Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Wednesday, 14 June 2017

Deadline Persyaratan Calon Rektor IPB Pekan Depan


BOGORPemilihan Rektor IPB periode 2017–2022 memasuki tahap seleksi administrasi bakal calon rektor (BCR). Panitia pemilihan rektor (PPR) IPB sudah menerima 24 nama BCR yang diusung masing-masing unit kerja.

Kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Humas Panitia Pemilihan Rektor (PPR) IPB, Prof M Firdaus mengatakan, proses kini masih dalam tahap kelengkapan administrasi BCR dengan batas waktu hingga 20 Juni mendatang.
“Masih menunggu para BCR mengumpulkan, biasanya mengumpulkan satu atau dua hari sebelumnya. pokoknya sampai tanggal 20 Juni.

Menjadi catatan, yang penting kita sudah menyampaikan ke masing-masing unit kerja untuk mengingatkan ke masing-masing BCR nya untuk memasukkan sebelum deadline 20 Juni berkas sesuai dengan syarat,” ujarnya.

Jadi, memang sambung Firdaus, BCR yang tidak lengkap akan mundur dengan sendirinya secara otomatis. Kendalanya sejauh ini hingga tahap kedua, menurutnya nihil, tinggal komunikasi, mengingatkan ke unit kerja, jika ada perkembangan hingga tanggal 20 Juni.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 13 June 2017

SMK Kesehatan Triple J Citeureup Bogor, Ajak Orang Tua Waspada Jantung Koroner


BOGORSMK Kesehatan Triple J Citeureup, mengadakan seminar kesehatan tentang pencegahan dan rehabilitasi penyakit jantung koroner, Sabtu (10/6).

Kegiatan yang bekerjasama dengan RS Sentra Medika Cibinong ini dihadiri ratusan orang tua murid dan masyarakat umum.


Kepala SMK Kesehatan Triple J, Lilik Pratomo mengatakan, acara ini mereka lakukan untuk berbagi ilmu dan wawasan tentang kesehatan jantung kepada orangtua murid dan masyarakat umum.

Dalam seminar itu para perserta dapat penjelasan langsung dari dokter spesialis jantung RS Sentra Medika Cibinong, Dr. M Hilal Nurdin. Para peserta nampak antusias dengan melontarkan beragam pertanyaan tentang penyakut jantung, serta cara pencegahannya.

“Seminar kesehatan tentang penyakit jantung koroner ini sangat bermanfaat bagi orangtua,” ujar pria yang juga menjabat Direktur Pendidikan Yayasan Triple J Citeureup ini kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 12 June 2017

Pelajar Diharapkan Harus Melek Politik, Jika Tidak…


BEKASIKalangan pelajar harus memiliki kepekaan dan kecerdasan terhadap politik. Jiwa nasionalisme hanya dapat dipupuk jika memiliki kepedulian yang tinggi terhadap politik. Tidak hanya cerdas ilmu, pelajar juga harus melek politik.

Hal itu dikatakan anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Hari Kartana saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar di SMK Putra Bangsa, Cibening Setu, Bekasi.
Empat Pilar tersebut, yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Hari, pendidikan politik harus diberikan kepada setiap warga negara, tidak terkecuali pelajar. Sebab, kaum pelajar merupakan generasi muda bangsa yang di pundaknya masa depan bangsa tertumpu.

Ia menjelaskan, memberikan kesadaran politik melalui pendidikan politik bukanlah bentuk politisasi pelajar.

“Pendidikan politik bukan bentuk politisasi. Memang tugas utama pelajar ya belajar, meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Sementara kesadaran dan kepedulian terhadap negara adalah kewajiban. Kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap negara hanya bisa didapat melalui pendidikan politik yang benar,” terang Hari.

Anggota Komisi II DPR RI ini melihat, masih banyak pelajar yang kurang peduli, bahkan antipati terhadap politik, karena kesalahpahaman terhadap substansi dari politik. Padahal menurutnya, bangsa Indonesia tidak mungkin meraih kemerdekaan dari penjajah jika kaum muda pada tahun 1945 tidak memiliki kepekaan terhadap dinamika politik yang berkembang.

Ditambahkan Hari, sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, sarat dengan konstribusi kaum muda terpelajar. Mulai dari periode 1908, 1928, 1945 hingga reformasi 1998 lalu.

“Sayangnya hari ini, politik diasosiasikan dengan konteks sempit seperti sebatas partai dan parlemen, korupsi, demonstrasi atau rebutan jabatan. Padahal politik lebih luas dan mulia dari itu semua, tentang kebijakan publik dan kesejahteraan,” jelasnya.

Lanjut Hari, pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang diberikan di sekolah-sekolah, sebagaimana Empat Pilar, adalah bagian dari pendidikan politik. Para guru menurutnya, juga harus menyelipkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan yang benar kepada siswa dalam setiap mata pelajaran di kelas.

Hasil yang ingin dicapai, tumbuhnya jiwa nasionalisme dan membela yang kuat terhadap negara dan bangsanya dalam segala aspek. Bukan sebatas semangat membela pemerintahnya, meski berbuat salah.

“Tapi membela Tanah Air. Selipkan pendidikan politik dalam tiap pelajaran. Misal ketika mempelajari geografi, bagaimana bisa tumbuh nasionalisme untuk mempertahankan kedaulatan bangsa di lautan dan daratan serta kekayaan yang dikandungnya dari upaya penjajahan baru asing,” pungkas Hari.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 9 June 2017

Disdik Pemprov Jabar Dukung Pembukaan Sekolah Terbuka Tingkat SMA/SMK di 27 Kota dan Kabupaten


DEPOKWacana Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera membuka sekolah terbuka tingkat SMA dan SMK di 27 kota dan kabupaten, disambut baik oleh Komisi D DPRD Kota Depok.

Sebab, langkah ini dinilai bisa membantu persoalan pendidikan di Kota Depok, terutama pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), termasuk mempercepat Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tingkat SMA mau pun tingkat SMK di Jawa Barat yang masih rend Cuma 76 persen. 


“Saya sangat mengapresiasi langkah Pemprov Jabar dalam rencana penambahan atau memaksimalkan ada SMA/ SMK terbuka di Kota Depok,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Pradana Mulyoyunanda, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (07/06/2017).

Apa bila sekolah terbuka terealisasi, kata Pradana, bisa membantu anak di Kota Depok bisa ditampung di sekolah negeri. Sebab, melihat data jumlah peserta didik yang ditampungsebanyak 13 SMA di Kota Depok, kata dia, hanya bisa menampung 49.000 anak pertahunya.

