Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label pilgub. Show all posts
Showing posts with label pilgub. Show all posts

Friday, 16 June 2017

Pilgub Jabar 2018 Rawan Politik Uang


CIKARANG SELATANPelaksanaan Pilgub Jabar 2018 diprediksi akan tetap diwarnai praktik politik uang. Untuk mengantisipasi praktik curang tersebut, Bawaslu Jawa Barat mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi praktik tersebut.

Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto, mengakui setiap pemilihan umum rawan politik uang. Praktik curang tersebut harus diantisipasi agar pelaksanaan pesta demokrasi berjalan dengan jujur dan adil.


“Kita sudah melakukan antisipasi untuk mencegah adanya politik uang. Kita juga mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan dalam pemilihan serentak di Jawa Barat pada 2018 mendatang,” ungkapnya.

Menurut Harminus, dengan melibatkan masyarakat dalam pengawasan politik uang, maka akan mengurangi potensi kecurangan itu khususnya di Jawa Barat.

“Kita mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan, itu untuk menekan adanya praktik politik uang. Maka dari itu kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pengawasan dalam setiap momen pemilihan, apalagi dengan kita melibatkan masyarakat bisa menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk tidak dengan politik uang,” katanya.

Terlepas dari itu, saat ini Bawaslu sedang mempersiapkan perekurtan anggota panwaslu di seluruh kota kabupaten se-Jawa Barat.

“Kita sedang melakukan persiapan untuk pemilihan ketua panwaslu di masing masing wilayah yang ada di Jawa Barat,” ujarnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 13 June 2017

Dessy Ratnasari dan Bima Arya Dinilai Mumpuni Maju di Pilgub Jabar


BEKASIPAN punya dua opsi untuk ikut di Pilgub Jawa Barat 2018. Dua pilihan itu ialah antara merekomendasikan Dessy Ratnasari atau Bima Arya Sugiarto.

Menurut Wakil Ketua Bapilu DPD PAN Kota Bekasi, Syaiful Bahri, partainya memiliki banyak komposisi dalam menyiapkan kader di ajang Pilgub Jawa Barat 2018. Dua kader partainya itu dinilai sudah mempuni.


“Kompetensi menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan begitu saja dalam persiapannya, Dessy dan Bima sudah lekat di masyarakat Jabar, itu menjadi pertimbangan tersendiri,” ujarnya kepada Radar Bekasi.

Kata dia, Dessy yang merupakan anggota DPR RI sekaligus mantan selebritis memiliki keunggulan jika dibanding dengan Bima. Namun, keduanya tetap memiliki kesempatan besar dalam setiap keputusan DPP.

Hanya saja, kata dia, tinggal bagaimana arah yang akan dibangun oleh DPP PAN bersama partai untuk membangun koalisi. Menurutnya, calon yang dipersiapkan hanya menunggu apapun keputusan partai.

“Nanti kan disinkronkan juga dengan peta koalisi, bagaimana ini, bagaimana itu,” katanya.

Dia berharap, PAN bisa memunculkan kader terbaiknya dalam Pilgub Jawa Barat 2018. Sebab, dengan memunculkan produk partai akan menjadi nilai lebih. “Apalagi setahun berikutnya akan ada pemilu dan pilpres,” ujarnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 12 June 2017

Gerindra Sukar Dukung Cucu Bung Karno


DEPOK Partai Gerindra masih menggodok sejumlah nama potensial guna maju di Pilgub Jabar 2018. Meski sebelumnya sejumlah kader partai, mendeklarasikan dukungan kepada Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi. Namun sepertinya hal itu belum cukup.

Dan kini, sejumlah nama yang mencuat, antara lain Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Ketua TP PKK Jawa Barat (istri Ahmad Heryawan) Netty Heryawan, hingga cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno.


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyono, mengatakan Gerindra masih melakukan penjajakan kepada para bakal calon. “Ada dari internal dari eksternal juga ada. Selain Dedi, ada Deddy Mizwar, Netty bahkan Puti,” ujar Arief.

Terlebih, Gerindra masih harus melakukan head hunting dari tingkat PAC, sampai DPD Jawa Barat untuk mementukan calon yang layak diusung.

“Sampai saat ini belum memutuskan tokoh yang akan diusung, baik Cagub atau Cawagub juga belum. Ada proses head hunting yang harus  dilakukan di internal partai kami,” paparnya.

Selain itu, yang paling utama, mendapat restu dari Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Saat keputusan sudah diambil, maka seluruh kader akan taat terhadap keputusan tersebut. “Finalnya tentu di Pak Prabowo,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 7 June 2017

Bima Berhasrat Maju ke Pilgub Jabar, DPP Ingin Lanjutkan di Kota Bogor


BOGORSaat partai lain mulai sibuk mengusung jagoannya, untuk Pilwalkot Bogor. Partai Amanat Nasional (PAN), justru masih belum memastikan siapa yang akan maju.

