Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label bogor raya. Show all posts
Showing posts with label bogor raya. Show all posts

Monday, 30 April 2018

Bagikan 12 Ribu Akta Gratis


Pemerintah Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, membagikan 1.200 akta lahir gratis bagi warganya sejak Kamis (26/4). Tahap pertama, pemerintah desa sudah membagikan 700 akta lahir. ”Sekarang kami bagikan sisanya sebanyak 500 lembar lagi,” ujar Kepala Desa Batulayang Iwan Setiawan kepada Radar Bogor, kemarin (27/4).

Menurutnya, akta yang dibagikan tersebut diprioritaskan bagi warga yang memasuki usia sekolah dasar hingga menengah atas atau sederajat. ”Sebentar lagi kan mau memasuki pendaftaran sekolah, jadi kami prioritaskan dulu,” jelas Iwan.

Program tersebut, kata dia, saat ini tengah gencar dilakukan Pemerintah Desa Batulayang. Namun, dalam pengurusan tersebut, pihaknya hanya membebankan pembelian materai dan lainnya sesuai peraturan. ”Artinya, segala urusan administrasi serta pengurusan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, pemerintah desa yang melakukannya,” terangnya.

Iwan juga mengakui masih banyak warganya yang belum memiliki akta lahir. ”Secara rinci sih datanya belum kami miliki. Tapi yang jelas, masih banyak warga yang belum memiliki akta lahir. Dan kami akan terus membantu warga agar segera membuat akta lahir itu,” tukasnya.


Sumber : radarbogor.id

Sanitasi 389 Desa Buruk


Kesadaran mas­yarakat Kabupaten Bogor me­miliki sanitasi yang baik masih jauh dari harapan. Di­nas Kesehatan (Dinkes) Ka­bupaten Bogor mencatat, dari 434 desa dan kelurahan di Bumi Tegar Beriman, hanya 45 desa yang memenuhi kriteria sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Sementara sisanya, masih belum 100 persen. Artinya, 389 desa me­miliki sanitasi buruk yang ter­sebar di 40 kecamatan.

Kabid Kesmas Dinkes Kabu­paten Bogor Dede Agung me­nu­turkan, kondisi ini meru­pakan tantangan pihaknya juga SKPD terkait agar semua desa memenuhi verifikasi STBM yang merupakan metode pendekatan untuk meng­giring masyarakat menuju status sanitasi lingkungan sehat.

”Pemda sebenarnya sudah memfasilitasi, memberikan kesempatan untuk desa-desa yang ada melalui pengelo­laan anggaran yang diberikan untuk mengembangkan de­sanya agar memiliki sanita­si yang baik. Contohnya, seca­ra umu­m, masyarakat di pe­desaan su­dah buang air be­sar di tempat yang tepat. Tapi pem­buangan lim­bahnya yang salah. Itu kan masih dikate­gorikan sanitasi yang buruk,” bebernya.

Selain pengolahan lim­bah yang buruk, sambung De­de, ke­biasaan cuci tangan meng­gu­nakan sabun pun masih men­jadi PR. Sebab, kata Dede, untuk memenuhi stan­dar STBM, setidaknya masyara­kat harus memenuhi lima hal. Perilaku buang air besar atau stop buang air besar sem­barangan, ke­biasaan cuci tangan pakai sabun, me­nyiap­kan makanan dan air ber­sih, pengelolaan sampah ru­­mah tangga, dan kelima mengelo­la limbah cair.

”Lima pilar ini yang didorong untuk peru­ba­han perilaku dan pembu­dayaan hidup sehat,” jelasnya.

Sambung Dede, meme­nu­hi lima pilar STBM memang tidak mudah, ada bebera­pa proses yang harus dilewa­ti masyarakat. ”Sanitasi sehat harus me­menuhi bebera­pa kriteria, ada verifikasi dan pemicuan di awal. Artinya, mendorong mas­yarakat peduli terhadap kebersi­han pribadi dan lingkungannya,” beber dia.

Ke depan, pihaknya juga akan mendorong puskesmas untuk gencar menggerakkan desa-desa agar memenuhi status sanitasi total.

”Sama dengan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat). Ada 101 puskesmas, mini­mal satu puskesmas menggerak­kan satu desa tiap tahunnya. Ma­ka dalam tiga tahun, mu­dah-mudahan terpenuhi,” pungkasnya.


Sumber : radarbogor.id

Kebisingan Depok Melebihi Ambang Batas


Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus memantau baku mutu udara ambien di Kota Depok.

Sedikitnya terdapat 12 titik wilayah yang telah ditempatkan alat pengukur kualitas udara.

Kepala Bidang Pengendalian Pen­ce­maran dan Penataan Ling­kungan DLHK Kota Depok Bambang Supoyo menjelaskan, berdasarkan pengu­kuran di 12 titik, hasil baku mutu udara ambien masih relatif aman. Sebab, Depok bukan kawasan industri dan tidak ada kebakaran hutan yang menyebakan polusi udara.

Menurutnya, pengujian baku udara dilakukan setiap tahun. Pihaknya menempatkan alat pengukur yang tersebar di Balaikota, Kecamatan Beji, Kecamatan Bojongsari, Keca­matan Cilodong, Kecamatan Cinere, TPA Cipayung, Kecamatan Limo, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Suk­majaya, dan depan kantor Keca­matan Tapos.

Lebih lanjut, kata dia, untuk pengu­jian udara ambien ini parameternya dalam bentuk fisika antara lain baku debu, PM10, PM10, dan PM 2,5 Nm3.

Sedangkan untuk kimia, oksidan o3, sulfur dioksida (S02), karbon monoksida (CO), nitrogen (NO2), timbal (Pb), amoniak (NH3), dan hidrogen sulfida. ”Termasuk kebisingan pun kami ukur, semuanya di tahun ini aman,” kata dia.

Meski baku mutu udara berupa debu masih di angka aman, kebi­singan sudah melebihi batas baku mutu yang diatur pemerintah, yakni rata-rata di atas 60 dB. ”Hal ini berdasarkan pengujian di 12 titik alat yang di­tempatkan. Kebisingan di Balaikota mencapai 73.3 dB,” paparnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya sengaja menempatkan alat-alat tersebut pada titik-titik yang dirasa kadar udara maupun debunya ku­rang baik.