Sedangkan, perbandingan tingkat jumlah penduduk, tingkat kelulusan dan nilai rata-rata anak di Depok tinggi. “Idealnya tiap kecamatan ada dua hingga tiga SMA Negeri, dikalikan 11 kecamatan total kurang lebih 25 SMA per-kota,” jelasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 2 June 2017

Peserta PTK Berprestasi Wakil Kota Depok Siap ke Jabar


DEPOKUntuk memantapkan persiapan menjelang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang berlangsung pada bulan Juni 2017, guru, kepala sekolah (kepsek) dan pengawas sekolah, mulai dari jenjang TK, SD dan SMP, selasa (30/5) dikumpulkan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Kota Depok, Lizanova mengatakan, dikumpulkannya para wakil Kota Depok di PTK Tingkat Provinsi Jabar, untuk memantapkan persiapan. Mulai dari teknis keberangkatan, perbekalan untuk perlombaan sampai akhirnya waktu pulang.


“Karena nantinya akan berhadapan dengan wakil dari kota dan kabupaten lain se-Jabar, maka persiapan, terutama perbekalan untuk perlombaan harus siap sepenuhnya,” ucapnya kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Untuk waktu pelaksanaan, semuanya tidak serentak. Tetapi, berdasarkan jenjang pendidikannya. Untuk kategori Kepsek Berprestasi jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK dilangsungkan pada 1 – 4 Juni 2017.

Kategori Pengawas Berprestasi jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK pada 6 – 8 Juni 2017. Lalu, kategori Guru Berprestasi jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK pada 12 – 15 Juni 2017. “Untuk waktu pembukaannya memang serentak pada 1 Juni 2017. Tetapi, untuk waktu pelaksanaannya berbeda-beda,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin menuturkan, sebagai wakil Kota Depok dan akan berhadapan dengan wakil dari kota/kabpaten lain.

Jadi, jangan hanya persaingan dalam perlombaan saja, tetapi juga harus mnejaganama baik Kota Depok. Jadi, dalam kesempatan tersebut, para guru, kepsek dan pengawas, juga bisa menceritakan tentang Kota Depok kepada yang lainnya.

“Karena, selama karantina akan bergabung dengan peserta lain. Tentunya akan ada interaksi, jadi harus bisa jaga diri dan juga jaga kota asal mereka. Jadi, sekaligus sosialisasi tentang Kota Depok,” terangnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

IPB Segera Punya Rektor Baru, Ini Harapan Bupati Bogor


BOGORAda harapan besar Bupati Nurhayanti pada Institut Pertanian Bogor (IPB). Bupati Nurhayanti meminta IPB harus lebih mendahulukan kemajuan Kabupaten Bogor dibanding daerah lain.

”IPB itu kan berada di Kabupaten Bogor. Diharapkan Kabupaten Bogor dulu yang mendapatkan perhatian IPB sebelum daerah lain,” kata Bupati Nurhayanti pada diskusi yang diselenggarakan Radar Bogor bertajuk IPB Harapan Kami di Graha Pena, Kamis (1/6/2017) sore.


Diskusi ini terkait suksesi rektor IPB yang saat ini berjalan. Hadir dua calon rektor IPB Dr. Bayu Krisnamurti da Prof. drh. Wiku Adisasmit.

Nurhayanti juga meminta IPB kembali memerhatikan kuota mahasiswa dari Kabupaten Bogor. ”Tentu saja dengan ketentuan yang berlaku di IPB, semoga calon rektor ke depan menambah lagi kuota mahasiswa IPB dari Kabupaten Bogor, terutama dari kalangan tidak mampu,” kata Nurhayanti.

Merespons pernyataan bupati, dua calon rektor itu menyatakan kesiapannya. Hanya saja jika merasa IPB dianggap belum optimal turut memajukan wilayah Kabupaten Bogor di bidang pertanian, tentunya menjadi PR bersama ke depan.

”IPB harus meningkatkan kualitas kerjasama antara IPB dan Pemkab Bogor. Terlebih IPB itu bukan lembaga bisnis, tapi lembaga pendidikan,” kata Bayu. Diakui Bayu, banyak orang yang merasa ingin turut memajukan Kabupaten Bogor. Tapi belum satu simponi. Ini menjadi tugas pentingnya IPB.

Soal kontribusi IPB pada Kabupaten Bogor, Dirut PT PPE Radjab Tampubolon juga menyinggung masih belum terasanya kontribusi IPB di daerah. ”Memang IPB adalah produsen sumber daya manusianya. Pastinya, bagaimana ini

Seperti diketahui, masa jabatan rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto,M.Sc segera habis. Prof Herry sudah dua periode menjabat sejak 2007 hingga 2012 dan sejak 2012 hingga saat ini.

Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) telah menetapkan tiga nama peserta konvensi yang dinyatakan layak untuk diusung ke bursa calon Rektor IPB periode 2017-2022. Ketiga nama tersebut adalah Dr. Bayu Krisnamurti, Dr. Ir. Rinekso Soekmadi dan Prof. drh. Wiku Adisasmit.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 15 May 2017

Kemenag Kota Depok Garap 143 Hektare, Bangun Universitas Islam Internasional Indonesia


DEPOKPemerintah akan segera membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), yang berlokasi di wilayah Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang Milik Negara (BMN) oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Mohammad Rohanuddin.


Kegiatan itu dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, berlangsung di kantor Kemenkominfo Jalan Merdeka Barat, Jakarta, beberapa waktu lalu. BAST BMN ini berupa tanah pada LPP RRI yang dialih status penggunaannya kepada Kementerian Agama.

Terkait pembangunan UIII, Lurah Cisalak Wiyana membenarkan adanya rencana pemerintah itu. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pasti lahan yang akan dibangun universitas internasional tersebut.


Sumber :  POJOKJABAR.com

30.917 Siswa SD di Kota Depok Berebut 7.960 Kursi di 26 SMPN


DEPOKMutu pendidikan sekolah dasar (SD) di Depok di uji, saat ujian sekolah (US), Senin (15/5). Bayangkan, dari 30.917 siswa baik negeri, swasta dan madrasah ibtidaiyah (MI), akan memperebutkan 7.950 kursi di 26 SMPN.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohamad Thamrin menyebutkan, US jenjang Sekolah Dasar (SD) akan digelar serentak pada 15-17 Mei 2017 mendatang. Peserta US jenjang SD di Kota Depok sebanyak 30.917 peserta ujian. Dengan rincian SD negeri sebanyak 19.811 peserta, sedangkan SD swasta sebanyak 5.841, dan MI 5.265 siswa.


