Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label Ngehit. Show all posts
Showing posts with label Ngehit. Show all posts

Monday, 29 May 2017

Sehat Lezat dan Suasana yang Asri Buka Puasa di Kampung 99 Depok


DEPOKMau berbuka puasa tak berdesak-desakan dan merasakan sensasinya asri Kota Depok. Coba wara-wiri ke Kampung 99 Pepohonan di KH Muhasan II, Meruyung, Limo. Di Kampung 99, kini menyediakan menu dan paket spesial Ramadan 1438 H.

Marketing Office Kampung 99 Pepohonan, Neea Rachma mengatakan, memasuki dan memberikan warna saat Ramadan, Kampung 99 Pepohonan tidak luput dengan memanjakan pengunjung Kampung 99 Pepohonan dengan paket Ramadan. Kali ini, pihaknya menyediakan menu paket buka puasa di Warung 99 Pepohonan.


“Kami telah menyiapkan menu Ramadan 1438 H untuk pengunjung Kampung 99 yang ingin mengadakan buka puasa bersama,” ujar Neea kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (25/05/2017).

Neea menjelaskan, Warung 99 Pepohonan menyediakan berbagai menu untuk berbuka puasa bersama. Ada dua paket yang disediakan dengan berbagai menu terbaik Warung 99 Pepohonan. Diantaranya, Paket Satu seharga Rp45 ribu dan Paket Dua seharga Rp75 ribu untuk satu orang, yang berisikan tajil, appetizer dan snack, soup, chicken, fish, nasi putih, dessert.

Neea mengungkapkan, Warung 99 Pepohonan menyediakan tempat yang dapat digunakan untuk kegiatan berbuka puasa bersama, baik acara kantor, sekolah, komunitas, maupun yang lainnya.

Tidak hanya itu, kata dia di Warung 99 Pepohonan memiliki banyak menu makanan, sehingga pengunjung dapat memilih makan sesuai keinginan dan selera.

“Selain itu, kami menyediakan menu makanan tambahan, yakni menu foodstall exclusive dengan harga yang ekonomis,” tutup Neea.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 15 May 2017

Cocok Nihh… Kedai buat Nongkrong Asik Sambil Mimicucu, Disini Lokasinya


BOGOR Buat kamu para food hunter apalagi yang hobi minum susu, pasti sudah enggak asing nih dengan Kedai Mimicucu. Kedai yang menyajikan aneka varian susu ini memang sudah melekat di hati penggemarnya sedari mulai merintis 2014 silam.

Datang ke kedai yang berada di bilangan Sukasari ini dijamin enggak bikin kamu bosan. Soalnya, ada tampilan baru nih dari Kedai Mimicucu yang instagramable banget. Lokasinya ada di bagian bawah.


Tulisan berukuran besar You Are Never too Old To Mimicucu, jadi bagian yang enggak mungkin terlewatkan. Bikin kamu, yang meski sudah tidak lagi anak-anak, sah-sah saja minum susu, apalagi dengan penyajian susunya yang menggunakan botol disertai dot.

Di bagian lainnya, ada gambar Sapi dengan aksen yang jenaka. Bagaimana tidak, ia seperti mengajak siapapun yang datang menari.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Friday, 12 May 2017

Ingin Tampil Beda, Lady Bikers Ini Pilih Yamaha Vixion


BOGORBikers bukan hanya identik dengan sosok pria. Di masa sekarang justru bikers wanita semakin banyak bermunculan. Seperti bikers asal Bogor satu ini.

Namanya Anisa Zulva Mirazqi, remaja yang baru saja lulus dari SMA ini memilih jadi bikers. Bahkan, tak tanggung, untuk menyalurkan hobinya tersebut ia ikut komunitas Family Vixion Bogor (FVB).


Bukan hanya sekadar bergabung, ia juga sudah melakukan touring ke beberapa tempat. Yakni Bandung dan Banten. Tapi, dalam berkendara ia selalu mengedepankan keselamatan.

“Dalam berkendara itu yang penting selalu jaga keselamatan. Baik itu perempuan maupun laki-laki,” katanya kepada Pojokjabar.

Dalam hal ini Icha, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa dalam mengendarai motor tak boleh sembarangan. Agar selalu selamat di jalan, pengemudi wajib pakai sepatu, celana panjang, protector, jaket dan juga helm.

Nah, untuk menunjang hobinya tersebut, Icha memilih menggunakan Yamaha Vixion. Ia mengaku sudah menggunakan Yamaha Vixion sejak tahun 2014 silam. Artinya sudah tiga tahun ia bersama dengan Yamaha Vixion kesayangannya tersebut.

“Kalau masuk komunitasnya saya dari tahun 2015,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kebanyakan wanita memang memilih menggunakan motor bebek atau matic. Namun, beda dengan dirinya. Icha justru ingin tampil beda dengan wanita pada umumnya. Terutama dengan anak seumurannya.

