Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label metropolitan. Show all posts
Showing posts with label metropolitan. Show all posts

Thursday, 30 November 2017

PPP Djan Faridz Restui Bima-Dadang di Pilwalkot Bogor 2018


Langkah politik bakal calon Wali Kota Bogor petahana, Bima Arya, kembali disorot. Akhir pekan kemarin, Bima Arya curhat soal kedekatannya dengan politisi PDI Perjuangan Dadang Iskandar Dhanubrata, kepada politikus senior Bogor, Endang Kosasih.

Curhatan Bima itu disampaikan saat menghadiri resepsi pernikahan putri mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, itu di Ciawi. Kepada Endang, Bima mengaku kedatangannya sekaligus meminta petunjuk jelang pertempuran politik Pilkada serentak 2018 mendatang.

“Saya datang untuk minta petunjuk beliau (Endang Kosasih),” kata Bima Arya.

Endang membenarkan curhatan Bima itu. Menurutnya, curhatan Bima lebih condong ingin berpasangan dengan Dadang. Terlebih, Bima-Dadang juga sudah mendapat restu dari para inohong di PDI Perjuangan.

”Memang kans (Bima Arya, red) berpasangan dengan Dadang Dhanubrata sangat besar,” sebutnya. Tapi, kata Endang, perjalanan Bima tak akan mudah. Sang petahana harus menunggu lampu hijau dari petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) yakni Amien Rais.

Pada silaturahmi itu, turut hadir Ketua DPC PPP kubu Djan Faridz, Dedi Sumarna. Dedi sebagai pengusaha dan politisi muda di Kota Bogor berjanji bakal memberikan dukungan pada pasangan Bima Arya-Dadang Dhanubrata.

“Saya akan menyuport menyeponsori Bima Arya dan Dadang,” ujar Dedi. Dia menganggap, Bima-Dadang akan menjadi pasangan yang ideal untuk membangun Kota Hujan. “Saya aminkan jika nanti berpasangan,” ujarnya.



sumber:pojoksatu.id

Parungpanjang Bogor Jadi Kota Debu, Warga Ancam Ontrog Istana


Jika Anda menemukan banyak truk pengangkut galian lalu lalang dengan debu yang memerikan mata dan menganggu pernapasan di sepanjang jalan, mungkin Anda berada di Parungpanjang.

Wilayah yang berada di ujung perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Tangerang itu belakangan ramai karena disebut sebagai Kota Debu.

Julukan anyar ini merupakan puncak kekecewaan warga akibat semakin meningkatnya volume lalu lalang truk yang membuat debu dimana-mana. Kejadian ini bukan baru-baru ini saja, namun sudah terjadi bertahun-tahun.

“Bogor itu dikenal dengan kota hujan. Namun di Parungpanjang ini bukan Kota Hujan, tapi Kota Debu. Setiap hari, dari pagi sampai malam disuguhi debu,”  ujar  Tokoh Pemuda Parungpanjang, Eki Maulana, kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Warga kata dia sudah lelah karena setiap hari disuguhin debu. Apalagi, tidak ada iktikad baik dari Pemkab Bogor untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Karena itu jalan satu-satunya adalah dengan mengadu langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor.

“Kami akan segera ke Istana Bogor. Mengadukan nasib kami ini kepada Presiden Jokowi secara langsung,”  lirihnya.

Kenapa langsung ke istana? Menurut dia, kebetulan presiden akan berkantor di Bogor selama sebulan. Hal itu dirasa  merupakan momentum yang bagus untuk menyuarakan uneg-uneg warga.

“Kami akan ngadu terkait debu, jalan rusak dan kendaraan besar pengangkut hasil tambang melintasi di Kecamatan Parungpanjang,” tuturya.

Ya, aksi ini merupakan klimaks dari segala permasalahan penyalahgunaan jalan provinsi menjadi jalan tambang di Parungpanjang. Sebab, belajar dari yang sudah-sudah, keluhan yang mereka lakukan ke pemerintah kecamatan, pemkab dan teranyar ke Pemprov Jabar tak kunjung digubris.

“Oleh karena itu,  kita harus temui pemerintahan yang lebih atas lagi. Kita harus temui Presiden Jokowi,”  timpal  Tokoh Masyarakat Parungpanjang Ache Imran.

Rencananya aksi demo masyarakat Parungpanjang ke Istana Bogor akan dilaksanakan pada Rabu (6/12/17) mendatang.  “Pembagian tugas sudah dilakukan. Mulai siapa yang mengurus perizinan sampai transportasi dan akomodasi,” pungkasnya.



sumber:pojoksatu.id

Pelaku Wisata Kabupaten Bogor Dukung Kang Iwan di Pilbup Bogor 2018


Dukungan terus mengalir pada bakal calon kepala daerah dari Partai Gerindra, Iwan Setiawan. Senin (27/11/17) para pegiat Pramuwisata Bogor Raya (Prambora) Kabupaten Bogor menyampaikan langsung dukungan itu dalam perayaan Hari Jadi yang pertama Prambora Kabupaten Bogor, di Puncak, Cisarua.

Kang Iwan –sapaan Iwan Setiawan– memandang dukungan tersebut sebagai amanah dan kepercayaan dari masyarakat. Terlebih dukungan itu datang dari para pekerja wisata, seolah mengharapkan adanya perbaikan tata kelola industri pariwisata di Bumi Tegar Beriman.

”Sehingga diharapkan kontribusi dalam melayani wisatawan semakin baik dan profesional,” ujar pria yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu.

Kang Iwan menyebut wisatawan yang datang ke Puncak berasal dari mancanegara. Sehingga dengan penglolaan yang tepat, tentu akan membantu meningkatkan pendapatan daerah, juga kesejahteraan para pelaku industri wisata.