Sementara, Bima Arya dikabarkan masih dilema apakah akan kembali bertarung agar menjadi Walikota Bogor lagi atau maju di Pilgub Jabar.
“Dimanapun partai menugaskan. Pokoknya, bagaimana keputusan partai. Saya jadi Walikota juga karena Partai, karena pak Amin Rais. Jadi, tidak mungkin saya berbeda dengan partai.


Yang pasti, semua hal yang nanti menjadi pertimbangan partai akan menjadi masukan bagi saya,” jelasnya usai pelantikan Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) PAN Kota Bogor, senin (5/6).

Bentuk pasrahnya tersebut bukan tanpa alasan. Ia meyakini, segala langkah yang bakal diambil PAN atas dasar pertimbangan yang matang.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 6 June 2017

Dessy Ratnasari-Bima Arya Bersaing Mendapat Restu dari DPP untuk Maju di Pilgub Jabar


TAMBUN SELATANPeluang Dessy Ratnasari maju di Pilgub Jawa Barat 2018 tampaknya tidak akan mudah. Karena anggota DPR RI itu akan bersaing dengan Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mendapat restu dari DPP PAN.

DPW PAN Jawa Barat kini tengah mensosialisasikan kedua nama tersebut. Dua politisi itu nantinya akan mengerucut menjadi satu nama yang bakal mendapat rekomendasi.


Ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi, Muhtadi Muntaha, mengatakan belum ada instruksi dari DPW terkait siapa yang akan didukung di pilgub nanti. Namun ia mengakui saat ini kedua nama tersebut bersaing untuk mendapat restu DPP.

“Untuk pilgub ada nama lagi selain Dessy Ratnasari, ada Bima Arya yang juga dimajukan dari PAN untuk bakal calon wakil gubernur di Pilgub Jabar mendatang. Kita akan mendukung penuh keputusan DPW dan DPP,” ujarnya.

Sambil menunggu instruksi dari DPP, DPD PAN Kabupaten Bekasi melakukan konsolidasi internal.

“Kita memang belum mendapatkan intruksi dari DPW atau DPP, tetapi kami di Kabupaten Bekasi sudah bergerak secara perlahan. Sementara ini kami hanya melakukan konsolidasi Internal saja, untuk lainnya menunggu intruksi selanjutnya,” ungkapnya.

Soal pasangan dari kader internal di pilgub 2018, kata Muhtadi, menjadi kewenangan DPP dan DPW. Siapapun pasangannya, kata dia, dipastikan akan ideal untuk merebut Jawa Barat.

“Calon-calon kami ini sangat berkompeten, jadi jika dipasangkan dengan siapa saja, maka akan pantas. Dan calon kami ini adalah orang yang bekerja keras, jadi saya yakin mereka bisa bekerja untuk masyarakat Jawa Barat,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 5 June 2017

868.497 Warga Kabupaten Bekasi Belum Merekam Data


KEDUNGWARINGINKPU Kabupaten Bekasi sudah mendapat data pemilih untuk Pilgub Jawa Barat 2018 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Data itu akan memudahkan KPU mengetahui jumlah warga yang tidak memiliki hak memilih.

Berdasarkan data Disdukcapil, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi saat ini mencapai 3.694.847. Dari jumlah itu yang menjadi wajib ber-KTP sebanyak 2.678.067.
Sementara hingga kini, baru ada 1.089.570 warga yang wajib ber-KTP sudah melakukan perekaman data. Sisanya belum diketahui kapan akan melakukan perekaman data.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Kholik, mengatakan berdasarkan data tersebut pihaknya bisa mengetahui berkurang atau bertambahnya jumlah pemilih di pilgub 2018.

“Kita sudah mendapatkan data jumlah warga Kabupaten Bekasi yang ada di 23 kecamatan, dan dari situ kita akan mengetahui jumlah pemilih, kita juga bisa memastikan apakah pada Pilgub Jabar jumlah pemilih meningkat atau menurun,” katanya.

Dikatakan Idham, ada sekitar 868.497 orang yang belum terekam datanya. Persoalan itu, kata dia, harus diselesaikan sampai menjelang pilgub.

Karena kalau tidak terekam, lanjut Idham, ratusan ribu warga tersebut tidak akan bisa menggunakan hak pilihnya di Pilgub Jawa Barat 2018.

“Yang belum terekam maka tidak akan bisa mengikuti pemilihan, dan rencananya memang menurut info yang saya dapat bahwa masyarakat yang belum terekam akan dilakukan perekaman segera agar bisa mengikuti pilgub,” ungkapnya.

Sambil menunggu data pemilih terbaru, KPU secara perlahan dan bertahap melalukan sosialisasi.

“Kita perlahan melakukan sosialisasi untuk Pilgub Jabar, tidak hanya kalangan atas saja, kalangan bawah juga akan kami berikan sosialisasi agar masyarakat tahu bahwa akan ada Pilgub Jabar. Kita sedikit ringan karena memang kita sudah melakukan pilkada terlebih dulu, jadi hanya melakukan pemilihan Gubernur Jawa Barat saja,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Kota dan Kabupaten Bekasi Sepakat Dukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018


CIKARANG PUSATPengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi sepakat akan mengawal dan mensosialisasikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Masyarakat akan diberi penjelasan soal pencalonan Dedi di Pilgub Jawa Barat 2018.