“Ingin tampil beda aja dan udah asyik pakai Yamaha Vixion,” pungkasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 17 April 2017

Ayo Para Goweser…. Boleh Dijajal Nih Trek Anaconda Hambalang, Kabupaten Bogor


BOGOR – Bagi goweser, jalur anaconda Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, bukan lintasan yang baru. Ya, jalur ini memang dikenal dengan tanjakannya yang dijamin membuat dengkul kaki sedikit nyut-nyutan. Awal start, pesepeda akan disuguhi tanjakan.

Di jalur awal ini atau etape pertama, lintasan atau trek masih didominasi jalanan aspal yang sedikit berbatu dan berlubang. Nah, dietape kedua, pesepeda bisa sedikit lega. Di jalur ini, ada beberapa turunan.
Tetapi, di etape ini goweser harus berhati-hati. Sebab, lintasan masih banyak berbentuk tanah serta krikil keras. Begitupun dengan turunan yang memiliki banyak kelokan diselingi dengan tanjakan.

Namun, selama melintasi jalur ini, goweser akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Sepanjang lintasan akan terlihat bukit karang di sisi kanan dan kiri. “ Lumayanlah untuk melatih kekuatan kaki dan dengkul,” kata Ahmad Sogiri, pesepeda asal Jakarta yang sengaja ingin menjajal trek anaconda Hambalang.

Menurut dia, trek ini ia ketahui dari beberapa rekannya yang juga memiliki hobi bersepeda. Ia pun mengaku penasaran. Bahkan, sebelum mencicipi trek ini, ia sempat mencari informasi di mesin pencari google.

“ Treknya luar biasa, meski ‘menyiksa’,” katanya sambil tertawa lepas.

Senada dikatakan Buchori. Pesepeda yang juga berasal dari Jakarta ini penasaran dengan informasi yang didapat dari komunitas sepedanya. “ Penasaran aja kayak apa sih treknya. Ternyata luar biasa capeknya,” ucapnya sambil tersenyum.

sumber : pojokjabar.com

Friday, 30 December 2016

Bogor Diserang Broadcast BBM Porno


BOGOR – Setelah modus penipuan ‘mama minta pulsa’, kini marak beredar penipuan minta pulsa dengan cara barter foto syur dan video porno melalui aplikasi media sosial BlackBerry Messenger (BBM).

Modus ini berawal dari pesan BBM pelaku yang dikirim melalui fitur Broadcast ke setiap calon korban.

Tarif foto syur dan video porno yang dijual dengan pulsa juga bervariasi. Pelaku mematok tarif mulai Rp25 ribu hingga Rp250 ribu.  Seperti diungkapkan Reynaldi (22), salah satu mahasiswa universitas swasta di Kota Hujan. Ia  mengaku, awalnya menjadi teman dengan pelaku di aplikasi BBM sejak Agustus lalu.

Mulanya, ia tidak tertarik dengan broadcast yang dikirim. Namun, setelah berkali-kali mendapatkan broadcast bernada rayuan, akhirnya ia tergiur untuk mencobanya.

Sejurus kemudian, korban membelikan pulsa sebesar Rp25 ribu ke nomor yang sudah disediakan pelaku.

Seperti petunjuk yang diperintahkan pelaku melalui pesan Broadcast-nya, Reynaldi mengirim pesan dengan mengetik nomor PIN dan jumlah pulsa yang ditransfer. Namun, foto dan video yang dijanjikan tak kunjung diterima.

Tuesday, 4 October 2016

Keren… Dua Desainer Asal Kota Bogor Kenalkan Batik Hingga Amerika Serikat



POJOKJABAR.com, BOGOR – Berdakwah pun menyebarkan virus-virus Islam tak melulu dilakukan di belakang mimbar. Adalah Indriya R. Dani juga Tety Murniati, dua desainer asal Kota Bogor yang mendapat kesempatan bicara lebih banyak tentang busana muslim batik dengan konsep dakwah.

Namun kali ini  bukan lagi di Indonesia, namun di Seattle Amerika Serikat. Ajang bernama Expressions of Modesty garapan Azizah Magazine Event Organizer akan menjadi panggung keduanya.
Berlangsung selama tiga hari berturut-turut, 2 hingga 4 Desember mendatang. Persiapan kini sudah mencapai 70 persen.  
Hal ini dikatakan Indriya R. Dani saat Radar Bogor bertandang ke kediamannya di bilangan Villa Duta Padjajaran, Minggu (2/10/2016).

Untuk tampil di ajang sebesar ini juga di negeri orang, bukanlah hal yang mudah. Berkelana sejak 2010 di Negri Paman Sam hingga akhirnya banyak mendapat kesempatan juga tawaran.

“Akhirnya mengangkat batik. Tapi sebenarnya sama saja. Batik ini hanya salah satu media, tapi konsepnya di fashion,” ungkap Indri, sapaan akrabnya.