”Dengan demikian, saya berharap pemerintah mendukung keberadaan Prambora. Pengenalan destinasi wisata di Puncak akan membantu wisatawan datang ke lokasi lain di Indonesia,” imbuhnya.



sumber:pojoksatu.id

Duel Gladiator “Zaman Now” Berujung DPO


Setelah pihak Sat Reskrim Polres Bogor mengamankan satu orang pelaku berinisial DS, kini pihaknya menetapkan dua siswa lainnya sebagai DPO. Sementara ini pelaku lainnya berinisial A dan D masih dalam kondisi buron.

Kapolres Bogor AKBP Andi Muhamad Dicky pada Selasa (28/11/2017) memberikan pernyataan bahwa pihaknya memberi tenggang waktu hingga sepekan ke depan. Jika selama seminggu belum ada, maka nama terang beserta fotonya akan dipublikasikan kepada khalayak.

Kapolsek Rumpin Kompol Sudrin Simangunsong pun turut berkomentar. Menurutnya, pemicu duel antar dua pelajar itu berawal dari saling ejek dan sekaligus mereka ingin menguji ilmu kanuragan.

“Jadi mereka janjian untuk duel. Jadi mau uji ilmu. Misalkan dia tanya, punya ilmu apa, hayu duel. Terus mereka datang ke lapangan, terus duel, begitu saja. Jadi bukan tawuran,” terang Sudrin seperti yang tercantum di detik.



sumber:pojoksatu.id

Drainase Buruk, Jalan Bojong Nangka Bogor Digenangi Air


Buruknya proses betonisasi jalan yang tidak diimbangi pembangunan drainase yang baik berakibat pada pendeknya usia jalan.

Seperti yang terjadi pada Jalan Raya Bojongnangka-Cikeuas, tepatnya di Kampung Cikuda, Desa Bojongnangka. Belum lama dibeton, kondisi jalan ini kembali rusak karena drainase buruk yang berbuah genangan air.

Seperti selasa (28/11/17). Meskipun kondisi cuaca cerah, di jalan itu nampak ganakan air hingga ukuran betis orang dewasa.

“Hujannya kemarin, tapi genangannya bisa sampai besok, karena drainasenya rusak,” tukas Samuel (32) pengendara asal Cikeas Udik ini.

Tak hanya merusak jalan, akibat genangan air itu tak sedikit pengendara jalan yang terjatuh. Karena di tengah genangan air ada lubang dalam yang tak terlihat oleh pengendara. “Ada lubang di dalam genangan itu, jadi banyak yang tidak tahu dan jatuh,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Camat Gunungputri Juanda Dimansyah mengaku akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Ia mengimbau agar pengendara jalan lebih berhati-hati. “Saya sudah tahu lokasinya dan sudah banyak yang laporan. Karena itu akan saya komunikasikan,’ tukasnya.

Ia menduga, tersumbatnya aliran air tak hanya karena kondisi drainse yang buruk. Aktivitas pembuangan sampah ilegal diduga memberi andil terhadap genangan air itu.

“Bisa saja drainasenya bagus, hanya kesumbat sampah. Tapi tetap akan saya laporkan ke kabupaten,” tuturnya.



sumber:pojoksatu.id

Imelda Bangun Olympic City di Bogor Utara, Hadirkan Hunian Terintegrasi Berkonsep Go Green


Kabar gembira bagi warga metropolitan. Hari ini, Olympic Commercial Business District (OCBD) meresmikan pembangunan Olympic City di utara Kota Hujan.

Ini adalah komplek hunian yang dibangun secara terintegrasi dengan berbagai fasilitas berkonsep go green.

”Konsepnya one stop living. Ada entertainment, edukasi juga,” ujar Vice President Director PT Olympic, Imelda Fransisca, kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Selasa (28/11/2017).

Karya masterpiece Olympic yang berlokasi di Jalan Kaum Sari, Kelurahan Cibuluh, Bogor Utara itu  digarap apik dengan berbagai keunggulan.

Sebesar 60 persen dari total 30 hektar lahan Olympic City adalah perumahan Pine Garden. Imelda memastikan komplek hunian ini merupakan kawasan asri nan hijau dan menjanjikan atmosfir yang sangat memanjakan penghuni.

Selain perumahan Pine Garden, Olympic City dilengkapi fasilitas penunjang seperti perkantoran, sekolah dan rumah sakit. OCBD juga menyediakan pusat perbelanjaan, hotel hingga apartemen.

”Kelebihan lain yang kami tawarkan adalah lokasinya yang strategis. akses lalu lintas cukup luas dan akses tol yang sangat dekat,” kata Imelda.

Konsep Olympic City sesuai dengan bisnis awal Olympic yakni erat dengan produk furniture berbasis kayu. Nama-nama cluster di komplek ini pun tak lepas dari nama-nama kayu dan produk alam.

Prinsip itu pun tetap dilakukan Olympic dalam ekspansinya ke bisnis properti seperti Smart Warehouse di kawasan Industri Olympic Sentul seluas 120 hektar.

General Manager Olympic Development Zakky Afifi menambahkan, berbagai penawaran menarik juga ditawarkan pada konsumen di masa awal pembukaan Pine Garden. Salah satunya dengan pembukaan harga yang cukup murah, yakni Rp700 jutaan.

”Pada tahap awal akan dibangun 129 unit dengan beberapa tipe. Di antaranya: tipe 52/72, 65/84, 74/106 dan 79/104 dengan rumah dua lantai,” imbuhnya.

