Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Monday, 8 May 2017

Nih Tempat Wisata yang Wajib Anda Kunjungi, Pengguna IG Menyebutnya Green Lagoonnya Bogor


BOGORSatu lagi objek wisata air terjun atau curug, yang wajib dikunjungi. Ya, Curug Ciampea namanya. Curug yang berada di Desa Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, ini memiliki keindahan alami yang tak kalah serunya.

Saking indahnya, curug ini ramai diperbincangan di dunia maya. Bahkan, para penggunan Instagram (IG), menyebut Curug Ciampea, sebagai Green Lagoon-nya Bogor.


Berada di kaki Gunung Salak, Curug Ciampea diselimuti hawa sejuk dan dingin. Begitupun dengan airnya. Mencapai curug ini, memang harus sedikit mengeluarkan keringat.

Bisa dikatakan, akses atau jalan menuju Green Lagoon-nya Bogor ini agak sulit. Sebagai penunjuk awal, pengunjung bisa menjadikan Curug Luhur sebagai patokannya. Sebab, Curug Ciampea memiliki jalur yang sama seperti Curug Luhur.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 18 April 2017

Yuk.. Berwisata ke Panorama Pabangbon di Kabupaten Bogor, Cek Lokasinya




BOGOR – Satu lagi destinasi wisata alam yang wajib dikunjungi. Kampung Wisata Panorama Pabangbon, namanya. Kampung wisata ini berada di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Tempat ini berada di atas ketinggian sekitar 720 meter di atas permukaan laut. Kampung wisata yang dikelola KPH Perhutani Bogor ini memiliki beberapa titik yang bisa dinikmati pengunjung. Di antaranya rumah pohon, curug sepeda dan camping ground.

“ Kita juga sedang menyiapkan trek sepeda dan motor trail,” ujar Kasi PSDH KPH Perhutani Bogor, Agus Subagio, kepada Radar Bogor, belum lama ini.

Menurut dia, kampung wisata ini baru dikembangkan Perhutani, dan diharapkan menjadi pilihan lain bagi warga yang ingin berlibur. “ Kampung Wisata panorama Pabangbon ini dibuka sejak dua bulan lalu, dan masih dalam pengembanganh,” tambahnya.

Sementara, Kaur  Hukum dan Agraria (Hugra) KPH Perhutani Bogor, Yayat Subagio, menambahkan, pihaknya sudah memiliki beberapa tempat wisata alam di Kabupaten Bogor. Di antaranya Leuwihejo, Cipamingkis, Citamiang dan beberapa lainnya.

Sementara, untuk Kampung Wisata Panorama Pabangbon, lanjut dia, merupakan tempat wisata pertama yang dikembangkan di wilayah barat, Kabupaten Bogor. “ Ini (Pabangbon,red), yang pertama kita kembangkan di wilayah Barat. Tapi banyak tempat wisata lain yang sudah kita kembangkan,” tandasnya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 10 April 2017

Wisata Alam di Curug Cakrawardana Kabupaten Bogor




BOGOR – Mendekti libur sekolah, banyak tempat wisata di Kecamatan Sukamakmur yang dapat dijadikan lokasi rekreasi. Di antaranya Curug Cakrawardana, di Desa Cibadak. Keberadaan Curug ini sudah tidak asing lagi bagi warga Sukamakmur, Jonggol, dan sekitarnya.

Salah seorang yang sudah biasa berlibur ke Curug Cakrawardana, Aliyana (29) mengaku ini bisa menjadi alternatif para wisatawan asal Jakarta dan sekitarnya untuk mengisi liburan bersama keluarga.

Kata dia, suasana di tempat wisata ini masih cukup asri dan sejuk. “Saya kalau ke sini (Cakrawardana, red) selalu bareng keluarga,” ujar wisatawan asal Cileungsi ini kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Minggu (09/04/2017).

Umumnya para wisatawan yang berkunjung ke Curug ini untuk menikmati panorama alam. Untuk menikmati tempat wisata ini, para pengunjung tak harus mengorek kantong terlalu dalam. “Dari pagi sampai sore wisatawan bebas di sini. Sangat murah meriah,” tukasnya.

Sementara itu Pengelola Curug Cakrawardana, Burhanuddin menerangkan, mereka telah mempersiapkan berbagai fasilitas tambahan. Antara lain, ruang karoke, restoran hingga bilyiar.

“Setelah tempat kami ramai dikunjungi, kami akan tambah berbagai fasilitas yang siap memanjakan wisatawan,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin. Sekali datang, kata dia, para pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp25 ribu.

Sesudah membayar, para pengunjung bebas menikmati dinginnya air Curug hingga meikmati panorama keasrian Bogor. Bagi pengunjung yang hendak menginap, tempat ini juga menyediakan vila dengan harga murah. “Biaya sekali menginap hanya Rp500 ribu,” tukasnya.

ent.sumber:(pojokjabar)

Wednesday, 29 March 2017

Restoran Penuh, Vila Ludes, Hotel Tak Tersisa


JawaPos.com - Libur panjang menjadikan kawasan Cisarua, Puncak, Bogor, diserbu wisatawan, kemarin. Hal itupun membuat restoran penuh, vila ludes, hotel tak bersisa. Begeitupun dengan kawasan tempat wisata.

Mulai dari wisata murah pinggir jalan, hingga wisata yang merogoh kocek lebih mahal. Seperti di TWM (Taman Wisata Matahari), yang sejak hari Sabtu tercatat ada sebanyak 60 ribu pengunjung yang berlibur.

“Sehari paling sedikit 15 ribu pengunjung. Dan hari ini (kemarin red) ada 15 ribu pengunjung,”u jar Manager TWM, Teja, kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), kemarin.

Selain TWM, wisata Kebun Teh puncak pas pun menjadi lokasi favorit wisatawan. Tercatat, dalam sehari ada 1321 wisatawan yang menikmati hamparan bukit teh. “Paling rame Sabtu dan Minggu. Lebih dari seribu pengunjung,” ujar Toha (27) penjaga karcis wisata kebun the puncak pas.

Begitupun dengan Wisata ketinggian, Gantole. Cuaca yang mendukung, membuat wisata adrenalin ini banjir pengunjung. Umumnya mereka wisatawan berusia remaja dari ibu kota. “Cuaca lagi cerah. Pengunjung cukup banyak,” ujar Rudi Amiruloh, penjaga tiket pintu masuk.

Membludaknya wisatawan pun membuat para penjual oleh-oleh di rest area kembanjiran rejeki. Terlebih wisatwan yang mengunakan bus. “Bus yang masuk rest area meningkat dua kali lipat,” tutur Ketua Kompepar Puncak, Teguh Mulyana. (all/yuz/JPG)

sumber:JawaPos.com

Thursday, 9 March 2017

500 Wisman Tiongkok Per Hari Landing ke Crossborder Kepri

 
KEPRI – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Minggu pagi, 18 Desember 2016 sudah stand by di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Jalan Adi Sucipto km 12, Pinang Kencana, Tanjung Pinang, Bintan. Dia didampingi Dirut PT Citilink Indonesia, Albert Burhan dan Dirut Angkasa Pura I Muhammad Awaluddin, serta Judi Rifajantoro, Stafsus Menpar Bidang Connectivity. Rupanya mereka sedang penyambutan Penerbagan Perdana China – Tanjung Pinang dengan Citilink, yang setiap hari mengangkut 500 wisatawan baru.

Mengapa dikatakan baru? Karena rute ini baru pertama kali ini dibuka, untuk menambah akses menuju ke tanah air. Jika setiap hari 3 pesawat, mengangkut hampir 200 orang, maka minimal 500-600 wisatawan masuk ke Bintan dan Batam, dan sebulan 15 ribu wisman baru, dan setahun 180.000 wisman, yang sementara dari 19 kota dulu. Rencanya, sampai ke 24 kota dari Tiongkok. “Ini adalah perwujudan dari kerjasama Citilink dengan Wanda Hufei Group, untuk mengangkut lebih banyak wisman Tiongkok,” kata Albert Burhan.