Akunya, ia lebih suka dakwah melalui seni. Dakwah yang disampaikan melalui batik adalah terjemahan dari apa yang disampaikan Wali Songo, dalam hal ini yang diangkat Sunan Gunung Djati. Dengan nama Batik Kahuripan, ada ajaran tasawuf para Wali Songo di dalamnya.

sumber: pojok jabar

Monday, 3 October 2016

Luar Biasa… Siswa SLB Cianjur Juara Nasional


POJOKJABAR.com, CIANJUR – Memiliki siswa berprestasi tentunya menjadi harapan setiap sekolah dalam mewujudkan visi dan misi pendidikan selama ini.
Harapan itu bukan hanya dirasakan oleh sekolah yang memiliki siswa biasa saja, melainkan juga sekolah yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Seperti halnya SLB Permata Ciranjang.

Salah satu siswanya yang meraih prestasi tersebut yakni Gilang Ahmad. Siswa kelas sepuluh SMKLB Permata Ciranjang ini berhasil meraih juara 2 seni pantonim tingkat nasional.

“Kami sangat bersyukur karena dibalik kekurangan mereka tersimpan banyak prestasi. Ya, salah satunya adalah Gilang Ahmad itu, juara 2 seni tari pantonim tingkat nasional dalam lomba FLS2N yang diselenggarakan di Manado,” kata Kepala SLB Permata Hati Ciranjang, Eni.

Menurutnya, Gilang merupakan salah satu siswa terbaik SMKLB Permata Hati. Gilang jago dalam berpantonim. Bahkan untuk prestasi sendiri tak kalah dengan siswa lain pada umumnya baik ditingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

sumber: pojok jabar

Tuesday, 16 August 2016

Ramai-ramai Promosi Wisata Kabupaten Bogor dengan Motor Trail

BOGOR – Untuk mengembangkan potensi wisata di Kecamatan Sukajaya, muspika mengundang komunitas motor trail untuk menikmati keindahan panorama alam di Sukajaya, Minggu (14/08/2016).
Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk melihat potensi alam dan sekaligus memasarkan potensi wilayah untuk dijadikan obyek wisata. Diantaranya lokasi proyek Taman Miniatur Masjid Dunia (TMMD) yang berada di Desa Kiara Pandak.

Camat Sukajaya, Nana Mulyana mengatakan, komunitas motor trail dikenalkan dengan jalur yang menantang untuk dilalui. Seperti di pasir Gocap, terkenal dengan bukit Telettubis-nya.
“Kedua Jalur tersebut berada  masuk ke  Desa Kiarapandak, Pasir Madang dan Cileuksa. Kegiatan ini untuk mengenalkan destinasi wisata di Sukajaya,” ujarnya, Minggu (14/08/2016).

Lebih lanjut ia menambahkan, beberapa potensi objek agrowisata salah satunya mempromosikan rencana pembangunan wisata religi TMMD. Dengan 99 miniatur masjid iniatur dari 86 Negara di dunia.
“Mudah-mudahan dengan adanya promosi tersebut, menjadi sumber percepatan pembangunan insfratruktur di wilayah Kecamatan Sukajaya,” tandasnya.(ent)

Thursday, 11 August 2016

Aston Bogor Hotel Keluarkan Tiga Menu Agustusan

BOGOR – Menyambut bulan Agustus yang juga merupakan bulan kemerdekaan Republik Indonesia kita tercinta, Aston Bogor Hotel and Resort merilis tiga menu Food and Beverages yang bernuansa sangat Indonesia.
Ass Public Relation Aston, Ranky Safitri mengatakan tiga menu ini dirilis sebagai bentuk persembahan untuk ulang tahun Indonesia yang ke-71.
Dengan penggunaan bahan dan bumbu makanan serta minuman yang sangat khas Indonesia. Ketiga menu tersebut adalah Tengkleng Kambing, Singkong Madu Saus Santan dan Es Teh Nirwana.

”Menu-menu ini khusus bisa dinikmati pada bulan Agustus 2016 dan bisa dipesan di Batutulis Restaurant Aston Bogor Hotel and Resort,” ungkap Ranky Safitri Rabu (11/08/2016).
Dari tiga menu tersebut, salah satunya sebagai menu andalan bulan ini di  Aston Bogor Hotel and Resort yakni Tengkleng Kambing.
Menu tengkleng kambing menjadi menu andalan karena menu yang sangat familiar untuk masyarakat Indonesia yang merupakan hidangan khas Solo yang sudah menjadi olahan turun-temurun warga Solo khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.

Belum lagi rempah-rempah yang digunakan pada resep tengkleng kambing adalah rempah-rempah yang sangat khas Indonesia. Menu kedua adalah Singkong Madu Saus Santan sebagai menu penutup atau dessert.
“Semua tahu bahwa singkong adalah umbi dengan produksi yang tinggi di Indonesia,” jelasnya singkat.
Dan pada bulan ini Aston Bogor menghidangkan singkong dalam sebuah proses yang panjang hingga menjadi hidangan lezat dan sangat menarik.
Manisnya singkong dengan bumbu madu berpadu saus dari santan kelapa yang gurih hingga terasa lumer di mulut. Kedua menu di atas tak akan lengkap tanpa sebuah sajian minuman yang juga khas rasa Indonesia.

