Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label pilkada. Show all posts
Showing posts with label pilkada. Show all posts

Friday, 16 June 2017

Sejumlah Politisi Ini Berebut Restu Prabowo Subianto untuk Maju di Pilkada 2018


BEKASIKeberhasilan Gerindra dan PKS memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, membawa dampak besar. Salah satunya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018 mendatang.

Maka dari itu, sejumlah politisi berebut masuk sebagai calon untuk diusung oleh Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto tersebut.


Restu dari Prabowo paling ditunggu oleh para bakal calon. Mereka percaya, keputusan mantan Danjen Kopasus ini mampu mengubah segalanya. Tak ayal, sejumlah nama dikabarkan bersaing dalam memperebutkan rekomendasi partai berlambang burung garuda itu .

Sejauh ini, sejumlah nama besar sudah mendaftarkan diri menjadi bakal calon dari Partai Gerindra Kota Bekasi. Sebut saja, pembina Selebriti Anti Narkoba Indonesia (SANI), Haikal Safar, politisi senior Gerindra, Dial Hassan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten, Daris. Belakangan, dikabarkan anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Rachel Mariyam dalam waktu dekat akan mendaftar sebagai balon wali kota lewat Gerindra Kota Bekasi.

Selain itu, kader internal Gerindra Kota Bekasi, yakni Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Irman Firmansyah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Epi Susanto, Dewan Penasehat Gerindra Kota Bekasi, Mustopa, dan Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung, juga memiliki potensi mendapat rekomendasi dari DPP Gerindra.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 14 June 2017

Siti Aisyah Siap Dipinang Mochtar Mohammad di Pilkada 2018


BEKASIPolitisi Partai Golkar, Siti Aisyah mengaku siap untuk ‘dipinang’ menjadi pendamping Mochtar Mohammad (M2) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018 mendatang.

Menurut wanita yang akrab disapa Yeyen ini, yang terpenting adalah mendapat restu dari DPP Golkar.
“Jika partai memercayai, saya siap-siap saja,” ujar putri mantan wali kota Bekasi Periode 1999-2003 ini.

Meskipun demikian, wanita yang menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ini menegaskan, soal Pilkada dirinya masih menunggu instruksi partai berlambang pohon beringin tersebut. Karena sampai dengan saat ini, belum ada keputusan resmi siapa bakal calon yang akan direkomendasi untuk maju dalam Pilkada serentak 2018 mendatang.

“Soal rekomendasi dan koalisi, kami ikuti saja mekanisme partai,” tegas ibu dua orang anak ini.

Yeyen mengaku sudah menjalin komunikasi politik dengan lintas partai maupun sejumlah politisi, termasuk M2. Ia pun mengaku mengenal baik dengan sosok mantan wali kota Bekasi periode 2003-2008 tersebut.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 5 June 2017

Tahapan Pilkada Jabar 2018 Mulai Bulan Ini


DEPOKKetua Komisi Pimilihan Umum (KPU) Kota Depok, Titik Nurhayati, mengatakan pihaknya akan melaksanakan kegiatan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018, mulai 14 Juni.

Termasuk, kata dia, sosialisasi ke masyarakat bahwa tahun depan akan ada pergantian dan pemilihan kepala daerah Jawa Barat yang baru.
“Mulai Juni hingga September tahapannya,” kata Titi, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (02/06/2017).

Pelaksanaan pilkada Jawa Barat 2018, kata Titik, masih mengikuti tahapan yang sudah disusun oleh pihak KPU Jawa Barat, dengan berdasarkan  PKPU. “Belum tahu mekanisme yang baru. Karena belum ada rapat terakhir untu hal itu,” kata dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dana Pilkada Jawa Barat untuk Depok mendapatkan dana Rp25 miliar. Itu pun, sambung dia, draf lama akhir tahun lalu.

“Itu untuk satu tahun, tahapanya dari 2017 hingga 2018,” tandasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 2 June 2017

DPD Golkar Kabupaten Bekasi Amankan Suara Pilkada 2017


CIKARANG PUSATPengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi akan mengamankan perolehan suara hasil pilkada 2017 untuk Pilgub Jawa Barat 2018. Suara tersebut untuk Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang digadang-gadang bakal mendapat rekomendasi dari DPP Golkar.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Son Haji, mengatakan perolehan suara saat Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 kemarin sebanyak 471.483. Ia yakin perolehan suara tersebut akan aman untuk pilgub tahun depan.


