Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Wednesday, 14 June 2017

2 Orang Jadi Korban Tabrakan Beruntun di Bogor, Salah Satunya Pedagang Tahu


BOGORTabrakan beruntun yang melibatkan 11 kendaraan di Jalan Raya Sholeh Iskandar Bogor menyisakan duka. Bukan hanya seorang pengemudi mobil pick up yang jadi korbannya. Tapi, seorang pedagang tahu pun turut diseruduk.

Akibat hal tersebut, pedagang tahu itu harus dilarikan ke Rumah Sakit Islam yang berada di Perumahan Budi Agung. Pedagang tahu tersebut terluka akibat tergencat truk pengangkut ayam.
“Korban dibawa ke Rumah Sakit Islam untuk mendapat perawatan,” kata Kasat Lanatas Polresta Bogor Kota, Kompol Bramastyo Priadji.

Meski demikian, lanjut Bramastyo, tabrakan yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia menuturkan, kecelakaan berawal saat truk bernopol B 9607 SFU yang bermuatan semen melintas. Saat itu, truk dikemduikan oleh Kelana Jaya (34). Namun, saat di lokasi jalan mulai menurun dan truk alami rem blong.

“Truk hilang kendali dan menabrak kendaraan di depannya,” terangnya.

Akibatnya, sejumlah kendaraan yang ada di depannya tertabrak hingga terjadi tabrakan beruntun. Pihak kepolisian kini mengamankan sejumlah barang bukti yakni tiga mobil yang alami rusak parah. Selain itu, polisi juga mengamankan pengemudi truk semen tersebut.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 13 June 2017

Lagi, Pul Bus Mayasari di Bekasi Terbakar Hebat


BEKASIPool bus Mayasari Bhakti Jalan Raya Teuku Umar Kilometer (KM) 44, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, terbakar hebat pada Selasa (13/7/2017) dini hari. Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.

Belum diketahui penyebab kebakaran hebat ini. Hanya saja dipastikan lebih dari 5 bus hangus terbakar. 


Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api sejak peristiwa terjadi. Hingga pukul 05.00 dini hari, api berhasil dipadamkan sehingga tidak melumat bus lainnya yang terparkir di pool.

Saat ini, penyidik dari Polsek Cikarang Barat dan Polres Metro Bekasi masih menyelidiki penyebab kabakaran tersebut.

Pada November 2016, pul Mayasari juga sempat terbakar. Saat kejadian, sebanyak 16 bus habis terbakar.

Pada kejadian tahun lalu, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik kendaraan. 


Sumber : POJOKJABAR.com

Inalilahi… Seorang Nenek Tewas di Kali Krukut Depok


DEPOKMaisyaroh (60) warga Kp. Pancoranmas, RT06/18, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, ditemukan tewas mengambang di aliran Kali krukut, tepatnya di Kp. Pitara, RT06/09, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, Sabtu (10/6) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolsek Pancoranmas, Kompol Hamonangan Nadapdap mengatakan, kejadiannya bermula ketika saksi bernama Mukti Ali (42) warga Kp. Sengon, RT08/10, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas hendak berjalan melewati pinggiran kali tersebut.


“Saksi melihat ada yang aneh, seperti jasad manusia sedang mengambang di kali tersebut,” katanya didampingi Kanit Reskrim Polsek Pancoranmas, Iptu Jajang Rahmat.

Setelah dipastikan, benar saja itu adalahh jasad seorang nenek. Dirinya dibantu beberapa orang sekitar menolong. Namun naas, sang nenek sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat diselamatkan.

“Menurut penuturan keluarganya, korban tanpa sepengetahuan keluarga keluar rumah pada pukul 09.00 WIB dihari yang sama, korban yang di duga sudah pikun, tercebur ke Kali Krukut kemudian hanyut,” katanya.

Kapolsek menegaskan, keluarga korban sudah mengikhlaskan dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah dan membawa korban pulang untuk di kebumikan, “keluarga korban telah membuat surat pernyataan dan mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 12 June 2017

Miris… 306 Bayi di Bogor Cebol


BOGORBogor masih memiliki masalah gizi pada anak. Balita dan bayi pendek (stunting) masih menjadi pekerjaan rumah. Bayi stunting di bawah usia dua tahun, pertumbuhan tubuhnya tidak normal seperti bayi pada umumnya.

Tercatat, dari 920 bayi yang lahir di Kota Bogor, sepertiganya atau 306 bayi mengalami kondisi cebol dan berat badan kurang dari tiga kilogram. Fakta itu didapatkan berdasarkan Studi Kohort oleh Pusat Penelitian Pengembangan (Puslitbang) Gizi, Kementerian Kesehatan.


Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraini, mengatakan. Studi Kohort Puslitbang Gizi dilakukan di lima kelurahan yang ada di Kecamatan Bogor Tengah, sebut saja di Kelurahan Kebon Kelapa, Ciwaringin, Babakan, Panaragan dan Babakan Pasar.

“Dari 918 ibu hamil melahirkan 920 bayi, beberapa diantaranya melahirkan kembar. Dari 920 bayi tersebut sepertiganya lahir dalam kondisi ‘stunting’ atau bertumbuh pendek,” jelas Erna.

Kelahiran bayi stunting ini, menurutnya, disebabkan beberapa faktor, salah satunya berasal dari ibunya. Sebab dari 918 ibu hamil tersebut, satu pertiga dari jumlah ibu hamil adalah kelompok beresiko. Yakni, ada yang melahirkan terlalu muda usia kurang dari 20 tahun, atau lebih dari 35 tahun.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 9 June 2017

THR Tidak Diberikan, Lapor Kesini Saja!


BEKASIKementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) menginstruksikan, tunjangan hari raya (THR) wajib diberikan oleh pengusaha pada seluruh pekerjanya maksimal H-7 Lebaran. Bila tidak, ada sanksi tegas yang diberikan.

Ketentuan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.


Demikian ditegaskan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Sudirman. Dia mengaku, Disnaker Kota Bekasi baru saja menerima surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk mentaati peraturan tersebut.

“Pemberian THR paling telat H-7. Edarannya baru kami terima, minggu ini akan kami sebarluaskan kepada perusahaan-perusahaan,” kata dia.

Dia mengatakan setiap perusahaan sebaiknya segera menyiapkan anggaran supaya menjelang hari pencairannya tidak keteteran.”Siapkan saja jauh-jauh hari. Jangan mendadak ya, minimal dari sekarang,” jelas dia.

Menurutnya, pencairan THR merupakan kewajiban setiap perusahaan untuk memberikan kepada para pekerjanya sebagai bentuk ganjaran atas kinerja tenaga kerjanya. Namun jika dalam perjalanannya terdapat perusahaan yang terbukti tidak memberikan tunjangan sesuai dengan peraturan kementerian, pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

“Bentuk sanksinya seperti apa, ini yang sedang kami persiapkan,” tegas dia.

Dia menambahkan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi siap menerima pengaduan dari tenaga kerja perihal keterlambatan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan pada lebaran 2017. Itu dilakukan sebagai antisipasi jika para pengusaha tidak memberikan kewajiban THR kepada para tenaga kerja di Kota Bekasi.

Sudirman mengungkapkan terdapat ribuan pekerja terdiri dari 1.504 perusahaan yang tersebar di Kota Bekasi. Dia mengatakan mekanisme pemberian THR harus bersamaan dengan pencairan gaji selama satu bulan. Dia berjanji akan menampung keluhan tenaga kerja yang tidak mendapatkan bonus tahunan tersebut.


Dia berharap para pengusaha menyadari bahwa pemberian THR tidak serta-merta merasa keberatan. Musababnya, hal tersebut umumnya sudah tertera dalam perjanjian awal ketika melakukan perekrutan terhadap tenaga kerja baru.

“Karena umumnya sudah ada kesepakatan sejak awal, jadi harus ditaati,” tandas dia.


Sumber : POJOKJABAR.com

Dinkes Kota Bogor: Hamil Usia Muda Bahayakan Ibu


BOGOR – Dinas Kesehatan Kota Bogor  meminta kepada orang tua untuk tidak menikahkan anaknya yang masih dini. Sudah banyak kasus bahwa pernikahan dini banyak menimbulkan dampak negatif ketimbang positif.

Data terakhir dinkes, ada15 ibu muda meninggal dunia karena usia yang tidak matang dan penanganan yang kehamilan yang buruk.

Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan menikah dini sangat meningkatnya risiko keguguran. Apalagi pengguguran kandungan pada kehamilan yang tidak diinginkan.

“Kurangnya perawatan kehamilan karena kurangnya pengetahuan tentang kehamilan. Terlebih, jika kehamilan mereka tidak mendapatkan dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Hal ini bisa sebabkan kurangnya nutrisi yang akhirnya berakibat pada defisiensi zat gizi seperti kurang zat besi (anemia), kalsium, zink,” bebernya.