Kekayaan rasa teh dari kebun di Indonesia diolah sedemikian rupa hingga menjadi satu menu Es The Nirwana khas Aston Bogor Hotel and Resort.
Paduan air teh dingin dengan lime sorbet dan pemanis lainnya akan menyegarkan. Apalagi dinikmati setelah aktivitas yang melelahkan atau selepas menikmati semua menu F&amp, B Aston Bogor bulan ini.
“Semoga semua sajian Food and Beverages promo untuk bulan Agustus dari Aston Bogor Hotel and Resort ini bisa menjadi sebuah persembahan bagi hari ulang tahun Indonesia yang ke-71. Merdeka!,” harap Ranky.(ent)

Buktikan Bertalenta, Ini Dia Dancer Polwan Polres Bogor Kota


BOGOR – Sebagai Polisi Wanita (Polwan) tak hanya bertugas melayani masyarakat saja. Namun mereka juga punya bakat lain yang juga bisa dipakai untuk menghibur masyarakat.
Seperti 15 polwan dari Polres Bogor Kota ini. Tergabung dalam dancer polwan mereka terus mengembangkan talentanya.
Gerakannya mampu membuat siapapun yang melihatnya berdecak kagum. Mimik wajah yang ekspresif membuat penonton akan gemas dibuatnya. Dibalik busana nan sempurna juga tata rias mempesona.

Siapa sangka, mereka adalah Polwan Polres Bogor Kota yang seakan berubah identitas menjadi dancer profesional.
Tiada lagi kesan jutek maupun judes. Melainkan yang ada hanya wajah ceria juga sesekali tawa. Polwan Polres Bogor Kota rupanya memiliki bakat lain selain mengatur lalu lintas juga memberantas aksi kriminal, adalah menari.
Unjuk kebolehan kali pertama saat Launching Maskot Si Po Bo, beberapa waktu lalu, Dancer Polwan yang belum memiliki nama ini terdiri dari deretan Polwan muda dengan rata-rata usia 20 tahunan.

“Kami belum memiliki nama untuk Dancer Polwan ini. Tapi kalau ada masyarakat yang memiliki ide untuk nama dancer, bisa saja. Misalnya, power puff girls dancer,” tukas Koordinator Dancer Polwan Polres Bogor Kota, Iptu Fitri Wijayanti seraya tertawa.
Ia mengatakan, awal kemunculan dancer polwan adalah sebagai wadah untuk menampung bakat terpendam para polwan, khususnya di bidang tari. Ajang ekspresi diri dalam bidang yang positif.
“Sekaligus untuk menunjukkan ke pimpinan juga masyarakat khususnya, bahwa tiap polwan itu memiliki talenta banyak. Intinya memperlihatkan sisi lain dari polwan. Tidak hanya menjadi sosok yang tegas, galak tapi juga bisa menjadi humanis,” katanya.

Tidak main-main, pelatih profesional di bidang tari pun didatangkan untuk melatih dancer polwan. Beberapa kali unjuk kebolehan di kegiatan Polres Bogor Kota. Dancer polwan pun kelak ingin tampil di ragam acara lainnya.
“Sebenarnya kita juga kan memiliki polwan yang mampu memainkan rampak gendang, grup tari mau mere juga kelompok polwan bersepeda,” ungkap Fitri.

Intinya, menurut Fitri, Polres Bogor Kota ingin memajukan bakat-bakat polwan dalam bidang yang positif. Beranggotakan 15 orang, kemunculan dancer polwan pun meraih respon positif dari berbagai kalangan.
“Meski begitu tetap ada koridornya, mengingat polwan bukan masyarakat sipil biasa. Mulai dari pakaiannya juga gerakannya. Lebih kepada sporty dan enerjik,” paparnya.

Sementara itu, Bripda Julia Thita Andini, salah satu anggota dancer polwan mengaku  tidak memiliki bakat menari, namun berkat latihan yang rutin mampu mengikuti tiap gerakan yang diarahkan pelatih.

“Kendala awalnya sulit menyesuaikan gerakan karena memang enggak punya basic nari. Sempet juga sampai dimarah-marahin sama pelatihnya,” ungkap dara kelahiran 3 Juli 1996 ini.
Ke depan, kata Julia, latihan rutin pun akan dilakukan, selain untuk mengakrabkan tiap anggota yang berasal dari kesatuan berbeda, latihan pun sekaligus menjadi obat penghilang penat dari rutinitas kewajiban.
“Senang saja latihan bareng jadinya sudah kaya keluarga terlebih karena ini hal baru juga,” tandasnya.(ent)

Tuesday, 9 August 2016

Wow… Festival Burung Berkicau Bogor Raya Diserbu 10 Ribu Peserta

BOGOR – Komunitas Kicau Mania Kota Bogor tak mau ketinggalan turut menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang tinggal menghitung hari.Berlokasi di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, Minggu (07/08/2016), Festival Burung Berkicau Bogor Raya pun digelar dengan diikuti lebih dari 10.000 peserta.
Pembina Komunitas Kicau Mania Bogor Bersatu, Dadang Danubrata mengatakan, acara ini digelar untuk memberikan sarana bagi para penghobi kicau mania menampilkan burung-burung yang sudah dilatihnya.

