Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label kejahatan. Show all posts
Showing posts with label kejahatan. Show all posts

Friday, 9 June 2017

Kawasan Grand Depok City Makan Korban Lagi, Kali Ini Motor dan 3 Handpone Dirampas


DEPOK – Sepertinya keamanan diwilayah Grand Depok City (GDC) perlu dilakukan peningkatan. Sebelumnya, Iqbal Firmansyah harus kehilangan sepeda motornya saat melintas di jalan GDC.

Selasa (6/6) malam, kejadian tersebut dialami salah seorang warga yang menjadi korban perampasan sepeda motor dan tiga buah handphone.
Salah seorang warga, Fandi Nurdin (36) mengatakan, tindakan kriminalitas kembali terjadi di kawasan GDC. Saat dia tengah melintas, terlihat sejumlah masyarakat tengah berkumpul di jalan GDC.

Dia menduga, berkumpulnya masyarakat telah terjadi tindakan kriminalitas di jalan yang belum lama terjadi kasus pembegalan.

“Benar saja, saat saya bertanya kepada seseorang telah terjadi perampasan,” ujar Fandi kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (07/06/2017).

Fandi mengungkapkan, perampasan yang dialami warga yang dia tidak mengetahui namanya dinilai cukup memprihatinkan.

Hal itu dikarenakan, sepeda motor yang dimiliki korban telah dirampas kawanan penjahat. Tidak hanya itu, tiga handphone milik korban mengalami hal yang sama dibawa kabur pelaku perampasan.


Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 8 June 2017

2 Anggota Geng Motor Sanca Bergoyang Diciduk Polisi Saat Jual Celurit


DEPOKGaya sangar KT (18) dan DS (16) saat beraksi di jalan, berbanding terbalik kala keduanya diboyong ke kantor polisi, Selasa (6/6) dini hari. Pasang muka melas, minta dikasihani.

Dua berandal, anggota ‘Geng Sanca Bergoyang’ ini dibekuk Unit Buser Polresta Depok gegara aksi petantang-petenteng mereka di sekitaran Gang Dongkal, Kelurahan Sukatani, Tapos.


Bermodal senjata tajam (sajam) jenis celurit yang telah dimodifikasi (ukuran raksasa), mereka bersama anggota geng yang lain bersiap tawuran. Sedang menunggu lawan.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho, menuturkan bila awal penangkapan bermula saat Polresta Depok tengah menggelar Operasi Cipta Kondisi. Lalu diperoleh informasi, ada sekelompok pemuda yang di duga akan tawuran di sekitaran Gang Dongkal.

“Anggota segera meluncur ke lokasi tersebut. Diamankanlah kedua pemuda ini. Saat itu mereka tengah berboncengan dengan sepeda motor. Ketika digeledah, ditemukanlah barang bukti sajam. Ada dua buah celurit,” ungkap Teguh kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), di Mapolresta Depok, selasa (6/6).


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 2 June 2017

Gengster Marak di Bogor, Masyarakat Minta Pemerintah Menindak Tegas


BOGOR – Kenakalan remaja terus terjadi di sejumlah wilayah yang ada. Salah satunya yakni di wilayah Bogor. Bukan hanya aksi tawuran dan minuman keras yang meresahkan warga. Kini, aksi gengster menjadi fenomena yang diresahkan banyak pihak.

Aksi gengster memang kerap menimbulkan onar. Terlebih lagi di jalanan. Biasanya, anggota gengster beragam usianya. Mulai dari remaja hingga dewasa. Mayoritasnya memang diisi oleh kaum adam.

Ironisnya, para remaja yang tergabung dalam gengster merupakan pelajar sekolah. Dalam aksinya, gengster juga tak segan membawa senjata tajam.

Keresahan terhadap gengstar rupanya memang tidak main-main. Akun Satgas Pelajar Kota Bogor pun memposting mengenai aksi gengster yang ada.
“Ini lah salah satu GENGSTAR yg selalu meresakan kita sebarkan mudahan sampai ke pada orangtua mereka,” cuit akun @satpel_kota_bogor.

Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 31 May 2017

Gangster ABG Dibekuk


BEKASIDelapan ABG juga turut diamankan pada Senin (29/5/2017) malam karena diduga akan ikut tawuran di Kampung Utan, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah senjata tajam, seperti clurit, pedang, samurai, dan cocor bebek.