Pengurus Golkar yakin Dedi Mulyadi akan memenangkan pilgub. Alasannya, karena Dedi dianggap merakyat dan peduli terhadap masyarakat.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, mengatakan sosok Dedi Mulyadi pantas memimpin Jawa Barat. Ia yakin Jawa Barat akan berubah lebih baik di tangan Dedi.

“Kang Dedi (sapaan Dedi Mulyadi) sangat cocok dan pantas, apa lagi beberapa kali saya mengawal dia ketika kunjungan ke Kabupaten Bekasi, dia adalah sosok pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Jawa Barat, maka dari itu kami kader Golkar Kabupaten Bekasi siap memenangakan Dedi Mulyadi,” ungkapnya.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi juga mengatakan hal yang sama. Ia yakin Dedi Mulyadi bisa menjadi harapan partainya.

“Selama ini kan Kang Dedi yang terdepan, walaupun DPP sejauh ini belum memutuskan, Jawa Barat itu butuh Kang Dedi,” ucapnya.

Lelaki yang karib disapa Pepen ini menambahkan, sampai saat ini Dedi Mulyadi masih yang terdepan untuk mendapat restu dari DPP. Apalagi, ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu juga sudah mendapat dukungan dari Partai Hanura, meski belum mendapat rekomendasi.

“Dukungan Hanura karena melihat kans siapa pemenangnya Pilgub Jabar,” katanya.

“Ini persoalan kepercayaan, kalau dipercayai oleh partai lain berarti ada trust terhadap Kang Dedi. Koalisi gak harus sama. Setiap daerah kan kekuatannya itu bagi-bagi,” lanjutnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 29 May 2017

PPP Yakin Utamakan Kader Internal untuk Maju di Pilgub Jabar


BEKASIPengurus DPC PPP Kota Bekasi yakin partainya akan mengutamakan kader internal untuk maju di Pilgub Jawa Barat 2018. Oleh karena itu, penjaringan masih terbuka bagi kader yang ingin maju di pesta demokrasi.

Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Solihin, mengatakan saat ini partainya sedang mempersiapkan kader terbaik yang siap bertarung di pilgub. Untuk mendapatkan kader terbaik, kata dia, harus melalui proses panjang.


“Dari track record, hasil survei, sampai konsistensi dalam memberikan kinerja yang terbaik kepada masyarakat Jawa Barat. Seleksinya cukup panjang, bisa jadi supaya hasilnya juga bagus,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Jumat (26/5/2017).

Dia mengatakan, pertimbangan mengutamakan kader internal menjadi salah satu keinginan kader. Karena menurutnya, adanya kesempatan bagi kader terjun dalam pertarungan demokrasi menjadi salah satu puncak dari proses kaderisasi.

Meski demikian, seleksi kader juga akan dikawal dengan pertimbangan dan kebijakan dari partai dalam menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018.

“Tinggal nanti bagaimana pertimbangan-pertimbangan konkret, baik melihat dari sisi peluang kader maupun melihat dari sisi yang lain, misalnya dari eksternal partai,” katanya. “Kader yang terbaik akan dipilih, percayakan saja ke DPW,” lanjutnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 16 May 2017

Mulyadi Direstui Prabowo untuk Maju di Pilgub Jabar


BEKASIKetua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, mengaku sudah mendapat restu dari Ketua Umum Prabowo Subianto untuk maju di Pilgub Jawa Barat 2018. Ia juga didukung oleh seluruh DPC untuk berlaga di hajat demokrasi tahun depan.

“Alhamdulillah, saya telah mendapatkan restu dari ketua umum untuk maju dalam Pilgub Jabar, dan insya Allah saya akan bekerja untuk rakyat sesuai dengan intruksi ketua umum untuk bekerja demi rakyat,” ungkap Mulyadi.


Mulyadi akan merangkul seluruh kader Gerindra di Jawa Barat. Karena menurutnya, kader merupakan mesin partai yang bisa membawanya tampil dan merebut kemenangan di pilgub.

“Kader-kader yang ada di Partai Gerindra, mereka adalah orang yang sangat loyal terhadap partai, dan saya juga sebagai kader partai akan melaksanakan tugas partai yang telah di instruksikan oleh pusat, jadi sebagai kader harus bisa kerja keras untuk rakyat,” tuturnya.

Soal siapa yang bakal menjadi pasangannya di Pilgub Jawa Barat, Mulyadi menyerahkan sepenuhnya ke DPP. Saat ini, ia akan fokus sosialisasikan diri ke masyarakat.

