kota Depok. Ini dianggap dapat mengancam eksistensi pasar tradisional.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Gerakan Kebagkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani), Muhaimin Iskandar saat blusukan ke Pasar Agung di Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (10/6).

Cak Imin—biasa Muhaimin—disapa, keberadaan minimarket telah masuk pada tahap mengkhawatirkan. Ditambah lagi dugaan banyaknya ritel modern yang menyalahi zonasi alias tidak mengantongi izin.

“Jarak antara ritel modern dengan pasar tradisional harusnya benar-benar sesuai dengan aturan, minimal lima kilometer,” kata Cak Imin kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Sabtu (10/6).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun mengatakan, pasar modern juga sudah menjual barang yang sama dengan pasar tradisional. Seperti sayur, buah-buahan dan jenis komoditas lainnya. “Bahkan ritel sudah jual pulsa sekarang,” katanya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 12 June 2017

Pengurus Dekranasda Kota Depok Dilantik


DEPOK – Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dilantik di Ruang Edelweis Lantai 5 Balaikota, jumát (9/6).

Adanya pengurus diharapkan dapat memajukan budaya Kota Depok, khususnya perpaduan antara seni budaya atau hal yang sifatnya estetika dengan karya atau nilai keindahan.

Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan, ketertarikan masyarakat dengan barang indah, bahkan bisa bernilai profit. Ini menjadi latar belakang terbentuknya Dekranasda.

Dekranasda merupakan peran pecinta seni yang berkarya mempertahankan budaya. Sekaligus mengambil manfaat yang bisa dibudayakan, melalui pelaku UKM.

“Tidak bisa lepas dari nilai budaya dan pemberdayaan UKM dan peran serta dari komponen pemerintahan. Kalau dulu paradigmanya membangun daerah, sekarang daerah yang membangun masyarakatnya,” terang Idris kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (09/06/2017).

Sumber : POJOKJABAR.com

Menghawatirkan, Turap Kali Baru Depok Siap Ambruk


DEPOK Turap Kali Baru di Jalan Raya Citayam RW01 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, selain berbatasan langsung dengan Kali Baru turap tersebut tidak jauh dari badan jalan.

Dikhawatirkan, apabila terus dibiarkan turap yang jatuh ke badan Kali Baru akan membuat air berbalik sehingga mengikis badan jalan.


Salah seorang warga RW1 Keluruhan Bojong Pondok Terong, Ridwan (41) mengatakan, kerusakan turap Kali Baru sudah terjadi sejak lama dan hingga kini kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Kerusakan turap memiliki panjang sekitar satu kilometer. Keberadaan turap sangat berarti guna menjaga air Kali Baru melebar mendekati badan jalan.

“Dapat dilihat, kondisi turap sudah condong ke dalam Kali Baru,” ujar Ridwan kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (09/06/2017).


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 9 June 2017

Polresta Depok Redam Kerusuhan di Grand Depok City


DEPOKGuna meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kerusuhan yang dilakukan sejumlah kelompok. Rabu (7/6), Jajaran Polresta Depok melaksanakan latihan antisipasi penanganan kerusuhan di halaman Ruko Verbena Grand Depok City (GDC).

Kabag Operasional Polresta Depok, Kompol Agus Widodo mengatakan, latihan simulasi penanganan kerusuhan massa yang dilakukan sejumlah kelompok, ditujukan guna meningkatkan kecakapan anggota Polresta Depok dalam meredam kerusuhan. Menurutnya, kerusuhan dapat terjadi setiap saat sehingga dibutuhkan kesiapan anggota.


“Kami melakukan simulasi guna meningkatkan kesiapan anggota saat melaksanakan pengamanan,” ujar Agus kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (07/06/2017).

Agus menjelaskan, dalam simulasi tersebut ada dua kelompok yang tengah bertikai sehingga meresahkan masyarakat.

Salah seorang warga yang tengah melihat kerusuhan tersebut, memberikan laporan melalui panic button maupun hallo polisi. Setelah menerima laporan tersebut anggota Polresta Depok segera meluncur kelokasi kerusuhan.

Agus mengungkapkan, latihan simulasi melibatkan Tim Insidentil yang terdiri dari Jaguar dan Sabhara Kota Depok. Namun begitu, seluruh anggota Polresta Depok siap melaksanakan pengamanan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan melaksanakan latihan simulasi mengatasi kerusuhan, nantinya anggota akan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan apabila terjadi kerusuhan.