Selain itu, resiko lainnya, calon ibu besar kemungkinan akan mengalami tekanan darah tinggi. Wanita yang hamil pada masa remaja atau usia yang sangat muda, lebih beresiko mempunyai tekanan darah tinggi dibanding wanita yang hamil pada usia di atas 20-an.

Sumber : POJOKJABAR.com

Waspada! Warga Bogor Uang Lebaran Palsu, BI Siapkan Rp26,5 T Uang Baru


BOGOR – Bank Indonesia (BI) mencatat pencairan penukaran uang kepada perbankan untuk kebutuhan Lebaran tahun ini mencapai Rp 26,5 triliun atau 15,9 persen di antara total uang yang disediakan Rp167 triliun.

Sebanyak Rp4,5 triliun di antaranya disalurkan kepada kas titipan. Kas titipan merupakan hasil kerja sama BI dengan perbankan untuk kebutuhan kas di daerah.

Pantauan Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), mayoritas bank swasta dan pelat merah sudah menyiapkan dana khusus penukaran dengan pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 dan Rp 20.000 maupun Rp50.000 dan Rp100.000 baru. Hanya sistem penukaran masing-masing bank berbeda. Termasuk juga jumlah uang yang tersedia.

BRI Dewi Sartika misalnya, menyediakan dana segar Rp11,1 miliar. Kemudian Bank Syariah Mandiri (BSM) menyediakan dana Rp9 miliar. Kedua bank ini akan memulai musim penukaran uang lebaran mulai pekan depan.

“Sudah ada (dana) hanya masih terbatas. Dibuka untuk umum mulai 15 Juni nanti,” ujar manager operasional BRI Dewi Sartika, Diko Ranandra kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Rabu (07/06/2017).

Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 8 June 2017

Awas! Warga Bogor yang Suka Belanja di PKL Bakal Terancam Denda Rp2 Juta


BOGORBagi warga Kota Hujan yang doyan berbelanja di Pedagang Kaki Lima (PKL) patut was-was. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini sedang menggodok aturan bagi PKL dan konsumennya.

Nantinya bagi konsumen PKL yang ketahuan berbelanja di daerah zona merah PKL (zona terlarang) akan dikenakan denda Rp2 juta.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, Anas S Rasmana mengatakan, jika sering kali yang ditindak adalah pedagangnya, kali ini adalah pembelinya. Karena itu, pihaknya akan mengusulkan untuk dilakukan zoning PKL pada Perda Penataan PKL.

“Jadi, ke depan pembeli yang berbelanja di zona yang terlarang maka akan dikenakan denda sebesar Rp2 juta atau kurungan satu bulan,” tegasnya.

Namun, rupanya perda teresbut baru bisa dirumuskan pasca Perda  Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) telah rampung.

“Zoning PKL di perda, ada yang diperbolehkan berdagang ada yang dilarang. Tapi perda itu baru bisa turun setelah perda RTRW selesai, jadi tergantung zoningnya dulu,” tandasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 7 June 2017

Waspada Warga Bogor! Beredar Udang Palsu Asal Tiongkok, Begini Cara Membedakannya…


BOGORBerbagai kecurangan dilakukan oleh para pedagang nakal demi mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Mereka tak segan-segan untuk memalsukan bahan-bahan makanan, seperti yang terbaru kali ini yakni udang palsu. Bahkan, kabarnya udang palsu asal Tiongkok itu sudah masuk ke Indonesia.

Tak mau kecolongan, Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor melakukan antisipasi dengan melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) di Pasar Swalayan Super Indo Jalan Pahlawan dan Lippo Plaza Bogor, senin (5/6).


Kabid Perikanan pada Distani Kota Bogor, drh Wina Patriantariksina menjelaskan, pengawasan ini sudah menjadi rutinitas, baik di hari-hari biasa, menjelang ramadan, saat ramdan maupun menjelang lebaran. Target pengawasan bukan hanya ikan air tawar, pun ikan air laut juga olahan ikan lainnya.

“Kami mendengar ada isu tentang beredarnya udang palsu dari Tiongkok. Untuk Kota Bogor kami melakukan langkah-langkah antisipasi.

Pertama pengawasan udang yang beredar di Kota Bogor yang dilakukan dengan pengujian di dua supermarket, terhadap udang beku,” kata Wina.