Hari pertama dengan mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia, hari kedua matematika, dan hari ketiga dengan mapel Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Menurut Thamrin, hasil ujian sekolah tersebut sangat berguna, untuk memasuki mereka kejenjang pendidikan yang lebih tinggi : Sekolah Menengah Pertama (SMP). Juga sebagai acuan, sekolah mana yang cocok untuk nilai yang mereka dapatkan.

Saat ini, kata dia SMP Negeri di Kota Depok masih digandrungi oleh siswa SD. Tahun 2017 ini, jumlah SMP negeri di Kota Depok 26 sekolah, sedangkan jumlah peserta ujian sekolah jenjang SD mencapai 30.917.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Friday, 12 May 2017

Pendidikan di Bogor Barat Lambat


BOGOR - Ikatan Cendekiawan Muslin Indonesia (ICMI) orda Bogor Barat melaksanakan rapat kerja bersama para umat yang tergabung didalamnya di Gedung Amanah Umah Kecamatan Leuwiliang, Sabtu (6/5).

Rapat tersebut bertujuan untuk membentuk beberapa program kepentingan masyarakat yang berada dibawah naungan ICMI Orda Bogor Barat yang berjumlah 11 Kecamatan di Bogor Barat.


Ketua ICMI Orda Bogor Barat Djupri Djamaluddin mengatakan, rapat tersebut membahas beberapa program yang menjadi rumusan. Diantaranya program unggulan yaitu pembinaan spiritual umat dengan umaroh serta ekonomi umat, program jangka pendek dalam hal pendidikan, dan program jangka panjang.

“Pendidikan merupakan hal yang amat penting, karena itu dimasukkan ke dalam program jangka pendek. Sebab, ketika berada pada  program jangka panjang bisa terlambat.

Ditambah lagi sekarang rata-rata lama sekolah di wilayah barat Kabupaten Bogor masih minim,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Selasa (09/05/2017).

Ia melanjutkan, untuk program jangka panjang adalah  kesehatan dan sosial. “Dalam rapat kerja ini, kami mengusulkan ke Pemkab Bogor agar Sholeh Iskadar dijadikan pahlawan nasional dan mempercepat pembentukan Kabupaten Bogor Barat,” tuturnya.


Sementara Dewan Pakar ICMI Orda Bogor Barat Asep Wahyu Wijaya mengungkapkan,  pendidikan adalah hal yang amat mendesak dalam pembahasan rakerda ini. Di wilayah barat saja,  rata-rata lama sekolahnya berada pada peringkat ke 13.

“Ada yang 7,8 tahun dan ada yang hanya mencapai 6,5 tahun saja.  Bahkan di Kecamatan Nanggung paling lama 4,5 tahun. Tentunya ini menjadi problem keumatan yang harus dijawab, yang harus dirumuskan seperti apa formulasinya,” beber Asep.

ICMI Orda Bogor Barat, tambahnya, akan merumuskan formulasi serta permintaan dari umat tentang kiprah organisasinya. “Kami merespon dengan menjawab dan merumuskan tentang problematika yang ada. Salah satunya dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 9 May 2017

MAN 5 Bogor Buka Pendaftaran Online, Siswa Tetap Harus Lulus Baca Tulis Quran


BOGOR – Tahun ini Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Bogor mulai menerima Pedaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Dengan cara ini, banyak masyarakat yang mendaftarkan anak-anaknya ke MAN yang ada di Kecamatan Parungpanjang tersebut.

Kendati begitu, pihak MAN 5 tidak bisa menampung semua pendaftar karena MAN 5 Bogor hanya menerima 243 siswa.
Untuk menyaringnya, Sabtu (6/5) pihak MAN 5 Bogor mengadakan ujian masuk calon siswa MAN 5 secara online dan dilanjutkan tes Baca Tulis Quran (BTQ) yang diikuti calon siswa yang juga tervalidasi secara online.

Ketua Panitia PPDB Online MAN 5 Bogor, Enung Yusi mengatakan, ujian masuk calon siswa MAN 5 Bogor terbagi tiga sesi setelah mengikuti ujian online langsung mengikuti tes BTQ.

“Sebenarnya yang daftar secara online mencapai 412 siswa, tapi yang tervalidasi hanya 243 siswa maka otomatis hanya 243 siswa yang mengikuti kegitan ini,” kata Yusi melalui keterangan tertulisnya melalui Kemenag Kabupaten Bogor.

Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 4 May 2017

Ponpes Darul Arqam Depok Borong 22 Medali


DEPOK Prestasi gemilang kembali di raih santri Mts dan MA Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arqam. Dalam pelaksanaan kegiatan International Olimpiad of Quran, Sains and Technology (OLYQ) ke-3, ponpes yang terletak di Jalan H Maksum RW03 Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan ini berhasil meraih 22 medali.

Kepala Mts Ponpes Darul Arqam, Ida Marhamah mengatakan, Ponpes Darul Arqam kembali mengikuti kegiatan OLYQ ke-3 yang diselenggarakan di SOR Arcamanik Bandung, pada Rabu (26/4).


Pada kegiatan sebelumnya Ponpes Darul Arqam meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. “Untuk kegitan OLYQ kali ini kami meraih 22 medali yang berhasil dicapai santri Ponpes Darul Arqam,” ujar Ida kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (02/05/2017).

Ida menjelaskan, dalam OLYQ ke- 3, Darul Arqam mengirim 32 santri Mts dan MA untuk mengikuti enam jenis lomba yakni, Tahfizh Al-Quran, Tartil Al-Quran, Kalighrafi, Nasyid, Pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, dan Adzan.


Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 20 April 2017

Inovasi Baru, Mahasiswa IPB Bogor Kembali Ciptakan Masker Aromaterapi


BOGOR – Masker jamaknya digunakan pengguna kendaaran umum untuk menghindari debu dan asap kendaraan bermotor. Nah, mahasiswa IPB Bogor berhasil menciptakan masker unik tidak hanya menangkis polusi,

tetapi juga membuat penggunanya menjadi lebih rileks. Namanya, Kerophy, alias masker aromatheurapy.
Masker ini menggabungkan fungsi masker kain dengan metode aromaterapi. Sifat unik aromaterapi membuatnya mudah terserap ke dalam kulit dan menyebar ke sistem tubuh. Aroma terapi dapat meningkatkan aliran darah, mengurangi stres, dan memberikan kenyamanan.

Sakinah Ulfiyanti bersama Pradila Maulia, M Arif Rahmatullah, Pradita Maulia, dan Faizal Amir adalah otak di balik inovasi unik ini.

Mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB) ini  melakukan inovasi dengan tujuan untuk menambah nilai jual masker yang diikutsertakan pula pada kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)-K.