Upacara penyambutan itu berlangsung sederhana, tetapi akrab. Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sangat antusias dengan kerjasama ini, karena akan menaikkan wisman yang hadir di wilayahnya. Kerjasama itu Citilink-Wanda Hubei itu sudah dilakukan MoU bertiga, dengan Kemenpar yang disaksikan Menpar Arief Yahya dan Mr Mp Yueming, Vice President of Wanda Culture Group di Wanda Plaza Building, Beijing awal tahun 2015 lalu.


Wanda Group sejatinya adalah perusahaan yang berbasis pada pengembang property dengan asset USD 20 Miliar, yang kini sudah masuk ke sector Pariwisata. Semula, Wanda Hubei bakal masuk ke Morotai, Manado dan Bintan. Wanda Luxuary Hotels sendiri sudah membuka 80 hotel berbintang lima dan mewah sejak 2015. Mereka punya mal, hotel, apartment, commercial building, kawasan Pariwisata, entertainment dan bisnis property lain. “Wanda Hubei termasuk big name di China, dan kami undang untuk berinvestisi di industri pariwisata di Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Program dengan Citilink ini jalan lebih dulu.


Target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dengan 20 juta di tahun 2019 itu bukan target ringan. Apalagi alkhir tahun 2014 ketika Kabinet Kerja ini dilatik, posisi Wisman Indonesia masih di angka 9,3 juta orang. Jadi harus menggenjot lebih dari 100 persen, selama 5 tahun. “Membangun akses, memperlebar akses, dengan airlines, bandara (airports) dan juga dengan melakukan deregulasi di authority penerbangan kita,” kata dia.

CEO Citilink Albert Burhan sendiri menjelaskan Citilink Indonesia serius mengembangkan penerbangan langsung dari Tiongkok-Tanjung Pinang, Pulang Pergi (PP). Penerbangan perdana itu sudah landing 18 Desember 2016 ini. Seperti diketahui, Area Manager Citilink area Sumatera-Kalimantan Raden Hendra Jayasubakti mengatakan, pada tanggal 18 Desember itu rencananya membuka rute penerbangan dari Tanjungpinang menuju sejumlah kota di Tiongkok PP sebanyak tiga kali sehari dengan target meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Untuk tahap awal ada sembilan kota di Tiongkok yang akan dilayani Citilink. Secara bertahap akan menjadi 19 kota. Kami akan angkut Wisman tersebut secara bergantian sebanyak tiga kali sehari dengan Airbus A-320/200 berkapasitas 165-180 penumpang. Ini untuk Pariwisata Indonesia,” ujar pria yang biasa disapa Hendra itu.

Rute ke Tiongkok, imbuh dia, akan dilayani dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang singgah di Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk isi bahan bakar baru terbang ke kota tujuan. Untuk memastikan banyak turis yang datang, Pihak Provinsi Kepri juga sudah menjalin kerjasama dengan asosiasi tour dan travel di Tiongkok. “Tujuannya memang meningkatkan kunjungan wisatawan di Kepri khususnya Pulau Bintan meliputi Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan, ini bagian dari dukungan kami untuk pemerintah,” kata Hendra.(*)
 
wonderful.radarbogor.id


Pesta Tahun Baru Denfes 2016 Targetkan 50 Ribu Wisatawan



 BALI – Atraksi di Provinsi Bali memang tidak ada matinya. Provinsi yang biasa disebut Pulau Dewata itu di akhir tahun 2016 punya rentetan acara yang serva wow. Salah satunya Denpasar Festival alias Denfesyang akan diusung dengan tagline Pesona Indonesia menyambut Tahun Baru di Denfes 28-31 Desember 2016, mendatang. Perhelatan gawean Dinas Pariwisata Denpasar dan Kementerian Pariwisata yang dipimpin Menpar Arief Yahya itu punya target besar. ”Target
Pengunjung 50.000 orang yang datang ke acara ini, rinciannya Wisman 80 persen dan Wisnus 20 persen. Kami sudah berkoordinasi dengan bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar untuk segera bisa mengeluarkan target transaksi ekonomi untuk masyarakat Bali, Tahun Baru akan sangat meriah di Bali,” ujar Walikota Walikota Denpasar I.B. Dharmawijaya Mantra yang juga diamini Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha.

Agung mengatakan, pelaksana perhelatan ini adalah Pemkot Denpasar yang didukung oleh Kemenpar dengan tema Padmaksara. Kata Agung, tujuan dari acara ini adalah menarik lebih banyak wisatawan ke pusat kota Denpasar agar pergerakan Wisman dan Wisnus saat Tahun Baru 2016 merata. ”Selain itu juga sebagai ajang untuk menampilkan kreativitas dan inovasi berbasis budaya unggulan; ranah pelestarian seni dan budaya; serta media dan ruang bagi berbagai komunitas dan masyarakat,” ujar pria bertubuh kekar itu.
 
Tempat Kegiatan akan dilaksanakan di Areal Kawasan Catur Muka (titik sentral /titik 0 Km Kota Denpasar). Peserta Kegiatan yang akan menebarkan pesona adalah UMKM, komponen pariwisata, penggiat seni dan komunitas kreatif, pelajar atau mahasiswa, dan masyarakat.

Untuk urusan kegiatan, imbuh Agung, akan ada Festival pameran, parade, seni pertunjukan,kompetisi,fashion show, bursa, niaga,dan kuliner. Lebih lanjut Agung mengatakan, untuk materi kegiatan pertunjukan seni dan budaya yang terdiri dari tradisional, kontemporer, modern,  ragam kuliner, pameran fotografi; bursa tanaman hias; peragaan busana wastra
unggulan: bordir, songket, endek, musik performance, dan ragam kreativitas komunitas. ”Di samping itu, juga ada Great Sale di toko-toko sepanjang Kawasan Jalan Gajah Mada. Jadi kami prediksi sangat meriah sekali,” katanya.
Dharmawijaya menambahkan, Denpasar Festival merupakan festival tahunan yang digelar Pemkot Denpasar di penghujung tahun sejak tahun 2008. Kegiatan ini digagas olehnya sebagai upaya untuk menghidupkan Kawasan Jalan Gajah Mada, yang merupakan kawasan perdagangan di pusat Kota Denpasar.

”Festival yang pertama ini disebut Gajah Mada Town Festival; mengambiltema Inspirational Memories, dengan tujuan mengenang kembali berbagai nostalgia di Kawasan Jalan Gajah Mada yang bersejarah. Di kawasan ini tercermin ciri khas Kota Denpasar yg multikultur dan multietnis. Mulai tahun 2009, GMTF bertransformasi menjadi Denpasar Festival, hingga penyelenggaraannya yang  ke-9 tahun ini,”katanya.

Dharmawijaya menambahkan, disamping upaya pelestarian, festival ini juga merupakan salah satu rangkaian daya tarik wisata yang dibuat untuk mengaktivasi branding Sightseeing Denpasar, yang diluncurkan pada akhir tahun 2007. ”Kami akan terus bersinergi dengan Kemenpar untuk merealisasikan target-target pemerintah,” kata Dharmawijaya. Bali memang gencar menggelar even-even menarik di antaranya Denpasar Festival, sejak digelar tahun 2008 dengan nama Gajah Mada Town Festival. Selain itu juga digelar even Festival Panglipuran, Festival Pandawa, dan lain-lain. Great Bali sebagai ‘jendela pariwisata Indonesia’ memberikan kontribusi sebesar 40% dari total kunjungan wisman. Tahun 2015 yang lalu dari 10,4 juta wisman ke Indonesia yang masuk melalui Bali sebanyak 4 juta wisman, sedangkan target tahun ini 12 juta wisman, diharapkan sebanyak 4,4 juta hingga 4,8 juta wisman di antaranya melalui Bali. Pada posisi Januari hingga September 2016 kunjungan wisman mencapai 8.362.963 atau meningkat sebesar 8,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.707.034 wisman.
“Dalam tiga bulan terakhir ini Juli, Agustus, September 2016 kunjungan wisman menembus angka 1 juta dan diharapkan pada sisa waktu tiga bulan terakhir; Oktober, November, dan Desember akan meningkat siginfikan. Pertumbuhan wisman yang tinggi ini, harus ditingkatkan dengan menggelar even-even menarik yang bersumber dari daya tarik seni budaya (culture), alam (nature) maupun manmade,” kata Agung.(*)

wonderful.radarbogor.id
 

Gathering Wisman Korea di Bali, Picu Banyak Incentives ke Tanah Air





JAKARTA – Sedikitnya 600 Wisman Korea Selatan terpukau oleh keindahan budaya dan kecantikan alam Bali. Acara Gathering Bali, sejak 11-19 Desember 2016 itu membuat mereka semakin mengakui, Bali dan Indonesia punya keunggulan destinasi yang sudah level dunia.

