Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label kriminal. Show all posts
Showing posts with label kriminal. Show all posts

Friday, 16 June 2017

Tiga Napi di Depok Ini Ketahuan Nyabu di Rutan


DEPOK – Kecanduan sabu Suryaginata (26), M Alif (25) dan Royadi (37) benar-benar sudah akut, walau sudah dalam hotel prodeo. Rabu (14/6), ketiganya tak berkutik saat Rutan Kelas IIB Kota Depok menemukan 2 gram sabu dalam kamarnya, saat operasi rutin. Alhasil, ketiga pelaku dibawa Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok.

Kepala Rutan, Sohibur Rachman menjelaskan, adlam operasi tersebut petugas Rutan menemukan lebih dari 2 gram narkotika jenis sabu, dari tiga orang narapidana yang disembunyikan di bawah tempat tidur.

“Yang diamankan awalnya satu orang, namun setelah dikembangkan petugas kami, didapatkan dua orang lagi. Kami tes urine dan mereka positif semua,” ungkap Sohibur kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sohibur menjelaskan, ketiga pelaku yang diamankan, antaralain Deni Suryaginata (26) narapidana kasus narkotika, M Alif (25) narapidana kasus pencurian kendaraan bermotor dan Royadi (37) narapidana kasus pengeroyokan.

Barang bukti berupa sabu awalnya ditemukan di kamar tahanan Deni, lalu dikembangkan dan terungkap dua narapidana lain.

Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 14 June 2017

Kedapatan Bawa Sajam, Dua Bocah di Depok Digunduli Warga


DEPOKMinggu, (12/6) pukul 12:00 di Jalan Rafika, RT05/12, Kelurahan Rangkepanjaya, Kecamatan Pancoranmas, dua bocah tanggung yang masih berusia belasan tahun kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.

Sontak warga yang memergoki kedua bocah yang sedang nongkrong tersebut langsung menangkap dan mengintrogasi bocah tersebut.
“Kami langsung membawanya ke rumah ketua RW dan mengintrogasinya,” ungkap salah seorang warga, Parjo (49).

Tak hanya itu, warga yang geram dengan kelakukan kedua bocah tersebut, mencukur habis rambutnya sampai botak, “Kami langsung serahkan ke Polsek Pancoranmas,” lanjutnya.

Kapolsek Pancoranmas, Kompol Hamonangan Nadapdap mengatakan, kedua bocah tersebut tertangkap oleh warga setelah kedapatan nongkrong dan membawa senjata tajam jenis celurit yang diakui adalah milik kedua bocah tersebut.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 13 June 2017

Pentolan Gengster Mami di Depok Dicokok Petugas


DEPOK  – Setelah buron selama enam bulan kasus pembunuhan, pentolan Gengster Mami di Depok, Pungkas Prasetyo alias Ipung (21) berhasil diamankan anggota Buser polsek Cimanggis, Minggu (11/6).

Lantaran mencoba kabur saat ditangkap di wilayah Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, pria penuh tato dan mengaku mempunyai ilmu kebal ini terpaksa dihadiahi petugas dengan timah panas di kaki.


“Benar anggota kami telah mengamankan pentolan gengster Mami,” tutur Kapolsek Cimanggis, Kompol M. Hari Agung Julianto didampingi Kanit Reskrim Polsek Cimanggis Iptu Suparno.

Ia mengatakan setelah buron sekitar enam bulan dari pengejaran petugas, keberadaan Ipung pelaku utama pengeroyokan terhadap korban Hendrik Darmawan (21) di Jalan Raya Bogor Km.35,5 RT06/05, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Minggu (29/1) lalu, berhasil ditangkap.

Hal ini berawal dari pengembangan tersangka pertama Narwastu Parlindungan Sarumaha alias Baon (23) yang lebih dahulu ditangkap di kawasan Jakarta Timur.