Dari delapan diantara mereka, empat orang diamankan dan ditahan Polres Metro Bekasi karena memiliki senjata tajam. Keempatnya IS (17), DS (15), JS (17), dan D (15). Sementara empat lainnya, C (18), MRA (18), FM (17), MD (15) hanya mendapat pembinaan karena tidak terbukti memiliki senjata tajam.


Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko mengungkapkan, kejadian bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat aka nada tawuran. Setelah diperiksa dan dicek sekitar lokasi, didapatkan celurit serta samurai yang disembunyikan di kontrakan saudara IS dan JS.

Senjata tajam tersebut diduga adalah senjata tajam yang digunakan para pelaku untuk melakukan tawuran.

“Kita mendapatkan informasi ada sekelompok warga masyarakat yang akan melaksanakan tindak pidana atau diduga akan tawuran sehingga petugas ke sana (lokasi kejadian) untuk melakukan kegiatan patroli sekaligus melaksanakan razia dan penggeledahan,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Aula Mapolrestro Bekasi Kota, Selasa (30/5/2017).

Setelah mendapatkan barang tersebut, delapan orang remaja berikut senjata tajam jenis celurit dan samurai dibawa ke Polsek Bekasi Selatan untuk diamankan.

“Delapan orang kita berhasil amankan berikut barang bukti berupa delapan bilah celurit dan satu samurai,” tambahnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 30 May 2017

Bawa Senjata Tajam, Polisi Bekuk Tiga Pemuda di Depok


DEPOKBanyak beredar tentang gangster dan tindak kejahatan di media sosial (Medsos), membuat Polresta Depok dan Forum Komunikasi Antar Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, gelar operasi skala besar.

Hasilnya, tiga pemuda membawa senjata tajam (sajam) yang diduga akan melaksanakan aksi tindak kejahatan, berhasil diamankan, Minggu (28/05/2017).


Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, maraknya pemberitaan dan isu tentang aksi gengster yang berkembang ditengah masyarakat beberapa waktu lalu, Polresta Depok bersama unsur Forkopimda Kota Depok melaksanakan operasi skala besar. Hal itu dilaksanakan guna mencegah terjadinya tindakan kriminalitas malam hari.

“Kami berhasil mengamankan tiga pemuda yang membawa sajam dalam operasi skala besar,” ujar Firdaus kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (28/05/2017).

Firdaus menjelaskan, ketiga pemuda bernama Muhammad Yoga Pradika, Federick Abraham, Fachrudin Ilyas tengah mengenderai sepeda motor dengan berboncengan bertiga.

Melihat hal tersebut, petugas berusaha menghentikan kendaraan dan melaksanakan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sebilah arit dari salah satu penumpang bernama Muhammad Yoga Pradika.


Sumber : POJOKJABAR.com

Lagi dan Lagi, Anggota Brimob di Kota Depok Dianiaya


DEPOKAnggota Detasemen C Satuan I Gegana Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, Bharatu Hanif diserang sejumlah orang tak dikenal, Sabtu (27/5) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan tidak jauh dari jembatan penyeberangan Stasiun Tanjung Barat arah Pasar Minggu.
Akibat kejadian itu, Bharatu Hanif mengalami luka tusuk dibagian punggung belakang dan dilarikan ke rumah sakit Jakarta Medical Center, Jakarta Selatan.

“Iya benar, kejadian tersebut masih dalam penyelidikan kami,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/5).

Hanif sempat menelepon rekannya Bharatu Nugroho agar dirinya bisa mendapatkan pertolongan. Lantas, dari telepon itu, Nugroho pun mencari lokasi Hanif. Ketika ditemukan, warga sendiri mengaku tak tahu secara persis apa yang menimpa Hanif.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 16 May 2017

Kejahatan Hipnotis Kembali Marak di Kota Bogor, Incar Kaum Hawa, Korban Sulit Mengingat Pelaku


BOGOR – Beberapa pekan terakhir, tindak kriminal modus hipnotis atau gendam kembali marak di Kota Hujan. Kabar teranyar, dua karyawati menjadi korban gendam dengan nilai kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Modusnya hampir serupa. Pelaku berpura-pura mengajak korban berbincang, dan selanjutnya menguras harta korban.
Hikmawati (24), warga Bukit Cimanggu City, Tanah Sareal, Kota Bogor, salah satu korban.

Perempuan yang akrab disapa Ima ini kehilangan duit jutaan rupiah, di dalam sebuah bank swasta di kawasan Ir Djuanda, beberapa waktu lalu. “Saya bawa uang dari klien terus ke bank.