“Kami akan berusaha meningkatkan rasa aman dan nyaman sehingga masyarakat merasa terlindungi,” tutup Agus.


Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 8 June 2017

Pemohon SKTM di Kelurahan Cipas Depok Membludak


DEPOK Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 pengajuan pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di beberapa kelurahan di Kecamatan Cimanggis dan Tapos membludak.

Seperti penuturan staf Kemasyarakatan Kelurahan Cipas, Siti Umiyah, pengajuan SKTM sudah dari Senin (5/6). Di mana perharinya mencapai 50 pemohon yang datang, khusus membuat SKTM.
“Sejak kemarin sudah ramai. Kalau dua hari ini ditotal bisa lebih dari 100,” kata perempuan berhijab yang akrab disapa Umi.

Menurutnya, banyaknya warga yang memohon SKTM memang kerap terjadi saat memasuki tahun ajaran baru, sementara hari-hari biasa hanya melayani satu atau dua permohnan pembuatan SKTM.

Karena banyaknya yang mengajukan, lanjut Umi, jam pelayanan masyarakat yang biasanya berakhir pukul 14.30 WIB, kini diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB. “Dari pagi sampai jam 3 sore tidak berhenti-berhenti,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 7 June 2017

Kota Depok Raih WTP Enam Kali Berturut-turut


DEPOKHasil ini menjadi berkah Ramadan tersendiri bagi Kota Depok. Khususnya dalam hal pengelolaan keuangan. Senin (5/6), Kota Depok menerima laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat, dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), di Bandung.

Nah, yang menjadikannya hebat. Hasil ini merupakan yang ke enam secara berturut-turut. Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, mengaku senang dengan hasil yang diraih Kota Sejuta Maulid ini.


DEPOK – Hasil ini menjadi berkah Ramadan tersendiri bagi Kota Depok. Khususnya dalam hal pengelolaan keuangan. Senin (5/6), Kota Depok menerima laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat, dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), di Bandung.

Nah, yang menjadikannya hebat. Hasil ini merupakan yang ke enam secara berturut-turut. Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, mengaku senang dengan hasil yang diraih Kota Sejuta Maulid ini.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 6 June 2017

PLN Area Depok Pasang SPLU bagi Pedagang


DEPOKPLN Area Depok berencana akan memasang Stasiun penyedia Pengisian Listrik Umum (SPLU) di lima rayon. Pemasangan ini merupakan produk baru dari PLN dan perdana, dan akan dikoordinasikan dengan pemerintah kota (pemkot) Depok. Rencananya akan dibuat untuk para pedagang yang ada di Depok.

Humas PLN Area Depok, Setyo Budiono mengatakan, rencana tersebut sedang dalam pembahasan bersama Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok.
Ada limarayon akan dipasang : Diantaranya PLN Rayon Sawangan, PLN Rayon Cimanggis, PLN Rayon Bojong Gede, PLN Rayon Depok Kota, PLN Rayon Cibinong.

“Hubungannya kepada Disdagin karena memang targetnya adalah para pedagang yang perlu listrik. Kemudian terkait perijinan dan lokasi pemasangan yang harus dipastikan titik-titik tersebut legal untuk dipasang SPLU,” katanya kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (04/06/2017).

Terkait jumlah SPLU, lanjut dia PLN akan melakukan percobaan dahulu di lima rayon yang ada Kota Depok, untuk titik selanjutnya tergantung permintaan dari masyarakat yang ingin mendapatkan layanan SPLU tersebut. Rencana pemasangan SPLU akan rampung pada akhir tahun 2017.

“Hadirnya SPLU salah satunya adalah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan aliran listrik khususnya bagi pedagang di pasar maupun pasar kaget, SPLU juga untuk menghindarkan masyarakat dari pencurian  listrik yang membahayakan nyawa,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Kania Parwanti mengungkapkan, untuk jumlah SPLU masih dibahas.

Sesuai dengan kebutuhan dari jumlah pasar dan pedagang yang ada di Depok. “Namun PLN harus membuat perencanaan terlebih dahulu titik-titik mana saja yang akan dipasang,” tutup Kania.


Sumber : POJOKJABAR.com

Pekan Pancasila, Polresta Depok Kembali Bagikan Takjil


DEPOKAkhir pekan lalu, Sabtu (3/6), jajaran Polresta Depok kembali turun ke jalan. Tepatnya di simpang Jalan Margonda – Jalan Juanda.