“Untuk pasangan, saya belum terlalu memikirkan. Yang harus saya lakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat Jabar bahwa saya maju dalam Pilgub Jabar. Untuk pasangan saya serahkan kepada DPP siapa yang akan menjadi pasangan saya,” ungkapnya.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Tuesday, 9 May 2017

Kota Bekasi Ditarget Lumbung Suara PDIP di Pilgub Jabar 2018


BEKASIKota Bekasi ditarget menjadi lumbung suara PDI Perjuangan (PDIP) di Pilgub Jawa Barat 2018. Target tersebut dianggap rasional lantaran partai berlambang banteng moncong putih ini merupakan pemenang pemilu 2014.

Dari enam daerah pemilihan (dapil), PDI Perjuangan memuncaki perolehan suara dengan meraih 247 ribu suara atau 22,9 persen. Golkar di posisi kedua dengan 169.903 suara, PKS posisi ketiga dengan 106.703 suara, dan Gerindra di posisi keempat dengan 102.599 suara.
Merujuk pada pilpres 2014 lalu, PDI Perjuangan pasang badan untuk kembali mendulang suara di Kota Bekasi.

“Melihat hasil dari pemilu 2014 lalu, maka secara matematik kami menargetkan Kota Bekasi menjadi penyumbang suara di Kota Bekasi untuk pemilihan gubernur,” ujar Anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tumpak Sidabutar.

Menurut Tumpak, target tersebut cukup realistis karena dinamika politik sejauh ini belum mengalami perubahan. Selain itu, target tersebut akan mudah terealisasi bila calon pasangan yang diusung partai cukup menjual.

Sejauh ini, kata dia, ada empat nama dari internal PDI Perjuangan yang santer diisukan maju di pilgub 2018. Mereka adalah Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Tb Hasanuddin, Sekjen DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Abdy Yuwana, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Jawa Barat Waras Warsito.

“Selanjutnya untuk calon gubernur atau wakil gubernur itu urusan yang di atas (DPP), kami hanya memastikan bahwa Kota Bekasi akan jadi lumbung suara di Jawa Barat,” katanya.


Langkah yang akan ditempuh untuk mencapai target tersebut, kata dia, salah satunya memanaskan mesin partai. Dia mengatakan pemanasan sudah digalakkan sebagai tahap awal untuk merealisasi target tersebut.

“Kader sudah disiapkan untuk saling memenangkan Jawa Barat, kami saat ini hanya menunggu langkah pusat, siapa calon yang akan diusung,” ujarnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 8 May 2017

Kota Bekasi Ditarget Lumbung Suara PDIP di Pilgub Jabar 2018


BEKASIKota Bekasi ditarget menjadi lumbung suara PDI Perjuangan (PDIP) di Pilgub Jawa Barat 2018. Target tersebut dianggap rasional lantaran partai berlambang banteng moncong putih ini merupakan pemenang pemilu 2014.

Dari enam daerah pemilihan (dapil), PDI Perjuangan memuncaki perolehan suara dengan meraih 247 ribu suara atau 22,9 persen. Golkar di posisi kedua dengan 169.903 suara, PKS posisi ketiga dengan 106.703 suara, dan Gerindra di posisi keempat dengan 102.599 suara.


Merujuk pada pilpres 2014 lalu, PDI Perjuangan pasang badan untuk kembali mendulang suara di Kota Bekasi.

“Melihat hasil dari pemilu 2014 lalu, maka secara matematik kami menargetkan Kota Bekasi menjadi penyumbang suara di Kota Bekasi untuk pemilihan gubernur,” ujar Anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tumpak Sidabutar.

Menurut Tumpak, target tersebut cukup realistis karena dinamika politik sejauh ini belum mengalami perubahan. Selain itu, target tersebut akan mudah terealisasi bila calon pasangan yang diusung partai cukup menjual.

Sejauh ini, kata dia, ada empat nama dari internal PDI Perjuangan yang santer diisukan maju di pilgub 2018. Mereka adalah Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Tb Hasanuddin, Sekjen DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Abdy Yuwana, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Jawa Barat Waras Warsito.

“Selanjutnya untuk calon gubernur atau wakil gubernur itu urusan yang di atas (DPP), kami hanya memastikan bahwa Kota Bekasi akan jadi lumbung suara di Jawa Barat,” katanya.

Langkah yang akan ditempuh untuk mencapai target tersebut, kata dia, salah satunya memanaskan mesin partai. Dia mengatakan pemanasan sudah digalakkan sebagai tahap awal untuk merealisasi target tersebut.

“Kader sudah disiapkan untuk saling memenangkan Jawa Barat, kami saat ini hanya menunggu langkah pusat, siapa calonyang akan diusung,” ujarnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 5 May 2017

DPC PDIP Kabupaten Bekasi Cari Ketua Baru


CIKARANG PUSATDPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bekasi menggelar rapat pleno, Rabu (3/5/2017). Rapat ini bertujuan untuk mencari ketua DPC baru, setelah ketua sebelumnya mengundurkan diri.

Ada dua kader yang diajukan untuk menjadi calon ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi. Mereka adalah Tata Saputra dan Soleman.
“Kita masih melakukan rapat pleno untuk ketua DPC dan ada dua nama dalam rapat pleno, untuk sementara diisi Plh yang dipegang oleh Dwiputro Aries Wibowo sambil menunggu hasil keputusan DPP,” kata Ketua Bapilu DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Yaya Ropandi.