Hasilnya, udang yang masuk ke dua supermarket tersebut adalah asli. Dia pun memberikan tips untuk menentukan udang tersebut asli atau tidak.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 6 June 2017

Waduh, Artis Kontroversial Ini Mau Nyalon Jadi Wali Kota Bekasi


BEKASIMantan tunangan dari pedangdut Zaskia Gotik yang juga dikenal dengan istilah ‘kontroversi hati’, Vicky Prasetyo dikabarkan mau mencalonkan diri menjadi wali kota Bekasi pada Pilkada 2018 mendatang.

Demi mewujudkan keinginannya untuk maju sebagai kepala daerah di Kota Bekasi, Vicky Prasetyo dikabarkan tengah melakukan penjajakan kepada sejumlah partai politik (parpol) di Kota Bekasi.
“Iya saya ada keinginan untuk maju sebagai wali kota di Pilkada Kota Bekasi 2018,” ujar Vicky saat dihubungi Radar Bekasi.

Dirinya mengaku mendapat dukungan dari sejumlah teman-temannya dari kalangan artis dan para penggemarnya untuk mencalonkan pada perhelatan pesta demokrasi daerah lima tahunan tersebut.

“Teman- teman saya sesama artis mendukung, fans juga. Itu membuat saya tambah semangat,” bebernya.

Pria kelahiran Bekasi ini mengakui niatannya untuk maju pada Pilkada Kota Bekasi, dikarenakan ingin menjadikan Kota Bekasi lebih baik lagi kedepannya.

“Saya ingin berbuat yang terbaik buat warga Kota Bekasi agar lebih sejahtera,” ucap Vicky.


Sumber : POJOKJABAR.com

174 Pelaku LGBT di Kota Depok Kena HIV


DEPOKBagi pelaku Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT), saat memadu kasih tentu tak memikirkan risiko yang ditanggungnya.

Bahayanya, di Kota Depok ada data terbaru akibat hubungan sesama jenis tersebut. Dari hubungan mereka terdapat 174 orang kini menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Depok.
Banyaknya penderita HIV akibat hubungan sesama sejenis, pemerintah pusat juga tengah menggodok rancangan undang-undang (RUU) KHUP terkait LGBT.

Menurut Ketua Umum Kumpulan Dengan Segala Aksi Kemanusiaan (Kuldesak), Samsu Budiman mengatakan, banyak orang yang menganggap bahwa setelah dirinya terinfeksi, mengurung dan berdiam diri di rumah adalah cara yang paling aman agar status HIV nya tidak diketahui oleh orang lain. Dari laporan kasus HIV dan Aids, Kuldesak Kota Depok mencatat periode 2013 hingga 2016 mencapai 691 penderita.

“Yang terinfeksi penularan melalui lelaki sesama lelaki (LSL) mencapai 117 orang, dan lesbian biseksual dan trasgender (LBT) mencapai 57 orang ” ujar Samsu kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (04/06/2017).

Samsu menjelaskan, penyebaran virus HIV dan Aids ada beberapa faktor, seperti pengunaan jarum suntik secara bersamaan, hubungan sesama jenis, darah, air susu ibu, dan beberapa faktor lainnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 5 June 2017

4 Titik Keberadaan Geng Motor Anarkis yang Berada di Bekasi


TAMBUN SELATANBeberapa hari belakangan ini masyarakat diresahkan dengan aksi geng motor di jalan. Karena dalam aksinya, sekelompok anak muda ini nekat membacok warga siapapun yang dijumpainya.

Salah satu geng motor yang dikenal sadis ialah geng motor Tambun 45. Geng yang terdiri dari sekumpulan anak muda ini beberapa waktu lalu melakukan aksi anarkis di daerah lain menggunakan senjata tajam. Beberapa dari mereka berhasil diamankan polisi.


Kapolres Metro Bekasi, Kombes Asep Adisaputra, meminta dengan tegas geng motor Tambun 45 dibubarkan. Karena aksi dan tingkah lakunya meresahkan warga. “Saya sudah bertemu dengan ketuanya (geng motor Tambun 45), saya tegaskan kalian harus bertanggung jawab atas segala tingkah laku yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Geng motor Tambun 45 seringkali melakukan aksi anarkisnya di sejumlah daerah. Selain di Bekasi, mereka juga beraksi di Karawang, Subang dan Bogor.

Dikatakan Asep, geng motor ini dinamai Tambun 45 karena tempat berkumpulnya di sekitar Gedung Juang 45 Tambun Selatan. “Namanya dari mereka sering berkumpul ini, Gedung Juang Tambun 45,” katanya.

Anggota dari geng motor ini mayoritas anak muda yang berusia belasan tahun hingga 22 tahun. Mereka mengaku melakukan aksi yang meresahkan warga hanya karena ingin terkenal.