“Suara sebanyak 471.483 di Kabupaten Bekasi itu akan dijaga bahkan diharapkan bisa bertambah guna memenangkan calon gubernur pada Pilgub Jabar mendatang. Dan kita akan memenangkan Dedi Mulyadi,” ujarnya.

Son Haji mengatakan, seluruh DPD kota dan kabupaten se-Jawa Barat sepakat mendukung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedu Mulyadi maju di pilgub.

“Karena memang Dedi Mulyadi sudah direstui oleh DPP untuk maju, dan kita sebagai kader harus mendukung dan memenangkan Pgub Jabar,” ungkapnya.

Soal siapa yang bakal mendampingi Dedi Mulyadi, kata dia, masih dinamis. Bahkan menurutnya, kader yang diusung Golkar diposisikan menjadi calon wakil gubernur.

“Untuk pasangan kita serahkan kepada DPP saja, dan kita di wilayah hanya memberikan dukungan dan memenangkan calon yang kita usung yakni Dedi Mulyadi untuk bisa menjadi Gubernur Jabar mendatang,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 31 May 2017

Tiga Poros Bakal Ramaikan Pilkada Kota Bekasi 2018


BEKASIPasca Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Kota Bekasi dan deklarasi Koalisi Merah Putih antara PKS dan Gerindra, konstalasi politik di Kota Bekasi mulai memanas.

Pepen-Ahmad Syaikhu (PAS) jilid II yang sebelumnya digadang-gadang banyak kalangan, bisa kandas di tengah jalan begitu Koalasi Merah Putih menyebutkan nama yang akan dusung sebagai bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada 2018 mendatang.


“Dalam politik selalu cair, tapi bisa saja nanti Koalisi Merah Putih merapat ke bakal calon petahana Rahmat Effendi (RE), karena memang secara riel magnetnya sangat kuat,” ujar Pengamat Politik, Didit Susilo.

Berdasarkan analisanya itu, mendekati riel jika nanti nama Ahmad Syaikhu yang diusulkan DPW PKS Jabar ke DPP PKS tidak mendapat dukungan untuk maju di Pilgub dan tidak dapat rekomendasi. Dalam fatsun PKS, biasanya usulan nomor satu adalah Netty Ahmad Heryawan yang mendapat restu dan rekomendasi.

“Kalau dilihat selama ini, sepertinya Ahmad Syaikhu tidak begitu sreg untuk maju di Pilgub Jabar, dan tidak pernah melakukan sosialisasi politik, dan beliau sebagai kader partai sangat patuh terhadap perintah partai, sehingga lebih banyak diam,” papar Didit.

Sementara, pasca Rapimda DPD Golkar Kota Bekasi, RE sudah mulai ancang-ancang merangkul parpol poros tengah seperti Hanura yang memiliki empat kursi, PPP empat kursi, PAN empat kursi, Partai Demokrat empat kursi, dan PKB satu kursi untuk berjaga-jaga dan membentuk koalisi besar.

Menurut Didit, jika konstalasi politik seperti itu akan ada ada tiga poros yang bertarung dalam kontestasi Pilkada, yaitu poros utama akan dipelopori Golkar plus parpol tengah, Koalisi Merah-Putih yang beranggotakan PKS-Gerindra dan poros perjuangan digawangi PDIP.

“Jika PAS benar-benar pecah karena situasi politik, kontestasi akan semakin ramai, meski dominasi petahana Rahmat Effendi makin populer dan memiliki elektabitas tinggi. Tapi efek Pilgub DKI Jakarta menjadi acuan Koalisi Merah Putih menjadi lebih percaya diri (pede) untuk maju dengan format politiknya,” terang Didit.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 29 May 2017

Sepakat! Rahmat Effendi Maju Kembali pada Pilkada Kota Bekasi 2018


BEKASIDalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Kota Bekasi, bulat mendukung Rahmat Effendi (RE) sebagai bakal calon (balon) wali kota Bekasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang.