Pleno untuk mendapatkan ketua DPC baru dilakukan sambil menunggu keputusan DPP soal siapa yang bakal direkomendasikan maju di Pilgub Jawa Barat. Sedangkan saat ini proses menjaring sejumlah nama yang bakal berlaga di hajat demokrasi masih berlangsung.

“Kita sampai saat ini masih menunggu hasil keputusan DPP seperti apa untuk pilgub, walaupun kita menunggu hasil kita tetap bergerak melakukan konsolidasi internal bersama kader. Apa yang menjadi keputusan DPP itu yang akan kita jalankan dan tidak boleh dibantah,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin mengatakan mendorong kader muda untuk tampil di pilgub 2018. Kata Yaya, baik kader tua maupun muda memiliki kesempatan yang sama.

“Mau yang maju kader muda ataupun kader tua tidak menjadi masalah, apa pun keputusan DPP itiulah yang sudah diputuskan, dan kita tinggal menjalankan saja. Siapa pun yang jadi itulah kader terbaik kami untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018,” ungkapnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 4 May 2017

Kang TB Usulkan Kader Muda Maju di Pilgub Jabar


CIKARANG PUSATDi Pilgub Jawa Barat, hanya PDI Perjuangan (PDIP) yang dibolehkan mengusung kadernya sendiri tanpa koalisi. Pasalnya, partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki 20 kursi di parlemen Jawa Barat. Meski demikian, partai ini memutuskan akan berkoalisi di pilgub.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin, mengatakan saat ini ada beberapa calon yang masuk dalam bursa penjaringan. Ia mendorong agar kader muda dari internal partai untuk maju di pesta demokrasi.


“PDIP adalah satu-satunya partai yang bisa mencalonkan. Tapi, tentu harus memperhitungkan situasi dan kondisi politik , sehingga kami lebih baik berkoalisi dengan dua atau tiga partai,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi.

Lelaki yang karib disapa Kang TB ini mengatakan, kader dan pengurus DPC di Jawa Barat ada yang meminta agar dirinya maju di Pilgub Jawa Barat. Namun ia memprioritaskan kader muda untuk ikut hajat demokrasi. Tujuannya, kata dia, agar regenerasi berjalan dengan baik.

“Dari seluruh DPC dan kader di Jawa Barat banyak yang meminta pada saya untuk maju sebagai calon gubernur. Saat itu saya sampaikan, saya siap kalau tidak ada lagi yang muda-muda, dan sekarang saya punya keyakinan bahwa sudah saatnya regenerasi, yang muda harus tampil, maksimal umur 50 tahun,” ungkapnya.

Dari internal partai, Kang TB mengusulkan beberapa nama, seperti Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdy Yuhana dan Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari.

“Kalau dari luar struktur bisa saja Ibu Puti Guntur yang kebetulan kader PDIP dan anggota DPR RI dari dapil Jawa Barat,” katanya.

Soal siapa yang bakal mendapat tiket maju di pesta demokrasi, Kang TB menyerahkan sepenuhnya ke DPP.

“Apapun yang diputuskan oleh DPP PDIP, seluruh kader di Jawa Barat siap mendukung dan mensukseskannya, jadi tidak ada kata tidak jika sudah ada keputusan dari DPP, seluruh kader harus bekerja keras untuk memenangkan Pilgub Jabar,” ucapnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Kang TB Usulkan Kader Muda Maju di Pilgub Jabar


CIKARANG PUSATDi Pilgub Jawa Barat, hanya PDI Perjuangan (PDIP) yang dibolehkan mengusung kadernya sendiri tanpa koalisi. Pasalnya, partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki 20 kursi di parlemen Jawa Barat. Meski demikian, partai ini memutuskan akan berkoalisi di pilgub.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin, mengatakan saat ini ada beberapa calon yang masuk dalam bursa penjaringan. Ia mendorong agar kader muda dari internal partai untuk maju di pesta demokrasi.


“PDIP adalah satu-satunya partai yang bisa mencalonkan. Tapi, tentu harus memperhitungkan situasi dan kondisi politik , sehingga kami lebih baik berkoalisi dengan dua atau tiga partai,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi.

Lelaki yang karib disapa Kang TB ini mengatakan, kader dan pengurus DPC di Jawa Barat ada yang meminta agar dirinya maju di Pilgub Jawa Barat. Namun ia memprioritaskan kader muda untuk ikut hajat demokrasi. Tujuannya, kata dia, agar regenerasi berjalan dengan baik.

“Dari seluruh DPC dan kader di Jawa Barat banyak yang meminta pada saya untuk maju sebagai calon gubernur. Saat itu saya sampaikan, saya siap kalau tidak ada lagi yang muda-muda, dan sekarang saya punya keyakinan bahwa sudah saatnya regenerasi, yang muda harus tampil, maksimal umur 50 tahun,” ungkapnya.