Mereka kembali membagikan makanan ringan berbuka puasa (takjil) kepada pengendara yang melintas.
Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus, menuturkan bila aksi ini merupakan kelanjutan giat serupa pada Kamis (1/6), atau bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Kala itu, Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan, turun langsung membagikan takjil.

“Saat memberikan takjil, masyarakat diminta mengucapkan tag line Saya Pancasila. Memang pembagian takjil sebagai bentuk pekan Pancasila,” ujarnya kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Ia mengatakan, ada sebanyak 500 paket takjil yang dibagikan. Takjil dibagikan oleh sebanyak 56 anggota Polresta Depok. “Kami mulai sekitar pukul 17:00 WIB sampai dengan 17:30 WIB,” beber dia.

Secara umum, ucap dia, kegiatan berjalan aman dan lancar. Masyarakat yang menerima takjil, mengucapkan tag line Saya Pancasila. “Dan terimakasih pak polisi,” tandasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 5 June 2017

Remaja Kota Depok Perlu Ruang Berekspresi


DEPOKBelum lama ini, Kota Depok diteror dengan aksi brutal dari oknum sejumlah remaja. Mulai dari aksi tawuran antar pelajar, begal hingga munculnya isu geng motor.

Atas persoalan tersebut, masyarakat hingga kepolisian dibuat gerah dengan aksi meresahkan tersebut. Lebih miris lagi, aksi tersebut didominasi anak-anak usia belasan tahun. Hal itu terungkap dalam kegiatan Obrolan Serius Variasi dan Bersolusi (Observasi), jumát (2/6).


Hadir dalam diskusi Ketua Karang Taruna Kota Depok Amsori, dan perwakilan Pokdar Kamtibmas Kelurahan Pondok Jaya, Fredy, Diana, dan Cepy.

Perwakilan Pokdar Kamtibmas Kelurahan Pondok Jaya, Fredy mengatakan dirinya membenarkan belakangan ini masih ada pemuda yang masih berusia di bawah umur kerap melakukan tindakan tidak terpuji yang merugikan masyarakat.

Itu dibuktikan saat ia bersama anggotanya menangkap sekelompok remaja yang membawa senjata tajam bergerombol di wilayahnya. Beruntung kelompok pemuda tersebut belum melakukan aksinya dan dapat dihalau anggota pokdar.

“Kejadian itu berulang, dan setiap ditanya mereka selalu mengelak tidak melakukan aksi kriminal (tawuran) meskipun kedapatan membawa senjata tajam,” kata Fredy membuka diskusi.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 2 June 2017

Satpol PP Depok Bongkar Bangli di Jalan Juanda Depok


DEPOK Korps penegak perda kembali menertibkan sejumlah bangunan liar (Bangli), yang masih berdiri di sepanjang jalur pipa gas di Jalan Juanda Depok, selasa (30/5). Padahal sebelumnya, awal Mei lalu sebanyak 111 bangli di Jalan Juanda Depok, telah ditertibkan Satpol PP Depok.

“Kali ini kita bongkar kembali bangunan liar di sana,” kata Kasatpol PP Depok Dudi Miraz, kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (30/05/2017).


Padahal untuk mencegah ditempatinya kembali lahan di jalur pipa gas Pertamina. Satpol PP sudah memagari sepanjang lahan itu dengan pagar besi. Pagar yang dipasang setinggi sekitar satu setengah meter dan berjarak sekitar 3 sampai 5 meter dari pedestrian jalan.

Namun, tampaknya masih saja ada yang berusaha kembali mendirikan bangunan liar di sana untuk lokasi usaha, seperti pedagang makanan, penjual bensin eceran dan bengkel.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 31 May 2017

Baru Dua Tahun Jalan Makam Jaran Tapos Depok Sudah Retak


DEPOKJalan Makam Jaran di RT03/04, Kelurahan/Kecamatan Tapos, yang menghubungkan Kelurahan Tapos dengan Kelurahan Cilangkap yang baru diperbaiki 2015, kini kondisinya sudah mulai retak. Padahal, jalan tersebut baru dibetonisasi sekitar akhir 2015.

“Ini mungkin kualitas bahannya yang kurang bagus, sehingga cepat sekali rusak,” kata Agus yang tinggal di RT01/14 Kelurahan Tapos, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).