Bukan mau setor atau ambil uang, hanya ambil form surat kuasa. Saat duduk, ada laki-laki yang mepet terus. Orangnya pakai jaket, tapi saya tidak (lihat, red) jelas wajahnya,” tutur Ima kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Suasana duduk di samping pria itu menjadi momen terakhir yang diingat Ima. Selebihnya Ima mengaku tak mengingat apapun, dan tersadar sudah berada di kawasan Pasar Anyar, duduk sendiri.

“Saya ditegur pedagang karena terlihat bingung dan tokonya mau tutup. Setelah baru sadar, uang hilang semua,” ungkapnya.

Sumber :  POJOKJABAR.com

Friday, 12 May 2017

Curi Emas 300 Gram, PRT Diciduk Bersama Kekasihnya


CIKARANG UTARASeorang pembantu rumah tangga (PRT) berinisial KTH (46) digelandang ke Polsek Cikarang. Ia diduga mencuri emas di rumah majikannya di Kampung Pilar, RT02/01, Desa Cikarangkota, Kecamatan Cikarang Utara.

Aksi pencurian itu dilakukan ketika KTH baru bekerja di rumah Eni Nuraeni selama tiga hari, atau tepatnya pada 19 April 2017.
“Tersangka modusnya menjadi pembantu di rumah majikannya. Saat majikannya pergi, dia mengambil emas seberat 300 gram yang disimpan di dalam lemari pakaian yang terkunci dengan cara mencongkelnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Cikarang, AKP Sukarman, Selasa (9/5/2017).

Selain menangkap KTH, polisi juga menciduk kekasih gelapnya, yakni AF alias Ipin (46). Ia diduga menerima hasil penjualan emas hasil curian tersebut. Keduanya ditangkap di rumah kontrakan mereka di Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung

“Dari tangan KTH, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 32 gelang emas, satu buah kalung emas dan dua buah cincin emas milik majikannya,” katanya.

Sementara barang bukti yang diamankan dari AF berupa satu buah kalung emas, satu buah cincin emas dan satu unit handphone yang dibeli dari uang hasil penjualan emas curian.


“Berdasarkan pengakuan KTH, ia mengambil emas milik majikannya dengan cara mencongkel pintu lemari yang terkunci dengan sendok makan, dan telah menjual dua buah emas yang dicurinya kepada seorang perempuan yang belum dikenalnya di daerah Kabupaten Indramayu,” ungkapnya.

Kedua pasangan kekasih ini kini mendekam di sel tahanan Polsek Cikarang. Sukarman mengimbau warga agar selalu waspada, terutama saat meninggalkan rumah.

“Tetap waspada,meski ada pembantu di rumah, barang-barang berharga tetap disimpan baik-baik,” ujarnya.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Tuesday, 9 May 2017

3 Bulan 17 Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Bekasi


CIKARANG PUSATDinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi mencatat ada 17 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan sejak Januari hingga Maret 2017. Sedangkan sepanjang 2016 kemarin, ada 87 kasus kekerasan serupa.

Kepala DP3A Kabupaten Bekasi, Sutiaresmulyawan, menjelaskan pada Januari tahun ini ada 8 kasus kekerasan dan Februari sebanyak 7 kasus kekerasan, sedangkan sisanya pada Maret 2017.


“Kebanyakan korban rata-rata berusia 15 tahun dan kita katagorikan kekerasan terhadap anak dan kasusnya masih terus kami tangani,” kata Sutia dalam konferensi persnya di bilangan Cikarang Selatan, Senin (8/5/2017).

Hasil pemeriksaan, kata dia, mayoritas korban mengalami trauma berat sehingga harus mendapatkan pendampingan agar psikologisnya pulih.

“Anak bisa menjadi korban ini karena faktor lingkungan, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Untuk menekan kasus ini, kata Sutia, pihaknya akan melakukan sosialisasi hingga antisipasi, baik langsung ke masyarakat maupun sekolah.

“Kita juga memiliki banyak program dalam upaya mengantisipasi kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak bekerjasama dengan Unit PPA Polres Metro Bekasi,” ungkapnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 8 May 2017

Perhiasan Emas Dirampas, Maryam Babak Belur


JATIASIH – Warga Jalan Koja II, RT 1/11, Jatiasih, Siti Mariyam, menjadi korban pencurian dengan kekerasan oleh seorang pria misterius. Korban tidak sadarkan diri dan masih dalam perawatan intensif di RS Kartika Husada Jatiasih. Kalung emas milik korban seberat 15 gram raib dibawa kabur pelaku.