Tak hanya itu, konsumen yang memiliki KTP Bogor mendapat promo khusus yakni DP nol persen. ”Ini harus cepat. Karena berakhir sampai akhir Desember 2017. Tujuannya biar orang Bogor tetap berinvestasi di Bogor. Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota,” kata Zakky.

Dia memastikan, saat ini proses pembangunan sudah berjakan. Lahan yang digunakan untuk hunian sebesar 60 persen dari luas lahan yang dikomersilkan.



sumber:pojoksatu.id

Pilwalkot Bogor 2018, Dadang Wali Kota, STS Wakilnya


Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP hingga kini belum memutuskan siapa kadernya yang bakal maju di Pilwalkot Bogor 2018. Tapi, berbagai aspirasi kini mulai digaungkan soal siapa yang pantas berpasangan di pesta demokrasi Kota Hujan.

Salah satu kader PDIP Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso terlihat ngebet untuk maju berpasangan dengan ketuanya sendiri, Dadang Dhanubarata. Ia berharap, DPP PDIP segera menetapkan Dadang sebagai calon wali kota dan berpasangan dengan dirinya bertarung di Pilwalkot mendatang.

”Karena saya meninggikan Pak Ketua, saya konsisten mendukung Kang Dadang sebagai Wali Kota, dan siapa Wakilnya? Saya,” ujarnya saat melakukan pertemuan dengan Dadang di Kantor DPC PDIP Jalan Ahmad Yani, selasa (28/11/17).

Dalam pertemuan itu, Sugeng memaparkan kinerja untuk partai selama tujuh bulan terakhir. Ia mengklaim telah berhasil menjalin komunikasi dengan berbagai partai bahkan dari tingkat bawah.

”Saya berkerja juga membangun koalisi di tingkat bawah maupun pusat. Dengan Hanura, dengan Golkar, dengan PKB sudah sampai DPD. Sebagai kader saya tidak diam menunggu, saya bekerja,” tuturnya.

Memang bukan hanya Dadang dan Sugeng yang menjadi opsi DPP PDIP untuk dicalonkan sebagai wali kota Bogor 2018. Pasalnya, masih ada Teddy Risandi yang juga mendaftar sebagai bakal calon wali kota melalui penjaringan PDIP beberapa waktu lalu. Tapi, siapapun yang ditetapkan sebgai calon, Sugeng mengaku akan tetap loyal pada partai.

”Saya harus loyal kepada partai. Jadi siapapun yang dicalonkan kita harus bekerja untuk memenangkan kepentingan PDIP. Saya berkerja untuk kepentingan ideologi partai, 2019 Pileg dan Pilres supaya PDIP juga memenangkan,” kata Sugeng.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PDIP Kota Bogor, Dadang Dhanubrata juga mengatakan hal serupa. Ia mengaku siap menyukseskan pencalonan Sugeng di Pilwalkot 2018 jika memang partai memilih Sugeng.

”Saya tegaskan kepada Pak Sugeng, jika Pak Sugeng direkomendasikan oleh partai, maka kita akan mendukung untuk pemenangan Pak Sugeng, demikian juga sebaliknya,” ungkap Dadang.

Menurutnya, proses penentuan calon yang diusung oleh PDIP memang perlu melalui tahapan demokratis. Untuk itu, posisinya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Bogor tak sewenang-wenang menutup kemungkinan kader lain untuk maju di Pilwalkot.

”Saya sebagai Ketua DPC kita tidak pernah menutup isu-isu dan saran-saran agar tidak membuka pendaftaran di PDIP Perjuangan. Secara terbuka sejak proses penerimaan calon kita sangat demokratis,” tukasnya.



sumber:pojoksatu.id

Rakornas MUI Resmi Dimulai, Ini yang Akan Dibahas


Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Rapat Kerja Nasional ke III, Selasa (28/11/2018).

Rakornas sendiri digelar di Hotel Sahira, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor dengan tema “Meneguhkan Peran MUI Dalam Menerapkan Islam Wasathiyah Dan Arus Baru Ekonomi Indonesia”.

Rakornas sendiri dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MUI Pusat, KH. Ma’aruf Amin, Pimpinan Harian, Dewan Pertimbangan, Pimpinan Komisi, dan para lembaga.

Selain itu Rakornas ini diikuti oleh Ketua MUI yang ada di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Ketua Pelaksana (SC) Kiai Muhyiddin Junaidi mengatakan bajwa pembahasan dari Rakornas ini untuk konsolidasi antar organisasi .

Selain itu, nanti juga akan dibahas masalah arus baru ekonomi umat islam.

Kemudian isu-isu strategis lainnya termasuk perkembangan terkini tetang aliran kepercayaan yang ada di Indonesia.

“Bagaimana sikap kita terhadap isu itu, apakah kita semua setuju atau tidak tidak, jadi secara umum kita akan menyatukan visi agar ke publik bisa disampaikan dengan jelas,” ujarnya kepada pojokjabar.

Karena saat ini ada kesimpangsiuran ada orang yang memberikan pernyataannya, tapi pernyataan pribadi seakan-akan ini sebuah lembaga.

“Jadi masalah ekonomi umat ini perlu kita jelaskan karena dari pihak pemerintah memang kurang ada keperhatian dan kepedulian, pemerintah itu sementara waktu cenderung mengejar pertumbuhan ekonomi bukan pemerataan ekonomi,” pungkasnya.



sumber:pojoksatu.id

Pemkot Bogor Legalkan PKL Jualan di Trotoar Jalan Siliwangi


Jika anda yang sering melewati Jalan Siliwangi, Bogor Timur pasti sudah tidak asing dengan sejumlah deretan gerobak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut.

Meski berada di sebagian trotoar keberadaan PKL tersebut ternyata dilegalkan oleh Pemkot Bogor.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Annas S Rasmana, mengatakan keberadaan lapak PKL tersebut untuk para PKL binaan pemkot.