Ia membandingkan pekerjaan yang dianggarkan melalui APBD Pemkot Depok dengan dana hasil swadaya dan dikerjakan warga sendiri. Hasilnya berbeda jauh, baik dari kualitas maupun daya tahannya.

“Kalau dihitung-hitung, harganya malah lebih banyak dari pemerintah. Tapi kenapa yang dari masyarakat dengan dana seadanya bisa lebih baik?” tanya Agus.

Mustofa, warga Kampung Banjaran Pucung Kelurahan Cilangkap mengatakan hal yang sama. Setelah Jalan Makam Jaran, jalan yang berada di wilayah Kelurahan Cilangkap juga kondisinya masih tanah dan licin saat hujan turun.

“Dulu dibeton, tapi tidak sampai ujung, karena ada pekerjaan jembatan. Ya harusnya sekarang perbaikannya bisa dilanjutin,” kata Mustofa.

Menurutnya, Jalan Makam Jaran yang menghubungkan dua kelurahan menjadi jalur ekonomi dan pendidikan untuk warga. Sehingga, harus baik kondisinya.

“Akses ini dibutuhkan dan vital bagi warga. Kalau pun dibetulin lagi pemborongnya yang punya kualitas. Jangan asal ngerjain,” kata Mustofa.


Sumber : POJOKJABAR.com

Hari Ini Putusan PKPU Pandawa Mandiri Grup Depok , Nasabah Ingin Dipailitkan


DEPOKHari ini. Jika tak ada hambatan dijadwalkan hasil putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara, Simpan Pinjam Pandawa Group dan Salman Nuryanto.

Keputusan itu merujuk perkara no No.24/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Jkt.Pst. Yang telah diputuskan Pengadilan Niaga 17 April 2017 lalu.


Founder – Partner Trust Law Office, M. Andrasyah P menjelaskan, setelah dalam putusan Pengadilan Niaga pada 17 April 2017. Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Group dan Salman Nuryanto di nyatakan dalam PKPU sementara.

Maka 45 Hari setelah itu pada 30 Mei 2017, tibalah waktunya untuk menyatakan keputusan pada perkara no No.24/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Jkt.Pst.

Dalam Agenda Rencana Perdamaian yang akan dilakukan hari ini (30/5), yang di pimpin langsung Hakim Kisworo selaku Hakim Pengawas.

Menurutnya, diagendakan akan di Hadiri 200 nasabah yang merupakan klien dari Trust Law Office. Dalam agenda tersebut nasabah akan menyuarakan aksi pada pukul 10.00 sampai dengan selesai. Agenda tersebut dilakukan agar Pandawa Group dan Salman Nuryanto segera dipailitkan.


Sumber : POJOKJABAR.com

Bazar Perumahan Kemang Swatama Diserbu Warga Depok


DEPOKMengisi kegiatan Ramadan. Masjid Al Muhajirin, Perumahan Kemang Swatama mengadakan bazar murah yang dimeriahkan oleh warga Kemang Swatama dan sekitarnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk syiar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muhajirin. Saat ini ada 15 stand yang menjajakan aneka dagangan, mulai dari kuliner hingga fesyen.


Bazar dibuka sejak 27 Mei dan akan berakhir pada 26 Juni 2017. Lokasinya di gerbang pintu masuk Perumahan Kemang Swatama, Kelurahan Kalibaru, Cilodong.

“Ini perdana di Ramadan 2017. Insyaallah akan dijadikan kegiatan rutin,” ujar Ketua Syiar Ramadan Perumahan Kemang Swatama, Amin Prihatin, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 30 May 2017

Pemkot Depok: Selama Ramadan Restauran dan Tempat Makan Wajib Bertirai


DEPOKPemilik restauran dan tempat makan mesti menutup tempat makannya dengan tirai, ketika buka siang hari saat ramadan.

Penegasan itu telah tertuang dalam surat edaran Walikota Depok tentang kegiatan menyambut bulan suci Ramadan 1438 Hijriah. Ini diterapkan demi menjaga kekhusyuan dan menghargai masyarakat muslim yang tengah menjalani ibadah puasa.