Keputusan itu dibacakan oleh para perwakilan DPD Golkar Kota Bekasi dalam Rapimda yang berlangsung di Hotel Santika, Margajaya, Bekasi Selatan, Kamis (25/4/2017) malam.


Hasil keputusan tersebut disampaikan melalui surat rekomendasi oleh seluruh elemen partai berlambang pohon beringin itu, mulai dari pengurus kota, kecamatan, kelurahan, dan jajaran fraksi di DPRD Kota Bekasi, serta organisasi masyarakat (ormas), termasuk sayap Partai Golkar.

Pada kesempatan itu juga dideklarasikan dukungan kepada bakal calon gubernur Jawa Barat, yakni Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Surat rekomendasi tersebut langsung diterima fungsionaris DPP Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa juga Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Barat, MQ Iswara.

Fungsionaris DPP Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, sangat mengapresiasi kekompakan Golkar Kota Bekasi, karena mampu memastikan pengusungan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi untuk kembali sebagai bakal calon wali kota Bekasi dan bakal calon gubernur Jawa Barat secara bulat hingga tingkat kelurahan.

“Rekomendasi ini akan menjadi perhatian dan sebagai bahan pembicaraan di pusat,” ujar Agun yang merupakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Golkar.

Terkait dukungan yang disampaikan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyatakan, mekanisme mulai dari kader akar rumput sengaja ditempuh agar seluruh pengurus memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebijakan partai.

Pria yang akrab disapa Pepen ini berjanji, akan segera menguatkan mitra koalisi, karena secara aturan pemilu, Partai Golkar harus berkoalisi dengan partai lain. Sebab, di DPRD Kota Bekasi, Golkar hanya memiliki delapan kursi.
“Tentu kami butuh koalisi, secara lisan dan pendekatan pemikiran. Alhamdulillah, kami (Golkar) intens berkomunikasi dengan sejumlah partai politik yang ada,” terang Pepen.

Dirinya (RE) juga merasa percaya diri dengan siapapun dipasangkan di Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang.

“Dari hasil survei elektabilitas, saya saat ini mencapai 55 persen. Kalau popularitas sih sudah diatas 80 persen lah. Jadi kalau Ketua DPD PAN Kota Bekasi, Bang Faturahman mau pasangan sama saya, jadi, atau Bang Solihin (Ketua PPP Kota Bekasi) pasangan sama saya, juga pasti jadi,” tutur Pepen sambil bercanda.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 16 May 2017

KPU Kota Bekasi Berharap Anggaran Pilkada Cair Juli


BEKASIPemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum bisa memberikan kepastian pencairan anggaran untuk penyelanggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018 mendatang. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi berharap anggaran tersebut sudah turun Juli 2017 mendatang.

“Berkasnya belum sampai ke saya, jadi belum tahu waktu kapan pencairannya,” kata Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji.


Menurutnya, anggaran Pilkada yang membutuhkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus melalui mekanisme yang berlaku, termasuk soal berkas. Maka dari itu, ia pun meminta hal itu dicek di Asda I bidang pemerintahan.

“Coba adek cek dulu di Pak Dinar (Asda), berkasnya sudah lengkap atau belum. Kalau sudah disana, pasti tahu kapan pencairannya, tapi kalau saya belum lihat,” tukas Rayendra.

Sebelumnya, Ketua KPUD Kota Bekasi, Ucu Asmarasandi mengharapkan anggaran Pilkada 2018 tersebut sudah cair pada Juli 2017. Dana untuk kebutuhan Pilkada Kota Bekasi dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, sebesar Rp64 miliar.

“Kami sudah mengusulkan melalui APBD Kota Bekasi dalam bentuk hibah,” bebernya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 10 May 2017

Dua Politisi PDIP Ini Berebut Rekom dari DPP untuk Maju di Pilkada 2018



BEKASIDua politisi PDI Perjuangan (PDIP), yakni Mochtar Mohamad (M2) dan Anim Imamudin, berebut rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP PDIP) untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018 mendatang.

Wakil Ketua Badan Informasi dan Komunikasi Politik PDIP Kota Bekasi, Henu Sunarko mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan dari DPP PDIP terkait calon yang akan diusung oleh partai berlambang banteng moncong putih itu.