Harapannya masker yang dimodifikasi dengan aromaterapi  dapat memberikan efek rileks bagi penggunanya sehingga tingkat stres dapat dikurangi.

“Alasan menggunakan aromaterapi karena merupakan terapi kesehatan yang aman serta nyaman.  Dimana kami  menggunakan minyak esensial hasil ekstraksi bunga, daun, buah dan bagian tumbuhan lainnya,” jelas Sakinah Ulfiyanti.

Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 18 April 2017

Ratusan Warga Bekasi Ajukan SKTM


BEKASI – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi mencatat, jumlah pemohon Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di wilayah setempat hingga awal April 2017 mencapai 130 orang. Surat itu dikeluarkan sebagai syarat memperoleh pendidikan dan kesehatan gratis.

Kepala Bidang Penanggulangan Fakir Miskin Dinsos Kota Bekasi Tety Handayani, mengatakan pihaknya merinci, ada 70 pemohon SKTM untuk mengurus pendidikan dan sisanya 60 orang untuk kesehatan gratis. Sementara, pemohon SKTM untuk layanan kesehatan akan memperoleh Kartu Bekasi Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kartu sehat ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah lewat dua instansi yaitu Dinsos dan Dinkes.
“Kalau ditotal jumlahnya 130 pemohon sampai awal April 2017. Kartu ini biasanya digunakan untuk pengobatan bagi warga yang tidak terlindungi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” ungkap Tety.

Menurut Tety, kartu Bekasi Sehat bisa digunakan di 29 rumah sakit swasta di wilayah setempat dan satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. Bahkan layanan gratis itu juga bisa diperoleh di seluruh puskesmas tingkat kelurahan dan kecamatan di Kota Bekasi.

Biasanya pemohon SKTM akan menyampaikan maksud dan tujuannya. Bagi pemohon yang kesehatannya telah terlindungi oleh BPJS Kesehatan, secara otomatis tidak bisa mendapat kartu berobat gratis dari pemerintah daerah.

“Warga yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan biasanya diperoleh dari tempatnya bekerja,” jelas Tety.

Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 13 April 2017

Asep Deni Nahkodai STIE PGRI Sukabumi


SUKABUMI – Dr. Asep Deni CQM.MM Resmi menjadi ketua STIE PGRI Kota Sukabumi priode 2017-2021 setelah dilantik oleh Ketua Yayasan perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Pusat Dr. H.Sugiro, M.si Rabu (12/4/2017).

Pria murah seyum ini menggantikan ketua sebelumnya Agus Sobar. Dalam sambutannya Dr. H.Sugiro, M.si mengatakan, selamat dan sukses kepada Asep Deni.

Dirinya berharap dengan diberikan amanah ini, beliau (Asep Deni red) diberikan kekuatan dan kesehatan untuk dapat melaksanakan tugas baru sebagai ketua.

“Saya berkeinginan beliau melaksanakan amanah ini dengan serius dan penuh tanggungjawab, sehingga akan dapat meningkatkan daya saing mahasiswa yang unggul untuk lebih kompetitif dalam menuju perguruan tinggi yang lebih maju dan berprestasi. Mari kita dorong dengan sungguh-sungguh agar perguruan tinggi di Indonesia khususnya Kota Sukabumi bisa mendukung dengan penuh dalam mencerdaskan anak bangsa, “jelasnya

Kedepan dirinya berharap, semua perguruan tinggi agar dapat meningkatkan publikasi karya ilmiah ditingkat nasional dan internasional, karena hal itu telah meletakkan dasar-dasar bagi pengelolaan yang transparan, akuntabel dan berdaya saing, semoga semua itu menjadi amal ibadah.

Sementara itu Ketua STIE PGRI Kota Sukabumi Asep Deni mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh akademika STIE PGRI Kota Sukabumi yang telah mempercayai dirinya sebagai Ketua.

“Saya beserta keluarga besar saya, tetap memohon doa, dukungan dan bantuan kita semua dalam melaksanakan amanah dan tugas ini,” jelasnya usai dilantik sebagai ketua STIE PGRI

Lebih lanjut dirinya mengatakan, semoga dengan diberikan amanah yang berat ini, dirinya bisa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melaksanakan amanah tanggungjawab dengan baik.

Semua arahan dan harapan terhadap dirinya untuk STIE PGRI tercinta akan dirinya laksanakan dengan program yang kongkrit nantinya untuk menuju STIE yang memiliki daya saing, publikasi ilmiah yang meningkat dan menjadi Sekolah tinggi yang maju, berprestasi dan menjawab harapan masyarakat.

“Saya sangat terharu dan bangga karena civitas akademika, yang hadir pada pelantikan ini, semoga kehadiran kita semua ini dapat menjadi spirit saya dalam meningkatkan kerjasama, komitmen dan kekompakan, “tandasnya.

Berdasarkan pantauan koran ini, pelantikan itu dihadiri oleh Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Ketua umum Pengurus Besar PGRI, Ketua Yayasan perkumpulan pembina Lembaga Pendidikan PGRI Provinsi Jawa barat Dr. Edi Parmadi dan tamu undangan lainnya.
(cr14/radarsukabumi)

sumber:POJOKJABAR.com

Ratusan Siswa Kota Bekasi Ikut UNBK Susulan


BEKASI – Kendala serius terjadi pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK di Bekasi saat pelaksanaan hari terakhir, Kamis (6/4/2017) lalu. Sejumlah soal kompetensi bidang yang diujikan tidak muncul, sehingga tidak ada bahan yang bisa dikerjakan para peserta ujian.

Akibatnya, ratusan siswa SMK di Kota Bekasi terpaksa harus mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 April mendatang. Siswa yang mengikuti ujian susulan sebagian besar dari jurusan RPL (Rancangan Perangkat Lunak).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMK Kota Bekasi, I Made Supriyatna mengatakan, jumlah siswa SMK yang akan mengikuti UN susulan nanti sekitar 200 siswa, mereka berasal dari 18 sekolah di Kota Bekasi.

“Ya jumlahnya sekitar 200 an, jumlah pastinya saya lupa. Di sekolah saya saja ada sekitar 34 siswa yang akan mengikuti UN susulan,”kata pria yang menjabat sebagai kepala sekolah SMKN 1 Kota Bekasi ini kepada Radar Bekasi,kemarin.

Ia menegaskan, karena penyebab utamanya adalah pada teknis pengunduhan soal di hari terakhir UNBK SMK pada mata pelajaran kejuruan, maka ada beberapa SMK di Kota Bekasi yang seluruh siswanya tidak bisa mengikuti UNBK SMK di hari terakhir.