“Kedua pelaku berperan sama-sama mengeroyok korban dengan membacok menggunakan senjata tajam hingga akhirnya korban meninggal dunia,” ujarnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 12 June 2017

Siswa SMP-SMA Terpergok Nyuri Motor, Alasannya karena…


BEKASIDua Anak Baru Gede (ABG), NF (17) dan DH (14), terpergok sedang mencuri di Jalan Dewi Sartika RT04/08, Margahayu, Minggu (11/6/2017) dinihari kemarin. Gagalnya aksi tersebut lantaran Siskamling di lingkungan tersebut berjalan efektif.

Ceritanya bermula saat Marzuki (50), salah satu warga yang tengah melakukan Siskamling melintas di kontrakan korban, Satrio (26). Dua pelaku terlihat sedang mengotak atik motor Yamaha Vega B 3619 KAY yang digembok dan dililit rantai.
“Dua orang itu sedang mengotakatik gembok rantai yang terlilit di motor dengan obeng,” ceritanya kepada pihak kepolisian.

Curiga dengan hal itu, Marzuki langsung berteriak dengan spontan. “Maliiiingg,” teriaknya. Dan, kedua remaja itu panik mendengar teriakan Marzuki. Tidak sia-sia, teriakan Marzuki memancing perhatian warga sekitar. Warga langsung menuju ke Marzuki untuk menangkap maling motor itu.

Kapolsek Bekasi Timur Kompol Susgarwanto mengungkapkan, kejadian itu berlangsung ketika pemilik sepeda motor sedang tertidur.

“Warga bergegas menghampiri saksi karena berteriak maling,” ujarnya.

Massa yang menangkap pelaku sempat memukul kedua wajah pelaku hingga memar karena kesal. Beruntung, kedua pelaku tidak dipukuli hingga babak belur karena diamankan.

Warga sempat meminta keterangan dari kedua pelaku. NF mengaku masih sekolah kelas XII dan DH masih kelas IX SMP. “Mereka kemudian kita bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,” kata Susgarwanto.

Kepada pihak kepolisian, kedua remaja mengaku nekat melakukan aksinya karena kebutuhan ekonomi. “Pengakuannya baru sekali dan mereka sudah berkeliling untuk mengincar sasarannya,” ungkapnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 9 June 2017

Perampok Nasabah Bank di Cikarang Dibekuk, Begini Modusnya


CIKARANG UTARAEmpat pelaku perampokan dengan modus memecah kaca mobil korbannya ditangkap jajaran Polres Metro Bekasi. Sementara dua pelaku lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Keempat pelaku yang diamankan berinisial HA, AA, SON dan SR. Sedangkan pelaku yang kini masih dalam pengejaran dan masuk dalam DPO berinisial IS dan E.


Enam pelaku perampokan ini mengincar nasabah bank. Sebelum tertangkap, pelaku melakukan aksinya di BNI cabang Jababeka, Rabu (10/5/2017) lalu. Dari aksinya ini, mereka berhasil menggondol uang sebesar Rp105 juta.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Asep Adisaputra, mengatakan penangkapan keempat pelaku ini berawal dari laporan masyarakat. Jajarannya langsung melakukan identifikasi untuk mengetahui motif kejahatan tersebut.

Dikatakan Asep, aksi perampokan ini dilakukan enam orang. Masing-masing pelaku memiliki peran masing-masing. “Empat yang kami tangkap, dua orangnya lagi masuk DPO,” katanya saat konferensi pers, Kamis (8/6/2017).

Dalam melakukan aksinya, lanjut Asep, pelaku terlebih dulu menentukan targetnya di dalam bank. Mereka berpura-pura menjadi nasabah di dalam kantor bank. Setelah melihat ada nasabah yang mencairkan uang hingga ratusan juta rupiah, pelaku yang berada di dalam bank memberi informasi ke temannya yang menunggu di luar untuk dieksekusi.