”Kami sengaja menempatkan alat itu pada titik- titik yang memang banyak tempat usaha dan dilintasi kendaraan,” tukasnya.



Sumber : radarbogor.id

Friday, 27 April 2018

Mulai Antisipasi Jalur Mudik



Jelang Ramadan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor terus bebe­­nah diri dalam menyiapkan infras­truktur lalu lintas, terkait persiapan arus mudik Lebaran 2018. Kepala Seksi Pengen­­­dalian Operasional Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Irawadi menjelask­an, ada beberapa jalur yang bakal menjadi perhatian khususnya yang kerap dilalui para pemudik.

“Ada beberapa jalur yang akan kita perhatikan,” ujarnya. Selain itu, beberapa perbaikan infras­truktur, baik jalan dan penera­ngan jalan umum, juga akan diutamakan agar pengen­dara nyaman dan dapat meng­an­tisipasi terjadinya kecelakaan.

Terkait jalur alternatif Keca­­matan Jonggol menuju Ciba­rusah Kabupaten Bekasi, Irawadi mengaku akan menja­dikannya prioritas. Sebab, jalur tersebut menjadi salah satu ruas jalan yang paling tinggi dilalui pemu­dik. “Nanti akan dibahas khusus dalam rapat forum lalu lintas dan sudah menjadi agen­da rutin tiap tahunnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kadishub Kabupa­ten Bogor, Edi Wardani menje­laskan, terkait persiapan arus mudik 2018, akan dilakukan beberapa agenda rapat yang biasanya dilakukan bersama unsur Muspida. “Untuk teknis­nya, setelah dila­kukan pem­bahasan ber­sama,” ucapnya.

Selain itu, Dishub juga akan lebih jeli dalam mengawasi kenda­raan, terutama yang digunakan untuk angkutan mudik lebaran. Sebab, penye­bab kecelakaan didominasi rem blong dan kelebihan muatan.

Terpisah, Kabid Keselamatan pada Dishub Kabupaten Bogor Muslim Akbar menjelaskan, antisipasi kecelakaan terus dilaku­kan. Salah satunya dengan sistem pembinaan dan pengendalian angkutan umum.


Sumber : radarbogor.id

Tujuh Tanggul Rawan Amblas


Tekanan air dituding jadi bi­ang keladi penyebab amblasnya sejum­lah tanggul di bantaran Kali Bekasi. Terlebih, konstruksinya dibangun tidak memperhatikan kekuatan arus air di dekat tiga pemukiman warga di kawasan Cibubur dan Kota Bekasi tersebut. Dampaknya, rumah warga terancam kebanjiran.

Ada tujuh titik tanggul yang ambrol di sepanjang Kali Bekasi yang hingga kini belum diperbaiki. Tujuh tanggul bermasalah itu empat ada di Perumahan Villa Nusa Indah, dua di sekitar Peru­mahan Pondok Gede Permai, dan satu tanggul di Perumahan Pondok Mitra Lestari.

”Tujuh tanggul itu memang bermasalah. Sehingga sewaktu-waktu kondisinya bisa jebol karena beban air Kali Bekasi yang tinggi,” terang Juru Bicara Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman kepada Indopos (Grup Radar Cibubur).

Puarman juga mengatakan, sejumlah tanggul yang ada di sejumlah perumahan kondisinya memang tidak kokoh sejak dibuat beberapa tahun lalu. Pasalnya, tanggul itu hanya nangkring di pinggir sungai yang jadi pembatas dengan perumahan warga. ”Upaya perbaikan seluruh tanggul itu sebenarnya sudah diusulkan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” paparnya juga.

Akibatnya, tanggul di Perumahan Pondok Lestari, Kelurahan Jatirasi, Kecamatan Jatiasih, ambrol sepanjang 25 meter belum lama ini. Bahkan, Senin (23/4) lalu, tanggul yang ada di perumahan itu kembali amblas sepanjang 300 meter. Penyebabnya, luapan air sungai akibat hujan deras.

Sementara itu, Plt Ketua RW 13, Perumahan Pondok Mitra Lestari, Rio Dewanto mengatakan, ambrolnya tanggul Kali Bekasi dampak erosi air yang kerap meluap selama musim hujan. Dia juga mengatakan, bila tidak segera diperbaiki permukaan tanah yang ada di dekat perumahan itu bisa hanyut terbawa arus sungai. ”Tanggulnya sudah menggantung. Bawahnya tergerus air sungai. Tinggal tunggu waktunya saja ambruk,” ujarnya.

Rio juga mengaku, lokasi tanggul amblas di RT 01/RW 13 itu, terdapat puluhan rumah warga. Saat ini bahkan kondisi beberapa rumah warga sudah makin mengkhawatirkan karena air Kali Bekasi menggerus fondasi beberapa rumah warga. ”Aliran Kali Bekasi yang melintasi pemukiman kami memang cenderung tegak lurus dengan posisi tanggul, air menghantam fondasi tanggul setiap kali Tinggi Muka Air (TMA) naik di atas rata-rata ukuran normal 300 centimeter. Karena tanggul sudah ambrol, maka air masuk mulai merusak pondasi rumah warga,” jelas Rio juga.

Petugas Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) sudah datang meninjau amblesnya pondasi tanggul Kali Bekasi di Perumahan Pondok Mitra Lestari Kota Bekasi, Senin (23/4). Amblasnya pondasi tersebut merupakan dampak dari erosi akibat derasnya Kali Bekasi.

”Memang sudah kami cek, diametar ambles pondasi di titik ini memang cukup besar,” terang Yoyo, salah satu tim Teknis BBWSCC. Yoyo juga menyebut, timnya langsung mengecek lahan penyangga tanggul yang ambles serta menggambil gambar untuk kebutuhan dokumentasi kegiatan.

Hasilnya survei itu akan menjadi bahan pertimbangan pemeliharaan instansinya. ”Perbaikannya akan kami pertimbangkan bentuknya seperti apa,” kata dia juga. Untuk penanganan darurat, kata Yoyo lagi, bisa berupa penambalan lubang menggunakan batu kawat beronjong dan karung pasir. ”Bisa juga penanganan permanen dengan sistem sheet pile. Tapi tergantung kemampuan anggaran kami,” tandasnya.