Dari internal partai, Kang TB mengusulkan beberapa nama, seperti Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdy Yuhana dan Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari.

“Kalau dari luar struktur bisa saja Ibu Puti Guntur yang kebetulan kader PDIP dan anggota DPR RI dari dapil Jawa Barat,” katanya.

Soal siapa yang bakal mendapat tiket maju di pesta demokrasi, Kang TB menyerahkan sepenuhnya ke DPP.

“Apapun yang diputuskan oleh DPP PDIP, seluruh kader di Jawa Barat siap mendukung dan mensukseskannya, jadi tidak ada kata tidak jika sudah ada keputusan dari DPP, seluruh kader harus bekerja keras untuk memenangkan Pilgub Jabar,” ucapnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 19 April 2017

Kader Internal dan Eksternal Berpeluang Diusung di Pilgub Jabar 2018


BEKASI – Ketua Bapilu DPD PAN Kota Bekasi, Syaiful Bahari, menilai kader internal dan eksternal memiliki peluang yang sama untuk diusung di Pilgub Jawa Barat 2018. Selain itu, rencana pengusungan juga dianggap belum bisa menjadi ukuran lantaran saat ini peta politik masih dinamis.

“Selain itu partai juga harus menggandeng parpol lain karena jumlah kursi parlemen tidak mencukupi kuota,” kata Saiful kepada Radar Bekasi.
Sampai saat ini PAN masih melakukan komunikasi dengan partai lain. Komunikasi dilakukan ke sejumlah partai untuk mendapatkan koalisi yang efektif.

Komunikasi politik dilakukan sambil menunggu keputusan DPP soal siapa yang akan diusung atau didukung di pilgub.

“Tujuannya untuk bisa menemukan calon yang ideal dan memenangkan pemilihan gubernur,” katanya.

Masih Syaiful, komunikasi politik dengan beberapa partai tidak melihat kekuatan. Tapi seluruh partai dirangkul. Namun tetap saja keputusan akhir berada di tangan DPP.

“Semuanya kita rangkul,” ucapnya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 13 April 2017

Ridwan Kamil Gandeng Sule di Pilgub Jabar?


CIKARANG TIMUR – Komedian Entis Sutisna disebut-sebut akan meramaikan Pilgub Jawa Barat 2018. Artis ibu kota yang biasa dipanggil Sule itu dikabarkan akan digandeng oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di pilgub.

Kabar itu menyeruak setelah Ridwan Kamil memposting foto Sule di akun Instagramnya @ridwankamil, pada Senin (10/4/2017) kemarin. Dalam postingannya, lelaki yang biasa disapa Kang Emil itu membuat status : Kalo saya berpasangan ama kang Sule gimana? *survey.

Postingan itupun disukai oleh lebih dari 250 ribu orang. Dan, hingga Rabu (12/4/2017) kemarin, sudah ada 14.125 orang yang memberikan komentar.

Seperti diketahui, Ridwan Kamil sudah mendapat dukungan dari Partai Nasdem. Meski demikian, Nasdem tidak khawatir soal keputusan lelaki berkacamata itu dalam memilih pasangannya untuk di pilgub 2018.

Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin, mengatakan partainya memberi kebebasan pada Ridwan Kamil untuk memilih calon pendampingnya di Pilgub Jawa barat 2018.

“Munculnya nama Sule tidak membuat kami khawatir, karena memang kami yakin dan memberikan kepercayaan kepada Kang Emil untuk memilih calon pendamping dalam pilgub mendatang, karena memang Kang Emil kami yakin bisa profesional dalam memimpin Jawa Barat mendatang,” ungkapnya pada Radar Bekasi.

Untuk pasangan Ridwan Kamil, lanjut Teten, Nasdem tidak melihat latar belakang. Tetapi, lebih mengutamakan tanggung jawab dan kesanggupan mengubah Jawa Barat menjadi lebih baik.

“Kita tidak melihat calon pendamping Kang Emil itu dari kalangan artis atau bukan, akan tetapi yang kami lihat adalah apakah calon tersebut mempunyai tanggung jawab atau tidak dalam memimpin Jabar ketika terpilih. Dan, kami yakin Kang Emil cerdas dalam memilih calon pendamping untuk membangun Jawa Barat,” tuturnya.

Terlepas dari itu, lanjut Teten, Nasdem akan melakukan rapat internal di akhir April. Rapat ini untuk membahas dan mematangkan persiapan pilgub 2018. Seluruh kader akan diberikan arahan untuk memenangkan Ridwan Kamil.

“Di akhir bulan kami akan melakukan rapat internal dengan kader kami, untuk melakukan pematangan menjelang pemilihan Gubernur Jawa Barat mendatang. Jadi pada saat kampanye dan sampai hari H kita semua dan para kader sudah bisa untuk memenangkan Ridwan Kamil,” katanya.
(ran)

sumber:POJOKJABAR.com

Wednesday, 12 April 2017

Gandeng PKS, Gerindra Optimis Menang di Pilgub Jabar




CIKARANG TIMUR – Pengurus Partai Gerindra optimistis bakal menang di Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. Pengurus partai ini yakin akan memenangkan pesta demokrasi karena akan melakukan kerja langsung ke masyarakat.