“Setelah dapat info, mereka langsung memepet mobil. Dan, di tempat macet menggunakan sandal untuk menancapkan paku atau menggunakan kunci T untuk menggemboskan ban,” ujarnya.

Setelah itu pelaku mengikuti mobil milik sasarannya. Ketika ban mobil korbannya sudah kempis, saat itulah pelaku beraksi dengan cara memecah kaca mobil dan mengambil uang milik korbannya.

“Kami berhasil meringkus dua tersangka HA yang sedang mengendarai Suzuki FU, setelah korban merasa curiga dan segera memberitahukan kepada petugas Polsek Cikarang yang sedang berada di tempat kejadian,” ujarnya.

“Kami melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya, dari pengakuan tersangka HA, kami berhasil menangkap tersangka IS di Pasar Induk Cibitung, PA di rumah kontrakannya di daerah Tambun, dan AA di kontrakannya daerah Cibitung,” sambungnya.

Selain membekuk empat pelaku, polisi juga mengamankan satu pucuk senjata api milik pelaku.

Asep mengimbau masyarakat agar lapor ke polisi jika ingin mencairkan uang dalam jumlah besar di bank.

“Adanya kejahatan seperti ini, kami mengimbau masyarakat melapor kepada polisi untuk meminta pendampingan saat pencairan uang. Dipastikan ini gratis tidak dipungut biaya,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Kawasan Grand Depok City Makan Korban Lagi, Kali Ini Motor dan 3 Handpone Dirampas


DEPOK – Sepertinya keamanan diwilayah Grand Depok City (GDC) perlu dilakukan peningkatan. Sebelumnya, Iqbal Firmansyah harus kehilangan sepeda motornya saat melintas di jalan GDC.

Selasa (6/6) malam, kejadian tersebut dialami salah seorang warga yang menjadi korban perampasan sepeda motor dan tiga buah handphone.
Salah seorang warga, Fandi Nurdin (36) mengatakan, tindakan kriminalitas kembali terjadi di kawasan GDC. Saat dia tengah melintas, terlihat sejumlah masyarakat tengah berkumpul di jalan GDC.

Dia menduga, berkumpulnya masyarakat telah terjadi tindakan kriminalitas di jalan yang belum lama terjadi kasus pembegalan.

“Benar saja, saat saya bertanya kepada seseorang telah terjadi perampasan,” ujar Fandi kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (07/06/2017).

Fandi mengungkapkan, perampasan yang dialami warga yang dia tidak mengetahui namanya dinilai cukup memprihatinkan.

Hal itu dikarenakan, sepeda motor yang dimiliki korban telah dirampas kawanan penjahat. Tidak hanya itu, tiga handphone milik korban mengalami hal yang sama dibawa kabur pelaku perampasan.


Sumber : POJOKJABAR.com

Spesialis Curanmor di Bogor Berhasil Didor Petugas


BOGORMemasuki masa kepemimpinan Kompol Achmad Choerudin di satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota, tak akan ada celah lagi bagi para pelaku kriminal.

Terbukti, Selasa (6/6) malam pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditembak petugas satreskrim pasca keperegok melakukan aksinya.


Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota, Kompol Achmad Choerudin mengatakan kasus-kasus seperti pencurian keras (curas), pencurian berat (curat), dan curanmor memang yang menjadi atensi baginya dari Kapolresta Bogor Kota, Kombes Ulung Sampurna Jaya.

“Kasus ini menjadi atensi kami karena setiap minggu harus ada pengungkapan,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Rabu (07/06/2017).

Mengantisipasi itu, pihaknya  dengan rutin melakukan patroli setiap Sabtu malam untuk menertibkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 8 June 2017

Warga Bogor-Depok Jualan Ganja di Jakarta


DEPOKEmpat pengedar narkoba jenis ganja dibekuk petugas Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, di sejumlah lokasi berbeda, selasa (6/6). Keempat tersangka yakni AR (29), JS (26), AG (27) dan HW (35), kini meringkuk di tahanam Mapolsek Pancoran.