Sumber : radarbogor.id

Jalan Provinsi Hanya Ditambal Sulam


Jalan Raya Tegar Beriman menjadi jalur pusat Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor.

Namun demikian, faktanya, tak membuat jalan sepanjang 4,7 kilometer ter­sebut bebas dari kerusakan.

Mulai lubang kecil hingga besar, tersebar di sejumlah ti­tik akses ibu kota Kabupa­ten Bo­gor tersebut. Ketika hu­jan, lu­bang-lubang itu bah­kan berubah jadi kubangan air yang mem­bahayakan penggu­na jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Pantauan Radar Bogor, jalan berlubang ini memang ba­nyak terlihat di jalur lamban, mu­lai simpang PDAM Tirta Kahu­ripan hingga simpang Cibi­nong City Mall (CCM).

Namun, kondisi terparah berada di depan CCM.

Soal ini, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I Agus Sukwanto menjelaskan, ta­hun ini, tidak ada pembangu­nan Jalan Raya Tegar Beriman.

Hanya perawatan berupa tam­bal sulam di titik-titik kerusa­kan. ”Jalan Tegar Be­riman hanya kami perbaiki di bagian yang rusak parah. Seperti be­lokan Bappeda dan depan CCM dari anggaran pemeliha­ra­an,” ujarnya.

Agus melanjutkan, seca­ra aturan pengelolaan, Jalan Te­gar Beriman ditangani Pem­­­kab Bogor dari sebelum­nya oleh Provinsi Jabar.

Mi­nim­nya APBD Kabupaten Bo­gor pun, di­katakannya, mem­buat ja­lan tersebut hanya dilakukan perawatan.

”Ke depan tidak hanya di­perbaiki, tapi mulai dari per­tigaan CCM hingga perti­gaan Bambu Kuning dengan em­pat ruas jalan bakal diajukan un­tuk ditingkatkan atau dibe­ton, termasuk pembangunan drainase jalan,” katanya.

Soal besaran anggaran yang dibutuhkan, masih dibahas Dinas PUPR. Menurutnya, belum lama ini, pihaknya juga menggelar rapat terkait detail engineering design (DED) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk 2018.

”Setelah itu, baru kami rapat lagi me­nentukan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk mem­bangun Jalan Raya Tegar Beriman,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Yani Ha­san mengaku, jika kerusakan Ja­lan Raya Tegar Beriman lebih pendek ketimbang Ja­lan Su­kahati-Karandenan sekitar 20 persen.

Sehingga, kata dia, Jalan Raya Tegar Beriman ma­sih bisa dilakukan pemeliha­raan. Namun demikian, pihak­nya akan mengusulkan untuk peningkatan dan pembangu­nan drainase.

”Tahun depan kami dapat Rp80 miliar untuk pemeliharaan jalan yang akan disebar ke sepuluh UPT,” ucapnya.


Sumber : radarbogor.id

Thursday, 26 April 2018

Bawa Jimat Mau Tawuran


Sat Sabhara Pol­res Bogor menggelandang 26 anak SMK yang akan tawu­ran di bilangan Cibinong, kemarin (24/4) sore.

Selain mendapat­kan delapan senjata tajam (sajam), polisi juga menemukan jimat yang diduga dibawa pe­lajar saat tawuran.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky menjelaskan, Sat Sabhara rutin melakukan patroli setiap jam pulang sekolah.

”Kami melakukan pengge­le­dah­an, di antara para pelajar tersebut, ditemukan delapan senjata tajam di tas mereka,” tuturnya.

Dicky meyakini, puluhan pelajar tersebut memang su­dah bersiap tawuran. Entah me­re­ka yang menyerang atau menung­gu diserang.

”Mereka kan sistem­nya berpapasan, biasanya terjadi tawuran. Oleh karena itu, dari Polres Bogor, karena maraknya tawuran pe­lajar saat waktu pulang sekolah, rutin lakukan patroli,” bebernya.

Untuk pelajar yang kedapa­tan membawa sajam, proses hu­kum sesuai kesalahan­nya akan dilakukan mengacu pada undang-undang darurat.

”Dari sejak awal, beberapa bulan lalu, saya sudah tegaskan, ti­dak ada ampun bagi pelajar, pe­ra­turan disesuaikan dengan undang undang peradilan anak,” terangnya.

Ia juga mengimbau kepa­da masyarakat, orang tua, dan pihak sekolah, jika melihat gerak-gerik pelajar yang akan tawuran, sedini mungkin tu­rut mencegahnya. Bekerja sa­ma dan bersi­ner­gis melakukan pencegahan terhadap perke­la­hian pelajar.

”Jadi tanpa dukungan selu­ruh masyarakat, agaknya sulit un­tuk Bogor bebas dari tawuran pelajar. Sudah ada yang dipro­ses, sudah ada korban jiwa, tetap saja terjadi tawuran. Oleh karena itu, saya mengimbau untuk seluruh masyarakat, orang tua, mari rapatkan ba­ri­san untuk me­ngantisipasi ta­wuran, kita jaga anak-anak kita agar terlepas dari ta­wuran, narkoba, dan prema­nisme,” tukasnya.


Sumber : radarbogor.id

Jalan Cikeas Mirip Kuburan



Layanan pene­­rangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik timur Kabu­­paten Bogor mem­prihatinkan. Sebut saja 32 PJU lebih di jalur akses Tol Cimang­­­gis, Kelurahan Cikeas Udik, Kabupaten Bogor, yang tak menyala selama bertahun-tahun. Tak ayal, kala malam, kawasan itu gelap gulita.

Warga setempat bahkan menyebutnya seperti area kuburan. ”Warga ketakutan kalau melintas saat malam. Rawan maling atau gangguan kamtib­­mas juga,” ucap Yanto (41) warga Cikeas Udik.

Menurut dia, akses yang gelap gulita itu juga memicu terjadi­­nya kecelakaan lalu lintas. Banyak pengguna motor yang mengaku kelabakan saat mele­­wati jalur tersebut.

’’Meski kece­lakaannya ringan, seperti saling senggol, tetap saja mem­bahayakan,’’ ucapnya.