Plt Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Syahrir, mengatakan partainya sudah komitmen berkoalisi dengan PKS di Pilgub Jawa Barat. Koalisi tersebut serupa dengan di Pilgub DKI Jakarta.

“Kami yakin pada saat pilgub mendatang calon yang kami usung bisa menang dan memimpin Jawa Barat, apa lagi saat ini kami dan PKS komit untuk berkoalisi dalam Pilgub Jabar 2018 seperti Pilgub DKI Jakarta yang saat ini berlangsung,” ungkapnya.

Soal siapa yang akan diusung di pilgub, Syahrir belum mau menyebutkannya. Ia beralasan karena saat ini partainya masih fokus melakukan penjajakan ke kandidat yang bakal diusung.

“Memang nama-nama yang sudah keluar seperti Deddy Mizwar, Mulyadi dan beberapa calon dari Gerindra sudah dikenal masarakat, akan tetapi kita masih terus melakukan pendekatan kepada calon-calon yang akan maju dalam pilgub. Dan itu kita cari untuk memajukan calon dalam hajat demokrasi, agar matang saat pilgub mendatang,” katanya.

Syahrir yakin kemenangan bakal diraih. Apalagi, koalisinya yakni PKS sudah memenangkan Pilgub Jawa Barat sebanyak dua kali. Kemenangan kali inipun dipastikan bakal diraih kembali.

“Jadi, hasil Pilgub DKI Jakarta akan bisa terulang di Pilgub Jabar, apa lagi PKS di Jawa Barat sudah dua kali menang dan itu bisa menjadi sebuah keyakinan kami calon yang kita usung bisa menang dan memimpin Jawa Barat,” ungkapnya.CIKARANG TIMUR – Pengurus Partai Gerindra optimistis bakal menang di Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. Pengurus partai ini yakin akan memenangkan pesta demokrasi karena akan melakukan kerja langsung ke masyarakat.

Plt Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Syahrir, mengatakan partainya sudah komitmen berkoalisi dengan PKS di Pilgub Jawa Barat. Koalisi tersebut serupa dengan di Pilgub DKI Jakarta.

“Kami yakin pada saat pilgub mendatang calon yang kami usung bisa menang dan memimpin Jawa Barat, apa lagi saat ini kami dan PKS komit untuk berkoalisi dalam Pilgub Jabar 2018 seperti Pilgub DKI Jakarta yang saat ini berlangsung,” ungkapnya.

Soal siapa yang akan diusung di pilgub, Syahrir belum mau menyebutkannya. Ia beralasan karena saat ini partainya masih fokus melakukan penjajakan ke kandidat yang bakal diusung.

“Memang nama-nama yang sudah keluar seperti Deddy Mizwar, Mulyadi dan beberapa calon dari Gerindra sudah dikenal masarakat, akan tetapi kita masih terus melakukan pendekatan kepada calon-calon yang akan maju dalam pilgub. Dan itu kita cari untuk memajukan calon dalam hajat demokrasi, agar matang saat pilgub mendatang,” katanya.

Syahrir yakin kemenangan bakal diraih. Apalagi, koalisinya yakni PKS sudah memenangkan Pilgub Jawa Barat sebanyak dua kali. Kemenangan kali inipun dipastikan bakal diraih kembali.

“Jadi, hasil Pilgub DKI Jakarta akan bisa terulang di Pilgub Jabar, apa lagi PKS di Jawa Barat sudah dua kali menang dan itu bisa menjadi sebuah keyakinan kami calon yang kita usung bisa menang dan memimpin Jawa Barat,” ungkapnya.

ent.sumber:(pojokjabar)

Wednesday, 5 April 2017

Format Baru di Debat Pilgub DKI, Ada Segmen Pertanyaan dari Warga



Jakarta - KPU DKI Jakarta telah menyiapkan format baru dalam debat kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta putaran dua. Di debat putaran kedua nanti, KPU akan membuat segmen pengajuan pertanyaan dari masyarakat.

"Ada metode baru untuk segmen masyarakat bertanya kepada calon, ada segmen yang diisi dengan pertanyaan itu bukan dari panelis tapi dari masyarakat," kata Komisioner KPU DKI Dahliah Umar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (5/4/2017).

Pertanyaan itu dikatakan Dahliah berasal langsung dari masyarakat, namun akan dikemas oleh KPU agar lebih terstruktur.

"Sebenarnya pertanyaan masyarakat yang kemudian kita formulasikan, tapi pertanyaannya memang betul-betul dari masyarakat, dari aspirasi masyarakat yang disampaikan ke calon gubernur dan wakil gubernur," ujarnya.

KPU DKI sendiri akan mengarahkan masyarakat yang bertanya kepada hal yang bersifat teknis seperti pembatasan waktu saat bertanya dan pertanyaan yang harus terstruktur. Meski masyarakat yang bertanya, KPU akan tetap membantu agar pertanyaan lebih terfokus.