”Mereka nyaman di Bali selama satu minggu, dengan suguhhan budaya asli Pulau Dewata, branding Indonesia terutama Bali terus menancap kuat di benak wisman Korea. Trend kedatangan wisman Asia Pasifik yang menjadi sasaran promosi dan pemasaran kami sepanjang tahun 2016 ke Bali juga positif,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana yang diamini Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Vinsensius menambahkan, rencananya kegiatan kedatangan Wisman Korea bukan terhenti di acara yang berakhir 19 Desember itu saja. Kata pria yang biasa disapa VJ itu, masih akan ada perjuangan dan ide mengenai kegiatan incentive Korea sebagai prolog yang dihadiri corporate Korea Donghwa sekitar 700 wisman, dalam waktu dekat ini.

”Untuk Incentive ini kami sudah berhasil berkoordinasi dengan pihak terkait dan kami bersyukur karena mereka confirm akan datang ke Indonesia dengan terbagi beberapa grup yang akan terbang ke Bali,” ujar VJ. Kemenpar memang telah menorehkan tren positif terkait dengan mendatangkan Wisman ke Bali. Buktinya di raihan sebelumnya, kegiatan dengan tajuk incentive wilayah Asia Pasifik selama tahun 2016 dengan total 22.000 wisman.

”Rinciannya itu terdiri dari 10.000 wisman Amway China, 2200 wisman Amway India, 6500 wisman Tiens Group China, dan 5000 Grup India lainnya,”kata pria yang pernah menempuh pendidikan di Australia itu. Yang masih segar dalam ingatan dunia Pariwisata Indonesia adalah apa yang dilakukan CEO Tiens Group, Li Jinyuan.

6.500 karyawannya diajak berwisata massal ke Garuda Wisnu Kencana, Bali, 8-13 September 2016 yang lalu. Wisata massal ini merupakan incentive dan bagian dari peringatan 21 tahun Grup Tiens yang bergerak di sektor bioteknologi, perdagangan dalam jaringan (e-commerce), hingga pariwisata.

VJ mengatakan, Incentive seperti ini adalah bagian dari pasar MICE –Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions—yang cukup “tebal” marketnya. “Tiens ini adalah hasil lobi lama yang dilakukan Kemenpar Maret 2016. Saat itu saya datang mewakili Pak Menpar Arief Yahya untuk menemui langsung Li Jinyuan di Wuqing Technology Development Zone of Tianjin. Markas besar perusahaan farmasi yang dimana dengan system Multi Level Marketing (MLM) itu, dan kami bersyukur mereka mau datang. Hal ini akan terus kami perjuangkan lagi di negara lain,” terang Vinsensius Jemadu.

Dan yang membuat VJ sumringah, saat berwisata massal di Bali, Li Jinyuan juga memboyong ratusan media Amerika dan Asia. Dari mulai Yahoo News, Daily Times, Daily Star, ABC News, Channel 3, The Guardian, Daily Sun, BBC, CNN, semua bakal hadir di Bali. Sejumlah media besar nasional juga ikut diundang. “Bayangkan impactnya. Bali bisa sangat diuntungkan dengan pemberitaan masif seputar wisata massal Tiens Grup di Pulau Dewata. Yang perlu dicatat, media-media besar yang diundang semuanya dibiayai Mr Li,” pungkas VJ.

Semua data dan cerita tersebut memang sangat wajar terjadi. Itu karena, daya tarik Bali bagi Wisman Korea memang semakin hari semakin seksi saja.Salah satu peserta Gathering Wisman Korea di Bali, Kwang Go Cheon mengatakan, dia happy selama seminggu berada di Bali karena disuguhkan budaya keaslian Pulau Dewata. “Wajar saja Bali namanya mendunia, karena memang Bali itu keren, jadi wajar bila seluruh dunia termasuk Korea mengincar Bali untuk liburan, apalagi tari-tarian Bali, sangat seksi dan unik,” jelas Kwang.

Kwang menambahkan, kekuatan Bali berada pada keaslian originalitas budaya tradisional yang dimilikinya. Apalagi, kekuatan budaya Bali menjadi fenomena tersendiri buat Bali untuk menarik wisatawan lebih banyak. Menpar Arief Yahya berharap besar agar MICE segera dikebut dan menghasilkan tourism dengan daya beli tinggi. “Bali paling mungkin dalam waktu cepat bisa berkembang. Infrastrukturnya sudah siap,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

wonderful.radarbogor.id

Ini yang Bikin Banyuwangi Ngetop, Masuk Top 10 Indeks Wisata Indonesia



BANYUWANGI – Di Rakornas IV Kemenpar di Hotel Sultan, Jakarta lalu, Banyuwangi ditetapkan sebagai 10 besar kabupaten/kota peringkat tertinggi Indeks Pariwisata Indonesia. Penilaian ini dilakukan oleh Kementerian Pariwisata bersama tim peneliti Kompas Group, yang mengacu pada Travel and Tourism Competitive Index dari World Economic Forum (WEF). “Dan sudah menggunakan global standart. Karena kalau mau menjadi global player, harus menggunakan global standart,” jelas Menpar Arief Yahya.

Menpar yang mantan Dirut PT Telkom itu mengapresiasi kiprah Banyuwangi karena kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini berangkat nyaris dari nol, bahkan minus untuk mengembangkan pariwisatanya. Bagaimana tidak? Banyuwangi tahun 2010 menjadi kota terkotor di Jawa Timur, laporan keuangan selalu disclaimer, dan jauh dari kesan ramah pariwisata.


Kini, sejak 2014, selalu juara, termasuk menjadi kota terbersih, paling rapi, di tanah air. Laporan keuangannya, juga langsung WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Infrastruktur pariwisatanya juga sudah makin maju. “Selamat. Banyuwangi terpilih sebagai Top-10 Indeks Pariwisata. Saya harap ini melecut semua pihak untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas lagi,” kata Arief Yahya.

Indeks Pariwisata Indonesia disusun berdasarkan sejumlah kriteria. Di antaranya aspek tata kelola, infrastruktur pendukung, potensi wisata, dan lingkungan pendukung bisnis pariwisata. Peringkat indeks tersebut diumumkan oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta beberapa waktu lalu. “Yang paling menentukan adalah CEO Commitment, atau keseriusan kepala daerahnya, bupati, walikota dan bupatinya, dalam menentukan arah dan mendisribusikan sumber daya,” kata Arief Yahya.

Banyuwangi saat ini sudah banyak berubah. DI sepanjang jalan protocol dan jalan kota, samping kiri dan kanannya selalu ada trotoar yang bisa dipakai berjalan kaki. Tidak dikuasai oleh PKL alias pedagang kaki lima. Kebersihan, sangat barus, pukul 06.00 sudah bersih, jika keliling kota. Kulinernya juga hidup. Kesenian tradisi “Gandrung Sewu” juga terus berkembang dan mengalami kemajuan yang bermakna. “Kalender of event sudah ditetapkan di awal tahun, selama setahun penuh 52 minggu berturut-turut, tanpa jeda dan tidak ganti-ganti skedul,” papar dia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penilaian ini memacu Banyuwangi untuk terus berbenah. “Kami bersyukur karena dinilai cukup baik dalam mengembangkan pariwisata. Apalagi dari Top 10 ini, mayoritas adalah kota besar yang pariwisatanya sudah terkenal maju dan menjadi destinasi unggulan,” ujar Anas.