Keberadaanya, sudah memiliki dasar hukum, yakni peraturan walikota (perwali). “Jadi ada 14 titik zooning PKL, dan salah satunya adalah di ruas Jalan Siliwangi,”  ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Dia menjelaskan, lapak PKL tersebut sudah bisa digunakan untuk lebih dari 45 pedagang eksisting, sepanjang jalan Siliwangi. “Tahun depan akan dibuat lagi sedikit ruas jalan untuk pejalan kaki,” ungkapnya.

Namun, menjadi pertanyaan kenapa pemkot tidak menyiapkan lahan untuk para PKL? Daripada menggunakan trotoar yang notabene fungsinya untuk pejalan kaki. Anas  beralasan zona PKL Siliwangi didesain agar pedagang yang sudah lama berjualan disana lebih rapih.

“Untuk pengadaan lapak PKL kami menganggarkan Rp180 juta, sedangkan penambahan fasilitas trotoar nantinya Rp200 juta,”  ungkapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan di dalam perwali tentang zonasi PKL, ada beberapa titik yang masuk ke dalam kategori zona PKL meskipun harus menempati sarana dan prasarana baik yang menunjang jalan maupun bukan penunjang jalan.

Diantaranya yaitu, Jalan Ciremai Ujung, Papandayan, Jalan Pajajaran, Pajagalan, Jalan Dadali, Jalan Binamarga, Jalan Paledang, Gang Selot, Jalan Cidangiang, Jalan Pengadilan, Jalan R3, Ekalokasari, Jalan Batutulis dan Jalan Siliwangi.

“Ini merupakan pengembangan dari perwali tahun 2010  tentang penertiban dan penataan PKL dari 11 titik menjadi 14 titik,” jelasnya.

Penetapan zona PKL ini berlaku selama tempat relokasi belum disediakan pemerintah.   Maka sarana dan prasarana  penunjang jalan seperti trotoar pun boleh digunakan untuk zonasi PKL.



sumber:pojoksatu.id

Keren, Kabupaten Bogor Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda


Pemkab Bogor kembali mendapat penghargaan tingkat nasional. Selasa (28/11/17), Kabupaten Bogor didaulat menjadi Kabupaten Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nilla Farid Moeloek. Bogor dinilai berhasil menyelenggarakan Kabupaten Sehat 2017 untuk klasifikasi pembinaan.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, ada empat kategori penilaian dalam ajang ini. Pertama, tatanan kawasan pemukiman sehat, sarana dan prasarana umum yang diwakili oleh rumah sehat di Kampung Cibitung Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolaya.

Kedua, tatanan kawasan pariwisata sehat yang diwakili oleh Highland Part Resort Desa Sukajadi Kecamatan Tamansari dan Kampung Budaya di Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari.

”Ada juga tatanan ketahanan pangan dan gizi yang diwakili kawasan pertanian di Kampung Cibitung Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolaya. Kemudian tatanan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri yang dipresentasikan oleh Posyandu Kemuning di Kampung Cibitung Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolaya,” kata Yanti –sapaan Nurhayanti–.

Yanti mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut berkat kerja keras seluruh jajaran OPD. Karena itu, ia juga memberikan penghargaan tersebut kepada masyarakat Kabupaten Bogor dan OPD terkait karena telah memberikan dorongan melalui berbaai program kegiatan.

”Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait juga pihak swasta yang telah berperan aktif pada bidang kesehatan,” tuturnya.



sumber:pojoksatu.id

Lebarkan Sayap ke Property, Olympic City Tawarkan DP 0 Persen


Olympic Group akhirnya mengembangkan sayap usahanya dari bisnis furniture ke property. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan perumahan di kawasan Olympic City, Bogor, Rabu (29/11/2017) siang.

”Ground Breaking ini bertepat dengan Hari Bangkit Olympic Group, yang menandakan secara simbolis dimulainya pembangunan kawasan Olympic City. ”kata Founder Olympic Group Au Bintoro.

Au berharap keberadaan kawasan bisnis Olympic City bisa menjadi monumental bagi masyarakat Bogor. Di atas lahan seluas 30 hektar ini rencananya akan dibangun perumahan, apartemen, hotel, rumah sakit, mall, pusat kuliner, dan perkantoran

” Kami berharap berharap Olympic City ini bisa menjadi kawasan pemukiman modern yang terintegrasi dengan kawasan bisnis, dan komersial yang terbaik di Kota Bogor. Dan pada 7-10 tahun kedepan kawasan Olympic City akan selesai,”kata Au.

Sementara Walikota Bogor,Bima Arya Sugiarto yang hadir pada Groundbreaking perumahan di Kawasan Olympic City mengatakan bahwa kedepan wilayah tersebut akan menjadi kawasan bisnis di Kota Bogor.

”Ini program terbesar di bogor, untuk kawasan bisnis memang direncanakan akan mengarah wilayah utara Kota Bogor. Ini sudah pas sekali,wilayah seputar Kebun Raya akan menjadi heritage,”ujar Bima Arya.

Sebelum dilakukan Groundbreaking, juga dilakukan penandatangan MOU antara Olympic City dengan China Construction Third Engineering Bureau Co, Ltd dan Country Garden.

CEO Olympic City, Imelda Fransisca berharap kerjasama ini akan semakin memperkuat bisnis property yang dijalani oleh Olympic Group.

”Untuk tahap pertama kita akan bangun 130 unit ruma. Dan khusus untuk warga Bogor akan diberikan DP 0 persen untuk pembelian unit rumah yang akan segera dibangun,”jelas Imelda.



sumber:pojoksatu.id

Ummul Qura Bogor Juara Pesta Sains Nasional 2017


SMAIT Ummul Qura unjuk diri dalam Pesta Sains Nasional 2017 yang diadakan oleh IPB pada 18-19 November lalu.