Kejadian bermula ketika korban menerima kehadiran tamu pada Jumat (5/5/2017) sekitar pukul 17.00 WIB di kediamannya. Saat itu, korban yang sedang di rumah tetangga langsung pulang ke rumah dan menemui pelaku.
“Awalnya, korban lagi main di rumah saya. Terus, datang orang bertamu. Setelah itu, korban lalu pulang ke rumah untuk nemuin tamunya,” cerita tetangga korban, Hafit.

Sesampainya di rumah, korban berteriak kencang hingga terdengar para tetangga. Mereka pun langsung menuju ke rumah Maryam dan mendapati korban telah tergeletak dan bersimbah darah di ruang tamu.

“Nggak lama, setelah kedatangan tamu itu, korban teriak tolong. Kita langsung ke lokasi. Dia udah tergeletak, wajahnya penuh darah,” ujarnya.

Kuat dugaan, korban dianiaya oleh pelaku yang disebut – sebut bernama Gatot. Pria itu diketahui datang menggunakan kendaraan roda dua untuk melakukan bisnis jual beli toren air dengan suami korban, Ngatimin.


Ngatimin yang bekerja sebagai pegawai ekspedisi tersebut diketauhi hendak menjual tiga toren air yang dimilikinya kepada Gatot. Namun, diduga karena harga tidak cocok, transaksi jual beli diantara mereka tidak kunjung berbuah hasil. Apalagi, saat diketahui, toren air tersebut telah habis diborong orang lain.

Atas kejadian itu, ibu rumah tangga dengan dua orang anak tersebut menderita luka lebam di wajah dan robek di bibir serta kepala bagian atas kanan.

“Jadi rumah korban tuh penuh darah. Kepalanya di hantam ke tembok dan ubin. Korban lagi sendirian, suami sama anaknya kan kerja. Nah, setelah nganiaya, pelaku langsung kabur naik motor,” jelasnya.

Kini, korban masih terbaring di RS Kartika Husada Jatiasih. Kasusnya kini di tangani oleh Polsek Jatiasih. “Benar, kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata Kanit Jatiasih, AKP Umar, saat ditemui di TKP.


Sumber : POJOKJABAR.com

Sadis… Pembantu di Bojongsari Depok Disetrika Majikan


DEPOKPenyiksaan majikan terhadap pembantunya terjadi di Perumahan Alam Asri, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari. Kejadian yang sempat membuat geger warga sekitar ini, telah ditangani Tim Srikandi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap majikan yang bernama Iga Annasy (30).


“IA (Iga Annasy) diduga telah menganiaya dan menyiksa pembantu rumah tangganya, Vebi Rahmawati, 22 tahun, hingga Vebi mengalami luka-luka di kepala, kaki dan tangannya,” kata Firdaus kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Firdaus menceritakan, kronologis kejadiannya terjadi pada hari Kamis (11/4), yakni sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Vebi yang sedang tertidur, tiba-tiba dipukul kepalanya dengan menggunakan telepon genggam dan wajan.

“Tak hanya itu, pelaku juga menginjak-injak kaki korban dan menyetrika tangan korban,” lanjut Firdaus.

Menurut Firdaus, motif dari kejadian tersebut dilatarbelakangi majikan yang merasa kesal, karena korban telah mencuri makanan anaknya, dan tidak menjaga anak-anaknya serta bangunnya selalu kesiangan.

“Alasan pelaku melakukan semua kekerasan itu, karena pembantunya tersebut, tidak bilang kalau sudah memakan makannan majikan dan anak majikan,” lanjut Firdaus.

Setelah menerima penyiksaan itu, kata Firdaus, korban dengan didampingi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) membuat laporan ke polisi terkait adanya dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Iga Annasy ke Vebi.

“Berdasar laporan itulah, kami langsung bergerak dan Tim Srikandi Unit PPA Polresta Depok. Akhirnya IA diamankan dari rumahnya di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, pada Kamis (4/5) sekitar pukul 12.30 WIB,” katanya.

Menurutnya, jika memenuhi semua unsur dan bukti, pelaku akan dijerat UU KDRT dengan ancaman hukuman hingga diatas lima tahun penjara.