Dia menambahkan, salah satu faktor terpenting dalam pengembangan pariwisata adalah partisipasi publik. Di Banyuwangi, partisipasi berkembang. Kelompok anak muda mengembangkan wisata di kampung-kampung, seperti hutan pinus Songgon, wisata sejarah Kampung Temenggungan, wisata kopi Gombengsari, desa wisata Banjar jelajah budaya Desa Adat Kemiren, dan Bangsring Underwater. “Partisipasi ini yang tidak ternilai. Artinya rakyat merasakan dampak langsung pariwisata terhadap kesejahteraannya, sekaligus mampu membentuk budaya aman, ramah, dan toleran di lingkungannya masing-masing,” papar Anas.

Anas menambahkan, pengembangan sektor pariwisata ini bukan hanya sekadar “gaya” semata, tapi juga karena efektivitasnya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Pariwisata adalah sektor yang paling murah dan cepat dalam memberikan dampak perekonomian. Hari ini promosi, sebulan kemudian ada orang datang dan langsung menghasilkan transaksi, seperti jasa transportasi, kuliner, dan hotel. “Pariwisata juga ikut mengatrol produksi barang dan jasa, termasuk agribisnis yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat kami,” tuturnya.

Dan terbukti, dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian daerah terus menggeliat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi naik signifikan sebesar 85% dari Rp 32,4 triliun (2010) menjadi Rp60,2 triliun (2015). Adapun pendapatan per kapita warga melonjak 80 persen dari Rp20,8 juta per tahun pada 2010 menjadi Rp37,7 juta per tahun pada 2015.

“Tapi pariwisata bukan hanya soal ekonomi semata. Pariwisata adalah payung bagi pengembangan sektor lainnya, mulai infrastruktur hingga kompetensi SDM. Lewat pariwisata, daya saing warga meningkat. Yang UMKM bergegas memperbaiki produknya agar laku dibeli. Banyak yang ikut kursus bahasa asing yang difasilitasi pemda biar bisa jadi guide,” ujar Anas.

“Kami mendorong daya saing warga bukan dengan membicarakan hal-hal yang mungkin jauh dari pikiran warga desa, seperti globalisasi atau ASEAN Economi Community. Dengan pariwisata, ada banyak orang luar kota dan luar negeri yang datang. Warga tergerak dengan sendirinya. Mereka sadar bahwa mereka harus pandai dan kompeten agar bisa eksis di tengah kompetisi,” pungkas Anas.(*)

wonderful.radarbogor.id 

Kuta, Sanur, Ubud, Nusa Dua Bikin Heboh Bali di Tahun Baru 2017



JAKARTA-Omong-omong sudah ada rencana berlibur Natal dan Tahun Baru 2017? Akhir Desember 2016 sudah di depan mata. Nah, kalau belum, silakan nikmati sensasi baru ke Bali. Ajakan ini dibisikkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha. ”Ada empat destinasi yang punya acara sangat besar. Yakni di Kuta, Sanur, Ubud dan Nusa Dua Bali. Semua acara dikelola oleh Industri Pariwisata yang ada di Bali. Kami sangat lengkap untuk urusan pesta tahun baru, dan jangan khawatir kekurangan Hotel, karena okupansi Hotel tetap masih terbuka lebar,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Agung itu menambahkan, saat ini di Bali tersedia sekitar 5.000 Hotel dan memiliki 130 ribu kamar. ”Selama ini tingkat keterisiaannya baru 50 persen, jadi tidak usah takut kehabisan Hotel kalau di Bali. Selain itu juga banyak acara yang bisa dinikmati di Bali,”ujar Agung.

Agung menjamin semua acara akan meriah, itu karena semua industri pariwisata yang ada di Bali sejauh ini memiliki persiapan pesta natal dan tahun baru yang sangat baik. ”Industri di Bali sangat inovatif, mereka punya skema-skema yang bagus dalam mempersiapkan pesta tahun baru,” ujar Agung.

Agung juga mengatakan bahwa saat ini lonjakan Wisman di bulan November dan Desember mengalami pelonjakan yang sangat signfikan. ”November kemarin naik 400 ribu Wisman, kalau dari presentasenya sebesar 22 persen. Bulan Desember ini prediksi kami akan bertambah mulai tanggal 23 Desember mereka akan datang ke Bali,” ujarnya.
 
Ke depannya, dia berharap Bandara International Ngurah Rai mendapatkan tambahan luas dan kapasiras area parkir pesawat. Karena dengan adanya tambahan tersebut, maka kapasitas dan penambahan Wisman juga akan semakin bertambah. ”Saat ini slot yang tersedia adalah hanya mendarat malam jam 2 hingga jam 4 pagi. Ini jam yang sangat tidak ideal bagi Wisman. Tahun berikutnya, semoga ada penambahan Bandara dan juga pembangunan Bandara baru di Bali Utara. Itu akan menambah kunjungan Wisman semakin banyak lagi ke Bali,” ujar Agung.

Agung juga berharap agar Bali dan beyond Bali terus menjadi ikon pariwisata nasional. Agung juga sempat mempromosikan bahwa Januari nanti akan ada imlek yang akan menambah daya tarik Pulau Dewata. ”Tahun 2017 nanti ada Imlek, yang jatuh pada akhir Januari. Perayaan bagi warga Tiongkok, yang tahun lalu jatuh pada bulan Februari dan diwarnai dengan ratusan chartered flight mendarat ke Bali,” ungkap dia.

Agung memaparkan lagi, untuk pesta Tahun Baru 2017 ini akan banyak pesta tahun baru di Bali, dari pagelaran musik, penampilan DJ, pesta kembang api, pesta bahari, pesta pergantian tahun dengan konser artis ternama, hingga acara dengan mengedepankan kearifian lokal semua ada di Bali.

Sekadar informasi, baru saja, penyuka sport tourism, dihibur dengan Bali Beach Run pada 11 Desember 2016, yang lalu. Peserta lomba bisa menyusuri beragam pantai indah yang tersebar dari Pantai Petitenget menuju Pantai Kuta. Keindahan Pantai Seminyak, Pantai Double Six, Pantai Padma, dan Pantai Legian, bisa dinikmati sambil berlari. Sekitar 5000 Wisman ikut pertandingan tersebut. Sementara pecinta olahraga Golf, bisa hadir di New Kuta Golf Pecatu Terbuka 2016. Di sini tiap peserta bisa membubuhkan namanya langsung di Wall of Fame New Kuta Golf Pecatu.

Perayaan Natal yang juga bisa dinikmati di Bali. Sensasi Natal di Bali punya warna beda. Selama Natal, umat kristiani Bali berkumpul di gereja-gereja unik yang memadukan fitur arsitektur tradisional Bali.Selain itu, terdapat juga Winter Wonderland Christmas Eve Dinner yang bisa dinikmati. Sensasi keajaiban Natal dengan dekorasi salju dan musim dingin bisa dinikmati di Alila Seminyak. Mulai Sabtu, 24 Desember 2016.

Natal juga bisa dinikmati dengan suasana pantai. Bagi yang suka bahari, ada Christmas BBQ by the Beach yang siap menyapa mulai 24 Desember 2016. BBQ mewah kelas dunia dan prasmanan di Christmas BBQ dengan panorama pantai bisa dinikmati di The Laguna Bali. Ini memang sedikit sensasional, karena dirayakan di pantai yang biru dan berpasir putih.

Puncaknya adalah Festival Malam Tahun Baru. Acaranya digelar mulai 31 Desember 2016 hingga malam pergantian tahun. Parade kembang api warna warni bak Opening dan Closing Ceremony Olimpiade bisa dinikmati di Pulau Dewata ini. “Tanggal 31 Desember juga ada Festive Gala Dinner with Anggun,” terang Agung.