Menyikapi hal itu, Kadishub Kabupaten Bogor Edi Wardhana menyata­kan, PJU di kawasan tersebut dikelola langsung Kemen­terian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak jika ada aduan warga terkait kondisi jalan yang gelap. Namun, berdasar­­kan aturan, PJU itu seharusnya diserah­terimakan kepada pem­kab.

’’Tapi, sampai seka­rang wewe­­nang pengelolaan PJU belum diserahkan,’’ katanya.

Namun begitu, Edi mengaku akan segera berkoordinasi dengan Kemen-PUPR. Menurut dia, harus ada penanganan segera di kawasan tersebut.

”Jika perlu, pemkab segera kirim surat ke pemerintah pusat untuk menanyakan masalah itu. Intinya, kami akan mendorong agar penyerahan aset segera dilakukan,” katanya.


Sumber : radarbogor.id

Penganiaya Ridwan Diringkus saat Berobat


Polres Bogor me­ngamankan pe­nga­niaya anak di bawah umur yang mengaki­batkan sa­tu korban luka berat dan satu lainnya meninggal dunia di Kampung Hambulu RT 03/06, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky menjelaskan, ka­sus ini bermula saat kor­ban Muhamad Ridwan Ogi Alam­syah (17) warga Kampung Tegal RT 06/05, Desa Tegal, Kecama­tan Kemang; dan Fikri Fahrian Najib (17) warga Kampung Tegal RT 08/06, Desa Tegal, Kecamatan Kemang; serta sak­si Bastian Sugiarto, pulang da­ri sekolah berpapasan de­ngan para pelaku, Rabu (18/4), pukul 12.15 WIB.

”Saat berada di Jalan Kam­pung Hambulu, korban dan sak­si berpapasan dengan pa­ra pelaku yang mengenda­rai dua unit sepeda motor. Satu kendaraan dinaiki tiga orang dan satu lagi dua orang,” beber Dicky di Ma­pol­res Bogor, ke­marin (24/4).

Dicky melanjutkan, setelah berpapasan kemudian para pelaku berputar arah dan me­ngikuti sepeda motor kor­ban. Saat berada di Jalan Kampung Hambulu tepatnya di depan Perumahan Bogor Kemang Residence, para pelaku meng­hadang korban dan mena­nyakan asal sekolah mereka.

”Nah, setelah dijawab oleh korban, kemudian tiga pela­ku mengeluarkan senjata ta­jam dan mengejar dua orang kor­ban lalu mengeroyok Muhamad Ridwan Ogi Alamsyah dan Fikri Fahrian Najib, sedangkan Bastian Sugiarto berada di atas sepeda motor,” bebernya.

Setelah melakukan penge­royokan terhadap korban, ma­sih kata Dicky, para pelaku melarikan diri. Melihat dua orang temannya menjadi kor­ban pembacokan, saksi Bastian membawa korban pulang ke rumah dan selanjutnya dibawa ke RS Dompet Duafa untuk mendapatkan pertolongan.

”Sekitar pukul 15.00 WIB, se­­telah mendapatkan perawa­tan, Ridwan dinyatakan me­ning­gal dunia karena menga­lami luka tusuk di bagian dada, sedangkan Fikri mengalami luka bacok pada bagian kepala dan pung­gung,” ucapnya.

Masih kata Dicky, sekitar pukul 18.00 WIB, berdasarkan infor­masi dari warga, ada se­orang pelajar yang sedang berobat di salah satu klinik da­erah Ci­beu­teung, Kecama­tan Ciseeng, Kamis (19/4). Anggota pun langsung melun­cur ke klinik tersebut.

”Dan didapat HP milik sa­ksi bernama Bimo sebagai jami­nan, karena para pelaku tidak punya uang. Anggota juga men­cari saksi Bimo tersebut. Kemudian, Bimo menyebut­­kan bahwa yang sedang bero­bat tersebut adalah pelaku berini­sial ST,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya ma­sih memburu empat pelaku lainnya yang dinyatakan DPO, yakni WL, WD, Q, dan RF. Pi­hak­nya pun mengaman­kan ba­rang bukti dua senjata ta­jam be­rupa celurit dan dua setel se­ra­gam sekolah milik korban.

Di hadapan petugas, ST me­ngaku menyesal karena per­buatan ia dan keempat te­­man­nya menghilangkan nyawa orang. Ia beralasan hal itu dila­kukan untuk membela diri. Se­bab, saat akan menuju ru­mah kekasihnya, ia dihadang korban dengan cerulit.

”Saya juga sudah siap cerulit di tas. Akhirnya ribut di lokasi. Dan saya membela diri sam­bil meng­hantam tiga korban. Tangan saya juga kena sabe­­tan. Dijahit sampai 25 jahitan di puskesmas,” ungkap ST kepada Radar Bogor sambil terisak.


Sumber : radarbogor.id

Wednesday, 25 April 2018

Prodi Bahasa Inggris Cari Bakat Pelajar


Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Muhammadi­yah Bogor mengadakan acara bertajuk ”The 2nd English Festival”, Minggu (22/4).

Ini merupakan event tahunan yang diikuti 17 SMA/sederajat. Ada beberapa lomba yang diadakan antara lain speech contest, storytelling, photo grufie, dan band.

Ketua Prodi Pendidi­kan Bahasa Inggris STKIP Muham­madiyah Bogor Rudi Haryono pun sangat mengapresia­si ke­giatan yang diadakan Him­pu­nan Mahasiswa (Hima) Prodi Pen­di­dikan Bahasa Inggris atau di­ke­nal dengan nama The Sees.

Ia berharap event tersebut dapat terus dilak­sana­kan ka­re­na sangat positif bagi kalangan pela­jar SMA/sederajat untuk mengasah bakat mereka. ”Ini merupakan bagian promosi prog­ram pe­ne­rimaan maha­sisawa baru (PPMB) STKIP Muham­madiyah Bogor. An­tusiasme peserta selalu mening­kat tiap tahunnya,” ujar Rudi kepada Radar Bogor.

Hal tersebut, menurut dia, da­pat dilihat dari jumlah peser­ta yang bertambah seperti speech contest, storytelling, dan band.