Sumber : POJOKJABAR.com

Friday, 5 May 2017

Sadis… Anak di Depok Ini Nekat Tusuk Ibu Tiri


DEPOKSeorang pria pengangguran nekat menusuk ibu tirinya Mulianih (50), Rabu (03/05/2017). Hanya tidak disediakan makan siang di rumahnya Jalan Raya Pengasinan, Gang Masjid Nurul Hudha, RT01/02, Kelurahan/Kecamatan Sawangan, Achmad Kosasih (42) mengujamkan pisau dapur ke perut Mulianih.

Peristiwa cukup mencengangkan ini membuat heboh warga sekitar. Karena bapak dari pelaku dikenal sebagai ustad di lingkungan tempat tinggalnya.


Kapolsek Sawangan, AKBP Sutarjo, mengatakan, motif dari penusukan tersebut diduga akibat pelaku cemburu, karena perlakuan sang ibu tiri yang diketahui bernama Mulianih (50) jarang memberikan perhatian kepadanya.

“Menurut penuturan pelaku, dia iri karena korban yang merupakan ibu tirinya, seperti membedakan kasih sayangnya dengan ketiga anak kandung dari si korban,” katanya saat di konfirmasi Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (03/05/2017).

Korban yang sudah tinggal bersama pelaku sejak pelaku duduk di bangku sekolah dasar tersebut, kerap kesal karena tidak pernah mendapatkan perhatian seperti perhatian yang diberikan oleh ibu kandungnya yang telah meninggal.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 18 April 2017

Video Pengakuan Pelaku Perampokan Sadis di Tol Jagorawi Bogor


BOGOR – Dua pelaku perampokan mobil taxi online di Tol Jagorawi berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Bogor. Pelaku yang berjumlah dua orang tersebut berinisial JDS (25) dan H (19).

Saat kejadian, pelaku berpura-pura menjadi penumpang salah satu taxi online yang dikemudikan Dwi Pantoro (33). Namun, saat di Tol Jagorawi KM 36 arah Bogor, kedua pelaku meminta pengemudi untuk turun dari kendaraannya.
Pengemudi yang enggan turun kemudian dibacok oleh pelaku hingga kemudian diturunkan oleh pelaku di pinggir jalan. Saat diturunkan, pengemudi dalam keadaan bersimbah darah.

Pelaku berhasil ditangkap di rumah persembunyiannya yakni di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Rabu (12/4/2017) sekitar pukul 01.00 WIB. Rupanya, ini bukan aksi pertama yang dilakukan pelaku.

“Biasanya nyari korban orang yang naik motor,” kata salah satu pelaku kepada Pojokjabar.

Selain itu, pelaku biasa merampas HP dan dompet di angkutan umum. Setelah mencuri, pelaku mengaku biasa menjual barang berupa HP di daerah Kebayoran Lama.

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Bogor, Andi Moch Dicky berharap agar masyarakat selalu waspada dalam berbagai situasi. Selain itu, ia mengatakan tidak ada kejahatan yang tidak meninggalkan jejak.

“Artinya, cepat atau lambat para pelaku kejahatan akan tertangkap,” pungkasnya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 11 April 2017

Nekat! Gara-Gara Ini Pria Indramayu Tega Bacok Teman Sendiri


INDRAMAYU – Aksi nekat dilakukan oleh seorang pria di Indramayu. Pria berinisial RR (22) tersebut ditangkap lantaran tega membacok temannya.

RR diketahui merupakan warga Desa Panganjang, Kecamatan Sindang. Kejadian bermula saat RR melihat korban bermain bersama dengan kekasihnya.

Hal tersebut membuat RR tidak terima dan dibakar api cemburu. Terlebih lagi korban merupakan temannya sendiri. Mengetahui hal tersebut RR mendatangi korban yang sedang kumpul bersama teman-temannya di Jembatan Perumahan SNT, Desa Karangasong.

“Pelaku memukul korban sebelum membacoknya,” kata Kapolsek Indramayu, AKP Karyaman.

Saat memukuli korban, pelaku tidak seorang diri. RR membawa rekan-rekannya untuk membantunya melancarkan aksi jahatnya tersebut. Saat itu, korban mencoba menyelamatkan diri dan bergegas lari dengan sepeda motor milik korban.

Namun, pelaku yang sudah dibakar nafsu mengejar korban dan memberhentikan sepeda motor korban.

“Saat itu pelaku membacok korban menggunakan samurai,” ungkapnya Senin (10/4/2017).