“Siapapun kader PDIP berpeluang untuk maju dalam pesta demokrasi lima tahunan itu, baik Pak Mochtar Mohamad maupun Anim Imamudin,” tuturnya kepada Radar Bekasi, kemarin.

Menurut Henu, bisa saja PDIP Kota Bekasi menyiapkan dua opsi, wali kota atau wakil wali kota.

“Kalau calon wali kota, ada kemungkinan Pak Mochtar. Tapi untuk calon wakil wali kota, ada kemungkinan kader lain, atau bisa Pak Anim,” ujar Henu.

Dirinya membantah jika ada persaingan antar dua politisi PDIP tersebut, antara Mochtar Mohamad dan Anim Imamudin. Henu menegaskan, semua kader akan patuh pada kebijakan DPP.

“Kami akan all out di Pilkada Kota Bekasi mendatang,” bebernya.

Sementara itu, mantan wali kota Bekasi, Mochtar Mohamad tidak mau ambil pusing dengan banyaknya kader lewat PDIP yang berniat maju di Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang, temasuk Anim Imamudin.

“Semua itu saya serahkan ke DPP. Apapun keputusan dari DPP nanti, itu merupakan yang terbaik,” ucap Mochtar.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 9 May 2017

PKS Pasang Target Wali Kota di Pilkada Kota 2018


BEKASIKabar akan pisahnya koalisi Partai Golkar dan PKS di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang bakal terwujud. Pasalnya,
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengincar kursi wali kota Bekasi pada pesta demokrasi lima tahunan itu untuk diisi kadernya.

“Targer kami adalah calon wali kota Bekasi. Ini berdasarkan masukan dari kader dan pusat yang sudah memberi sinyal seperti itu. Apalagi kami (PKS) di Kota Bekasi belum pernah memiliki kader menjabat sebagai wali kota. Oleh karena itu, kami bertekad merubah konstalasi politik selama ini yang didominasi oleh Golkar dan PDIP,” terang Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koeswara kepada Radar Bekasi, Jumat (5/5/2017).


Sementara untuk koalisi partai, pria yang akrab disapa Herkos ini mengklaim sudah hampir final. Sepertinya Koalisi PKS dan Gerindra akan berlanjut di Pilkada serentak 2018, termasuk Pilkada Kota Bekasi.

“Sinyal dari pusat sudah seperti itu,” bebernya.

Adapun untuk figur calon wali kota, Herkos mengklaim cukup banyak kader PKS yang layak diusung. Diantaranya, wakil wali kota Bekasi, Ahmad Syaikhu yang juga merupakan Ketua DPW PKS Jawa Barat. Termasuk dirinya yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Bekasi serta Wakil Ketua DPRD.

“Yang jelas, semua kader punya kesempatan yang sama untuk maju. Namun untuk bisa diusung, tentu harus memenuhi syarat sebagaimana aturan dan mekanisme penjaringan dari partai. Saat ini sudah ada dua nama yang dipegang DPP, salah satunya Pak Ahmad Syaikhu,” tutur Herkos.


Lanjut Herkos, pihaknya mengaku telah melakukan survei elektabilitas terhadap masing-masing kader yang berpotensi untuk diusung. Tidak hanya track record, survei juga bertujuan mengetahui kekuatan basis massa yang dimiliki kader bersangkutan.

‘’Survei kami lakukan diam-diam, dan hasilnya akan menjadi barometer bagi partai dalam menentukan kebijakan siapa yang lebih layak untuk diusung,’’ ujarnya.

Mengenai siapa yang akan jadi pendamping calon dari PKS, Herkos memberi sinyal kepada Gerindra. Namun, semua belum diputuskan. “Untuk siapa pasangan yang akan diusung, masih dalam tahap pembicaraan lebih lanjut. Saat ini PKS masih konsentrasi penguatan koalisi,” ujarnya.