Tim dari SMAIT Ummul Qura yang terdiri dari tiga orang, Shafa Salsabilaa Zahirah kelas 12, Hilwa Amalia Kirana kelas 12, dan Bistamy Muhammad Nursabur kelas 11, berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Cepat Tepat Biologi di ajang tersebut yang diikuti 199 kelompok dari SMA se-Indonesia.

Untuk dapat meraih posisi tersebut, Bistamy mengaku bukanlah hal yang mudah, karena dirinya beserta tim harus melalu serangkaian tahapan, diantaranya tahap penyisihan, semifinal, dan final. Tahap penyisihan harus menyelesaikan 100 soal.

“Kami mengerjakan bersama, dan soalnya menurut kami sulit, tapi alhamdulillah berhasil lolos, dari 199 kelompok yang ikut, hanya 20 kelompok yang berhasil lolos,” ceritanya.

Tahap semifinal, timnya memperoleh nilai tertinggi pada babak praktikum. “Jadi dalam tahap semifinal ada dua babak, kuis ketok dan praktikum, namun untuk prakrtikum, karena kami sebelumnya juga pernah mengikuti ajang ini, jadi sudah ada pengalaman dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Dari 20 kelompok yang diseleksi di tahap semifinal, hanya lima kelompok yang berhasil maju ke tahap final. “Di semifinal kita melalui 4 babak, pertanyaan wajib, pertanyaan lempar, studi kasus, lalu soal rebutan,” tutur Bistamy.

Siswa setim Bistamy, Hilwa menambahkan, tak menyangka bisa memperoleh penghargaan sebagai juara 3. “Karena di babak final itu skor kita paling rendah awalnya, tapi ternyata di soal rebutan kami bisa mengejar ketertinggalan itu, saya sangat terharu,” ungkapnya.

Kemenangan tersebut tak lepas dari latihan yang giat serta dukungan sekolah maupun orang. Siswa lainnya, Shafa mengungkapkan bahwa selama sebulan dirinya dan tim mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang ini.

“Selain latihan sendiri di rumah, kami juga berlatih bersama setiap hari sabtu pagi, dan sekolah mendatangkan pelatih dari IPB untuk melatih kami, kami selalu memabahas soal-soal pesta sains tahun-tahun sebelumnya dan  berlatih dalam praktikumnya juga,” jelasnya.

Shafa mengaku senang karena bisa mendapatkan banyak pengalaman dari lomba itu. “Selain melatih mental kita dalam berkompetisi, kita juga mendapatkan banyak teman baru dari berbagai SMA di Indonesia, dan kita juga jadi tahu kompetensi yang dimiliki sekolah-sekolah lain,” kata Shafa.



sumber:pojoksatu.id

Pemkot Bogor Lelang Proyek Pembangunan Lebih Awal


Pemkot Bogor tengah sibuk mengakselerasikan percepatan pembangunannya di bidang infrastruktur. Hasilnya terbilang lumayan. Dari 200 paket proyek pembangunan di tahun ini, hanya delapan yang gagal di lelang.

Perlu diketahui, di 2017 ini, nilai total 200 paket pekerjaan yang dilelangkan Unit Layanan Pengadaan pada Bagian Pengadaan Barang Setda Kota Bogor dengan mencapai Rp287,8 miliar.

Dan sejauh ini, 173 paket telah selesai dilelangkan. Ketatnya pertarungan harga pada proses lelang, membuahkan hasil positif berupa efisiensi pekerjaan yang mencapai Rp15,9 miliar, atau 10 persen dari nilai keseluruhan paket.

“Efisiensi itu akan dikembalikan ke kas daerah sebagai Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) positif,” jelas Sekda Kota Bogor, Ade Sarif Hidayat kepada wartawan koran ini.

Kendati demikian, proses lelang yang digawangi Rahmat Hidayat cs bukan tanpa catatan. Delapan paket yang gagal lelang tahun ini terbilang paket-paket ‘gemuk’.

Alias bernilai pekerjaan tinggi. Ade menegaskan, alasan gagal lelang delapan paket tersebut masih pada tataran elementer. Karena para peserta tidak memenuhi kriteria. Salah satunya soal administratif.

Persoalan lainnya, sambung Ade, para peserta lelang yang mendaftar lewat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) tak lolos evaluasi teknis. “Karena kami sebagai Penyelenggara lelang juga. Harus hati-hati. Kalau memang tidak layak ya tidak dimenangkan,” sambungnya.

Delapan proyek yang gagal lelang dan batal dikerjalan tahun ini antara lain; Pembangunan Blok 3 tahap II RSUD Kota Bogor senilai Rp72,7 miliar, Revitalisasi SDN Cibeureum 2 Rp1 miliar, Pemasangan Pagar Seputar Kebun Raya Bogor Rp702,7 juta, Pemagaran Gedung Utara Shelter TK Motekar Rp600 juta, Pembangunan Septic Tank Individu Rp772 juta, Optimalisasi Infrastruktur Air Minum di Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Utara Rp429 juta, Pembangunan Masjid Agung Bogor Rp48,8 miliar, serta Pengadaan Konsultan/Penasehat Investasi Daerah Rp350 juta.

Jika ditotalkan, paket proyek yang mengalami gagal lelang senilai Rp125,5 miliar. “Khusus yang Masjid Agung, itu pagu awal, tapi kemudian diturunkan menjadi Rp14,6 miliar dan gagal lelang juga. Kemudian dilelang ulang dengan nilai Rp3,7 miliar dan gagal lelang juga,” tambah Kepala ULP Kota Bogor, Rahmat Hidayat.