Ia mengatakan, atas perbuatannya tersebut pelaku dapat dijerat dengan pasal 170 atau 351 KUHPidana. Dan atau pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951.

“Ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, korabn dilarikan ke RSUD dan mengalami luka robek di sejumlah bagian. Yakni kepala, pinggang, pergelangan tangan dan punggugnya.

Kini pelaku telah diamankan oleh polisi dan akan diselidiki lebih lanjut terkait aksi pembacokan tersebut.

“Kami masih memburu rekan pelaku lainnya yang turut serta,” pungkasnya.
(rcb/ana pojokjabar)

sumber:POJOKJABAR.com,

Friday, 31 March 2017

Sadis…! Pelajar SMK di Kota Depok Nekat Kubur Janin


DEPOK – Perempuan yang berstatus masih pelajar SMK di Kota Depok berinisial C, kemarin kepergok menguburkan janin di Jalan H Moh Tohir Rt2/2 Kelurahan Pondok Cina, Beji.

Kuat dugaan janin yang masih berusia lima bulan itu hasil hubungan terlarang yang tak betanggungjawab.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho mengatakan, penemuan bayi tersebut berawal lima anak

yakni Dori (12), Alfian (12), Husen (12), Rizky (12), dan Rahman (12) tengah bermain sepakbola.

Usai bermain sepakbola, salah seorang saksi bernama Rizky (12) melihat kain berwarna putih yang berada di samping kontrakan

Jalan H Moh Tohir RT02/02 KelurahanPondok Cina Kecamatan Beji.

“Sehabis main bola kelima anak tidak sengaja menemukan adanya kain berwarna putih,” ujar Teguh kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (30/03/2017).

Teguh mengungkapkan, dikarenakan merasa curiga dengan adanya kain berwarna putih, salah seorang saksi mata Rizky (12),

mencoba dengan menggali tanah dengan cara mencungkil menggunakan batang kayu yang ditemukan tidak jauh dari penemuan janin bayi.

Dia bersama temannya terus melakukan penggalian sehingga terlihat tangan dari janin bayi.

Karena yakin dengan adanya janin bayi yang dikubur, sambung Teguh akhirnya Rizky bersama temannya menghubung pengurus lingkungan.

Dari hasil penggalian, ditemukan bayi berusia sekitar empat hingga lima bulan dan segera melaporkan ke Polsek Beji.

Setelah dilakukan olah tempat perkara, Polsek Beji menghubungi tim identifikasi Polresta Depok guna ditindaklanjuti denganmembawa janin tersebut ke RS Polri Kramat Jati.

“Kami telah memeriksa sejumlah saksi guna mencari tahu pemilik dari janin bayi,” tutup Teguh.
(radar depok/dic)

sumber:POJOKJABAR.com,

Thursday, 30 March 2017

Dinkes Kabupaten Bogor Gratiskan Obat Penyakit Tuberculosis



BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, harus bekerja keras untuk menekan penderita penyakit Tuberculosis (TBC) yang masih tinggi.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulamgan Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Bogor, dr Intan Widayati mengatakan,

target program nasional sesuai dengan target eliminasi global yakni tahun 2035 bebas TBC dan Indonesia tahun 2050.

Lebih lanjut ia mengatakan, eliminasi TB merupakan tercapainya cakupan kasus satu per satu juta penduduk.

Beberapa strategi penanggulangan yang dilakukan Pemkab Bogor, diantaranya dengan peningkatan akses layanan yang bermutu.

Selain itu, pengobatan pencegahan dan imunisasi TB serta memaksimalkan penemuan secara dini.

Menurutnya, fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) seperti rumah sakit pemerintah, swasta dan rumah sakit Paru Gunawan Bogor (RSPG) menjadi salah satu kebijakan strategis untuk penanganan penyakit.

Ia menambahkan, obat anti tuberkulosis (OAT) untuk penanggulangan juga disediakan secara gratis.

“Saya ingin ingatkan pasien TBC tidak dipisahkan dari keluarga, masyarakat dan pekerjaannya. Pasien memiliki hak dan kewajiban yang sama,” tuturnya.

Hingga tahun 2016, Pemkab Bogor telah memiliki layanan penanggulangan TBC dengan strategi DOTS terdiri dari 101 Puskesmas yang tersebar di 40 kecamatan,

1 RS Swasta yakni RS Dompet Dhuafa dari 15 RS swasta, 4 RS Pemerintah, Lapas Cibinong, serta dua klinik swasta.

Ia menjelaskan, dari 9 puskesmas yang telah melakukan kegiatan ketuk pintu tahun 2016 diperoleh hasil jumlah rumah yang dikunjungi sebanyak 500 rumah. Sedangkan, jumlah yang diskrining TBC 1.390 orang.