”Saya berterima kasih kepada pimpinan, dosen prodi, panitia dari HIMA dan juga peserta dari sekolah-sekolah yang su­dah berpartisipasi aktif dalam event tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Hima Prodi Pendidikan Ba­ha­sa Inggris Alvi Nurfuadi mengaku senang de­ngan suksesnya acara tersebut. ”Ini yang terbaik. Dan tiap tahun harus jadi yang terbaik,” ucapnya.


Sumber : radarbogor.id

Tiang Listrik Ancam Pengendara


Keberadaan tiang listrik yang berada di tengah jalan masih saja ditemukan di kawasan Cibubur dan Bekasi.  Selain berdampak kemacetan karena jalan menyempit, juga mengancam keselamatan pengendara. Terutama pada malam hari.



Sampai saat ini, masih ada ratusan tiang listrik yang berdiri di tengah jalan baik di Kota Bekasi maupun Cibubur.



Asisten Manajer PT PLN area Bekasi, Son Sumargono mengatakan, jumlah tiang listrik yang berada di tengah jalan di Bekasi saja tercatat sebanyak 433 tiang. Hingga April 2018 ini sudah 300 tiang yang direlokasi. Tapi, sisanya sebanyak 133 tiang masih berdiri di tengah jalan yang belum bisa dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman.


”Tiang listrik di tengah badan jalan itu imbas proyek infrastruktur pelebaran jalan,”  terangnya.


Dia juga mengaku berbagai upaya telah dilakukan membenahi keberadaan tiang listrik yang ada di tengah jalan tersebut. Pria  yang akrab disapa Son ini juga mengakui jika keberadaan tiang listrik di tengah badan jalan membahayakan pengguna jalan.


Saat ini, 133 tiang listrik itu tersebar mulai dari Simpang Tol Bekasi Timur, Jalan Joyomartono, Kota Bekasi sampai Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Bekasi.


Relokasi tiang listrik itu, diakui Son, memang berjalan lamban. Lantaran terganggu kendala teknis proses pemindahan dari tengah jalan ke lokasi yang aman.


”Kendalanya seperti proses pemadaman lampu, alokasi dana pemindahan lahan sampai biaya relokasi tiang listrik itu,”  ujarnya.


Bahkan ada kendala lain, relokasi terganjal agenda Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 yang tidak memungkinkan pihaknya melakukan pemadaman listrik di sekitar area tiang distribusi tersebut. Padahal, katanya juga, untuk tenaga dan perlengkapan untuk pemindahan tiang listrik itu sudah ada.


Selain itu juga, Son mengaku selalu terlam­bat mengalokasikan dana untuk pemindahan tiang listrik lantaran buruknya koordinasi dengan pihak terkait. ”Pelebaran jalan dilakukan selalu mendadak. Sehingga kami tidak mengalokasikan biaya,”  paparnya juga.


Son juga mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim sebanyak 20 orang untuk memindahkan tiang-tiang listrik tersebut. Mereka bekerja dalam tiga zona penanganan dan dibuat dua tim. ”Jadi, satu tim berang­gotakan 10 orang,”  katanya.


Pembagian zona petugas relokasi tiang listrik itu terdiri atas, zona pertama dengan lahan yang sudah terbebaskan usai ram­pungnya pelebaran jalan. Zona dua adalah lahan yang sudah terbebaskan tetapi belum dilakukan pembangunan atau pelebaran jalan.


Dan, zona ketiga adalah petugas yang bekerja untuk memindahkan tiang listrik, tapi lahan yang belum terbebaskan dan belum ada proyek pelebaran atau pemba­ngunan jalan baru.


Sementara itu, Kasi Ruang Milik Jalan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Arief Fadillah mengaku berkali-kali berkirim surat kepada PT PLN melalui kantor cabang di wilayah Bekasi untuk memindahkan tiang listrik yang ada di tengah jalan tersebut.


Namun, hingga saat ini pemindahan tiang listrik yang semula ada di tepi jalan itu belum juga dilakukan.


”Kendalanya ada di biaya pembongkaran,”  terangnya. Arief juga menjelas­kan, sebelum pelebaran jalan pihaknya sudah berko­ordinasi dengan beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan jalan tersebut.
Harapannya, setelah pelebaran selesai fungsi jalan bisa dipergunakan sebagaimana mestinya.


Sumber : radarbogor.id

Ubah Pola Pikir Kelola Lingkungan


Melalui Bogor Kabupatenku Green and Clean 2018, Bupati Bogor Nurhayanti menginginkan pengelolaan lingkungan pemukiman dan sekolah di Bumi Tegar Beriman menuju lingkungan yang sehat.

Yakni melalui penanaman bu­­daya ramah lingkungan d­engan melibatkan peran serta se­luruh stakeholder pembangunan.

”Bogor Kabupatenku Green and Clean ini berpotensi me­ning­katkan intensitas edu­ka­si masyarakat tentang ling­kungan, sehingga memili­­ki harapan akan meningkat­­nya kecintaan dan tanggung ja­wab mas­yarakat terhadap keber­sihan dan kelestarian ling­kungan,” urai Nurhayanti saat me-launching Bogor Kabu­patenku Green and Clean di Gedung Tegar Beriman, ke­marin (23/4).

Kelestarian lingkungan, sam­­­bungnya, dimulai dari pe­­­nge­lolaan sampah, air, dan sa­ni­tasi.

Kemudian pelaksa­naan konser­vasi, penghijauan dan penataan lingkungan. Tak lupa dirinya me­minta agar program ini dapat di­so­sialisasikan se­ca­ra in­t­en­sif agar masyara­kat ter­ge­rak untuk berpartisipa­si mem­bangun lingkungannya.

”Sehingga bisa berkompetisi menjadi yang terbaik dengan mengembangkan berbagai inisiatif yang potensial.

Mencip­takan kampung ramah ling­kungan, sekolah Adiwiyata dan kawasan usaha yang berbudaya lingkungan,” jelasnya.

Yanti -sapaan karibnya-ber­harap, masyarakat di Kabu­paten Bogor antusias mengi­kuti lom­ba ini. Sehingga, nan­ti­nya, volume sampah warga Ka­bupaten Bogor dapat be­r­kurang.

Nurhayanti juga percaya jika kegiatan ini di­seleng­garakan secara intensif dan si­kap cinta ling­kungan telah melembaga di tengah mas­yarakat Kabu­paten Bogor, tentunya akan mem­peroleh kekuatan dan harapan yang lebih baik.