Pertunjukan kembang api atau firework dan pesta beragam kemeriahan dipastikan akan meramaikan Festive Gala Dinner with Anggun di Sofitel Nusa Dua.”Silahkan pilih yang Anda suka. Ada banyak even yang bisa dinikmati hingga akhir tahun di Bali,” pungkasnya. Menpar Arief Yahya berharap agenda acara akhir tahun di Bali sukses, dan membuat wisman semakin betah berada di Pulau Dewata itu. Juga semakin banyak wisatawan yang masuk ke Bali dan membuat industry di sana semakin bergairah. Kalau banyak wisman, banyak industry hidup, masyarakat sejahtera dan pendapatan Negara juga meningkat. “Selamat dan sukses! Bali,” sebutnya. (*).

Wednesday, 8 March 2017

Liburan Berkualitas di Januari 2017? Semarang dan Surakarta Pilihannya



SEMARANG – Apa yang Anda pikirkan tentang Jawa Tengah? Tradisi Jawa yang sangat kental dan mengasyikkan? Wisata budaya dan alam yang beraneka ragam? Candi Borobudur? Nah, bagi yang penasaran dengan Jawa Tengah, silahkan sambangi provinsi ini di Januari 2017. Setidaknya ada empat even menarik yang bisa Anda simak di Kota Semarang. Dua lainnya, bisa dinikmati di Kota Surakarta.
“Ayo, berwisata. Tidak harus jauh-jauh ke luar negeri. Ada banyak tempat wisata indah di Jawa Tengah,” ajak Kadis Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, Rabu, (4/1).

Atraksinya? Ada banyak. Di Kota Semarang saja, setidaknya ada empat even besar yang sudah disiapkan untuk menjamu tamu yang datang. Di deretan pertama, ada Wayang Orang yang bisa dinikmati. Suguhannya bisa disaksikan di Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang pada 7, 14, 21 dan 28 Januari 2017.

Setelah itu, ada Gebyar Keroncong di Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang pada 18 Januari 2017. Bagi penggemar Wayang Kulit, Anda sudah ditunggu kehadirannya di Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang pada 19 Januari 2017.

Satunya lagi, Pasar Imlek Semawis yang mengambil lokasi di Gg. Wotgandul Timur – Gg Pinggir, 24-26 Januari 2017. Di even ini, wisatawan bisa berfoto bareng Sun Go Kong, Dewa Petir, Raja Langit, Dewa Bintang Selatan, Dewi Kwan Im, 12 Shio, yue fei, Qin kui, dan sebagainya. Ada beragam suasana khas Tionghoa dan juga gerbang dari puluhan lampion yang cantik yang bisa diabadikan ke dalam kamera.
Penggemar kuliner pun bakal ikut dimanjakan. Soto ayam, nasi ayam, wedang tahu, siomay, ayam goreng, mie tittee, lunpia, tahu pong, nasi goreng babat, es marem, bolang-baling, dan aneka kuliner lainnya bisa dengan mudah dijumpai. Itu belum termasuk bazar produk Imlek seperti lampion, gantungan mobil, boneka, suvenir, tas, keramik, baju qibao, aksesoris, lukisan, patung, sulaman, handicraft, dan lain-lain. “Nanti juga ada penampilan wayang Potehi yang khas, kemudian ada catur gajah, kaligrafi, dan lainnya. Semoga ini bisa dinikmati semua kalangan,” harap Pras, sapaan akrab Prasetyo.

Masih belum puas? Cobalah sambangi Kota Surakarta. Di kota ini, Anda bisa menyaksikan Grebeg Sudiro di Kawasan Pasar Gedhe pada 22 Januari 2017. Setiap tahunnya, agenda ini selalu dibanjiri ribuan orang. Semua berbaur menjadi satu menikmati dan merayakan even yang mempertontonkan entitas dua budaya, Jawa dan Tionghoa.

Beragam kesenian dalam bentuk karnaval budaya akan ditampilkan. Utamanya, kesenian barongsai, liong, pakaian tradisional, adat keraton, sampai kesenian kontemporer. Kegiatan ini digelar di sepanjang Jalan Sudiroprajan dan berhenti di depan Klenteng Tien Kok Sie, di depan Pasar Gedhe.

Even lain yang tak kalah meriahnya adalah Imlek Festival. Atraksi wisata yang satu ini bisa disaksikan di Kawasan Pasar Gedhe pada 22-26 Januari 2017. “Acaranya bakal dimeriahkan dengan aneka kuliner dan pernik-pernik mulai dari tradisi atau khas Solo hingga tradisi Imlek,” ucap Pras.

Selain itu, tambah dia, akan ada penambahan pemasangan lampion dari 3.000 lampion menjadi 5.000 lampion dan diperluas dari ujung Gladak hingga simpang empat Warung Pelem atau Optik Melawai. Sedangkan jumlah lampion zodiac Tionghoa tetap ada 12 buah ditambah minimal enam lampion ayam sesuai dengan shio tahun ini, yakni ayam api.

Menpar Arief Yahya ikut merespon calendar of event di Jawa Tengah itu. Menurutnya, ada banyak destinasi pariwisata yang layak dikunjungi di Kota Semarang dan Kota Surakarta.”Silakan berwisata bersama keluarga, sanak famili dan handai taulan. Ada banyak tempat keren di Kota Semarang dan Kota Surakarta,” ungkap Menpar Arief Yahya. (*)

Agenda Kegiatan Wisata di Jawa Tengah, Januari 2017
Kota Semarang
Wayang Orang: 7, 14, 21, 28 Januari 2017
Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang
Gebyar Keroncong: 18 Januari 2017
Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang
Wayang Kulit: 19 Januari 2017
Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang
Pasar Imlek Semawis, 24-26 Januari 2017
Gg. Wotgandul Timur – Gg Pinggir
Kota Surakarta
Grebeg Sudiro: 22 Januari 2017
Kawasan Pasar Gedhe
Imlek Festival: 22-26 Januari 2017
Kawasan Pasar Gedhe


wonderful.radarbogor.id

Friday, 23 December 2016

Liburan Akhir Tahun dengan Banyak Hadiah di The Jungle

Salah satu wahana favorit pengunjung The Jungle Waterpark.
POJOKJABAR.com, BOGOR – Menutup akhir tahun 2016 The Jungle Waterpark Bogor akan memberikan kejutan besar bagi masyarakat. 

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-9 berbagai event dan promo menarik akan diberikan kepada para pengunjung yang dikemas dalam tema Ninephoria.

Di musim liburan akhir tahun pada periode tanggal 17 Desember 2016 hingga 8 Januari 2017 The Jungle akan memberlakukan tiket khusus Rp. 99.000,- (dari harga normal Rp 120.000). Ini sudah termasuk fasilitas semua wahana air dan Cinema 4 Dimensi. Selain itu pengunjung juga akan mendapatkan free HTM Junglefest, mini theme park yang berlokasi 500 meter dari The Jungle Waterpark.

Tidak hanya itu dalam memeriahkan ulang tahunnya yang ke – 9 tahun ini The Jungle Waterpark Bogor juga akan menyuguhkan berbagai event menarik yaitu akan ada 9 Special Performances seperti Artist Performance yaitu Base Jam Reunion di tgl 24 Desember 2016 dan Rizky Ridho D’Academy 2 tanggal 1 Januari 2017, circus, magician, modern dance, percussion, rampak, angklung dan cosplay.

Bagi pengunjung yang datang ke The Jungle Waterpark selama periode libur akhir tahun ini juga berkesempatan meraih 9 Grand Prizes tanpa diundi seperti 2 tiket pesawat Jakarta-Singapura PP, sepeda gunung, Televisi, playstation, gadget, DVD player, kamera digital, laptop dan 9 voucher menginap Hotel Aston Bogor. 

sumber : pojokjabar.com


Tuesday, 13 December 2016

Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Bandung

Sejumlah pengunjung salah satu satwa koleksi Kebun Binatang Bandung, di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Senin, (12/12/2016)
POJOKJABAR.com, BANDUNG – Selama tiga hari libur akhir pekan, sejumlah objek wisata di Kota Bandung dipenuhi wisatawan baik lokal maupun luar daerah, salah satunya Kebun Binatang Bandung (KBB) di Jalan Kebon Binatang, Coblong, Kota Bandung yang dipadati pengunjung hingga 10.000 orang.