“Pesertanya datang bukan hanya dari Jabodetabek, tapi juga Sukabumi, Cianjur, bahkan hingga Banten. Ada 36 kelas dengan 18 jenis burung yang diperlombakan,” ujar Dadang.
Menurutnya, dengan adanya perlombaan kicau mania ini, bisa mendorong perekonomian bagi penghobi burung, khususnya mereka yang bergerak di bidang UMKM. Semisalnya, pengrajin kandang, penjual makanan burung, hingga pengrajin kaus.

“Kami juga mendorong perekonomian UMKM terus bergerak dan meningkat. Khususnya, masyarakat yang tidak bekerja, jadi memiliki pekerjaan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI P Kota Bogor itu.
Sementara itu, salah satu peserta lomba, Kristian mengaku senang dengan adanya Festival Burung Berkicau. Selain menjadi ajang silaturahmi, sekaligus menambah pertemanan dengan sesama penghobi burung.
“Bagus dan kekeluargaannya terasa. Terlebih, kita bisa ketemu dengan orang baru dengan hobi yang sama. Meski bersaing, tapi tetap secara sehat,” singkatnya.(ent)

Orang Bogor, Wajib Pakai Kopi Bogor


BOGOR – Kemeriahan Bogor Coffee Festival 2016 semakin terasa saat 11 orang barista menunjukan keahliannya dalam membuat dan menyajikan kopi di atrium Cibinong City Mall (CCM), Minggu (6/8/2016).
Dengan berbagai alat, mereka sangat terampil meramu kopi agar enak dan menarik. Publik Relation dan Promotion Coffee Toffee Indonesia, Endriko menjelaskan, para peserta perwakilan coffee shop yang ada di Bogor, Depok dan Jakarta serta independen.

“Setiap peserta diberikan waktu selama 20 menit untuk membuat kopi. Hanya saja, dalam kompetisi tersebut mereka menggunakan 100 persen biji kopi Bogor,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada dua kompetisi yang diadakan dalam festival kopi tersebut, mereka akan membuat kopi kopi cappucino dan signature drink, minuman hasil kreasi dari barista dengan bahan dasar ekspreso.
Menurutnya, biji kopi yang digunakan memang berasal dari petani Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari dan Megamendung, dengan tema bangga kopi Bogor, diharapkan dapat memajukan kopi Bogor.

“Yang terbaik robusta, karena hampir 80 persen produksi di Kabupaten Bogor,” ujar dia.
Selain kompetisi barista, ada juga talkshow lifestyle dan bisnis coffee shop di Kabupaten Bogor, dimana mendatangkan pemilik Malabar Coffee.
“Spesial performance Anisa Rahma, eks personel Cherrybelle membuat acara ini semakin meriah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Bogor Siti Nurianty menjelaskan, dengan hajat akbar festival kopi tersebut menjadi banyak yang tahu jika Bogor memiliki kopi jenis arabica dan robusta.

Menurutnya, petani juga akan semakin terbuka bahwa kopi tidak asal dijual menjadi satu, kedepan jika dipilih maka akan menambah peluang dan harganya juga bagus.
“Banyak yang sudah menanyakan dapat dari mana kopinya, termasuk dengan menjual harga mahal sebuah green bean, biji kopi yang membeli harus punya coffee shop,” tuturnya.(ent)

Saturday, 6 August 2016

Suka Pegang “Susu” Cewek di Jalan, Pria Jomblo Bogor Dibekuk Polisi

BOGOR – Entah iseng atau bagaimana, yang jelas pria jomblo warga Perum Coco Garden RT 02/14 Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini tak bisa melancarkan aksinya lagi setelah diringkus polisi pada Selasa (2/8/2016) lalu.
Namanya Fajar Nugroho Susanto (20), yang kerap kali memegang “susu” wanita ketika di jalan.

Aksi cabulnya itu tak hanya meresahkan kaum hawa juga laki-laki lainnya yang ikut geram karena memegang payudara perempuan saat berkendara di jalan. Sehingga, Fajar ditangkap warga dan diamankan oleh Polres Bogor.
“Orang ini suka megangin susu cewek kalau di jalan. Tapi alhamdulillah sudah ketangkep,” ujar akun facebook Sendi Tia Mona.