Kapolsek Pancoran Kompol Aswin menerangkan, kasus ini terbongkar berkat informasi dari masyarakat adanya peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Pancoran.


Selanjutnya, polisi melakukan pengintaian di lokasi yang akan berlangsung transaksi narkoba. Polisi pun membekuk sejumlah orang yang sedang melakukan transaksi.

Dari pengembangan, diketahui para pengedar narkoba yang kerap beroperasi di wilayah Pancoran berasal dari sejumlah wilayah berbeda. Tak lama melakukan pengembangan, polisi sudah mampu mendeteksi keberadaan para pengedar itu.


Sumber : POJOKJABAR.com

Jualan Ekstasi 17 Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Bogor


BOGORKendati sudah memakai penutup wajah, PLA hanya bisa tertunduk saat digelandang ke Mapolres Bogor bersama 16 tersangka kasus narkoba lainnya, selasa (6/6).

Gadis berusia 28 tahun tersebut, menjadi salah satu pengedar ekstasi. Ia digerebek petugas bersama temannya saat berada di salah satu diskotek.
Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengungkapkan, 15 kasus sudah diungkap selama Maret hingga Juni 2017. 


Hasilnya, 17 pelaku pengedar diamankan diantaranya berinisial YH (23), FR (27), HE (30), RY (29), AY (26), NN (40), HH (50), DR (29), GS (20), ST (27), AR (32), MW (19), DA (32), MR (35), AN, AW, termasuk PLA.

“Dari jumlah kasus yang ada, terjadi penurunan tapi kalau barang bukti narkoba yang diamankan meningkat signifikan, seperti sabu-sabu tahun lalu hanya 219 gram, tapi sekarang mencapai 276 gram,” ujar dia.

Sedangkan, dari hasil pengungkapan barang bukti yang diamankan yakni sabu-sabu seberat 276,08 gram, ganja 747,71 gram, tembakau ganesha 95,75 gram, dan 100 butir ekstasi.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 6 June 2017

Polisi Berhasil Ciduk Pelaku Curanmor di Bogor


BOGOR – Kepolisian Sektor Rumpin mengamankan AS (21), pelaku pencurian asal Kampung Binong RT 05/04, Desa Tegal lega, Kecamatan Rumpin, Sabtu (3/6) akhir pekan lalu.

Pelaku melakukan pencurian sepeda motor merek Honda Beat bernopol F 5813 FAL warna putih merah milik Cahya Wulandari, warga Kampung Cirante RT 01/05, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin.
Korban melaporkan pencurian yang dialaminya ke Mapolsek Rumpin, Jumat (2/6). Kemudian ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan ke rumah korban.

Setelah memiliki bukti yang mengarah ke pelaku, dilakukan penjemputan untuk menangkap AS (21) di rumahnya Kampung Binong RT 05/04, Desa Tegal Lega, Kecamatan Rumpin. Tapi polisi tidak menemukannya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 5 June 2017

4 Titik Keberadaan Geng Motor Anarkis yang Berada di Bekasi


TAMBUN SELATANBeberapa hari belakangan ini masyarakat diresahkan dengan aksi geng motor di jalan. Karena dalam aksinya, sekelompok anak muda ini nekat membacok warga siapapun yang dijumpainya.

Salah satu geng motor yang dikenal sadis ialah geng motor Tambun 45. Geng yang terdiri dari sekumpulan anak muda ini beberapa waktu lalu melakukan aksi anarkis di daerah lain menggunakan senjata tajam. Beberapa dari mereka berhasil diamankan polisi.