Made berharap, UNBK SMK susulan tak lagi terkendala teknik pengunduhan, karena Kemendikbud berjanji membuat soal lebih sederhana, sehingga lebih mudah diunduh.”Kami yakin kendala teknik pengunduhan tak terjadi saat UNBK SMK susulan digelar,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan akan membuat soal yang lebih sederhana untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Soal untuk UNBK SMK susulan akan dibuat lebih sederhana dibandingkan sebelumnya, sehingga lebih mudah diakses dan diunduh,” kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Nizam, di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, pada pelaksanaan UNBK SMK hari terakhir sebagian siswa menghadapi kendala dalam mengerjakan soal mata pelajaran teori kejuruan, antara lain kesulitan dalam mengunduh soal.

Nizam mengatakan, hal itu terjadi karena pada hari terakhir Ujian Nasional SMK ada 169 jurusan sekolah kejuruan dengan dua macam kurikulum (2006 dan 2013), sehingga total ada 338 macam ujian.

“Beberapa di antara mata pelajaran itu soalnya lebih kompleks, pakai animasi, video, dan sebagainya. Nah ada sekolah-sekolah yang perangkat lunak dan kerasnya tidak dapat menjalankan soal-soal semacam itu,” kata dia.

Terpisah, kepala sekolah SMKN 1 Cibarusah, Rochmani mengaku, akan menjemput siswa jika saat UN susulan nanti tidak datang ke sekolah,” Kita jemput bola, kalau 30 menit belum ada di sekolah, kita telpon dan kita jemput. Soalnya kalau susulan itu ribet lagi urusnya,” ucapnya.
(mif/det/ich)

sumber:POJOKJABAR.com,

Wednesday, 12 April 2017

SMAN 1 Mande Cianjur UNBK dengan Laptop Pinjaman


CIANJUR – Pencurian 33 unit komputer dan dua infokus serta satu unit laptop, di SMA Negeri 1 Mande membuat siswa terlantar.

Para siswa nyaris tidak mengikuti pelaksanaan UNBK di hari pertama. Namun, akhirnya bisa mengikuti pelaksanaan UN meskipun menggunakan laptop hasil pinjaman.

Baca Juga : Mau UNBK, Eh Puluhan Komputer di SMAN 1 Mande Cianjur Dicuri

Baca Juga : Komputer Raib, Ratusan Siswa SMAN 1 Mande Cianjur Terpaksa Ngungsi

Baca Juga : Marak Pencurian di Cianjur, Sekolah Dihimbau Tambah Keamanan dan Pasang CCTV

Kepala SMA Negeri 1 Mande, Toto Suharya mengatakan, walaupun laptop pinjaman dari sejumlah guru siswa dan pinjaman dari SMKN 1 Haurwangi.

”Alhamdulillah semua membantu. Kejadian ini bisa dijadikan pelajaran dan perhatian pemerintah pusat dan daerah terutama Mendikbud untuk memberikan bantuan kembali kelengkpan ujian dan pembelajaran,” harapya.

Pihak sekolah menginformasikan, ada sekitar 40 unit laptop berbagai jenis merek sudah dipersiapkan segala sesuatunyaa untuk pelaksanaan UNBK H+2 di SMA Negeri Mande. Ujian Nasional (UN) mulai star pukul 10:00 hingga pukul 16:00 WIB, tanpa istirhat, berharap bisa lancar, tidak ada kendala dan normal kembali

Sementara, pelaksanaan UNBK dilakukan tiga sesi mulai pukul 07:30 hingga 9.30 WIB, lalu pukul 09:30 hingga 10:00 WIB istirahat, selanjutnya sesi pukul 10:00 hingga 12:00 dan sesi terakhir pukul 13:00 hingga pukul 15:00 WIB. Kini penjagaan piket ketat oleh panitia sampai hari terkahir ada sekitar lima orang.

”Nah, untuk puluhan laptop pinjaman berbagai macam merek diantaranya Asus, Lenovo, Acer, Samsung dan merek lainnya. Itu sudah disiapkan sekitar 40 unit dan tambhan bantuan pinjaman secara sukarela dari siswa dan sekolah lain sebagai cadangan sebanyak 10 unit, jadi totalnya sekitar 50 unit laptop,” terang salah satu proktor, Pery Apriyanto.

Ia menyambungkan, mengenai soal hambatan tidak begitu besar, hanya layar monitor agak sedikit kecil dari biasanya. Sistem sama saja tidak ada bedanya, pihak sekolah yakin siswa bisa beradaptasi cepat. Bersyukur siswa bisa ujian kembali di sekolah setelah kepanikan di hari pertama, dengan fasilitas bantuan siswa, guru dan sekolah SMA/SMK se Kabupaten Cianjur.

”Berharap, agar bisa di folow up oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pusat dan Presiden RI. Ya, mungkin itu harapan dan keinginan pengajuan secepatnya diberikan bantuan kembali,” ungkap, Pery Apriyanto kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com).

Hal lain dijelaskan, Kabid PSMA Provinsi Jawa Barat, Dadang Rahman mengatakan, pihak sekolah diminta mengajukan permohonan komputer. Pihak SMA Negeri 1 Mande, itu sudah menghubungi Disdik Kabupaten Cianjur dan sudah disampaikan langsung ke Kadis.

”Ya, tahun ini puluhan komputer kecolongan alias dicuri akan diganti dengan yang baru,” kata Kabid.
Kabid PSMA Provinsi Jawa Barat menyambungkan, untuk sistem keamanan pihaknya menyampaikan himbauan ke seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) se Jawa Barat, agar siaga dan melaksanakan piket malam mulai hari Jumat hingga Kamis selesai UNBK.

”Ada sekitar 400 pengawas SMA, mulai tadi malam jajaran pengawas sekolah melakukan monitoring pengamanan UNBK kepada sekolah binaan masing-masing di seluruh Provinsi Jawa Barat,” tandas, Dadang, saat dihubungi langsung, kemarin.
(radar cianjur/mat)

sumnber:POJOKJABAR.com

Kunci Jawaban Ujian Nasional di Bogor Beredar?




BOGOR – Peredaran kunci jawaban dengan penyelenggaraan ujian nasional (unas) benar-benar sudah lengket. Di Bogor, kunci jawaban pun berseliweran di kalangan pelajar tingkat SMA/MA. Hal tersebut diakui Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Bogor Bambang Supriyadi. Menurut dia, ada sebaran kunci jawaban yang diterima dan dibawa sebagian peserta ujian nasional di Kabupaten Bogor. Hanya saja, kata Bambang, itu kunci jawaban palsu.

“Ada yang sengaja menyebarkan kunci jawaban ujian palsu. Anak-anak yang pintar tahu betul dan yakin bahwa itu tidak benar,” kata Kepala SMA 2 Cibinong itu kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Selasa (11/04/2017).