Asisten Hukum dan Sosial Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, guna mewujudkan Depok sebagai kota religius, Pemerintah Kota Depok telah menyosialisasikan surat edaran Walikota Depok No451/0275-Kesos tentang tentang kegiatan menyambut bulan suci Ramadan 1438 Hijriah. Surat tersebut melarang beberapa pelaku usaha membuka usahanya pada bulan puasa.

Sri Utomo mengungkapkan, edaran surat Walikota mengacu kepada peraturan daerah yang dimiliki Kota Depok, yakni Perda No16 Tahun 2013 tentang kepariwisataan. Pemilik usaha restauran dan rumah makan, tidak berjualan terlalu terbuka.


Sumber : POJOKJABAR.com

Dinas Damkar Kota Depok: Waspada, Kebakaran Bisa Meningkat 40 Persen di Bulan Ramadan Kali Ini, karena…


DEPOKDinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan Kota Depok, memprakirakan adanya peningkatan 40 persen kebakaran saat kemarau di bulan ramadan.

Banyak faktor yang menyulut si jago merah mengamuk, guna meminimalisir Dinas Damkar dan Penyelamatan telah memberikan surat edaran kepada ASN dan masyarakat.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan, melihat suhu udara dan potensi cuaca yang akan memasuki musim panas pada Juni hingga Agustus 2017.

Pihaknya, memperkirakan akan terjadi potensi peningkatan bahaya kebakaran selama Ramadan. Hal itu berkaca kepada kejadian tahun lalu yang mengalami peningkatan.

“Pengalaman kami potensi kebakaran akan meningkat selama Ramadan hingga mencapai 40 peren,” ujar Yayan kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (28/05/2017).


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 29 May 2017

Diskarpus Kota Depok Rancang Naskah Sejarah Depok


DEPOKDinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, saat ini tengah mempersiapkan penulisan naskah sejarah Kota Depok yang komprehensif.

Penyusunan naskah tersebut, melibatkan sebuah tim yang terdiri dari lima orang dan dipimpin sejarawan senior, Sobana Hardjasaputra.
Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Diskarpus Kota Depok, Eneng Sugiarti mengatakan, akademisi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini, nantinya selain sebagai ketua tim, juga akan bertindak sebagai editor naskah.

Selain itu, saat ini Diskarpus sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, dalam penyusunan naskah sejarah ini. Termasuk mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat di Kota Depok.

“Lima orang di dalam tim ini akan menyebar dalam pencarian fakta sejarah yang akan kita susun dan tulis dalam sebuah naskah yang komprehensif,” ujar Eneng kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (26/05/2017).

Selain mendatangi para tokoh masyarakat, katanya, ketua tim penulisan naskah sejarah juga memberi informasi, terkait masih banyaknya naskah sejarah Kota Depok yang berada di negeri Kincir Angin Belanda. Sedangkan bukti yang dicari bisa berupa arsip tertulis, foto, hingga benda peninggalan sejarah lainnya.

“Profesor Sobana pernah bilang masih ada naskah sejarah Kota Depok yang ada di Belanda, nanti kita akan bicarakan baiknya bagaimana untuk mengembalikan naskah tersebut,” tambahnya.

Dia berharap upaya yang dilakukannya ini dapat berjalan lancar, sehingga dalam waktu 6 bulan ke depan Kota Depok bakal memiliki sebuah buku sejarah yang komprehensif.

“Waktu yang diperlukan dalam pencarian sumber dan pengolahannya sampai menjadi buku sekitar enam bulan, semoga semuanya lancar dan tanpa halangan apapun,” tutupnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

3.402 Botol Memabukan Digilas Forkopimda Kota Depok


DEPOKBau khas alkohol menyeruak di gedung parkiran Balaikota Depok, Jumat (26/5). Sedikitnya, 3.402 botol minuman keras (Miras) berbagai merek, mulai remuk dilindas alat berat yang dikendarai, Walikota Depok Mohammad Idris, Dandim 0508 Depok Letkol Slamet Supriyanto dan Wapolres AKBP Faizal Ramadhani. Pemusnahan ini diberlakukan dalam upaya menjaga kondusifitas masyarakat yang akan melaksanakan ibadah puasa.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemerintah Kota Depok secara tegas melarang peredaran minuman beralkohol di Kota Depok. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah No06 Tahun 2008 tentang aturan penjualan, peredaran dan perdagangan minuman keras, dan Perda No16 Tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum.