“Beberapa waktu lalu ada kejadian mereka bertemu dengan kelompok lain kemudian terjadi benturan, namun sudah kami cegah. Ini memang ironis, mereka ini melakukan aksi demikian karena ingin dikenal, sebagai aktualisasi diri. Masih anak muda, ketuanya saja baru berumur 22 tahun, namun mereka ini membuka rekrutmen,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, 48 anggota geng motor Tambun 45 ditangkap Polres Metro Bekasi Kota. Dari jumlah itu, 11 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam.

“Dari 11 orang itu, 8 orang di antaranya merupakan warga Tambun Selatan. Kemudian faktanya lagi, dari hasil penelusuran, mereka ini juga sudah terlibat aksi anarkis di sekitar Cileungsi Bogor,” katanya.

Masyarakat diminta waspada terhadap keberadaan geng motor yang bertindak anarkis. Kata Asep, berdasarkan pemetaannya, ada empat titik yang menjadi tempat berkumpulnya geng motor, yakni Kecamatan Setu, Cibitung, Tambun Selatan dan Babelan.

“Sejauh ini kami bekerjasama dengan polres lainnya untuk pencegahan aksi geng motor ini, kami juga tingkatkan patroli. Sedikitnya kami terjunkan 300 personel yang berpatroli setiap malam,” katanya.

“Mulai dari orang tua untuk lebih menjaga anaknya, bagaimana tidak keluar pada malam hari dan tidak ada yang membawa senjata tajam. Kami tetap upayakan agar situasi kondusif dan tidak ada lagi hal yang meresahkan masyarakat,” sambungnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Ingat, Besok Wilayah Ini Bakal Alami Gangguan Air


BOGOR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor kembali akan melakukan pemerliharaan untuk lebih meningkatkan pelayanan pada para pelanggannya.

Rencananya besok, Senin (5/6/2017) sekitar dua jam mulai pukul 09.00-11.00 WIB akan dilakukan kegiatan pemeliharaan pipa di IPA Cipaku, Bogor.
Atas kegiatan tersebut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun menginformasikan bahwa wilayah zona III akan mengalami gangguan air. Diantaranya:

Sebagian Jl Raya Pajajaran dsk, Jl Sukasari 1, 2, 3 dsk, Jl NV Sidik dsk, Jl Duku dsk, Jl Nanas Bantar Kemang dsk, Jl Pajajaran Baranangsiang dsk, Jl Pajajaran Indah dsk, Perum Villa Duta.

Perum Pajajaran Regency, Jl Ciheuleut dsk, Perum Bogor Lake Side, Perum Griya Soka, Perum Botanica Cimahpar dsk, Perum Haji Cimahpar dsk.

Selain itu Perum Nurul Ichwan dsk, Jl Sukasari dsk, Jl Siliwangi dsk, Jl Lawanggintung dsk, Jl Skip dsk, Jl Batutulis dsk, Kp. Jaya Tunggal dsk, Perum Puri Mas dsk, dan sebagian Jl. Bondongan dsk.

“Kami atas nama manajemen PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyampaikan “Permohonan Maaf” atas gangguan pelayanan tersebut. Kami harap pelanggan dapat menampung air pada saat sedang mengalir,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang diwakili Sekretaris Perusahaan, Rinda Lilianti.

Ia pun berpesan, apabila pelanggan membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki dapat menghubungi Call Center 24 Jam PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di nomor (0251) 8324111 dan whatsapp di nomor 08111182123.

Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 2 June 2017

Buruan! Kuota Mudik Gratis Dibatasi, Cek Infonya Disini


BEKASIMasyarakat Kota Bekasi yang ingin mengikuti mudik gratis dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi, diminta untuk segera mendaftar sejak jauh-jauh hari. Pasalnya, dari 2 ribu kapasitas yang disediakan, sebanyak 1.750 diantaranya sudah terpesan oleh calon penumpang.

Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dishub Kota Bekasi, Fatikhun menjelaskan, sejak dibukanya pendafataran pada awal Mei 2017 lalu, jumlah peminat mudik gratis terus mengalami pelonjakan. Puncaknya, ketika memasuki penghujung Mei 2017, intensitas calon penumpang berbondong-bondong melakukan pendaftaran awal melalui tiga loket yang tersedia di Terminal Kayuringin, Bekasi Selatan.


“Sampai batas waktu pemesan pada 9 Juni besok, tinggal tersisa 25 persen,” ujar Fatikhun kepada Radar Bekasi, Rabu (31/5/2017).