Bambang membenarkan kunci jawaban telah tersebar ke sejumlah peserta didik dan mereka mencoba menyocokan jawaban setelah pelaksanaan ujian. “Saya melihat ada beberapa yang mencocokan dan ternyata salah, alias palsu. Mencocokannya setelah ujian ya,” beber Bambang.

Hal senada diungkapkan Ketua MKKS Kota Bogor Surya Setiamuyana. Diakuinya, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dilandasi ketatnya pengawasan dan meminimalisir adanya bocoran soal karena soal tidak bisa di-print dan baru bisa terbuka saat pelaksanaan ujian.

“Tidak mungkin ada bocoran, itu hanya oknum saja yang membuat itu palsu. Karena UNBK pelaksanaannya saja ketat,” katanya.
Surya juga mengatakan kunci jawaban yang beredar hanya satu, sedangkan soalnya beragam. Sehingga menurut Surta, tidak mungkin sebab soal saja beda-beda. “Kunci jawaban beredar cuma satu, pasti palsu,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Affandi Arsyad mengatakan tidak mungkin kebocoran terjadi pada UNBK. Yang bisa terjadi kata dia, pada UNKP (Ujian Nasional Kertas Pensil).

“Di Kota Bogor pakai komputer semua, UNBK rapi dan komputerisasi sehingga aman. Kalau di paper (kertas) itu mungkin terjadi,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Ia menilai UNBK menjadi solusi penyimpangan dan kebocoran soal. Kendati demikian, masih menimbulkan kendala pengadaan infrastruktur. Hasil ujian nasional kata dia, sebagai tolak ukur ke perguruan tinggi sehingga akan berdampak pada siswa itu sendiri.

Selain itu kata Affandi, ujian nasional juga memacu diri dalam memperbaiki kualitas pendidikan sehingga digelontorkan dana dari pemerintah. “Kami berharap penyelenggara menjalankannya.  Jangan sampai guru-guru tidak jujur karena  integritas akan divonis  rendah,” imbuhnya.

Di sis lain, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, Abidin Said menilai pelaksanaan UNBK dapat memicu pemaksaan ketersediaan perangkat komputer oleh sekolah penyelenggara.

“Nah, dari mana sekolah dapat memenuhi pengadaan komputer dan sarana ujian kalau bukan dari uang pungutan yang dibebankan ke orang tua murid,” cetusnya. Dengan demkian, lanjutunya, menjadi kewajiban seluruh masyarakat dan pemerintah daerah menyiapkan UNBK berjalan baik dan lancar.

Di tempat terpisah, polisi mengungkap peredaran kunci jawaban. Polres Lebak, Banten mengamankan tiga orang yang bekerjasama dalam menjual kunci jawaban. Ketiga orang yang diamankan itu adalah Z, G, dan R.

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan ketiganya memiliki peran yang berbeda. Pelaku berinisial Z bertugas mengerjakan soal ujian. Polisi masih menelusuri kenapa sampai si Z ini bisa mendapatkan bocoran soal ujian. Kemudian dua pelaku lainnya yakni G dan R bertugas menggandakan dan menjual kunci jawaban yang siap pakai. Harga kunci jawaban itu Rp 100 ribu untuk satu mata pelajaran.

Kasus di Banten, belum tuntas, muncul pengungkapan serupa oleh korps Bhayangkara di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.Ironisnya pelaku yang menjual kunci jawaban adalah siswa dari SMAN 1 Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara. Polisi terus mengusut kasus ini hingga ke titik awal munculnya kunci jawaban.

Peredaran kunci jawaban unas juga terjadi di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Untungnya kunci jawaban unas yang dibeli sejumlah siswa di SMAN 1 Kolaka itu adalah palsu dan ditawarkan melalui media sosial. Pihak sekolah membenarkan bahwa sejumlah anak mendapatkan kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia itu pada Minggu (9/4). Untuk mendapatkan kunci jawaban itu para siswa patungan karena harganya jutaan rupiah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberi apresiasi kepada aparat kepolisian. ’’Ini artinya sistem pengawasan sudah berjalan dengan baik,’’ kata Irjen Kemendikbud Daryanto. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk proses pengusutannya. Sebab pembocoran atau peredaran kunci jawaban unas adalah pelanggaran pidana.

Daryanto berharap polisi professional dalam menuntaskan kasus pidana dalam pelaksanaan unas. Sehingga bisa menimbulkan efek jera. Dia ingin menyampaikan pesan bahwa pengawasan unas tidak main-main.

Dia juga menyampaikan evaluasi hari kedua unas kemarin, ada belasan laporan yang masuk ke Itjen Kemendikbud. Umumnya laporan tentang listrik padam dan sambungan komputer mati. Daryanto mengatakan laporan ini akan jadi perbaikan layanan unas ke depan.

Sementara itu kabar pilu muncul dari Kota Padang Sidempuan. Amelia Nasution, 18, siswi kelas XII SMKN 3 Kota Padang Sidempuan meninggal setelah menenggak racun rumput pecan lalu. Amelia nekat meminum racun itu karena merasa diintimidasi oleh gurunya sendiri. Sebab dia membongkar kecurangan yang dilakukan gurunya itu.

Setelah membongkar kecurangan di media sosial, Amelia dipanggil oleh seorang guru berinisial E. Oleh guru itu Amelia diancam akan dilaporkan ke polisi dan diminai ganti rugi Rp750 juta. Amelia merasa tertekan dengan intimidasi itu, kemudian meminum racun rumput di belakang rumahnya pada Rabu pekan lalu (05/04/2017).

Lebih lanjut Daryanto menyampaikan duka dan keprihatinannya atas kejadian di Padang Sidempuan. Dia menerjukan inspektur investigasi ke Padang Sidempuan. Tujuannya adalah menggali informasi sedalam-dalamnya. Baik kepada keluarga Amelia maupun ke guru yang mengintimidasi Amelia.

’’Kasus ini jadi pelajaran. Tidak bisa didiamkan. Bagaimana etika seorang guru kepada siswanya,’’ katanya. Daryanto mengatakan guru tidak bisa mengintimidasi siswanya secara berlebihan. Apalagi ada anak yang memiliki mental kuat dan ada yang bermental lemah. Bagi anak yang bermental lemah, intimidasi seperti itu bisa dibawa ke hati paling dalam.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Lisyarti berharap kasus Amelia diusut sampai tuntas. Dia mengatakan guru yang memberikan intimidasi harus ditindak sesuai dengan PP 53/2010 tentang Disiplin PNS. Menurut Retno Amelia pasti merasakan perasaan ancaman yang sangat berat. Sampai-sampai dia nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum racun rumput.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan dugaan kebocoran unas itu harus ditelisik lebih lanjut. Mulai dari pegawai percetakan, pembuatan soal, hingga pada oknum guru. Bila terbukti benar-benar bersalah harus dihukum dengan berat. ”Pokoknya kalau yang membocorkan harus dipecat,” tegas JK di kantor wakil presiden, Selasa (11/04/2017).