Sumber : radarbogor.id

Tuesday, 24 April 2018

Wadahi Komunitas CBR


PT Astra Honda Motor (AHM) bekerja sama dengan PT Daya Adicipta Motora (DAM) dan PT Wahana Makmur Sejati (WMS), turut mendukung Asosiasi Honda CBR (AHC) sebagai wadahnya para komunitas CBR di seluruh Indonesia.

Ketiga perusahaan tersebut menggelar kegiatan Indonesia CBR Race Day 2018 di Sentul International Circuit, Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (22/4).

Ajang balap khusus pengguna Honda CBR all series ini mengusung tema “It’s Time For Total Control” dan diikuti sebanyak 200 peserta dari berbagai daerah yang tergabung dalam komunitas Honda CBR maupun bukan komunitas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi untuk memfasilitasi kegiatan balap antar komunitas pengguna Honda CBR all series yang menyukai olahraga otomotif khususnya balap motor dikalangan komunitas,” ujar General Manager Motorcycle Sales, Marketing dan Logistic DAM, Lerri Gunawan, kepada Radar Bogor.

Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi agenda tahunan sekaligus menjadi ajang kumpul tak hanya bagi komunitas Honda CBR series tetapi juga perwakilan komunitas dari Ikatan Motor Honda Jawa Barat (IMHJB) dan Asosiasi Honda Jakarta (AHC). “Mereka bisa berbagi pengalaman mengenai Honda CBR antar sesama bikers,” tukasnya.


Sumber : radarbogor.id

Setiap Hari Difabel Di-Bully


Kasus bullying masih marak terjadi di Kabupaten Bogor. Buktinya, Diffable Action Indonesia masih menerima laporan terkait perundungan (bully).

Hal itu juga yang menjadi perhatian Diffable Action Indonesia bekerja sama dengan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengadakan kegiatan Global Action Week (Gawe) 2018, di lingkar luar Stadion Pakansari, kemarin (22/4).

Gawe kali ini mengangkat tema Pendidikan yang Berkualitas, tentang Pendidikan Inklusi.

Ketua Diffable Action Indonesia, Teguh Prasetyanto mengatakan, Gawe merupakan agenda rutin dengan memilih lokasi yang berbeda-beda.

Jika tahun lalu diadakan di Jakarta, maka tahun ini Kabupaten Bogor dipilih menjadi lokasi Gawe 2018.

“Karena menurut kami pendidikan inklusi di Bogor, ada beberapa yang perlu dibenahi.

Terpenting, anak-anak difabel yang ada di sekolah umum mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Teguh menjelaskan, ada beberapa keluhan dan curhatan dari orang tua dan anak-anaknya sendiri tentang perundungan yang skalanya besar. “Itu mengganggu aktivitas mereka dalam pembelajaran,” tuturnya.

Sebab itulah, sambung Teguh, pihaknya mencoba untuk mengampanyekan tentang pendidikan inklusi. Bagaimana pembauran antara anak-anak difabel dan nondifabe.

“Untuk laporan perundungan hampir setiap hari ada di beberapa tempat dengan situasi yang berbeda.

Ada yang dikunciin di kamar mandi, ada yang ketika di kelas dijauhkan,” beber dia lagi.

Lebih lanjut Teguh menuturkan, pihaknya ingin mengetengahkan apa yang terjadi pada anak-anak difabel. Semisal, guru lebih konsen kepada anak-anak difabel, karena memang mereka membutuhkan perhatian dua kali lebih banyak dari anak-anak pada umumnya.

”Iini menjadi gesekan sosial, anak difabel dan biasa,” pungkasnya.

Di sisi lain, Diffable Action Indonesia mencatat di Kabupaten Bogor ada 2.000 anak-anak difabel yang tersebar di 40 kecamatan.

Jumlah tersebut, sambung Teguh, cukup besar. Dan 60 hingga 80 persen di antaranya, paling maksimum hanya mengenyam pendidikan sebatas SMP.

“Karena itu, kebijakan dari Disdik Kabupaten Bogor, setiap sekolah harus menerima anak difabel.

Tapi kembali lagi anak-anak itu dikhawatirkan menjadi korban bullying, ketakutan orang tua, anak anaknya diapa-apain, karena terlalu sayang, jadinya enggak disekolahkan,” keluhnya.

Tindak lanjut dari Gawe ini, kata Teguh, pihaknya akan, menggandeng Pemkab Bogor untuk membuat kualitas pendidikan lebih baik bagi difabel.

”Kami berencana, mau mengadakan social camp, memadukan difabel dan nondifabel dalam satu wadah,” tuturnya.

Dan untuk anak-anak non difabel, masih kata Teguh, akan diberi nuansa difabel, agar merasakan bagaimana menjadi difabel.

Semisalnya diminta untuk berjalan 10 meter, dengan mata tertutup. Berinteraksi dengan teman, namun dengan telinga ditutup. “Jadi dari situ, harapan kami akan adanya empati sosial, sehingga untuk bullying bisa kita minimalisir,” tandasnya.


Sumber : radarbogor.id

Ajak Masyarakat Hidup Sehat,Cara IIDI Peringati Hari Kartini


Hari Kartini yang jatuh 21 April diperingati berbagai kalangan, tak terkecuali Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Bogor. Bertepatan dengan peringatan tersebut, IIDI juga menggelar beragam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Plaza Utara Stadion Pakansari, Minggu (22/4).

Kegiatan yang dikemas dalam Bulan Bakti Istri Dokter tahun 2018 ini, mengusung tema Tingkatkan Ketahanan Keluarga dengan Perilaku Sehat dan Bersih melalui Germas.

Ketua Panitia Bulan Bakti Istri Dokter tahun 2018, Melina Fitri Andria Jonas mengatakan, selama bulan April, IIDI Kabupaten Bogor disibukan dengan beragam kegiatan.

“Di pekan pertama, diisi dengan senam dan penyuluhan narkoba di Gunung Sindur, pekan keduanya kegiatan dilakukan di posyandu. Dan hari ini (kemarin, red), kami melakukan gebyar Germas di Stadion Pakansari,” ujar Melina, kepada Radar Bogor.