Sementara, jumlah yang ditemukan terduga penyakit Tuberculosis 139 orang dan jumlah yang dirujuk ke Puskesmas 112 orang serta jumlah kasus yang didapatkan 40 orang yang 9 orang diantaranya mengandung kuman TBC hidup.

“Saya harapkan seluruh puskesmas dapat secara serentak menggerakkan pemberdayaan masyarakat dalam melakukan penjaringan kasus TB,” tukasnya.

(sumber:pojok jabar)

Wednesday, 29 March 2017

Penyebab Tewasnya Bocah di Bandung Ini Ternyata Kedua Orang Tuanya Sendiri


BANDUNG BARAT – Satreskrim Polres Cimahi beserta Unit Reskrim Polsek Cipatat  amankan dua pelaku penganiayaan terhadap MKA. Dua pelaku yang diamankan yakni TB Hadi Komala (26) dan Ani Cahyani, yang merupakan orang tua korban.

Keduanya sempat menjadi daftar pencarian orang, dan kemudian diamankan polisi di tempat persembunyiannya. Diketahui MKA bocah berumur tiga tahun ini, meninggal dunia dengan sekujur luka lebam di tubuhnya. Dirinya dianiaya ayah tiri beserta ibu kandungnya di rumahnya yang beralamatkan di di Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu 25 Februari 2016, kemarin.

Ialah MKA, harus meregang nyawa setelah dirinya di siksa oleh TB Hadi Komala (26) dan Ani Cahyani. Bocah  laki-laki tersebut, disiksa dengan cara dipukuli dan direndam dalam ember plastik, di rumahnya pada Sabtu 25 Februari 2016,

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan kedua pelaku berdalih tega melakukan penganiayaan tersebut untuk menyembuhkan korban.

“Korban ini sering rewel dan menangis, keduanya menduga korban ini di teluh oleh ayah kandungnya,” kata Yusri melalui pesan singkatnya, Senin (27/3/2017).

Dari hasil pemeriksaan, Yusri menuturkan, korban di pukul oleh ayah tirinya tersebut, sebanyak tiga kali di bagian dada dan perut. Setelah itu, korban di lempar beberapa kali ke kasur kamar korban.

“Korban juga di masukan ke dalam ember berkali-berkali, selama 5 sampai 10 detik, dan karena korban terus menangis, korban kemudian di tendang oleh pelaku ini,” tuturnya.

Tak berhenti sampai di situ, penyiksaan terhadap bocah mungli tersebut, kemudian kembali di pukul di bagian dada dan perut hingga kepalanya terbentur dan korban tak sadarkan diri. Dari pengungkapan kasus ini, polisi amankan beberapa alat bukti seperti satu ember yang di gunakan pelaku untuk menyiksa korban, satu unit motor, dan satu sandal yang di pakai untuk memukul korban.

Saat ini, guna mempertangungjawabkan perbuatannya, keduanya di tahan di Polsek Cipatat, Polres Cimahi. Keduanya dikenakan pasal 80ayat 3 dan 4 UU perlindungan anak no 35 tahun 2014, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.
(bie)
~ Penganiayaan ~

sumber:POJOKJABAR.com,

Thursday, 23 March 2017

Tembak Mati Bandar Narkoba di Medan, Polisi Sita Motor Harley



Medan - Polisi menembak mati bandar narkoba sindikat Malaysia-Aceh-Medan-Jakarta di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Selain menembak mati bandar narkoba, polisi juga menembak mati koordinator pengantar (transporter) distribusi narkoba karena melawan.

"Bandar tersebut berinisial H. Sementara, pengantar distribusinya berinisial A alias AI," kata Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Kamis (23/3/2017).

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita dua bungkus pil happy five, sepucuk senjata AK-47 lipat, sepucuk senpi revolver SMW, 250 butir peluru kaliber 5,6, sebuah pisau, 4 unit mobil masing-masing Toyota Harrier, Pajero Sport, Mitsubishi Outlander, Honda Jazz, satu unit kendaraan Harley Davidson serta sejumlah buku tabung.

Eko menjelaskan, pengungkapan ini merupakan pengembangan sebelumnya dengan barang bukti sabu seberat 6,5 kilogram, 190 ribu butir pil ekstasi dan 50 ribu butir pil happy five di sebuah ruko mewah di Jakarta dan di Bogor.