Kapolres Metro Bekasi, Kombes Asep Adisaputra, meminta dengan tegas geng motor Tambun 45 dibubarkan. Karena aksi dan tingkah lakunya meresahkan warga. “Saya sudah bertemu dengan ketuanya (geng motor Tambun 45), saya tegaskan kalian harus bertanggung jawab atas segala tingkah laku yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Geng motor Tambun 45 seringkali melakukan aksi anarkisnya di sejumlah daerah. Selain di Bekasi, mereka juga beraksi di Karawang, Subang dan Bogor.

Dikatakan Asep, geng motor ini dinamai Tambun 45 karena tempat berkumpulnya di sekitar Gedung Juang 45 Tambun Selatan. “Namanya dari mereka sering berkumpul ini, Gedung Juang Tambun 45,” katanya.

Anggota dari geng motor ini mayoritas anak muda yang berusia belasan tahun hingga 22 tahun. Mereka mengaku melakukan aksi yang meresahkan warga hanya karena ingin terkenal.

“Beberapa waktu lalu ada kejadian mereka bertemu dengan kelompok lain kemudian terjadi benturan, namun sudah kami cegah. Ini memang ironis, mereka ini melakukan aksi demikian karena ingin dikenal, sebagai aktualisasi diri. Masih anak muda, ketuanya saja baru berumur 22 tahun, namun mereka ini membuka rekrutmen,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, 48 anggota geng motor Tambun 45 ditangkap Polres Metro Bekasi Kota. Dari jumlah itu, 11 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam.

“Dari 11 orang itu, 8 orang di antaranya merupakan warga Tambun Selatan. Kemudian faktanya lagi, dari hasil penelusuran, mereka ini juga sudah terlibat aksi anarkis di sekitar Cileungsi Bogor,” katanya.

Masyarakat diminta waspada terhadap keberadaan geng motor yang bertindak anarkis. Kata Asep, berdasarkan pemetaannya, ada empat titik yang menjadi tempat berkumpulnya geng motor, yakni Kecamatan Setu, Cibitung, Tambun Selatan dan Babelan.

“Sejauh ini kami bekerjasama dengan polres lainnya untuk pencegahan aksi geng motor ini, kami juga tingkatkan patroli. Sedikitnya kami terjunkan 300 personel yang berpatroli setiap malam,” katanya.

“Mulai dari orang tua untuk lebih menjaga anaknya, bagaimana tidak keluar pada malam hari dan tidak ada yang membawa senjata tajam. Kami tetap upayakan agar situasi kondusif dan tidak ada lagi hal yang meresahkan masyarakat,” sambungnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Kodim Depok Patroli Amankan Begal-Gangster


DEPOKMelihat keresahan masyarakat terkait adanya isu gangster dan tawuran antar remaja diwaktu malam. Kodim 0508/Depok berupaya meningkatkan pengamanan diwilayah Kota Depok.

Pengamanan dilaksanakan dengan meningkatkan giat patroli ditengah masyarakat maupun objek vital dan kediaman pejabat di Kota Depok, Jumát (02/06/2017).
Dandim 0508/Depok, Letkol Inf Slamet Supriyanto mengatakan, guna meningkatkan dan menjaga kondusifitas wilayah Kota Depok, anggota Kodim 0508/ Depok melaksanakan patroli dengan menyambangi sejumlah wilayah objek vital masyarakat.

Melihat keresahan masyarakat dengan adanya gangster dan tawuran antar remaja, Kodim 0508/Depok berupaya membantu pengamanan bersama dengan pihak kepolisian.

“Pengamanan wilayah kami laksanakan setiap harinya, namun Ramadan ini kami lebih tingkatkan kembali,” ujar Slamet kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (02/06/2017).


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 2 June 2017

Gara-gara Ini, Dua Remaja Nekat Jambret Gawai


MUSTIKAJAYADua remaja nekat menjambret gawai lantaran kebutuhan ekonomi. Mereka, RA (17) dan AS (17) ditangkap aparat kepolisian di Gang Bawang, Kelurahan Pedurenan Rabu (31/4/2017) ke Polsek Bantargebang sekitar pukul 20.00 WIB.