Menurutnya, kegiatan sendiri diawali dengan rangkaian kegiatan senam sehat, aerobik massal, pemberian buah dan sayur, donor darah serta pemerik­saan kesehatan gratis,” ucapnya.

Lebih lanjut Melina menga­takan, Gebyar Germas kali ini turut didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabu­paten Bogor, dengan meli­batkan langsung masyarakat di dalamnya. Stadion Pakansari pun dipilih menjadi lokasi penyeleng­garaan agar mudah berinteraksi dengan masyarakat. ”Agar berbaur dan merangkul masyarakat,” tuturnya.

Ada tiga point yang disosialisasikan, sambung Melina, yang pertama mem­budayakan aktifitas fisik secara rutin, direpresentasikan dengan senam dan aerobik massal yang diikuti lebih dari 1.000 warga.

Kedua membudayakan makan buah dan sayur dan ketiga pemeriksaan kesehatan secara rutin dengan pemeriksaan kesehatan gratis, target 150 orang pun terpenuhi.

”Penutupan dilakukan dengan mengadakan tes IVA serta penyuluhan kanker di pekan terakhir,” ucapnya.

Sementara, Ketua IIDI Kabupaten Bogor, Yuyu Yulia Surahman menuturkan, IIDI merupakan organisasi yang bergerak dibidang medik sosial. IDI dari sisi medik, dan IIDI dari sisi sosial untuk mengge­rakkan masyarakat menjadi generasi yang sehat.

“Kita mendukung IDI yang bergerak di bidang kesehatan, dan IIDI mendukung di sosialnya,” tukasnya.


Sumber : radarbogor.id

Monday, 23 April 2018

Sisakan 11 Masjid Raya



Di akhir masa jabatan Bupati Nurhayanti, Pemerintah Kabupaten Bogor masih memiliki pekerjaan rumah. Mantan birokrat terse­but masih menyisakan 11 masjid raya dari total 40 keca­matan yang ditargetkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2013-2018 sebagai salah satu penciri visi kabupaten termaju di Indonesia. Jumat (20/4), giliran Masjid Nurul Huda diresmikan Nurhayanti.

”Kami sudah meresmikan 29 masjid besar di Kabupaten Bogor, sisanya masih pem­bangunan. Hal ini merupakan implementasi dari program yang ada di Kabupaten Bogor. Karena 98 persen dari jumlah masyarakat kita adalah muslim,” ujar Nurhayanti saat meresmi­kan Masjid Besar Nurul Huda di Desa Cipayung Girang, Keca­matan Megamendung.

Oleh karenanya, sambung Nurhayanti, pemerintah daerah juga wajib peduli terhadap bidang keagamaan. Hal itu bakal berujung pada kebijakan-kebijakan daerah yang dibuat. Salah satunya soal pembangu­nan masjid ini.

”Di mana, lembaga-lembaga, baik pendidikan maupun keaga­maan, bisa menjadi dasar untuk mendidik anak-anak kita,” beber­nya lagi di hadapan puluhan jamaah masjid dan jajaran Muspika Megamen­dung.

Nurhayanti pun berterima kasih kepada masyarakat Megamendung, khususnya warga Cipayung Girang yang turut andil dalam pembangu­nan Masjid Nurul Huda. Sejak ber­diri tahun 1940, masjid terse­but terus mengalami renovasi.

Hingga akhirnya, tempat iba­dah yang berada di pinggir jalur wisa­ta Puncak itu diper­besar.

”Ada berbagai tahapan dan aturan yang dipakai untuk mem­ba­ngun masjid. Alham­dulillah kami merintis itu sejak 2016. Dan 2019 mudah-mu­dahan bisa selesai di 40 kecamatan. Ini jadi penguat dalam pem­bangunan,” beber­nya lagi.

Namun tidak ada yang sempurna, Masjid Nurul Huda juga masih kekurangan lahan parkir. Namun hal tersebut, kata Nurhayanti, masih bisa menjadi program lanjutan di kemudian hari. Ia juga menga­ takan bahwa Pemkab bakal mengalokasikan ang­ga­ran untuk pemeliharaan masjid.

”Terpenting bahwa yang pemerintah programkan harus dijalani dengan baik. Masjid ini banyak kegunaannya untuk banyak kegiatan selain ibadah rutin. Majelis taklim, misalnya,” tukasnya.


Sumber : radarbogor.id

Kepala Dinas Operasi Lanud ATS Berganti


Tongkat komando kepala dinas operasi (kadisops) Lanud Atang Sendjaja (ATS) Bogor resmi berpindah tangan, Kamis (19/4). Kolonel Pnb Muzafar menyerahkan komando kadisops Lanud ATS kepada Kolonel Pnb M.R.Y. Fahlefie dalam kegiatan serah terima jabatan (sertijab) di ruang rapat Baseops Dinas Operasi Lanud ATS Bogor.

Pelaksanaan sertijab ditandai dengan penyematan tanda jabatan Komandan Lanud ATS Bogor Marsma TNI Irwan Is Dunggio kepada kadisops Lanud ATS yang baru.

Irwan menuturkan, sertijab merupakan hal yang biasa dari pembinaan organisasi, demikian halnya dengan pergantian jabatan kadisops ATS kali ini.

”Pergantian ini hendaknya tidak dimaknai sebagai pergantian personel semata. Namun lebih ber­orien­tasi pada peningkatan kinerja organisasi, sehingga peran Lanud Atang Sendjaja sebagai pangkalan operasi dapat dilaksanakan lebih baik” ujar Irwan.

Dia menjelaskan, berbagai tugas sudah dilakukan Muzafar ketika menjabat sebagai kadisops ATS. Baik menyelenggarakan kegiatan operasi, penyiapan pangkalan, mengawasi, hingga mengendalikan kegiatan kesiapan operasi. Semuanya dapat dilaksanakan secara baik.

”Karena itu, selaku Ko­man­dan Lanud ATS, saya menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kolonel Pnb Muzafar yang dengan tulus telah mendedikasikan tenaga dan pikiran dalam melak­sanakan tugas-tugasnya secara profesional,” tegasnya.


Sumber : radarbogor.id

Tersengat Listrik, Pekerja Bangunan Nyaris Tewas


Marto (50) warga asal Dusun Kranggan, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, nyaris tewas akibat tersengat arus listrik, kemarin (20/4).