Si tukang pegang susu cewek ini adalah karyawan salah satu perusahaan swasta. Dia sehari-hari menunggangi sepeda motor Suzuki Satria 150 FU warna hitam.
Kini, para wanita di Kabupaten Bogor telah aman. Karena Fajar si tukang pegang susu cewek sudah ditangkap polisi.(ent)

Thursday, 4 August 2016

Adanya Isu Pabrik Mi Berformalin di Kabupaten Bogor Terus Dibuktikan


BOGOR – Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor bersama pemerintah Kecamatan Cileungsi, Rabu (03/08/2016), menyisir sejumlah pabrik pembuat mi yang ada di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi.
Penyisiran ini dilakukan untuk mencari mi berformalin. Sebab, belum lama ini BPOM mengungkap peredaran mi berformalin di kawasan Jakarta, yang disebut-sebut dibuat dari pabrik yang ada di Desa Dayeuh.

“ Kita keliling ke pengepul, pedarang dan pabrik. Alhamdulillah tidak ditemukan mi berformalin,” kata Kasi Ekonomi Kecamatan Cileungsi, Arifin.
Arifin menyebut kabar jika sejumlah pabrik di Cileungsi membuat mi berformalin adalah kabar tidak benar. Untuk memastikan, pihaknya menyisir seluruh pabrik mi, termasuk yang ada di Desa Dayeuh.

Senada ditegaskan Kepala Desa Dayeuh, Jamali. Menurut dia tidak pernah ada pabrik pembuatan mi di desanya, apalagi yang berbahan campuran formalin. Sebab, dari pendataan yang dilakukan, Desa Dayeuh hanya terdapat pabrik tekstil dan beberapa home industry pembuatan makanan ringan.

“Saya masih ragu. Informasi itu benar atau tidak,” ucapnya.
Hanya saja, kabar tersebut masih diragukan Kepala Bidang Perdagangan pada Diskoperindag Kabupaten Bogor Jona Sijabat.
“Kami tunggu informasi dari kecamatan,” singkatnya saat dihubungi.(ent)

Warga Kabupaten Bogor Terbiasa MCK di Sungai


BOGOR – Masih banyak warga di Kabupaten bogor melakukan mandi, cuci dan kakus (MCK) di sungai. Kondisi ini karena kebiasaanyang sudah mengakar.
Kurangnya penyuluhan membuat mereka betah di sungai. Padahal sejumlah penyakit bisa mengancam. Di sejumlah desa di Kecamatan Ciomas yang dilalui aliran Sungai Ciomas, warga setempat sengaja membuat kakus.

Tak jauh dari sana, terdapat tembok sepanjang empat meter yang difungsikan untuk mencuci pakaian, perabotan rumah tangga dan mandi. Atau terkadang juga tempat tersebut dipergunakan untuk buang air besar.
“Ya sudah biasa. Mandi cuci baju dan piring. Kalau di rumah, kamar mandi kecil dan butuh air banyak. Ini air mengalir, jadi lebih mudah,”ujar Aminah (43) warga Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas Selasa (02/08/2016).

Terkait penyakit, ia mengaku skebal. Sebab, sudah puluhan tahun hal itu dilakukan.
“Kalau yang gak biasa pasti bilang jijik, karena, maaf, ada kotoran hewan dan manusia melintas. Tapi kalau udah biasa tidak masalah. Kami pilih tempat yang lebih bersih airnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kades Pagelaran, Abdulrahman membenarkan hal tersebut. Ia terus melakukan sosialisasi dengan warga agar tidak mencuci baju atau perabotan di sungai yang kotor. Apalagi, selain limbah manusia, limbah kerajinan sendal mencemari sungai di ciomas.
“Sudah sering kami himbau. KKami sudah sering mewanti-wanti untuk mencuci disana,” tandasnya.(ent)

Warga Bogor Waspada! Oknum Ojek Online Genit Berkeliaran


BOGOR – Bisnis jasa transportasi online kini sedang booming. Termasuk di Kota Hujan. Layanan jasa antar mengunakan roda dua dan roda empat ini sangat digemari masyarakat Bogor.
Disamping tarif yang jauh lebih murah dari kendaraan umum konvensional, transportasi online ini juga lebih cepat menembus kemacetan kota. Namun, bak dua sisi mata uang, keberadaan transportasi online juga mendatangkan manfaat dan masalah.

Tak sedikit permasalahan yang timbul akibat perkembangan layanan jasa antar tersebut. Salah satunya para driver (Sopir) ojek online yang bersikap genit dan melanggat privasi costumernya.
Hal itu dikeluhkan salah satu customer NR (22). Dia mengaku sering mendapat perlakuan genit dari driver ojek online. Dimana, mereka sering bertanya-tanya usai menggunakan jasa mereka. Mereka juga tak segan melontakan rayuan sampai mulai masuk ke ranah privasi penumpang.

“Masa mereka mengucapkan selamat pagi. Sudah sarapan belum, mbak cantik deh, kalau ada perlu saya siap mengantar,” ujar NR (22) salah satu penumpang warga Bogor yang mengaku sering mendapat pesan dari driver ojek online yang identik dengan warna hijau tersebut.
NR yang terjun di bidang komunikasi ini sudah tiga kali menjadi sasaran ojek online. Selain ojek online startup lokal, dia, juga mendapat perlakuan yang sama dari ojek online asal negara jiran Malaysia.  Bahkan, kata dia, sering kali mereka menanyakan hal privasi.