Serangkaian gagal lelang yang terjadi tahun ini, tegas Rahmat, bakal dijadikan pembelajaran penting untuk melangkah ke 2018. Salah satu program evaluasi yang akan dilaksanakan ULP tahun depan ialah, memberlakukan Lelang Pra Dipa. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan Rencana Aksi Daerah Percepatan Pemberantasan Korupsi (RAD-PPK) yang digaungkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Intinya kami mendorong perangkat daerah di Kota Bogor mulai tahun ini menginput RUP 2018 dari sekarang,” ujar Rahmat.

Hanya saja, di Kota Bogor terkendala pembahasan Anggaran Pendapatan, Belanja Daerah (APBD) 2018 yang hingga saat ini masih dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Sehingga, belum ada Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang bisa diumumkan.

Tapi, hal itu bisa disiasati dengan Lelang Pra Dipa lebih awal. Kegiatan tersebut menurutnya bisa dilakukan berdasarkan Rangkaian APBD (RAPBD).

“Tujuan kita mendorong teman-teman SKPD untuk lelang pra dipa. Lelang pra dipa ini dimungkinkan. Tapi di Kota Bogor belum pernah dicoba. Lelang ini akan membantu pekerjaan yang harus dimulai pada bulan Januari,” terangnya.

Melalui lelang pra dipa, pengadaan ataupun proses tender bisa dilalui lebih cepat. Seperti halnya pembayaran tenaga outsorching kebersihan. Mereka harus sudah melakukan pelayanan sejak bulan Januari, sehingga lelangnya harus dilakukan antara November dan Desember tahun sebelumnya.

“Kemudian pekerjaan-pekerjaan kontruksi yang nilainya besar. Kita mendorong lelang manajemen kontruksi dimulai di November atau Desember. Sehingga Januari sudah kontrak. Sehingga harapannya lelang kontruksi sudah bisa dimulai Februari,” kata Rahmat.

Ia berharap dengan lelang pra dipa bisa memperbaiki sistem pengadaan di Kota Bogor. Sehingga, kejadian-kejadian gagal lelang yang terjadi pada tahun ini bisa diantisipasi untuk terjadi di tahun mendatang.

“Karena tahun ini saja kita baru ngisi RUP itu pada bulan Maret. Padahal harusnya RUP itu sudah selesai di bulan Desember tahun sebelumnya,” tandasnya.



sumber:pojoksatu.id

Menag Lukman Soal Reuni Akbar 212: Jangan sampai Timbulkan Kecurigaan Masuki Tahun Politik


Para Alumni aksi 212 akan melaksanakan Tabligh Akbar di Jakarta, Sabtu (2/12/2017). Jauh sebelum acara sejumlah acara digelar oleh beberapa kelompok salah satunya di Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan kekhawatirannya jika masyarakat tidak mendapatkan informasi lebih jelas terkait tujuan penggerakan massa ini kembali.

“Sebab kalau tidak akan menimbulkan pemahaman atau penafsiran yang amat beragam apalagi di tengah-tengah forum masyarakat politik yang mana tahun depan kita memasuki tahun politik yang sangat luar biasa dan tahun berikutnya juga akan seperti itu,” ujarnya kepada Pojokjabar di sela-sela pembukaan Rakornas MUI di Bogor, Selasa (28/11/2017).

Meskipun demikian ia tetap menghormati siapapun untuk menggunakan haknya berekspresi dan berpendapat.

Asalkan, kata dia, pihak terkait harus memberikan penjelasan yang rinci apa tujuan diadakannya aksi reuni 212 ini.

“Supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak perlu yang tentunya menimbulkan kecurigaan dan lain sebagainya,” jelasnya.



sumber:pojoksatu.id

Ketum MUI KH Ma’ruf Amin: Aksi 212 Itu Urusan Apa Kok Masih Dilakukan, untuk Apa Lagi?


Umat Islam alumni aksi 212 akan menggelar reuni akbar 212 di Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Berbagai persiapan penggalangan massa pun sudah dilakukan dengan sejumlah acara sebelum reuni akbar dilaksanakan.
 Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin mengatakan aksi para alumni yang akan dilakukan nanti dianggap tidak perlu lagi.

“(Aksi) 212 itu urusan apa, itu kan urusan yah ahok, ahoknya sendiri kan sudah selesai, kok masih dilakukan aksi-aksi lagi untuk apa, aksi 212 itu dulunya suapaya ahok dihukum, ahok itu diproses, prosesnya sudah selesai nah sekarang untuk apa,” ujarnya kepada Pojokjabar di sela-sela pembukaan Rakornas MUI, Selasa (28/11/2017).

Reuni akbar ini rencananya akan dilakukan di Monumen Nasional (Monas) yang baru-baru ini dibuka kembali kesempatan menggelar acara di area Monas oleh Gubernur Anies Baswedan.

Sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat melarang melaksanakan agenda kegiatan keagamaan di lingkungan monas.



sumber:pojoksatu.id

Jimat ”Kebal” Pelaku Perkelahian ala Gladiator di Bogor Ini Dibanderol Rp350 Ribu


Kasus perkelahian ala gladiator yang menewaskan seorang siswa SMP di Kecamatan Rumpin Bogor, ARS (16) terus bergulir. Namun, ternyata para pelaku berani melakukan aksi berbahaya tersebut karena memiliki jimat.

Radar Bogor (Pojoksatu.id Group) pun menelusuri, fenomena pelajar yang keranjingan mendalami ilmu kekebalan tubuh. Selasa (28/11/17), wartawan koran ini mengawalinya dari sekolah ARS, korban gladiator.