Dari situ, petugas menangkap seorang pengendali narkoba di Jakarta yang berinisial M. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, M diperintah H dari Medan.

Mendapati informasi tersebut, tim Mabes Polri kemudian berkoordinasi dengan Wadir Reserse Narkoba Polda Sumut AKBP Yossy untuk melakukan pengembangan di Medan.

Setelah itu, pada Selasa (21/3), tim gabungan menuju sebuah perumahan di Helvetia, Medan. Dari situ, petugas kemudian menangkap bandar sindikat Internasional berinisial H. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap AI sebagai koordinator transporter distribusi di Aceh.

"Tim dibagi dua. Tim pertama melakukan pengembangan terhadap pelaku H, karena diduga masih menyimpan senpi dan narkotika di Binjai. Sementara, tim kedua melakukan pengembangan terhadap pelaku AI karena diduga masih menyimpan senpi dan narkotika di Pangkalan Brandan," papar Eko.

Eko melanjutkan, saat tim kedua melakukan pengembangan, pelaku AI melakukan perlawanan. Petugas yang melakukan tembakan peringatan tidak diindahkannya. Akhirnya, petugas melakukan tindakan tegas dan menembak mati AI.

"Kemudian tim pertama melakukan pengembangan terhadap pelaku H untuk menunjukkan di mana tempat senpi lainnya. Namun, H melawan petugas sehingga diambil tindakan tegas (menembak H) dan H meninggal dunia," terangnya.

Eko mengatakan, penindakan terhadap jaringan ini sudah diintai selama 2 bulan. Dalam catatan polisi, pelaku H merupakan residivis dalam kasus narkoba.

"Terkait senpi ini, masih kita dalami. Jadi, narkoba dari Malaysia ini masuk dari perairan. Kalau di Sumut sendiri masuk di Asahan," imbuhnya.

"Sumut ini tempat peredaran sekaligus transit narkoba. Untuk pelaku ini, setelah menerima di Medan langsung dikirim ke Jakarta," tambah Eko yang didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto.

Kini, kedua pelaku yang ditembak mati petugas itu sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Sementara, barang bukti sudah disita dan petugas tengah mengembangkan kasus tersebut. 
(sumber:kompas)

Friday, 10 March 2017

Polisi Bekuk Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Cianjur

CIANJUR – Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur berhasil menangkap tersangka pelaku pengguna narkotika jenis shabu-shabu di wilayah hukum Polres Cianjur.

Tersangka bernama Doni Irwansyah (29) warga Kp. Cisasak RT. 006/004 Desa Cimaragan, Kec. Cidaun, Kab. Cianjur berhasil ditangkap kepolisian di jalan Raya Cibeber Pertigaan Kp. Warungtiwu Desa Peuteuy Condong, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur, Kamis (9/3/2017).

Doni berhasil ditangkap kepolisian beserta barang bukti berupa 11 kantong plastik klip bening, didalamnya berisikan shabu-shabu seberat 11,74 Gram (bruto), yang di simpan tersangka di saku celana bagian depan sebelah kiri.

Bukan hanya itu saja, kepolisian Polres Cianjur juga menemukan satu buah alat hisap/bong yang terbuat dari botol bekas minuman C1000 yang disimpan tersangka dipintu depan sebelah kiri mobil Honda Mobilio No.Pol : B-2196-TFR warna putih.

“Tersangka dan diamankan petugas di Polres Cianjur. Atas perbuatan tersangka dikenakan PASAL 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Drs Yusri Yunus.

(ant) sumber:pojok jabar

Thursday, 9 March 2017

Istri Bos Koperasi Pandawa Depok Ikut Jadi Tersangka, 22 Orang Ditahan



DEPOK – Polda Metro Jaya terus menangkap tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Pandawa Group. Hingga Rabu (8/3/2017) jumla tersangka kasus tersebut bertambah menjadi 22 orang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan, tersangkanya  sekarang menjadi 22 orang. Ini terdiri dari diamond, kemudian dari  leader, lalu ada istri dan ketua koperasi.

“Jadi tersangkanya ada 22 orang yang kita tahan,” jelas Argo.

Penyidik juga terus menerima laporan polisi dari korban. Sebelumnya ada 22 laporan, sekarang menjadi 31 laporan polisi.

(ant) sumber: pojok jabar