Seperti diketahui, tiket masuk Rp 20.000 pengunjung bisa menikmati fasilitas di KBB yang memiliki luas 14 hektare dengan 50 ribu berbagai jenis pohon dan 890 satwa dari 124 spesies. Selain itu, pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas lain seperti wahana perahu air, arena bermain anak, kereta api dan sewa sepeda, cukup mengeluarkan biaya tambahan mulai dari Rp 5.000 – Rp 20.000.

Eva Syahidah (28), pengunjung asal Kota Depok mengaku, dirinya bersama keluarga sengaja menyempatkan datang ke KBB sekadar memanfaatkan waktu libur dari rutinitas pekerjaan sebagai karyawan di salahsatu perusahaan swasta di Jakarta.

“Ini pertama kali ke KBB ternyata lumayan untuk wisata alam sambil melihat satwa, lagipula tiket masuknya cukup murah,” jelas Eva kepada Radar Bandung, Senin (12/12/2016).

Eva mengatakan, selain tiket masuk yang murah lingkungan kebersihan di KBB cukup bersih dan tertata rapih. Namun, dirinya berkeingnan satwanya bisa diperbanyak lagi.

“Selain itu paling area parkir kurang luas, mungkin itu juga karena banyak wisatawan yang datang juga sehingga padat,” ujar dia.

Eva menyebut, dirinya memilih KBB sebagai tempat libur bersama keluarga karena dia merasa bosan dengan objek wisata yang ada di ibu kota seperti Kebun Binatang Ragunan dan taman safari.

“Kalau objek wisata di perkotaan sudah sering, lagipula pasti macet di jalannya. Kalau di Bandung selain KBB masih ada yang lain seperti kawasan Ciwidey dan Lembang,” terangnya.

Humas KBB, Sunaryo menjelaskan, wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah seperti, Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Cirebon dan kota/ kabupaten se-Jabodetabek. “Khusus libur pekan ini hampir semua daerah merata, tidak hanya warga Bandung saja,” ucapnya.

Sunaryo menuturkan, selama tiga hari libur tercatat Sabtu (10/12/2016) pengunjung yang datang sebanyak 1.200 orang, kemudian Minggu (11/12) sebanyaj 5.000 orang dan Senin (12/12/2016) sebanyak 3.400 orang. Bila dirata-ratakan jumlanya mencapai 10.000 orang.

“Kalau libur akhir pekan biasa paling pengunjung hanya 1.200-3.000 orang saja, kalau sekarang jelas peningkatannya kurang lebih 25 persen,” tuturnya.

Selain itu, Sunaryo menyebut, sedang menyiapkan beberapa agenda menjelang cuti bersama Natal 2016 dan tahun baru 2017. Dirinya berencana, akan mengundang sejumlah seniman dan budayawan untuk menggelar satu acara pagelaran seni budaya.

“Tapi itu baru rencana, mungkin dalam waktu dekat akan kami bahas dengan pengurus KBB lainnya. Andaikan bisa maka akan menjadi daya tarik lebih untuk pengunjung,” imbuhnya.

“Kalau program dalam waktu dekat kami terus berbenah fasilitas di KBB mulai dari kebersiahan lingkungan, kandang satwa dan perawatan hewan agar lebih sehat dan terawat,” tandasnya.

sumber "
POJOKJABAR.com, BANDUNG – Selama tiga hari libur akhir pekan, sejumlah objek wisata di Kota Bandung dipenuhi wisatawan baik lokal maupun luar daerah, salah satunya Kebun Binatang Bandung (KBB) di Jalan Kebon Binatang, Coblong, Kota Bandung yang dipadati pengunjung hingga 10.000 orang.
Seperti diketahui, tiket masuk Rp 20.000 pengunjung bisa menikmati fasilitas di KBB yang memiliki luas 14 hektare dengan 50 ribu berbagai jenis pohon dan 890 satwa dari 124 spesies. Selain itu, pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas lain seperti wahana perahu air, arena bermain anak, kereta api dan sewa sepeda, cukup mengeluarkan biaya tambahan mulai dari Rp 5.000 – Rp 20.000
Eva Syahidah (28), pengunjung asal Kota Depok mengaku, dirinya bersama keluarga sengaja menyempatkan datang ke KBB sekadar memanfaatkan waktu libur dari rutinitas pekerjaan sebagai karyawan di salahsatu perusahaan swasta di Jakarta.
“Ini pertama kali ke KBB ternyata lumayan untuk wisata alam sambil melihat satwa, lagipula tiket masuknya cukup murah,” jelas Eva kepada Radar Bandung, Senin (12/12/2016).
Eva mengatakan, selain tiket masuk yang murah lingkungan kebersihan di KBB cukup bersih dan tertata rapih. Namun, dirinya berkeingnan satwanya bisa diperbanyak lagi.
“Selain itu paling area parkir kurang luas, mungkin itu juga karena banyak wisatawan yang datang juga sehingga padat,” ujar dia.
Eva menyebut, dirinya memilih KBB sebagai tempat libur bersama keluarga karena dia merasa bosan dengan objek wisata yang ada di ibu kota seperti Kebun Binatang Ragunan dan taman safari.
“Kalau objek wisata di perkotaan sudah sering, lagipula pasti macet di jalannya. Kalau di Bandung selain KBB masih ada yang lain seperti kawasan Ciwidey dan Lembang,” terangnya.
Humas KBB, Sunaryo menjelaskan, wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah seperti, Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Cirebon dan kota/ kabupaten se-Jabodetabek. “Khusus libur pekan ini hampir semua daerah merata, tidak hanya warga Bandung saja,” ucapnya.
Sunaryo menuturkan, selama tiga hari libur tercatat Sabtu (10/12/2016) pengunjung yang datang sebanyak 1.200 orang, kemudian Minggu (11/12) sebanyaj 5.000 orang dan Senin (12/12/2016) sebanyak 3.400 orang. Bila dirata-ratakan jumlanya mencapai 10.000 orang.
“Kalau libur akhir pekan biasa paling pengunjung hanya 1.200-3.000 orang saja, kalau sekarang jelas peningkatannya kurang lebih 25 persen,” tuturnya.
Selain itu, Sunaryo menyebut, sedang menyiapkan beberapa agenda menjelang cuti bersama Natal 2016 dan tahun baru 2017. Dirinya berencana, akan mengundang sejumlah seniman dan budayawan untuk menggelar satu acara pagelaran seni budaya.
“Tapi itu baru rencana, mungkin dalam waktu dekat akan kami bahas dengan pengurus KBB lainnya. Andaikan bisa maka akan menjadi daya tarik lebih untuk pengunjung,” imbuhnya.
“Kalau program dalam waktu dekat kami terus berbenah fasilitas di KBB mulai dari kebersiahan lingkungan, kandang satwa dan perawatan hewan agar lebih sehat dan terawat,” tandasnya.

sumber : pojoksatu.id

Iyuwh… Kawasan Wisata Cibodas Kumuh

Kawasan wisata Cibodas 

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Wisatawan banyak mengeluhkan kumuhnya areal wisata Cibodas. Seperti terlihat sampah tercecer dan fasilitas banyak yang dicorat-coret.

Heru (53) asal Bekasi yang sengaja berlibur bersama keluarga mengaku seharusnya kawasan Cibodas yang sudah bertahun-tahun menjadi kawasan wisata harus lebih tertib dan tertata. Kenyataanya, saat ini kondisinya semakin kumuh.

“Sampah terlihat berserakan dimana saja, tempat pembuangan sampah pun minim. Masa kawasan wisata seperti ini,” jelasnya.

Padahal, biaya masuk pun ke Cibodas ada beberapa kali mulai dari pintu gerbang utama, hingga akhirnya tarif parkir.