Guru BK SMP Islam Asyuhada, Hendri menegaskan, di sekolah tidak pernah mengajarkan ilmu kebatinan. Dari beberapa keterangan teman korban, banyak yang mempelajari ilmu kebal di luar sekolah. RN (13) mengakui, banyak yang mencari jimat ke sekitar Kecamatan Cigudeg,. “Kalau beli jimat di pak DS,” ucapnya.

Berbekal dari RN, tak terlalu sulit untuk menemui kediaman DS. Sebab, ia cukup dikenal sebagai ahli spiritual di Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg. Terlebih, rumah bercat putih dan berlantai dua terlihat beda.

Belum sempat mengetuk pintu, seorang pria mengenakan kaos oblong putih keluar rumah.  “Mangga, kaleubeut bade ka saha? (Silahkan masuk, mau ketemu siapa?),” ucap pria berpeci merah itu.

Rupanya, pria itu adalah DS. Setelah berbincang, ia mengaku tak mengenal nama MRS, korban adu ilmu kebal. “Kirang apal abdi. Mung, loba nu kadie hoyong elmu kebal. (Kurang hapal saya. Tapi, banyak yang ke sini ingin ilmu kebal),” akunya.

Menurutnya, pelajar, atlit, calon pejabat, hingga calon kades pernah datang kepadanya. Lalu bagaimana cara mempelajari ilmu kebal ? Menurutnya, ada tiga cara untuk memilikinya. Pertama, kata dia, dengan puasa sembari melapalkan beberapa bacaan.

Kedua, mengunakan jimat berupa rompi dan sabuk. Terakhir, sambung dia, memasang susuk. “Kalau mau instan cara kedua dan ketiga, itu yang banyak. Biasanya, anak muda yang ingin seperti itu,” tutur pria berkumis tebal itu.

Untuk menguasai ilmu tersebut, ada mahar yang harus ditebus. “Sanes bayar, tapi mahar. Isim Rp 350 ribu, susuk biji besi Rp 500 ribu dan rompi isim Rp3 juta,” tuturnya.

Menyikapi fenomena tersebut, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, ada yang salah dengan sistem pendidikan saat ini. “Adu kekebalan yang diyakini para pelajar merupakan salah satu indikasi bahwa pendidikan kita tidak kritis dan analitis,” tuturnya.

Lebih lanjut, mengatakan, ada beberapa warga sekitar Kecamatan Rumpin yang mempercayai ilmu kekebalan tubuh tersebut.



sumber:pojoksatu.id

APJ Calon Bupati Bogor 2018 Silaturahmi ke Ulama Cisarua


Bakal calon (balon) bupati Bogor 2018 dari PDIP, Alek Purnama Johan (APJ), kembali sowan ke ulama Kabupaten Bogor.

Selasa (28/11/17), lelaki yang juga Kepala Desa (Kades) Sukamaju, Kecamatan Megamendung ini bersilaturahmi ke kediaman Ketua Majelis Silaturahmi Pondok Pesantren dan Majelis Taklim (MSPPMT) Kabupaten Bogor, KH Rachmatullah, di Cilember, Cisarua.

Tim Pemenangan APJ, Acil Wahyudin, mengatakan bahwa kunjungan rutin APJ ke para ulama tidak terlepas untuk mendengar saran dan meminta masukan terkait pembangunan Kabupaten Bogor ke depan. Dengan begitu, dirinya berharap ada sinergitas antara APJ dengan para ulama.

“Pak APJ silaturahmi sekaligus meminta restu kepada Abah Cilember (sapaan akrab KH Rachmatullah, red) atas pencalonannya dan mendengar saran dari ulama terkait pembangunan yang ideal untu Kabupaten Bogor ke depan,” kata Acil.

Menurutnya, APJ sengaja meminta masukan ulama agar bisa bersinergi. Sebab, APJ menilai ulama sangat berperan dalam setiap pembangunan di Bumi Tegar Beriman.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Cilember juga berpesan kepada APJ agar tidak sombong dan mempertahankan kebiasaan rutinnya bersilaturahmi dengan ulama.

“Beliau berpesan agar APJ jangan sombong dan harus rajin silaturahmi dengan dengan ulama. Pak APJ juga diminta selalu mencintai masyarakat kecil,” terangnya.

Sebelumnya, APJ juga sudah menyambangi sejumlah ulama seperti Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bogor KH. Abdullah Nawawi, tokoh agama Sukamaju Abdul Basit hingga silaturahmi ke rumah Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Romdoni.

“Setelah ini masih banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat yang akan dikunjungi APJ,” tandas Acil.



sumber:pojoksatu.id

Jalan Rawan di Gunungputri Bogor Ini tanpa PJU


Menjadi area industri, Kecamatan Gunungputri Bogor masih terdapat jalan yang tak memiliki lampu penerangan umum. Karenanya, tak sedikit warga berharap adanya PJU di  wilayahnya.

Seperti di sepanjang Jalan Raya Rawa Bule. Jalan alternatif Desa Bojong-Nangka-Cicadas ini rawan bagi pengendara roda dua saat malam hari. Karena, di jalan sepanjang lebih dari satu kilo itu tak memiliki PJU.

“Kalau malam terasa angker lewat sini, karena sangat gelap,” tukas Saefuddin (33) warga RT 14/07 Desa Bojongnangka.

Menurutnya, jalan pintas yang menyambungkan akses dua desa ini sangat vital. Lantaran menjadi akses terdekat warga Bojongnangka menuju pasar. “Kalau ke pasar lebih dekat lewat sini, Kalau tidak lewat sini harus lebih dulu ke Cikeas dan  Wanaherang,” tukasnya.