"Pertanyaan dari mereka sendiri tapi cara bertanyanya, dan bagaimana supaya pertanyaan itu menjadi fokus ya itu kita usahakan bantu," terangnya.

Dahliah menambahkan nantinya masyarakat yang bertanya akan dihadirkan di lokasi debat. Pertanyaan yang diajukan bisa bersifat kegiatan sehari-hari atau masalah di keseharian masyarakat.

"Masyarakat akan kita hadirkan di situ, di tempat debat dan langsung bertanya," tambahnya.

Sumber:(detik.com)

KPU DKI: 2 Timses Minta Jatah Pendukung di Debat Ditambah


Jakarta - KPU DKI Jakarta menyebut tim sukses (timses) 2 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta meminta kuota pendukung yang menghadiri debat putaran kedua untuk ditambah.

"Kalau kemarin waktu rapat dengan tim pasangan calon mereka mengusulkan minta ditambah pendukungnya dari 2 pasangan calon ini. Jadi kami malah mengakomodir permintaan itu," kata Komisioner KPU DKI Dahliah Umar, Rabu (5/4/2017).

Dahliah menyebut pertemuan antara KPU DKI dengan 2 timses itu digelar pada Senin (3/4) malam. Usulan agar kuota penonton ditambah tengah dipertimbangkan dengan tambahan 20 kursi.


Terkait dengan pernyataan calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno agar penonton dibatasi, Dahliah mengaku baru mendengarnya. "Kami baru tahu informasi itu, kami belum pernah mendengar, nanti coba kami tanya ke pasangan calon ya," kata Dahliah.

Sandiaga ingin pengurangan jumlah penonton itu agar debat lebih tertib dan produktif. Menurutnya, pembatasan jumlah penonton dalam debat dapat membuat penonton di rumah memahami debat dengan lebih baik.

"Sangat-sangat tidak produktif kebanyakan penonton di dalam. Saya mengalami sendiri, di mana pendukung paslon itu panas, sampai harus ada Polwan yang membarikade. Saya kan di dalam, lihat sendiri. Tunjuk-tunjukkan. Juga setiap Mas Anies omong, ada penunjuk waktu di belakang itu ditutupin sama pendukung paslon," kata Sandiaga di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (4/4).

"Banyak intimidasi (di panggung), saya mengalami tiga kali. Jadi saya bilang, yuk lebih beradab. Di budaya kita kan ada tabayun, ada mengungkapkan pendapat, budaya yang sangat bersahabat, rileks. Makanya saya salut banget kalau KPUD membatasi jumlah pendukung supaya yang menikmati (debat) itu bukan pendukung di situ, tapi pemirsa yang di rumah. Karena yang di situ sangat destruktif menurut saya," katanya. 

Sumber:(detik.com)

Tuesday, 4 April 2017

Dukung Anies-Sandi, Parsindo Kerahkan 500 Ribu Kader Partai



 Jakarta - Beberapa pengurus Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) pagi ini memberikan dukungan ke pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno. Dukungan ini diberikan sebagai upaya pemenangan Pilgub DKI 19 April mendatang.

"Jadi pagi ini teman-teman dari Parsindo hadir, kita bertemu dan teman-teman menyampaikan dukungan untuk pasangan calon nomor 3 untuk Pilkada 2019 besok," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2017).

Anies mengucapkan terimakasih atas adanya dukungan tersebut. Seperti dukungan lainnya, Anies menganggap dukungan tersebut sebagai amanah.

"Akan kita pegang dengan sebaik-baiknya. Dan kita berharap barisan kita menjadi lebih besar, efeknya juga kita berharap lebih rapi, dan Insya Allah akan bisa menjawab harapan warga Jakarta untuk adanya perubahan," kata Anies.

Sementara itu, Presiden Persindo, Jusuf Rizal mengatakan pihaknya memberikan dukungan karena menginginkan perubahan untuk Jakarta. Perubahan tersebut agar kepemimpinan Ibu Kota berpihak kepada kepentingan rakyat.

"Tentu kehadiran kita di sini tidak hanya memberikan dukungan, tapi jaringan kita juga akan kita gerakan untuk bisa memantau di tingkat bawah karena kita rasakan di bawah ini banyak hal-hal yang kurang kondusif di dalam konteks demokrasi. Jadi banyaknya black campaign juga kemungkinan penyalahgunaan wewenang, ini akan menjadi konsen dari kita," jelas Jusuf.

Jusuf mengatakan pihaknya siap mengerahkan 300 ribu hingga 500 ribu kader untuk membantu pemenangan Anies-Sandi. "Ya kita nggak terlalu bicara muluk-muluk paling antara 300 ribu, 500 ribu kita punya. Tentu kita akan juga tidak bisa mengklaim secara keseluruhan karena polarisasi di bawah juga ada. Nah ini yang kita perluas," pungkas Anies. 

 Sumber:(detik.com)