“Amat disayangkan ini tidak diimbangi dengan fasilitas publik yang nyaman,” 
tuturnya.

Menurut dia, sudah beberapa kali ke Cibodas banyaknya warung dadakan yang tidak dikelola, dan penempatannya pun menganggu kenyamanan dan keindahan.

  “Di sini kita disuguhi dengan pemandangan alam, amat sayang jika tak diimbangi dengan kondisi lingkungan yang tak tertata,” tambah Wiwiek (34) wisatawan asal Tangerang.

Seharusnya, seperti di kawasan wisata Bali sejumlah pedagang begitu rapi dan tertata. Bahkan karena kesadaran tinggi sampah pun tak dibuang sembarangan.

“Penyediaan tempat pembuangan sampah itu sangat penting, agar baik warga atau wisatawan tak membuang sampah sembarangan,” bebernya.

Seharusnya pengelola berupaya meningkatkan kenyamanan, keamanan dan fasilitas publik agar pengunjung bisa nyaman dan betah.

“Bila pengunjung merasa nyaman, mereka kan akan lebih sering datang dan otomatis Cibodas juga bisa lebih maju,” tukasnya.

sumber : pojokjabar.com


Monday, 28 November 2016

Mau Wisata ke Istana Kepresidenan Cipanas? Ini Dia Syaratnya


POJOKJABAR.com, CIANJUR – Istana Kepresidenan Cipanas terbuka dengan kunjungan masyarakat. Wisata sejarah ini tentunya akan memberikan kesan tersendiri bagi setiap para pengunjung.

PLh Istana Kepresidenan Cipanas Jajat Sudrajat menuturkan pada hakikatnya Istana Kepresidenan Cipanas ini merupakan milik rakyat, sehingga sudah semestinya masyarakat bisa mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Cipanas. Namun sebagai lambang negara, dalam setiap kunjungan masyarakat ke Istana Cipanas ada tata tertib yang harus dijunjung tinggi. Seperti berpakaian rapih.

“Jangan disamakan dengan objek wisata pada umumnya,” paparnya.

Tak hanya itu ada beberapa ketentuan dan aturan lainnya saat memasuki Istana Cipanas, seperti mengajaukan surat permohonan terlebih dahulu paling lambat 3 hari kerja. Jumlah pengunjung sesuai daftar yang diajukan pun minimal 10 orang.

“Kunjungan sendiri dibuka hari Senin sampai dengan Kamis mulai pukul 09.00-14.00 WIB, untuk jumat 09.00-11.00 WIB dan 13.30-14.30 WIB. Sedangkan Sabtu, Minggu dan libur nasional tutup,” paparnya.

sumber : pojokjabar.com

Monday, 21 November 2016

Curug Goong, Wisata yang Terpendam di Gekbrong Cianjur


POJOKJABAR.com, CIANJUR – Kecamatan Gekbrong ternyata memiliki sebuah potensi wisata alam yang terpendam. Obyek wisata ini adalah sebuah curug yang biasa disebut Curug Goong.

Curug Goong bukanlah curug terkenal karena Curug ini masih tersimpan rapi dan hanya orang tertentu yang butuh ketenangan saja yang biasanya datang ke tempat ini untuk merenungi keagungan alam.

Curug Goong merupakan air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter, dan disekitar curug memiliki pemandangan yang sangat indah. Air terjunnya pun cukup besar karena debit airnya tinggi, jadi walaupun musim kemarau, airnya tetap deras.

Namun sayang, Curug Goong yang begitu indah ini kurang begitu mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Cianjur. Hal ini bisa dilihat dari sarana dan prasarana yang ada di wilayah sekitar curug. Salah satunya jalan untuk menuju akses curug sebetulnya sudah diperbaiki oleh pemerintah Desa Gekbrong, namun belum selesai sampai wilayah air terjun, jadi perlu perjuangan yang berat untuk sampai di obyek wisata tersebut karena jalannya sangat curam dan licin, terutama pada waktu musim hujan.

“Pada tahun 2013 lalu, jalan menuju Curug Goong pernah diperbaiki dengan dana dari PPIP. Namun karena keterbatasan anggran kami belum bisa menuntaskan perbaikan jalan hingga lokasi Curug,” kata Kepala Desa (Kades) Gekbrong, Kecamatan Gekbrong Dadang Hikmat Sudarni, Kamis (17/11/2016).

Lanjutnya, pihaknya menargetkan tahun 2018 jalan menuju Curug Goong selesai diperbnaiki.“Dana Desa (DD) dan dana bantuan dari Propinsi untuk tahun depan akan kami aloksikan untuk perbaikan jalan menuju Curug Goong,” pungkasnya.“Dana Desa (DD) dan dana bantuan dari Propinsi untuk tahun depan akan kami aloksikan untuk perbaikan jalan menuju Curug Goong,” pungkasnya.

sumber :pojokjabar.com

Wednesday, 16 November 2016

Januari 2017, Kebun Raya Kuningan Dibuka untuk Umum

Kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kuningan ke Kebun Raya Kuningnan (KBK).
POJOKJABAR.id, KUNINGAN – Awal Januari 2017 nanti, Kebun Raya Kuningan (KRK) rencananya akan dibuka untuk umum. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan saat ini sedang melakukan penataan dan penambahan fasilitas di KRK yang berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Penambahan fasilitas itu berupa akses jalan dari Pasawahan sampai Padabeunghar yang dilebarkan. Kemudian penyediaan kafetaria, MCK, cottage dan penataan taman. Jika tidak ada halangan, pemerintah berencana membuka KRK bagi masyarakat umum tanggal 3 Januari 2017.

Untuk mengecek sejauh mana kemajuan pembangunan sarana di KRK, Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan melakukan peninjauan ke lokasi, dua hari lalu. Menggunakan dua buah mobil, komisi yang diketuai Dede Ismail itu berkeliling ke setiap sudut KRK.

Malahan, rombongan wakil rakyat naik sampai ke bendungan yang berada di atas tugu kuda. Bendungan ini berfungsi menampung air dari gunung, dan nantinya dialirkan ke lahan pertanian warga serta keperluan lainnya.

Dari bendungan ini juga terhampar pemandangan ke bawah yang sangat indah. Tak hanya naik ke bendungan, rombongan dewan juga memantau patung kuda yang di bawahnya terdapat Taman Kuning.

Taman berbentuk lingkaran ini ditanami sejumlah bunga langka dan aneka warna. Dari atas patung kuda, wilayah Kabupaten Cirebon serta pantai laut Jawa terlihat dengan jelas.

“Pemandangan dari atas ini sangat indah. Kami yakin, KRK ke depannya akan menjadi primadona wisata di wilayah III Cirebon, bahkan Jawa Barat. Potensi KRK ini sangat besar mendulang pendapatan asli daerah (PAD) disbanding objek wisata lainnya di Kabupaten Kuningan,” jelas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, Dede Ismail didampingi Karyani kepada Radar Kuningan (Pojokjabar.id Grup).

Dede mengatakan, pembangunan fasilitas di KRK nantinya akan memanjakan pengunjung. Akses jalan dari Pasawahan juga sudah cukup lebar sehingga mobil bisa saling berpapasan. Kemudian juga di tempat ini dibangun cottage bagi wisatawan yang ingin menginap.

“Kami sudah berkeliling di KRK. Memang proses pembangunannya belum rampung. Namun melihat kualitas pekerjaan yang ditunjukkan oleh rekanan, kami kira hasilnya sangat bagus,” katanya.

Dia optimistis, dalam setahun, KRK bisa menyumbang sampai Rp 1,5 miliar ke daerah. “Kalau semua fasilitas ini rampung, pengunjung akan membeludak. Sebulan bisa masuk Rp 150 juta dikalikan 12 bulan. Target ini bisa dipenuhi pengelola KRK di tahun 2018 mendatang,” sebut dia.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bunbun Budiyasa memprediksikan kembali beroperasi 3 Januari 2017. Namun sebelumnya, akan diadakan gerakan menanam pohon di KRK.