Fatikhun mengatakan, calon penumpang akan diminta registrasi ulang pada 9 Juni hingga 11 Juni 2017 mendatang. Registrasi tahap kedua dilakukan sebagai tahap verifikasi data calon penumpang yang akan mudik ke kampung halaman.

Adapun total armada bus yang disediakan pada mudik gratis lebaran 2017 berjumlah 54 unit. Jumlah tersebut bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 12 unit, Dishub Jawa Barat (Jabar) 30 unit, dan Dishub Kota Bekasi 12 unit.

Terdapat dua kota yang menjadi tujuan utama, yakni Solo dan Yogyakarta. Dua kota untuk tujuan akhir tersebut akan melalui dua rute, jalur utara dan jalur selatan. Dishub Kota Bekasi juga sudah memetakan jadwal pemberangkatan yang terbagi menjadi tiga kloter. Pemberangkatan pertama pada 17 Juni, kloter kedua 19 Juni, dan kloter ketiga 22 Juni.

Calon penumpang mudik gratis ini hanya bisa diikuti bagi mereka yang berasal dari daerah yang melintasi rute perjalanan. “Di luar itu tidak bisa, ini khusus rute yang bertujuan ke Solo dan Yogyakarta,” katanya.

Fatikhun menambahkan, program mudik gratis ini juga disediakan bagi calon penumpang yang membawa kendaraan roda dua. Nantinya pemilik roda dua harus satu bus bersama kendaraan yang masuk dalam registrasi.

“Tapi pengambilan motornya itu ditujuan akhir (Solo dan Yogyakarta), tidak bisa diturunkan di daerah selain itu,” katanya.

Dia menambahkan, Kemenhub telah melakukan tender unit untuk membawa calon penumpang mudik gratis. Tender tersebut berjalan secara ketat untuk mendapatkan unit yang tidak cacat hukum. “Proses tendernya lama,” terangnya.

Salah seorang calon penumpang, Dedi Wahyudi mengatakan, kehadiran program mudik gratis sangat membantu bagi perantau yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta. Ia bersama istri dan anaknya akan melakukan perjalanan melalui kloter yang disediakan Kemenhub.

“Alhamdulillah tahun ini dapat, semoga busnya juga aman terkendali,” terang warga Kampung Malaka, Cilincing, Jakarta Utara tersebut.

Pantauan Radar Bekasi (Grup Pojokjabar.com), Kamis (1/6/2017) kemarin, beberapa warga mendatangi loket pendaftaran mudik gratis. Terdapat dua stand yang disediakan, yakni stand calon penumpang dan stand kendaraan mudik gratis.


Sumber : POJOKJABAR.com

Waspada! Marak Aksi Hipnotis Saat Ramadan


CIKARANG BARATPenumpang yang akan melakukan mudik lebaran diminta selalu waspada akan tindak kejahatan. Kepala Terminal Kalijaya, Lukman Hakim menyatakan, bahwa dari beberapa tindak kejahatan, saat ini marak terjadi yakni aksi hipnotis atau gendam. Dimana, warga di buat linglung dan tidak tau arah tujuan. Hingga terjadi tindak kejahatan pencurian.

“Yang sedang marak saat ini, aksi hipnotis. Setiap peningkatan penumpang saya selalu mengintruksikan agar selalu waspada. Apa lagi saat momentum mudik lebaran Ramadan ini,” katanya.


Setelah menginjak H-7 peningkatan keamanan akan dilakukan, mengingat akan banyaknya penumpang dari berbagai wilayah dari Kabupaten Bekasi yang melaksanakan mudik. Dirinya memastikan, untuk area terminal bebas dari pengamen dan jasa pengangkut barang.

“Untuk pelaku hipnotis justru kita tidak bisa melihat secara langsung. Mereka berada di keramaian dan kerap bersahabat. Dari beberapa pengalaman korban hipnotis, awalnya pasti didekati, akrab dan memberikan minum dan lainnya, saat itulah aksinya dilakukan,” terangnya.

Sementara dari hasil pantauannya, peningkatan penumpang saat ini belum signifikan. Namun, sejumlah kendaraan berbagai tujuan mulai masuk dan akan melonjak di pertengahan Ramadan nanti.