Karena jalan gelap gulita, sambung dia, tak jarang warga yang terjatuh karena kendaraannya masuk ke dalam lubang. “Jalannya masih rusak, kalau gelap bisa mengakibatkan pengendara motor jatuh, dan banyak kejadian seperti ini,” ucapnya.

Warga sangat membutuhkan lampu penerangan jalan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. “Kalau jalan terang, saya yakin sangat membantu pengendara untuk memilih jalan yang dilalui saat malam,” kata dia.

Menyikapi hal itu, Kades Bojongnangka, Hambali mengaku akan mengajukan pemasangan PJU di area tersebtu. Dengan demikian, warga dapat menikmati penerangan jalan. “Nanti akan saya ajukan pemasangan PJU, agar warga nyaman melintasi jalur itu,” tuturnya.

Menurutnya, usulan itu sempat dilontarkan masyarakat. Hanya belum menjadi prioritas karena banyak kebutuhan pembangunan di titik lainnya berupa pembangunan jalan dan drainase.

“Selama ini kami prioritaskan pembangun infrastruktur jalan dan drainasi. Tapi setelah mendapat laporan ini, saya juga akan mengupayakan penerangan jalan” tukasnya.



sumber:pojoksatu.id

Awas, Spesialis Curanmor Pakai Ilmu Sirep Tali Pocong di Kabupaten Bogor Masih Buron


Kepolisian Sektor (Polsek) Babakan Madang berhasil membekuk spesialis pencurian motor yang kerap beraksi di Babakan Madang dan Sukaraja.

Pelaku ZJR (27) merupakan warga Sukaharja, Kabupaten Sukabumi, diamankan Jumat (25/11/17) di kediamannya di Sukabumi. ZJR diketahui menggunakan ilmu sirep dengan jimat berupa tali pocong saat melancarkan aksinya. ”Seolah-olah jimat. Tali pocong itu biar dia tenang dan orang lain tidur.

Istilahnya sirep,” ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Babakan Madang Ipda Budi Sehabudin kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Selasa (28/11/2017). Budi mengatakan, pelaku tak pernah sendiri dalam menjalankan aksi. ZJR beroperasi bersama tiga rekannya dengan target dua unit motor sehari. ”Kami masih memburu rekan korban,” kata Budi.

Komplotan ini merupakan spesialis subuh, karena beraksi sekitar pukul 03.00 WIB dan berangkat dari Sukabumi sekitar pukul 22.00 WIB. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 11 kunci leter T, satu untai kain tali pocong, satu unit motor, dan sembilan kunci motor palsu.

Berdasarkan keterangan pelaku, sebanyak 14 unit motor berhasil dirampas di dua wilayah di Kabupaten Bogor. Kini, polisi juga mencari penadah yang selama ini menerima hasil jarahan pelaku. ”Mereka dikenakan Pasal 363 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun,” pungkasnya.



sumber:pojoksatu.id

Kopi Lendong Tanjungsari Bogor Bisa Atasi Gangguan Seksual


Selain menjadi prodak unggulan Desa Tanjungsari, kopi Lendong Tanjungsari Bogor diyakini oleh masyarakat sekitar berkhasiat untuk kesehatan.

Kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Kepala Desa Tanjungsari, Didi Rosidi menerangkan, masyarakatnya telah meyakini kopi Lendong sebagai obat herbal untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Salah satunya masuk angin.

“Biasanya kalau masuk angin warga kami cukup minum air hangat, disusul kopi lendong pahit dan kembali minum air hangat. Hitungan detik langsung hilang masuk anginnya,” kata Didi.

Anehnya, khasiat itu hanya terdapat pada kopi hasil tangan petani Tanjungsari. Untuk kopi-kopi kemasan tak memiliki khasiat yang sama.

“Kalau pakai kopi lain gak akan ada khasiatnya. Makanya kopi Lendong sekarang sudah merata dinikmati warga sekitar, salah satunya sebagai obat,” tukasnya.

Tak hanya itu, banyak juga warga yang meyakini kopi Lendong dapat meningkatkan stamina. Karenanya, tak jarang warga yang mengaku lebih dulu meminum kopi sebelum berhubungan dengan istrinya. “Beneran terjadi. Warga banyak yang kasih tahu ke saya, setelah minum kopi staminanya meningkat,” tuturnya.

Kondisi itu dibenarkan oleh Kepala UPT Pengembangan Teknologi dan Peredaran Hasil (PTPH), Wilayah Jonggol, Tatang Mulyadi. Menurutnya, keyakinan warga berdasarkan pengalaman empiris. Sehingga warga kini menjadikan kopi sebagai obat.

“Yang terjadi memang seperti itu. Mungkin saja, efek dari kopi itu dikarenakan produk kopi Lendong dihasilkan dari proses pemupukan alam, bukan dengan kimia,” tuturnya. Karenanya, sambung dia, khasiat itu tak dimiliki oleh kopi-kopi kemasan lainnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, berdasarkan hasil penelitian yang pernah ia ketahui, kandungan kafein dalam kopi ternyata juga mampu mengobati disfungsi ereksi. Menurutnya, kafein memiliki kemampuan untuk meningkatkan suplai darah segar dari otak ke organ genital.

“Saya pernah baca, kalau kopi memiliki kemampuan untuk mengobati gangguan seksual seperti disfungsi ereksi, dan membantu pria untuk membantu mencapai ereksi lebih kuat,” tukasnya.

Karena mafaat itu, Tatang mengaku terus mempertahankan cara tanam organik yang dilakukan oleh petani. Yakni, dengan tidak memberikan pupuk orea pada tiap batang pohon kopi. “Kita maksimalkan gunakan pupuk kandang untuk menjaga kopi ini agar tetap organik,” tukasnya.



sumber:pojoksatu.id