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari menjelaskan, perampasan berawal saat korban AT (12) dan rekannya TH (18) sedang duduk di sepeda motor di lokasi kejadian.
Saat sedang asyik mengobrol, dua orang pelaku menghampiri mereka dengan sepeda motor jenis Yamaha Mio B 6338 SKN. Mereka langsung meminta uang kepada TH.

Salah satu pelaku langsung merampas gawai milik AT di tangan kanannya yang bermerk Advance karena tidak diberikan uang.

“Setelah berhasil merampas ponsel korban, kedua pelaku bergegas melarikan diri,” katanya, Kamis (1/6/2017).

Korban berusaha melawan karena gawainya diambil. Setelah itu, salah pelaku mengeluarkan sebilah celurit yang disimpan di dalam bajunya. Dan, motor korban ditendang pelaku.

“Korban kemudian berteriak hingga mengundang perhatian warga. Dibantu warga mereka berusaha mengejar pelaku,” ujarnya.

Pelaku melempar gawai yang ia ambil ke jalan supaya mereka leluasa melarikan diri. Namun warga tetap mengejar mereka. Alhasil, kedua remaja itu akhirnya berhasil diamankan warga.

Mereka mengaku mengambil harta benda milik korban karena faktor ekonomi. Pihak kepolisian telah dipanggil orang tua korban agar mengetahui perbuatan anak-anaknya.

Mereka disangkakan Pasal 368 KUHP tentang perampasan juncto UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam tanpa ijin dengan hukuman penjara di atas lima tahun.


Sumber : POJOKJABAR.com

Bawa Sajam, Pelajar SMA di Depok Jadi Tersangka


DEPOK – Penyidik Satuan Reskrim Polresta Depok akhirnya menetapkan status tersangka kepada M (16), seorang pelajar SMA kelas 1, yang pada pekan lalu terjaring Tim Jaguar. Dia terbukti memiliki senjata tajam (sajam) jenis celurit. Diduga akan dipakai untuk tawuran.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho, menjelaskan jika saat ditangkap, M sedang bersama dua orang sejawatnya: FI dan FA. Mereka naik motor dengan berbonceng bertiga di kawasan Simpangan Depok.

“Kami bawa ke Polres. Setelah diselidiki, dua temannya tidak terbukti. Jadi hanya dia (M) yang kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Teguh, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group) di ruangan kerjanya, Selasa (30/05/2017).

Atas perbuatannya, kata Teguh, yang bersangkutan terbukti melanggar Undang-undang Darurat ihwal kepemilikan senjata tajam. Ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Dari pengakuannyam sajam akan dipakai untuk membalas dendam. Katanya temannya itu kena bacok. Padahal info tersebut tidak benar,” jelasnya.

Secara tegas, dirinya mengimbau ke masyarakat. Ke depan, bila kedapatan membawa sajam, maka bakal diberikan hukum tegas. Tak peduli remaja. “Hukum akan dikedepankan,” ungkapnya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Pelaku Pembuat Tahu Berbahan Boraks di Bogor Diamankan Polisi


BOGORBelum selesai kasus penemuan daging ayam yang dioplos dengan daging babi, kini Polsek Cigudeg Kabupaten Bogor mengamankan tahu yang menggunakan boraks. Pengamanan tersebut dilakukan di salah satu tempat pengolahan tahu di Kampung Cicere RT 01/04, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg.

Penemuan berawal saat polisi melakukan pemeriksaan terhadap dua karung yang ada dalam lokasi tersebut. Karung tersebut diduga berisi boraks.
“Polisi mengamankan karung yang diduga berisi boraks tersebut,” kata Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena Kamis (1/6/2017).