“Tiap tahun, setiap musim mudik, lonjakan penumpang pasti drastis. Sebelumnya, pasti dari pihak dishub (Dinas perhubungan) dan Kepolisian akan melakukan pengecekan pada setiap kendaraan yang ada di terminal,” tandasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Gengster Marak di Bogor, Masyarakat Minta Pemerintah Menindak Tegas


BOGOR – Kenakalan remaja terus terjadi di sejumlah wilayah yang ada. Salah satunya yakni di wilayah Bogor. Bukan hanya aksi tawuran dan minuman keras yang meresahkan warga. Kini, aksi gengster menjadi fenomena yang diresahkan banyak pihak.

Aksi gengster memang kerap menimbulkan onar. Terlebih lagi di jalanan. Biasanya, anggota gengster beragam usianya. Mulai dari remaja hingga dewasa. Mayoritasnya memang diisi oleh kaum adam.

Ironisnya, para remaja yang tergabung dalam gengster merupakan pelajar sekolah. Dalam aksinya, gengster juga tak segan membawa senjata tajam.

Keresahan terhadap gengstar rupanya memang tidak main-main. Akun Satgas Pelajar Kota Bogor pun memposting mengenai aksi gengster yang ada.
“Ini lah salah satu GENGSTAR yg selalu meresakan kita sebarkan mudahan sampai ke pada orangtua mereka,” cuit akun @satpel_kota_bogor.

Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 31 May 2017

Waspada! Ini Modus yang Digunakan Pengoplos Daging Babi di Bogor


BOGORMasyarakat Bogor sebaiknya lebih berhati-hati dalam membeli daging di pasaran. Sebab, polisi berhasil mengamankan pelaku pengoplos daging babi di pasar.

Ironisnya, daging babi tersebut dicampur dengan daging ayam dan dipasarkan ke masyarakat. Hal tersebut terungkap manakala polisi melakukan operasi di pasar yang ada.


“Sidak kami lakukan di Pasar Citeureup,” kata Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Selasa (30/5/2017).
Dari hasil sidak tersebut polisi berhasil mengamankan pemilik kios yakni PN (42) beserta dengan pekerjanya AI (35), UG (24), IT (30), MO (31) dan HS (39). 


AI diketahui bertugas menghancurkan daging babi, UG bertugas membumbui daging oplosan, IT sebagai pengoplos daging dan MO sebagai tukang giling daging oplosan.

“Pelaku menjual daging babi yang dicampur daging ayam dengan harga 40 sampai 50 ribu rupiah per kilogram,” ungkapnya.

Dengan harga tersebut, pelaku mengatakan bahwa daging tersebut adalah daging sapi impor beku. Sehingga harganya dapat lebih murah. Tentunya, jika dibandingkan dengan daging sapi yang dijual di pasaran harga tersebut terbilang murah. Sebab, harga daging sapi yang ada dapat mencapai 130 ribu per kilogramnya.

Menurut keterangan yang didapat, kebanyakan pembeli daging tersebut merupakan pedagang cilok dan bakso. Dari pemilik kios daging polisi mengamankan 46 kilogram daging babi hutan, 60 kilogram daging ayam dan 46 kilogram daging ayam yang sudah dioplos daging babi.

“Kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut,” pungkasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 29 May 2017

Unik, Pisang Seribu Muncul di Betim Depok


DEPOKDilihat sekilas pohon pisang yang berada di kebun milik Dasuki, di Jalan Pala RT2/3 Kelurahan Beji Timur (Betim), Beji sama seperti pohon pisang pada umumnya. Namun, apabila dilihat dari buahnya, pohon pisang milik Dasuki memiliki pisang seribu.

Pemilik pisang seribu, Dasuki mengatakan, guna memenuhi dan memproduktifkan lahan kebun yang dimilikinya, dia manfaatkan dengan menanam pohon pisang.


Keberadaan pohon pisang unik dia dapatkan dari wilayah Pitara Kecamatan Pancoranmas. Saat itu, hanya satu bibit pohon pisang seribu yang dia tanam dikebun dengan beberapa tanaman lainnya.

“Saat itu saya hanya menanam satu bibit terlebih dahulu, guna mengetahui hasilnya,” ujar Dasuki kepada Radar Depok, kemarin.

Dasuki menjelaskan, pohon pisang yang ditanam sudah berbuah dua kali dan menghasilkan ribuan pisang, sehingga berbeda dengan buah pisang lainnya. Diperkirakan buah pisang seribu dapat mencapai panjang sekitar 1,5 hingga dua meter yang menjulang dari atas kebawah.