Meskipun begitu, JK yang getol mendukung penyelenggaraan unas itu yakin tingkat kebocoran unas itu kecil dan tidak bisa mudah meluas. Sebab, dalam satu ruang ujian jumlah soalnya berbeda satu sama lain. Meskipun begitu, bobot soalnya tetap sama.
”Sehingga kalau bocor satu orang sebelahnya tidak punya efek. Jadi mungkin saja ada yang bocor tapi itu kecil kemungkinan,” ungkap dia. Berbeda dengan kondisi unas dulu yang memiliki satu soal yang sama satu sama lain. Sehingga pembocor soal cukup mengerjakan satu soal unas saja dan bisa disebarkan kemana-mana.

Selain itu, JK juga meminta agar melihat lebih komprehensif masalah kebocoran soal tersebut.  Peserta unas sebanyak 7,7 juta siswa yang berasal dari 98 ribu satuan pendidikan. Bila kebocoran unas itu hanya menimpa puluhan siswa tentu tidak sebanding dengan jutaan peserta unas. ”Kalau ada bocor mungkin 10 sampai 20 orang ya kecilah,” jelas dia.

ent.sumber:(pojokjabar)

Tuesday, 11 April 2017

Minim Fasilitas, UNBK Dibagi Tiga Shift


BEKASI – Sebanyak 522 siswa SMAN 2 Kota Bekasi yang mengikuti Ujian Nasional berbasis Kompuer (UNBK), terpaksa harus dibagi waktu menjadi tiga shift. Hal itu dilakukan lantaran terbatasnya komputer dan banyaknya jumlah siswa yang mengikuti UNBK.

Kepala SMAN 2 Kota Bekasi, Ekowati menjelaskan, untuk saat ini pihaknya hanyak memiliki tiga laboratorium komputer sehingga pelaksanaan UNBK disekolah yang ia pimpin dibagi tiga shift.

“Jadi dibagi, yang pertama jam delapan sampai jam sepuluh, lalu jam 10 sampai jam 12 dan jam satu (siang) sampai dengan jam 4 (sore),” jelasnya.

Soal ujian yang dikerjakan oleh siswa siswi untuk setiap shift berbeda – beda.

“Hari ini kan Bahasa Indonesia, hanya mungkin nomornya diacak. Tidak sama (soal ujian), jadi diacak semuanya,” tambahnya.

SMAN 2 Kota Bekasi juga bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) supaya tidka terjadi pemadaman listrik saat ujian berlangsung. Kalaupun ada pemadaman, pihaknya menyiapkan genset.

Selain itu, UN juga dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB). Di SLBN Bekasi Jaya, UN dilaksanakan dilaksanakan tanpa komputer dan diikuti oleh tiga orang siswi.Dalam pelaksanaan UN pada sekolah yang terletak di Perumahan Mahoni Raya, Nomor 1, Perumahan Bekasi Jaya Indah itu, siswa – siswi mengisi dengan mengarsir jawaban yang dipilihnya.

Ketua Panitia UN, Purwasri menjelaskan, tiga orang yang mengikuti UN ialah Nur rahmi Khusnaini, Raudya Tuzzahro, Egi Septiani Kartikasari. Ketiga siswa itu diketahui sebagai penderita tuna rungu.

“Saat ini ada tiga orang yang ikut dalam UN karena jumlah siswa disini memang hanya sedikit saja,” katanya.

Disekolah tersebut ada 300 orang siswa yang ada di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA Luar Biasa yang diterima dari tuna rungu dan tuna grahita. Untuk kelas 10 ada dua orang, kelas sebelas ada enam orang, kelas 12 ada tiga orang.

Dirinya menambahkan, persiapan khusus untuk ujian itu antara lain ialah pelatihan kepada siswa untuk mengisi jawaban. Ia yakin siswa sudah siap untuk mengikuti ujian dan memberikan jawaban.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengaku tidak mengantongi data jumlah peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas. Demikian hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Cucu Syamsudin.

Dirinya menyatakan, data jumlah peserta UN tingkat SMA ada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sampai dengan hari pertama pelaksanaan UN, Senin (10/4/2017), pihaknya tidak mengantongi data sama sekali.

“Kalau itu penyelenggaranya Provinsi dan ke kita sampai sekarang nggak ada tembusan,” ujarnya kepada Radar Bekasi saat ditanya mengenai data jumlah peserta UN tingkat SMA.
(neo)

sumber:POJOKJABAR.com

Waduh… UNBK di Jawa Barat Alami Banyak Masalah


BANDUNG – 14 persen dari peserta 196.768 siswa SMA di Jawa Barat masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Hal tersebut diakui Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Ahmad Hadadi di SMA Negeri 20 Kota Bandung, Jalan Ciliwung, Senin (10/4/2017).

“Sekitar 47.592 siswa yang UNKP, sementara sisanya sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” jelas Ahmad kepada wartawan.

Beberapa kota yang melaksanakan UNBK 100 persen yaitu Kota Bandung, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, dan Kota Banjar. Sedangkan Kabupaten yang sudah 100 persen, yakni Kabupaten, Kabupaten Karawang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis.

Ia mengakui, pelaksanaan UNBK di sejumlah sekolah masih ada yang berlangsung dua sesi dalam sehari. SMA Negeri 20 Kota Bandung misalnya, yang pelaksanaannya dua sesi dalam sehari dikarenakan kurang komputernya.

Tak hanya dua sesi, Ahmad pun menyebut masih ada sekolah yang melaksanakan UNBK sebanyak tiga sesi dalam sehari. Namun ia belum mendata jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK lebih dari satu sesi.

“Saya belum hitung berapa SMA yang gabung serta beberapa SMA yang tidak memiliki komputer,” ujar Ahmad.

Kendati demikian, Ahmad mengaku belum mendapatkan laporan soal kendala dalam pelaksanaan UNBK hari ini.