Dari informasi yang didapat, tempat pengolahan tahu tersebut sudah berjalan selama dua tahun enam bulan. Dengan terdapat enam orang pekerja di dalamnya. Tahu yang diduga mengandung boraks tersebut dipasarkan ke sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Bogor. Seperti Pasar Cigudeg, Leuwiliang dan Jasinga.

Kini, pemilik pengolahan tahu yang berinisial S (45) tersebut diamankan polisi beserta dengan barang bukti yang ada.
“Pelaku dapat dikenai pasal 136 Undang-Undang No. 18 Tahum 2012 tentang pangan,” pungkasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 31 May 2017

Gangster ABG Dibekuk


BEKASIDelapan ABG juga turut diamankan pada Senin (29/5/2017) malam karena diduga akan ikut tawuran di Kampung Utan, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah senjata tajam, seperti clurit, pedang, samurai, dan cocor bebek.

Dari delapan diantara mereka, empat orang diamankan dan ditahan Polres Metro Bekasi karena memiliki senjata tajam. Keempatnya IS (17), DS (15), JS (17), dan D (15). Sementara empat lainnya, C (18), MRA (18), FM (17), MD (15) hanya mendapat pembinaan karena tidak terbukti memiliki senjata tajam.


Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko mengungkapkan, kejadian bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat aka nada tawuran. Setelah diperiksa dan dicek sekitar lokasi, didapatkan celurit serta samurai yang disembunyikan di kontrakan saudara IS dan JS.

Senjata tajam tersebut diduga adalah senjata tajam yang digunakan para pelaku untuk melakukan tawuran.

“Kita mendapatkan informasi ada sekelompok warga masyarakat yang akan melaksanakan tindak pidana atau diduga akan tawuran sehingga petugas ke sana (lokasi kejadian) untuk melakukan kegiatan patroli sekaligus melaksanakan razia dan penggeledahan,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Aula Mapolrestro Bekasi Kota, Selasa (30/5/2017).

Setelah mendapatkan barang tersebut, delapan orang remaja berikut senjata tajam jenis celurit dan samurai dibawa ke Polsek Bekasi Selatan untuk diamankan.

“Delapan orang kita berhasil amankan berikut barang bukti berupa delapan bilah celurit dan satu samurai,” tambahnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Waspada! Ini Modus yang Digunakan Pengoplos Daging Babi di Bogor


BOGORMasyarakat Bogor sebaiknya lebih berhati-hati dalam membeli daging di pasaran. Sebab, polisi berhasil mengamankan pelaku pengoplos daging babi di pasar.

Ironisnya, daging babi tersebut dicampur dengan daging ayam dan dipasarkan ke masyarakat. Hal tersebut terungkap manakala polisi melakukan operasi di pasar yang ada.


“Sidak kami lakukan di Pasar Citeureup,” kata Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Selasa (30/5/2017).
Dari hasil sidak tersebut polisi berhasil mengamankan pemilik kios yakni PN (42) beserta dengan pekerjanya AI (35), UG (24), IT (30), MO (31) dan HS (39). 


AI diketahui bertugas menghancurkan daging babi, UG bertugas membumbui daging oplosan, IT sebagai pengoplos daging dan MO sebagai tukang giling daging oplosan.

“Pelaku menjual daging babi yang dicampur daging ayam dengan harga 40 sampai 50 ribu rupiah per kilogram,” ungkapnya.

Dengan harga tersebut, pelaku mengatakan bahwa daging tersebut adalah daging sapi impor beku. Sehingga harganya dapat lebih murah. Tentunya, jika dibandingkan dengan daging sapi yang dijual di pasaran harga tersebut terbilang murah. Sebab, harga daging sapi yang ada dapat mencapai 130 ribu per kilogramnya.

Menurut keterangan yang didapat, kebanyakan pembeli daging tersebut merupakan pedagang cilok dan bakso. Dari pemilik kios daging polisi mengamankan 46 kilogram daging babi hutan, 60 kilogram daging ayam dan 46 kilogram daging ayam yang sudah dioplos daging babi.

“Kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut,” pungkasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 30 May 2017

Bawa Senjata Tajam, Polisi Bekuk Tiga Pemuda di Depok


DEPOKBanyak beredar tentang gangster dan tindak kejahatan di media sosial (Medsos), membuat Polresta Depok dan Forum Komunikasi Antar Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, gelar operasi skala besar.

Hasilnya, tiga pemuda membawa senjata tajam (sajam) yang diduga akan melaksanakan aksi tindak kejahatan, berhasil diamankan, Minggu (28/05/2017).


Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, maraknya pemberitaan dan isu tentang aksi gengster yang berkembang ditengah masyarakat beberapa waktu lalu, Polresta Depok bersama unsur Forkopimda Kota Depok melaksanakan operasi skala besar. Hal itu dilaksanakan guna mencegah terjadinya tindakan kriminalitas malam hari.

“Kami berhasil mengamankan tiga pemuda yang membawa sajam dalam operasi skala besar,” ujar Firdaus kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (28/05/2017).

Firdaus menjelaskan, ketiga pemuda bernama Muhammad Yoga Pradika, Federick Abraham, Fachrudin Ilyas tengah mengenderai sepeda motor dengan berboncengan bertiga.

Melihat hal tersebut, petugas berusaha menghentikan kendaraan dan melaksanakan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sebilah arit dari salah satu penumpang bernama Muhammad Yoga Pradika.


Sumber : POJOKJABAR.com

Curanmor-Judi Masih Menjamur di Wilayah Bogor


BOGORSatreskrim Polres Bogor, menangkap delapan orang pencuri. Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengakui, kasus curanmor jelang Ramadan meningkat.

Sehingga, pihaknya meningkatkan operasi cipta kondisi. “Pelaku yang sudah diamankan FF, AA, SY, IM, AF, SD, DA, AZ,” ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pro aktif terhadap berbagai aktivitas penyakit masyarakat seperti miras dan prostitusi.


Dari hasil operasi pekat selama beberapa hari terakhir, kata dia, terdapat delapan laporan kepolisian yang masuk ke Polres Bogor. “Alhamdulillah terungkap dan mengamankan barang bukti 10 kendaraan bermotor,” ujar dia.

Ia menghimbau, masyarakat agar lebih jeli terhadap motor-motor murah yang dijual di masyarakat. Andi menegaskan, akan melakukan penindakan terhadap penadah dan pengguna kendaraan tanpa dilengkapi surat-surat.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 29 May 2017

Pelaku Pembalakan Liar di Jalan Pajajaran Bogor Masih Buron


BOGOR – Pelaku pembalakan liar (Illegal logging) terhadap enam pohon di tepian Jalan Pajajaran Kelurahan Sukasari Kecamatan Bogor Timur masih ditelusuri.

Kini, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor sedang menggali informasi dari pemilik lahan. Dugaan sementara penebangan tiga pohon jenis Mahoni dan Palem yang berusia 40 tahun itu adalah untuk keperluan membangun ruko.

Kabid Pertamanan, PJU, dan Dekorasi pada Disperumkim Kota Bogor, Yadi Cahyadi mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi pemilik lahan. Dari komunikasi yang dilakukannya belum membuahkan hasil.

Sebab, pemilik lahan juga menyewakannya kepada pihak lain. “Tapi tidak atas perintah pemilik lahan  untuk ditebang. Dia (pemilik lahan) juga ketakutan,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Jumát (26/05/2017).

Yadi mengatakan, orang yang menyewa lahan tersebut, hingga kini belum dapat dihubungi. Dia pun sudah menegaskan kepada pemilik lahan agar bisa berkomunikasi dengan orang yang menyewakan lahannya. “Yang punya lahan menguasakan ke orang lain. Saya pun belum tahu, lagi dicari,” kata Yadi.

Sumber : POJOKJABAR.com