“Kami memusnahkan 3.402 botol minuman beralkohol dari berbagai merek hasil operasi Forkopimda Kota Depok beberapa waktu lalu,” ujar Idris kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (26/05/2017).

Idris menjelaskan, operasi tersebut dilaksanakan sejak awal Januari hingga pertengahan Mei tahun ini. Pihaknya akan terus melaksanakan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran minuman beralkohol di Kota Depok. Hal itu dilaksanakan guna mengingatkan masyarakat akan bahaya minuman beralkohol.

Selain itu, Sambung Idris pemusnahan minuman beralkohol dalam rangka menjaga kondusifitas ditengah masyarakat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa. Dia menilai, minuman beralkohol dapat memicu terjadinya gangguan ketertiban dan keamanan ditengah masyarakat. Tidak hanya itu, efek dari minuman haram dapat menyengsarakan baik secara batin maupun tindakan.

“Pemusnahan merupakan komitmen kehidupan beragama sesuai dengan salah satu visi Kota Depok dengan mengedepankan nilai religius,” terang Idris.

Kasatpol PP Kota Depok, Dudi Miraz Imaduddin menuturkan, pemusnahan minuman beralkohol hasil pengumpulan dari gudang Satpol PP Kota Depok sebanyak 1.585 botol dan gudang Polresta Depok sebanyak 1.817 botol, serta enam ember ciu. Pemusnahan dilaksanakan dengan menggunakan alat berat sehingga botol tersebut hancur berkeping-keping, sehingga tidak ada botol yang tersisa.

Dudi mengatakan, operasi minuman beralkohol dilaksanakan di 11 kecamatan di Kota Depok. Hasilnya, 23 jenis minuman beralkohol yang berhasil diamankan. Dalam melaksanakan operasi, pihaknya membagi dua kelompok, yakni wilayah barat dan timur.

Wilayah Barat diantaranya, Kecamatan Sawangan, Bojongsari, Limo, Cinere, Cipayung, Pancoranmas, dan Beji. Sedangkan wilayah timur meliputi, Kecamatan Cilodong, Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos. “Operasi minuman beralkohol akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadan,” tutup Dudi.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 16 May 2017

Sejuk, Walikota Depok Jenguk Ketua DPRD Kota Depok


DEPOK – Ada pemadang sejuk, kemarin. Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (HTA), yang sudahlima hari terbaring di Rumah Sakit (RS) Citra Medika, dijenguk Walikota Depok Mohammad Idris. Didiagnosa, Hendrik diserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan tipes.

Istrik Hendrik Tangke Allo, Chico Tangke Allo mengungapkan, kondisinya memang sudah tidak fit saat di Makassar dan ketika tiba di Depok semakin parah sehingga langsung ke RS Citra Medika agar ditindaklanjuti dan tidak terlambat.
“Bapak kena DBD kayaknya dari Makssar, ditambah sekarang ada tipesnya, kelelahan karena banyak roadshow ke beberapa wilayah di luar Depok,” jelas perempuan yang juga menjabat Ketua Ikatan Istri Dewan (IKD) Kota Depok.

Kepada Harian Radar Depok, Chico menjelaskan, sampai saat ini kondisinya belum membaik, justru malah waktu observasinya yang dari 12 jam sekali kini menjadi 8 jam sekali.

Hal itu dikarenakan jumlah trombositnya masih dibawah normal. Sampai saat ini masih dimasukkan cairan kedalam tubuh dari pihak rs. Akan tetapi dari pihak keluarga juga menambahkan dengan makanan dan minuman penambah trombosit.

“Kami diperbolehkan memberikan asupan yang mampu menaikkan trombosit sehingga bisa normal,” tegasnya.

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris dengan sikat mengungkapkan, kemarin sudah menjenguk dan kondisinya masih lemah. “Semoga lekas sehat dan bisa beraktivitas kembali,” singkat orang nomor satu di Kota Depok ini.

Terpisah, Pemilik RS Citra Medika, Haryanto Tangke Allo mengatakan, memang benar kondisi HTA terjangkit DBD dan terkena tipes. Namun, sudah ditindaklanjuti sehingga bisa normal kembali.

Tentu dengan pemberian obat-obatan dan tindakan sesuai prosedur kedokteran sesuai jenis penyakitnya. “DIharapkan kondisinya bisa membaik, semua tahapan pengobatan sudah dilakukan,” tuturnya.

Sumber : POJOKJABAR.com