“Nanya aneh aneh. masih single gak atau bisa dijemput lagi lah, sombong lah. Mereka kan simpan nomor kita jadi bisa kapan saja sms. Sudah diblokir whatsappnya eh malah SMS, itu kan ganggu banget. Gimana kalau perempuannya punya kekasih atau bersuami, pasti itu jadi masalah,” bebernya.
Pengalaman tidak menyenangkan juga dialami AFN (25). Seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah ternama di Kota Bogor. Kejadian itu sering dialaminya.

Ia mengaku, selama kurun tiga tahun mengajar, perlakukan tidak menyenangkan sering kali dialami setiap mengunakan jasa transportasi online.
“Saya sampai pernah ditungguin. Akhirnya, saya menghindar. Mereka rata-rata berani, habis antar suka whatsap, kan tidak mungkin bisa chatsaya kecuali nomor saya di save dulu,”terangnya.(ent)

Ayo, Padjadjaran Suites Bogor Adakan Promo bagi Para Pelancong

BOGOR – Meningkatkan pengunjung hotel dan memanfaatkan momen libur, hotel di Bogor memberikan penawaran khusus. Memasuki Agustus, Padjadjaran Suites Hotel & Conference menawarkan menu baru.
Edisi Agustus, Padjajaran Suites Hotel mengeluarkan menu baru yaknu yaitu Oxtail Soup. Menu sop buntut khas dari Chef Caesar Rizqi ini dibanderol Rp67.000 nett per porsi, lengkap disajikan dengan kerupuk dan sambal.

Bahkan menu baru tersebut disajikan dengan minuman pendamping yang sangat segar yaitu Good Morning. Minuman dengan nama unik ini memadukan kesegaran mangga, jeruk, dan nanas.
Cukup dengan Rp25.000 nett sudah dapat merasakan kesegaran Good Morning. Asisten Public Manager, Cahyati Suci Permatasari mengatakan menu makanan dan minuman ini dapat dinikmati selama satu bulan penuh, sejak awal  hingga akhir Agustus mendatang.
Menyambut kemerdekaan RI, khusus pada Agustus, hotel berbintang empat ini menawarkan promo khusus bagi para pelancong yaitu Independence Day Package. Hanya  dengan Rp71.000 sudah dapat bermalam di Padjajaran Suites Hotel.

Walikota Bogor: Jangan Kebablasan Main Pokemon GO

BOGOR – Pintar-pintarlah untuk memfilter sebaran teknologi digital yang cepat menyebar.
Bila dibiarkan larut dalam kesenangan sesaat, dampaknya akan berbahaya belakangan. Kewaspadaan itu disampaikan Walikota Bogor, Bima Arya, di hadapan siswa-siswi SMPN 2 Bogor, Senin (1/8/2016).

“Banyak yang tidak sadar akan bahaya memainkan game, karena mampu merusak karakter, kepribadian, dan otak,” ujar Bima saat menjadi inspektur upacara bendera di SMPN 2  Bogor.
Selain efek tersebut, menurut Bima, efek bermain game juga menyebabkan banyak anak-anak yang tidak bisa membedakan dunia nyata dan maya.
”Mata juga jadi faktor yang harus diperhatikan karena kecanduan game, banyak anak-anak usia sekolah yang mengalami mata minus,” jelas Bima.
Suami Yane Ardian itu juga mengingatkan para siswa dan siswi akan efek penggunaan gadget yang berlebihan.

Dahulu, kata dia, betapa sulitnya mencari dan mendapatkan informasi.
Berbeda dengan sekarang, di mana semua orang dapat dengan mudah mengakses informasi. Bahkan hanya dari genggaman tangan, informasi mudah didapat.
“Banyak manfaat luar biasa yang bisa kalian peroleh. Tapi, sisi mudharatnya juga tidak kalah luar biasa. Kini tergantung kalian semua. Masa depan kalian ada di genggaman kalian,” tukasnya.(ent)

Tuesday, 2 August 2016

Ketika Butchy Berburu Hingga ke Desa Kabupaten Bogor

BOGOR – Wabah lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) mulai menyebar hingga ke pelosok desa. Budaya yang permisif atau serba boleh, menjangkiti anak muda dari kalangan menengah ke bawah.
Pendatang yang diduga mengidap cinta sejenis dituding membawa dampak negatif. Sebut saja Juleha (nama samaran). Gadis berusia 20 tahun ini berparas manis. Rambutnya ikal hingga sepinggang.