“Tadinya sempat direncanakan dibuka untuk umum di bulan Desember, tapi sepertinya tidak akan terwujud karena penataannya belum selesai. Jadi, dijadwalkan tanggal 3 Januari tahun depan dibukanya,” jawab Bunbun.

sumber : jabar.pojoksatu.id

Indahnya Wisata Goa di Purwakarta (bag 3)


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Obyek wisata gua jepang merupakan peninggalan sejarah yang luar biasa, pemerintah perlu melestarikan juga membenahi wisata tersebut. Agar obyek wisata tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat dari luar daerah, hal ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri. Dan yang terpenting akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bersama kang Asep, kamipun berhasil menyusuri beberapa langkah kedalam Gua. Benar saja, terdapat rongga rongga mirip Hurup U didalam gua sebagaimana diceritakan, Bah Ahmad salah satu pemilik warung kopi dilokasi.

“Dulu ayah saya ikut membangun Gua ini, kalau tidak salah waktu serdadu jepang menduduki negeri ini sebelum negara jepang ‘ ludes’ (hancur) kena bom amerika,” cerita Bah Ahmad sembari menggoreskan sebatang kayu kering keatas tanah merah, melukiskan bagaimana Grafik Desain Gua yang berbentuk U atau memutar  itu dibangun ayahnya 58-60 tahun lalu.

Berbeda dengan aura dalam Gua ketika kita memasukinya, dimana pengunjung akan terbayang bagaimana dahulu para serdadu jepang beraktifitas didalam gua dengan mulut gua hanya berdiameter 2-3 meter dengan ketinggian 2,5 – 3 meter. Namun didalam guanya cukup luas, tempat berkumpulnya para sedadu jepang.

Pengalaman seru lainnya untuk para wisatawan, saat melihat Pohon Pinus di Pusaka Mulya. Wisatawan kembali ditantang andrenalinnya ketika mengunjungi air terjun bernama Curug Pamoyanan. Konon dulunya curug tersebut tempat berkumpulnya puluhan Harimau atau ‘urang leuweung’. Setelah harimau mandi dan berkumpul di curug tersebut, kemudian akan menjemurkan dirinya diatas pohon Kiara ( pinus). (Adw)

sunber : pojokjabar.id

Monday, 24 October 2016

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 09:00 WIB Mau Tahu Vila dan Hotel di Puncak Bogor? Cek di Sini


Kadisbudpar Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan saat meluncurkan kebogor.com. IST
POJOKJABAR.com, BOGOR – Potensi wisata di kawasan Bogor yang begitu besar, dijadikan peluang oleh perusahaan IT, PT Surya Hedona Lembayung.

Salah satunya dengan membangun industri pemasaran berbasis online dengan nama kebogor.com.  

Website yang bergerak di bidang travel dan event organizer ini, diperkenalkan kepada publik, Jumat (21/10), di resto Polo-Polo, Puncak, Kabupaten Bogor.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, Ketua PHRI Agus Chandarabayu dan sejumlah undangan lainnya.

Pendiri kebogor.com, Benny dalam presentasinya memaparkan, website yang dikembangkannya ini sudah dioperasionalkan sejak 1 September 2016.

“ Web ini mencangkup wilayah Bogor,”  ujarnya.
Namun, sebagai langkah awal, Benny memilih kawasan Puncak, Bogor.

Ia beralasan, Puncak sudah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Tak heran, dalam survei yang dilakukan secara internal, terdapat hampir 2.000 vila dan hotel di kawasan Puncak.

“ Melihat potensi vila dan hotel (di Puncak,red) luar biasa. Macet apapun orang datang ke puncak,”  paparnya.

Sumber : pojok jabar

Uploader : Ariesta.S.S

Thursday, 13 October 2016

Wisata ke Telaga Remis Kuningan Yuk, Suasananya Asri dan Asyik Lho!



POJOKJABAR.id, KUNINGAN – Salah satu objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat adalah Telaga Remis.

Lokasi Telaga Remis ini berada di Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Untuk bisa tiba di Telaga Remis, membutuhkan waktu sekira 1 jam dari pusat Kota Kuningan atau 37 kilometer. Sedangkan dari Kota Cirebon, hanya berjarak 30 kilometer atau waktu tempuh 1,5 jam dengan menggunakan sepeda motor.

Telaga Remis memiliki luas wilayah 13 hektare, sedangkan luas danau atau telaganya hanya mencapai 3,25 hektare.

Suasana yang asri bercampur udara sejuk membuat Telaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk melepas kepenatan. Adanya wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang dikelola Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini.

Bagi Anda yang menyukai aktivitas berjalan kaki, terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutari telaga ini. Lain lagi bagi penyuka hobi memancing, Telaga Remis menyimpan aneka ikan yang bisa dibawa pulang.

Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi Telaga Remis.
Untuk masuknya, Anda akan dikenai biaya tiket Rp10.000 per orang. Namun, disarankan Anda membayar di loket resmi.
(izo/pojokjabar)

sumber:  pojok jabar

12 Tempat Belanja Ini Bikin Bogor Tenar Sebagai “Kota Wisata Belanja”



POJOKJABAR.id, BOGOR – Sudah menjadi rutinitas mingguan bagi wisatawan asal Jakarta dan sekitarnya, termasuk beberapa daerah di Jawa Barat seperti Sukabumi menghabiskan uang dan libur akhir pekan ke Kota Bogor, Jawa Barat.

Ya, wisata, adalah tujuan para pelancong domestik itu memilih Kota Bogor untuk berlibur. Entah itu sekadar untuk jalan-jalan, mengunjungi berbagai tempat wisata primadona seperti Kebun Raya Bogor, mencicipi kuliner yang menggoyang lidah, atau lainnya. Tapi ada satu lagi alasan mengunjungi Bogor, yakni sejumlah tempat atau pusat perbelanjaan kesohor Kota Hujan ini.

Bogor kini telah menahbiskan diri sebagai Kota wisata Belanja. Terbukti dengan banyaknya mal-mal hingga supermarket yang menawarkan sejumlah barang yang murah dan bagus untuk dibeli.

Dari semua pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bogor, hampir semuanya ramai dikunjungi. Banyak dari mereka mulai mengalihkan pandangan mereka pada pusat-pusat perbelanjaan modern alias shopping mall. Alasannya karena selain lengkap juga karena menawarkan fasilitas lebih berupa kenyamanan dalam berbelanja.

Nah, berikut ini ulasan tempat belanja yang murah dan asyik di Kota Bogor, cek this out!

1. Botani Square

Pusat perbelanjaan modern di Jalan Pajajaran ini merupakan yang paling bergengsi dan paling disukai warga Bogor. Kelengkapan fasilitasnya, jenis barang yang diperdagangkan, hingga sarana parkir di shopping mall ini merupakan yang terbaik di Kota Bogor.

Di sini selain bisa membeli kebutuhan sehari-hari di Giant Supermarket, warga Bogor juga bisa berkuliner ria karena Botani Square memiliki banyak outlet kuliner.

2. Bogor Trade Mall (BTM)

Bogor Trade Mall atau lebih sering disebut dengan BTM oleh warga Bogor memiliki kemiripan seperti Plaza Jambu Dua. Selain dikenal sebagai pusat perbelanjaan modern tempat ini juga dikenal sebagai salah satu pusat smartphone di Kota Hujan.

Toko-toko yang ada di BTM menawarkan hal-hal yang mirip dengan saingannya di wilayah Utara Bogor yaitu Plaza Jambu Dua. Lokasinya berada di Jalan Juanda di dekat Kebun Raya Bogor

3. Eka Lokasari Plaza

Berdiri di lahan yang dulunya merupakan asrama Institut Pertanian Bogor ini, memiliki ciri modern yang sangat mirip dengan Botani Square. Setting-annya juga terasa metropolis.

Lokasinya berada di ujung Jalan Pajajaran ke arah Tajur. Pengunjung selain berbelanja juga sering menjadikan pusat perbelanjaan modern ini sebagai arena nongkrong dan berkuliner.

sumber:  pojok jabar