Pria paruh baya yang berprofesi sebagai tukang bangunan tersebut tersetrum saat merenovasi rumah milik Nur Azizah (47) warga RT 03/04, Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup.

Informasi yang dihimpun Radar Bogor, peristiwa nahas tersebut terjadi pukul 09.30 WIB. Saat itu, korban yang sedang berada di lantai dua rumah milik Nur Azizah hendak memasang rangka baja ringan. Saat itu, Marto tak sengaja memegang baja ringan yang teraliri arus listrik.

”Sempat terjadi ledakan. Saya lihat korban seperti tersambar api,” ujar Agus (46) warga setempat.

Beruntung, nyawa Marto masih terselamatkan. Ia langsung dievakuasi rekan kerjanya ke rumah sakit terdekat.

”Tadi langsung digotong sama pekerja bangunan lain. Kondisinya masih sadar,” tuturnya.

Kapolsek Citeureup Kompol Darwan Hasan pun membenarkan perihal kejadian tersebut. ”Iya, tadi ada yang tersengat listrik. Tapi tidak ada yang membuat laporan,” tukasnya.


Sumber : radarbogor.id

Friday, 20 April 2018

Pertahankan Adiwiyata, Indocement Ajak Sekolah Jaga Lingkungan


Guna merubah prilaku ramah lingkungan, khususnya di lingkungan sekolah, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. terus meningkatkan program Adiwiyata.

Corporate Social Responsibility Division Manager PT Indocement Tunggal Prakarsa, Sahat Panggabean mengatakan, ini merupakan salah satu dari program CSR yang dimiliki perusahaan untuk lingkungan sekitar.

“Ini untuk meningkatkan kapasitas penyelenggara Adiwiyata di sekolah dan meningkatkan kesiapan sekolah Adiwiyata Nasional menuju sekolah Adiwiyata Mandiri,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/04/2018).

Namun, kata dia, Adiwiyata masih dipandang sebagai sebuah perlombaan yang menjadi motif utama dari sekolah dan juga pemerintah daerah, untuk mencapai tahapan demi tahapan. Bahkan tidak jarang menjadi kendala sekolah karena memerlukan biaya untuk membangun fasilitas dan sarana prasarana pendukung.

Selain itu, sambung Sahat, kesibukan membenahi sarana prasarana sekolah tidak diikuti dengan peningkatan pengetahuan guru dan peserta didik dalam pengelolaan lingkungan di sekolahnya.

“Meskipun sekolah yang bersangkutan telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata, prilaku yang tidak ramah lingkungan masih kerap terjadi. Seperti membuang sampah tidak pada tempatnya dan tanaman yang tidak dirawat dengan baik,” tutur Sahat.

Maka, ucap Sahat, program tersebut sejalan dengan misi perusahaan yang senantiasa memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan lingkungannya.

“Dengan demikian terdapat sinergi antara perusahaan dengan masyarakat, baik melalui sekolah (pendidikan formal) maupun masyarakat umum (pendidikan non formal),” imbuhnya.

Kegiatan program Adiwiyata ini dilaksanakan di SMP Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kamis (19/04/2018) . Acara tersebut, melibatkan perwakilan beberapa sekolah yang telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata.

Salah seorang tenaga pengaja di Sekolah Al-Azhar, Woro Januarti mengatakan, ada banyak dampak positif yang terjadi semenjak sekolahnya menyandang status Adiwiyata.

“Sangat signifikan dampaknya. Setelah Adiwiyata, para murid di sekolah jadi lebih peka terhadap lingkungan dan lebih rajin memelihara serta merawat sekolahnya,” tandasnya diselasela acara, Kamis (19/04/2018).


Sumber : radarbogor.id

Bangkit usai Vakum Enam Tahun, Wajib Kopdar Tiap Bulan


Ketua KC Bogor Harry Gunawan mengatakan, KC Bogor baru saja menginjak usia­nya yang ketiga pada 12 April lalu. Saat-saat vakum menjadi masa yang terberat.Sebab, Bogor menjadi salah satu pengurus daerah (pengda) yang mati suri, ditinggal pa­ra anggotanya.

”Lalu di 2015, berawal dari se­sama pengguna mobil Ka­ri­mun yang hanya lima orang, se­ring nongkrong bareng, men­cari informasi soal du­nia oto­motif khususnya Kari­mun. Ma­­ka sepakat untuk meng­hidupkan kembali KB Bogor,” beber Harry kepada Radar Bogor.

Tidak mungkiri, sambung dia, banyak dari anggota KC Bo­gor keluar masuk. Atau me­reka menyebutnya member sti­ker, hanya sekadar menem­pel stiker, lalu pergi entah ke mana. Tidak pernah ikut serta kegiatan KC Bogor.

”Kami sebisa mungkin mem­buat kegiatan semenarik mung­­kin, agar anggota tertarik dan eksis. Anggota pasti se­nang jika bisa merawat mobil­nya sendiri, maka kami ada­kan se­misalnya coaching clinic soal oli. Nah itu lumayan banyak pesertanya, banyak yang terta­rik soal cara memi­lih oli yang memang tepat untuk mobil,” bebernya.

Masih kata Harry, agen­da rutin KC Bogor tiap bulan­nya, salah satunya yakni kop­dar, atau mereka menyebut­nya dengan ngemper. Biasa di­la­kukan di bilangan Jalan Te­gar Beriman, pekan pertama se­tiap bulannya.

”Biasanya diisi dengan pe­nerimaan member baru, pe­nem­pelan stiker, penyerahan atribut. Dan jika ada informasi dari KC pusat, diinformasikan di moment ngemper itu. Selain di Jalan Tegar Beriman, sekitar ruko CCM. Beberapa bulan ini ngemper dilakukan acak, ada di bagian barat, timur, bulan depan di mana lagi, gitu,” bebernya.

Dalam waktu dekat, kata Harry, KC Bogor akan meng­ge­lar anniversary ke-3 yang diisi dengan musyawarah daerah (musda) soal AD/ART KC Bogor. ”Iya jadi nanti KB Bogor juga punya AD/ART sendiri,” tuturnya.


Sumber : radarbogor.id