Kulitnya juga kuning langsat mirip salah satu bintang FTV. Sekilas terlihat tato Hello Kitty di dadanya dan namanya di lengan bagian kanan.  Dengan tinggi mencapai 165 cm, lelaki mana yang tak tertarik kepadanya.
Namun Juleha berbeda dengan kebanyakan gadis lainnya. Ia justru lebih tertarik kepada perempuan. Ya, ia merupakan salah satu pecinta sesama jenis.
Juleha sudah lama menjadi lesbian sejak  2014 silam. Yakni sejak tamat dari bangku SMK swasta di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.  Ia mengaku, menjadi lesbi saat bekerja sebagai pemandu lagu (PL) di salah satu tempat hiburan malam (THM).

Perubahan itu ia rasakan saat melayani tamu di tempatnya bekerja. Juleha didatangi lelaki berparas tampan, sebut saja Bondol. Ia bahkan sempat berkenalan dan saling tukar nomor telepon.
Juleha langsung akrab dengannya karena sering antar jemput dari kontrakannya  di Desa Pondok Udik,  Kecamatan Kemang ke tempat kerjanya. Setelah lama menjalin hubungan, ia baru mengetahui kalau Bondol adalah perempuan.
“Kami sering bermesraan hingga melakukan hubungan intim. Sejak saat itu, mulai pacaran sama dia,” ujarnya.
Gadis asal Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang ini pun terjerumus pergaulan bebas. Ia mulai hobi dugem, minuman beralkohol dan merelakan tubuhnya ditato. Meski menjalin hubungan dengan perempuan, Juleha mengaku masih menyukai lawan jenis.

”Mau laki-laki maupun perempuan sih, sama saja. Tapi Bondol suka uring-uringan kalau ada cowok dekat sama saya,” bebernya.
Bondol, tambahnya, bukan warga asli Kecamatan Kemang. Ia merupakan pendatang yang kos disana. Sang kekasih tidak tinggal sendirian. Ia ditemani empat wanita penyuka sesama jenis.  Mereka disebut butchy (laki-laki) dan famme (perempuan).
“Kalau kami sering di mana saja. Suka kumpul juga di salah satu hotel di Parung. Tapi ada juga yang di Kemang,”ucapnya.

Untuk para Butchy, memiliki lokasi berkumpul di sebuah bengkel di kawasan Mawar, Kota Bogor. Di komunitas itu, lebih dari 200 LGBT sering mencari hiburan di Kemang dan Parung.
“Tempat dugem kan banyak disana. Kalau di Kota Bogor suka kena razia,” tukasnya.
Menanggapi virus LGBT di pedesaan, Camat Kemang, Wahyu Hadi Setiono meminta semua pihak terlibat dalam menangkal wabah tersebut.  Misalnya, keberadaan warung  remang-remang yang mengundang dampak negatif bagi warga.

“Tidak hanya di kota. Di desa juga kemungkinan hal itu bisa terjadi. Kami harus hilangkan yang negatif agar tidak bertambah,” ujarnya.
Wahyu menilai, lokasi prostisusi atau warung remah dapat hilang. Hal perlu didorong dari keinginan masyarakat untuk menjaga bersama lingkungannya.  Contoh, pengembangan pusat keagamaan.
“Buktinya seperti lokalisasi Kramat Tungga, Jakarta. Saat ini di sana, sudah menjadi Islamic Center,” tutupnya.(ent)

Parah! Kaum LGBT di Kabupaten Bogor Didominasi Remaja Perempuan


BOGOR – Umumnya, pencinta sejenis ini tak datang sendiri. Mereka berkoloni masuk dan menetap dalam rumah kontrakan maupun indekos di desa-desa. Kaum LGBT yang mudah ditemui yakni lesbian. Mereka yang bosan dan terbuang di kota, satu persatu hijrah.
Dalam satu koloni, umumnya terdiri lima sampai delapan orang. Rata-rata mereka datang dari hampir penjuru kota di Jabodetabek. Namun ada juga yang berasal dari wilayahterpencil seperti Jasinga, Rumpin, dan Leuwiliang.

Mereka didominasi para remaja belia. Usianya tak lebih dari 19 tahun. Saat berkumpul dengan sesamanya, jumlah mereka bisa mencapai ratusan orang. Secara bebas beraktivitas menujukan rasa ketertarikan mereka ditempat umum.
“Ini bukti lemahnya pengawasan Pemerintah Kabupaten Bogor. Masyarakat sekitar akan terkena dampak negatif dari keberadaan tempat hiburan malam (THM),”ujar Psikolog, Tika Bisono akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, fenomena LGBT harus mendapat penanganan tepat. Bahkan, sudah mengarah kepada transaksi seksual.
“Banyak pekerja seks komersil (PSK) tak hanya melayani pria hidung belang. Wanita lesbi juga mereka terima,” ungkapnya.
LGBT sendiri, jelas Tika, sangat mudah terpengaruh dari pergaulan. Apa lagi, itu menimpa kalangan perempuan. Karena itu, masyarakat desa dihimbau bersama menjaga lingkungan anak. Tentunya, tidak terlepas dari pengawasan masyarakat.
“Keluarga harus lebih mendekat kepada anak. Rata-rata usai belia lebih mudah terpengaruh,”tandas Tika.(ent)