Sumber : POJOKJABAR.com

Awas, Ranjau Jeruk Mengintai Pengguna Jalan di Sukamakmur Bogor

 

BOGORAda-ada saja akal bulus penebar paku jalan. Berharap menuai untung, beberapa pelaku kejahatan ini mengemas aksinya dengan gaya baru. Yaitu, dengan menebar buah jeruk berisi paku.

Salah satu korban, Kades Cibadak Desa Sukamakmur, Ulung Saputra mengaku sempat melindas jeruk berisi paku belum, Kamis (25/05). Karenanya , kendaraan yang ditumpanginya bocor ban.


“Saya aneh, saat cek ban saya yang bocor, kok diantara paku ada kulit jeruknya dan terlihat bekas jeruk,” tukasnya. Karenanya, ia mulai menyadari para penyebar paku mulai menggunakan jeruk sebagai media baru untuk melancarkan aksinya. “Jadi bermodal jeruk. Cost-nya nambah,” candanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sukamakmur, Ipda Lilik Setyo Pamuji tak menampik adanya kegiatan kejahatan penebar paku jalan. Terlebih lagi mendekati di momentum puasa dan lebaran. Namun, untuk modus ini ia mengaku masih menyelidiki kebenarannya.

“Kami belum dapat laporan. Jika ada, ini bagian dari modus pengusaha bengkel nakal yang berniat mencari keuntungan lebih besar,” kata dia.

Tak hanya di Kecamatan Sukamakmur, informasi itu menyebar hingga ke area Kecamtan Gunungputri, Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Cileungsi.

Kanit Lantas Polsek Cileungsi, AKP Yayan Suharyana menghimbau, agar para pengendara lebih berhati-hati saat menemukan jeruk di tengah jalan. Meski belum terdapat laporan korban, di area Cileunsi patut menjadi kewaspadaan.

“Di sini banyak bengkel-bengkel. Khawatir ada yang nakal, karenanya wajib untuk waspada,” imbaunya. Menurutnya, modus tersebut tak lebih untuk meningkatkan keuntungan pengusaha nakal. Dengan menebar paku di jalan, tingkat kunjungan konsumen akan semakin bertambah.

“Jika ada yang melihat gelagat aneh dari pengendara jalan. Membuang jeruk atau terlihat menyebar paku, jangan sungkan untuk melapor. Pasti kami tindak,” ujarnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 16 May 2017

Warga Depok Temukan Mayat Bayi di Ciliwung


DEPOKMaksud hati ingin mendapatkan ikan. Wandi dan kawan-kawan malah menemukan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang mengambangkan di Sungai Ciliwung, Sabtu (13/5).  Mayat bayi dibungkus karung itu ditemukan, di RT3//11 Kelurahan Ratu Jaya Kecamatan Cipayung.

Seorang saksi mata, Wardi (40) mengatakan, mayat bayi berjenis kelamin perempuan dia temukan saat tengah mencari ikan di Sungai Ciliwung. Saat mencari ikan, dia tidak menduga akan menemukan mayat bayi yang mengambang di aliran sungai yang menjadi tempat dia mencari ikan.


“Kejadiannya menjelang sore, sekitar pukul 15:00 WIB saya melihat mayat bayi,” ujar Wardi kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (14/05/2017).

Wardi menjelaskan, ditengah asik mencari ikan, dia melihat bungkusan karung yang didalammnya seperti boneka. Dikarenakan curiga dan ingin memastikan isi karung tersebut, Wardi berusaha mengambil karung tersebut yang menyangkut diantara tumpukan sampah.

Saat dibuka isinya, bayi. “Saat melihat isinya mayat bayi, saya memberitahukan warga sekitar dan pihak kepolisian,” terang Wardi.

Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus menuturkan, pada Sabtu (13/5) salah seorang pencari ikan menemukan mayat bayi perempuan di aliran Sungai Ciliwung.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, pihak Polsek Pancoranmas dan Polresta Depok mendatangi lokasi guna mengindentifikasi mayat bayi perempuan tersebut.

“Mayat bayi ditemukan masih terbungkus karung beras yang tersangkut antara tumpukan sampah,” ucap Firdaus.

Firdaus mengatakan, bayi perempuan diperkirakan baru satu hari dibuang dari orang tua yang tidak bertanggung jawab. Hal itu terlihat, dalam tubuh bayi perempuan masih menempel tali pusar.

Guna menindaklanjuti penemuan tersebut, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. “Saksi sudah kami mintai keterangan, kami akan menyelidiki pelaku pembuang bayi perempuan yang tak berdosa,” tutup Firdaus.


Sumber : POJOKJABAR.com