Herkos menambahkan, siapapun yang akan menjadi pasangan calon dari PKS, harus saling bersinergi dan mengisi satu sama lain. “Yang penting saling mengisi kekurangan masing – masing, dan bekerjasama dengan baik,” harapnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 20 April 2017

Tak Mau Ketinggalan, 431 PNS Depok Nyoblos di Pilkada DKI Jakarta 2017


DEPOKWarga DKI Jakarta hari ini melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah. Ada 431 PNS di lingkungan Pemkot Depok yang akan menggunakan hak pilihnya di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Namun, mereka tidak diperkenankan libur. Artinya, setelah memberikan suaranya, maka PNS tersebut diharuskan datang kembali ke kantor.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri.

Supian juga menyebutkan, untuk 6.714 PNS lain tetap bekerja seperti biasa. Walikota memberikan keringanan bagi PNS yang mencoblos untuk datang lebih siang.

“PNS masuk seperti biasa, tapi yang tinggal dan ber-KTP Jakarta diberikan dispensasi,” kata Supian kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (18/04/2017).

Hal tersebut berbeda dengan putaran pertama sebelumnya, yaitu PNS yang berjumlah 7.145 orang diliburkan. Maka bagi yang takpunya hak suara absesnsi seperti biasanya.

“Kalau dispensasinya paling tidak sampai siang, jadi bisa dikatakan masuk setengah hari,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Noerzamanti Lieskarnawati mengaku dirinya tinggal di Jakarta dan akan melakukan pencoblosan. Ia diberikan dispensasi untuk datang kekantor lebih siang dari biasanya.

“Namun tidak berarti datang kekantor lebih dari jam makan siang. Saya upayakan sampai lagi di kantor secepatnya,” ucap Lies.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 19 April 2017

Jelang Pilkada DKI, Ini Titik di Bogor yang Dijaga Personil Kemanaan


BOGOR – Pengamanan antisipasi Pilkada DKI Jakarta turut dilakukan di sekitar Bogor. Terutama di wilaya Kabupaten. Menurut Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky, hal tersebut dilakukan lantaran Kabupaten Bogor merupakan penyangga ibukota.

Sehingga, pihaknya turut bertanggungjawab dalam penjagaan tersebut. Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah melakukan ploting anggota di berbagai titik.

“Mulai dari gerbang tol, terminal bus, stasiun kereta api dan setiap perbatasan yang ada,” katanya Selasa (18/4/2017).

Ribuan personil yang ada disebar di berbagai titik. Mulai dari pintu tol Gunung Putri, Kranggan, Citeureup, Sentul Utara, Sentul Selatan hingga Ciawi.

Di setiap pintu tol tersebut 1 SST Dalmas juga 1 SST Brimopda dan Polsek. Bukan hanya di titik tersebut, penjagaan juga dilakukan di perbatasan Jembatan besi, Fly Over Cibinong dan Parung.

Pada titik tersebut masing-masing disiapkan 1 SST Dalmas Zona dan Polsek. Hal serupa juga dilakukan di enam titik stasiun. Yakni Stasiun Cilebut Sukaraja, Pabuaran Cibinong, Nambo Klapanunggal, Cigombong, Parungpanjang dan Tenjo.

Di Stasiun Cilebut Sukaraja disiapkan 1 SST Dalmas staf dan Polsek, sementara di stasiun lainnya masing-masing disiapkan dua regu Polsek.

Dengan pengamanan tersebut, ia berharap situasi dapat tetap aman dan terkendali. Terutama dari hal yang bersifat provokatif.

“Harapannya tidak terjadi sesuatu yang diinginkan, kami siap berjaga,” pungkasnya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 12 April 2017

PPP Depok Ambil Sikap Soal Pilkada DKI 2017


DEPOK – Setelah menerima masukan dari para alim ulama dan tokoh masyarakat Kota Depok. DPC PPP Kota Depok dibawah komando Qonita Lutfiyah mengambil sikap terkiat Pilkada DKI Jakarta.

Adapun sikap PPP Depok, yaitu meminta kepada pengurus kader dan simpatisan PPP Kota Depok yang memiliki saudara atau kerabat yang memiliki KTP DKI, memilih calon Gubernur muslim. “Kami DPC PPP Depok ambil sikap dalam menyikapi situasi politik di Jakarta,” ungkap Qonita dalam siaran persnya, Selasa (11/04/2017).