“Saya tanya ke pengawas tidak ada permasalahan. Semua sesuai rencana sehingga bisa dibuka 7.30 WIB,” pungkasnya.
(nda)
~ UNBK di Jawa Barat ~

 sumber:POJOKJABAR.com

Listrik Padam Masih Menghantui UNBK SMA/MA di Bogor




BOGOR – Sama seperti tingkat SMK, hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/MA nyaris tak berjalan mulus. Kemarin (10/4), di beberapa sekolah sempat terjadi padam listrik membuat para siswa dan guru panik. Salah satunya di SMA AS Syuja Iyah, Kabupaten Bogor. Memasuki jam pertama UNBK, tiba-tiba listrik di sekolah yang berlokasi di Sukaraja itu padam. Sempat panik, para siswa akhirnya bisa mengerjakan soal.

“Untungnya sekolah punya genset. Jadi selama setengah jam bisa diatasi,” kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bogor Bambang Supriyadi kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Bambang menjelaskan, dari 170 SMA di Kabupaten Bogor, hanya tiga sekolah yang masih mengikuti ujian berbasis kertas dan pensil dengan jumlah peserta 143 siswa. Sedangkan siswa yang melaksanakan UNBK mencapai 167 sekolah dengan jumlah 17.656 siswa.

Kendala lainnya terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bogor. Panel PLN di sekolah yang berlokasi di Cibinong itu semplat konslet. Namun, karena sudah ada menyiapkan genset, pelaksanaan UNBK tetap berlanjut.

“Sedikit ada kendala, tapi kami sudah jauh-jauh hari melakukan antisipasi,” kata Kepala MAN 1 Bogor Asep Ruhiyat dalam keterangan yang diterima Radar Bogor. Dia lalu meminta kepada para siswa untuk tetap fokus mengerjakan soal UNBK dengan baik.

Menurut Asep, secara mental siswa sudah digembleng dengan berbagai kegiatan mulai dari try out dan latihan lainnya. “Kami yakinkan anak-anak sudah siap, tinggal mereka berjuang dan ikhtiar dengan kemampuan yang dmiliki,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat, Buchori yang memantau langsung kegiatan UNBK di MAN 1 Bogor mengapresiasi kesigapan panitia. Sebab menurutnya pasokan listrik merupakan faktor pendukung UNBK.

“Kalau listrik mati dan ganset tidak ada, maka anak-anak tidak bisa ujian, namun karena ada persiapan matang UNBK tetap berjalan,” ujar Buchori.

Lebih lanjut dia mewanti-wanti kepada para penyelenggara UNBK agar terus mengontrol pasokan listrik ke lembaga pendidikannya. Kalau bisa, kata Buchori, selalu berkoordinasi dengan pihak PLN, sehingga ketika ada kendala bisa segera tertangani. “Karena akan berlangsung selama empat hari. Mari kita sukseskan UNBK madrasah ini,” imbuhnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bogor Dadang Ramdani menjelaskan ada 15 Madrasah Aliyah (MA). Sepuluh di antaranya merupakan MA swasta dan 5 MA negeri.  “Rinciannya 1.411 siswa MA negeri dan 2.577 dari MA swasta,” jelas Dadang.

Sedangkan total peserta ujian nasional tingkat MA baik yang ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) dan UNBK sebanyak 5.928 orang.
Dadang meminta kepada para penyelenggara agar melaksanakan tugas dengan profesional dan penuh tanggungjawab agar pelaksanaan UNBK berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. “Kepada para siswa fokus dan mulailah dengan ketelitian saat menjawab soal,” tambahnya.
Di Leuwiliang, Kepala Sekolah SMAN 1 Leuwiliang Agus Purwanto mengaku ujian pada hari pertama berjalan dengan lancar karena persiapannya telah dilakukan sejak Jumat (7/4) lalu.

“Soal ujian sudah di-download sejak malam, tapi hanya bisa diakses pukul 08.00 WIB. Walaupun log in pukul 07.30 WIB tapi tetap bisa diakses pukul 08.00 WIB sesuai peraturan,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Untuk penyediaan komputer, lanjutnya, terdapat lima ruangan yang masing-masing memiliki 40 komputer dengan dua cadangan. Jadi, yang digunakan 38 unit kompyer. “Siswa kami ada 360 orang, ada juga siswa dari sekolah terbuka Cianten sebanyak 97 siswa dan 63 siswa dari SMAN 1 Leuwisadeng,” jelasnya. Dua sekolah tersebut  masih bergabung dan mendapat jadwal di sesi tiga.

Agus menjelaskan, untuk subrayon Leuwiliang, pusatnya berada di SMAN 1 Leuwiliang yang menaungi beberapa sekolah negeri dan swasta, di antaranya Leuwisadeng, Cibungbulang, Pamijahan, Nanggung dan Leuwiliang. “Sebanyak 20 sekolah di subrayon Leuwiliang, alhamdulilah sudah 100 persen melaksanakan UNBK,” imbuhnya.

Sementara itu di Kota Bogor 67 sekolah mengikuti ujian nasional tingkat negeri dan swasta. Rinciannya, 51 SMA/sederajat dan 16 tingkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) atau MA swasta. Namun, yang mampu menyelenggarakan UNBK sebanyak 49 sekolah dengan jumlah peserta 7.419 siswa.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bogor Surya Setiamulyana mengaku persiapan UNBK 2017 sudah 100 persen. “Sejak lama kami sudah berusaha mempersiapkannya,” kata Surya.

Sebelum pelaksanaan UNBK, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor telah memfasilitasi pertemuan Dinas Pendidikan (Disdik), perwakilan Kepala SMA/sederajat dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Bogor. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak adanya pemadaman listrik selama pelaksaan UNBK.

Menurut Surya, sebagian kecil SMA/sederajat yang belum memiliki sarana prasarana untuk melaksanakan UNBK. Bahkan ada sekolah yang menginduk ke sekolah yang telah memiliki sarana prasarana pelaksanaan UNBK.
“Mereka menginduk karena jumlah siswa kurang dari 20. Ada juga yang belum siap dengan perangkatnya, bahkan ada sekolah yang belum ada kelas XII atau kelas 3,” jelasnya.

Kepala SMAN 2 Kota Bogor itu mengatakan, sejak lama pihaknya mengupayakan agar semua sekolah mengikuti UNBK, mulai dari perencanaan hingga sinkronisasi. “Syukur hari pertama lancar tidak ada kendala,” kata Surya.

Terpisah, Plt Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin memastikan pasokan listrik dari PLN selama UNBK 2017 berjalan lancar. Sejak kewenangan SMA/sederajat diambil alih Provinsi Jawa Barat, menurut Fahrudin, perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Bogor Bogor tidak berkurang. “Sekarang sifatnya lebih ke koordinasi, pembinaan, membantu dan memastikan agar siswa Kota Bogor mendapatkan pelayanan yang prima dan bermutu,” imbuhnya.

ent.sumber:(pojokjabar)