Dalam mengambil keputusan ini, pihaknya suydah menjaring msukan dari kader. Termasuk dari tokoh-tokoh masyarakat. Lalu sikap selanjunya, tetap konsisten mendukung pemimpin muslim sesuai dengan azas dan garis partai berlambang Kabah ini. DPC PPP Kota Depok akan memasang spanduk di beberpa titik di Kota Depok sesuai poin-poin tersebut.

“PPP Depok tetap konsiten susuai azaz partai ini,” tandasnya.
(radar depok/irw)

sumber:POJOKJABAR.com

Thursday, 6 April 2017

AMPG Kota Bekasi Siap Kawal Pilkada Serentak




BEKASI – Kader Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bekasi siap mengawal ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang. Komitmen itu merupakan garis kebijakan pengurus AMPG pusat yang menandaskan pentingnya proses demokrasi berjalan dengan baik di Tanah Air, salah satunya di Kota Bekasi.

Pada 2018 mendatang, di Kota Bekasi ada dua Pilkada serentak yang akan berlangsung, yakni Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi dan juga Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang bersamaan pada bulan Juni 2018.

Sekretaris Jendral (Sekjen) AMPG Kota Bekasi, Jamalulail mengimbau agar para kader AMPG Kota Bekasi untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan Pilkada dan Pilgub Jabar.

“Saya juga mengimbau agar masyarakat cerdas memilih pasangan calon pemimpin yang mampu membawa masyarakatnya sejahtera, sehingga daerahnya maju,” harapnya.

Selain itu, AMPG Kota Bekasi juga bertekad mensukseskan agar calon walikota Bekasi dan gubernur Jawa Barat yang diusung Partai Golkar, menang pada Pilkada serentak mendatang.

Jamal menegaskan, AMPG akan solid mendukung calon dari partai berlambang pohon beringin tersebut. Dirinya menyebutkan akan terus melakukan konsolidasi di tingkat kota, kecamatan dan kelurahan.

“Kami ingin lebih kuat dari AMPG sebelumnya, termasuk di Pilkada, Pilgub dan Pilpres, kami ingin berperan sukseskan calon yang diusung Golkar. Maka dari itu, AMPG siap mengawalnya,” beber Jamal.

Di Pilkada Kota Bekasi 2018, lanjutnya, AMPG selain turun untuk meraup suara masyarakat guna mendukung jagoan Golkar bersama partai koalisi lainnya , juga mengawal rapat pleno penghitungan suara di kecamatan, mengawal kotak suara hingga ke KPU Kota Bekasi.

Sementara Ketua AMPG Kota Bekasi, Yogi Kurniawan menambahkan, kedepan AMPG juga akan berperan aktif membantu masyarakat yang mengalami bencana dan agenda sosial lainnya. “AMPG tak hanya aktif dalam konteks politik, tapi juga sosial,” janjinya.

Yogi memastikan, AMPG Kota Bekasi siap mengawal Pilkada serentak sehingga berjalan dengan baik. “Kami juga akan siapkan Pilkada yang bersih dan bermatabat,” tutupnya.

Sumber:(pojokjabar)

Thursday, 30 March 2017

Pesan Habib Luthfi untuk Anies Baswedan


JawaPos.com - Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersilahturahmi dengan Habib Luthfi bin Yahya. Pada silahturahmi itu, Anies mendapat pesan dan nasihat berharga dari sang ulama besar Nahdliyin itu.

"Beliau selalu berpesan untuk merangkul semua menjaga hubungan dengan semua," ucap Anies usai bersilaturahmi di kediaman Habib Luthfi, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu malam (29/3).

Anies menambahkan pimpinan dan pengasuh Kanzus Sholawat itu melihat Jakarta sebagai melting pot yakni tempat bertemunya beragam orang dari seluruh Indonesia yang memiliki banyak perbedaan baik karakter, bahasa, agama dan budaya.

"Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang mempersatukan dan mengayomi perbedaan tersebut," tambah Anies.

Pesan dan nasehat dari Habib Luthfi itu menjadi pelecut semangat bagi Anies sendiri untuk menjadi sosok pemimpin yang diharapkan sang habib.(prs/rmol/mam/JPG)
Sumber:JawaPos.com