Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Showing posts with label bencana alam. Show all posts
Showing posts with label bencana alam. Show all posts

Thursday, 8 June 2017

Sehari, Kota Bogor Diterjang Lima Titik Longsor


BOGOR – Bencana tanah longsor masih menghantui Kota Hujan. Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bogor Senin (5/6) malam, tebingan turap di sekitar jembatan NV Sidik Jalan Raya Batutulis II Kecamatan Bogor Selatan longsor.

Kejadian itu tak hanya membuat kondisi Jembatan NV Sidik  bahaya untuk dilewati, tapi juga memutus akses ke beberapa rumah warga yang letaknya tak jauh dari lokasi.

Warga RT 03/04 Kelurahan Batutulis Didih (70) merupakan salah satu pemilik dari dua rumah yang halaman rumahnya ikut terbawa longsor. Kini, dirinya tidak lagi bisa keluar masuk ke rumahnya melalui pintu depan. Melainkan harus lewat pintu belakang.

“Ini posisinya halaman depan kita. Masih ada pintu belakang, tembusnya di gang yang satunya lagi,” jelasnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Selasa (06/06/2017).

Jalan aspal yang bisa dilewati motor itu menghubungkan antara jalan Raya Batutulis II dengan perkampungan RT 03/4 Kelurahan Batutulis.

Dengan ambruknya bersamaan dengan dinding turap di aliran sungai Cipakancilan, kini akses jalan tersebut terpaksa ditutup sementara dengan sebatang bambu.

Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 7 June 2017

Ngeri… Banjir dan Longsor Kepung Bogor Selatan


BOGORLongsor kembali menerjang Bogor. Akibat hujan deras yang terus mengguyur sepanjang sore hingga malam, tebing setinggi lima meter di RT 02/01 Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, ambruk dan menimpa rumah warga.

“Awalnya hujan besar, lalu disusul suara gemuruh. Ada dua rumah yang tertimpa,” ujar Kristian (36), warga Rangga Mekar yang tinggal hanya beberapa meter dari lokasi longsor kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Senin (05/06/2017).


Kristian menuturkan, tebing itu tiba-tiba longsor dan menumpahkan air bah ke jalanan di bawahnya. “Seperti air terjun. Airnya kencang, mobil nyaris terbawa,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, longsor juga memutus akses jalan setapak di wilayah RT 01/07 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Longsoran itu mengakibatkan dapur rumah milik Padma (50) amblas. Tidak ada korban jiwa atau pun luka dalam peristiwa itu.


Sumber : POJOKJABAR.com

Monday, 5 June 2017

Akibat Lonsor, Pengendara Harus Hati-hati Saat Melintas di Jalan Raya Cipayung Depok


DEPOKPengendara maupun masyarakat yang melintasi Jalan Raya Cipayung mesti hati-hati. Jumát (2/6), longsor menerjang jalan tersebut hingga bagian bawah jalan tergerus di RT06/10 Kelurahan Bojong Pondok Terong Kecamatan Cipayung.

Kini kondisi lalu lintas terpaksa kendaraan yang melintas harus bergantian. Salah seorang warga Kelurahan Bojong Pondok Terong, Jamaludin (47) mengatakan, longsor yang terjadi di Jalan Raya Cipayung Kelurahan Bojong Pondok Terong Kecamatan Cipayung, harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Depok.


Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, bukan tidak mungkin longsor akan melumpuhkan Jalan Raya Cipayung. “Jangan sampai longsor tersebut mengakibatkan jalan patah.

Nantinya membuat lumpuh akses jalan seperti yang terjadi di Jembatan Pitara beberapa waktu lalu,” ujar Jamaludin kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (02/06/2017).

Jamaludin menjelaskan, longsor di Jalan Raya Cipayung menyebabkan bagian penyangga jalan mengalami kerusakan, sehingga hanya penyangga sebelah jalan yang menjadi penahan jalan tersebut.

Selain itu, akibat longsor Jalan Raya Cipayung mengalami keretakan yang cukup parah, sehingga dapat membahayakan pengendara yang melintas di jalan tersebut.


Sumber : POJOKJABAR.com

Wednesday, 10 May 2017

Empat Lokasi Longsor Terjang Depok


DEPOKHujan deras yang melanda Kota Depok, mengakibatkan empat titik longsor, Minggu (7/5). Longsor terparah, terjadi di perumahan PGRI RT2/9 Kelurahan Kalibaru, Cilodong.

Satu rumah rusak akibat tertimbun tanah dari tebing. Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah, Siti Maisaroh mengatakan, kejadiannya sekitar puklu 19.00 WIB. Saat itu, dia hendak mengambil air whudu untuk melaksanakan salat Isya.


Namun, usai mengambil air whudu dia mendengar suara gemuruh didepan rumahnya. “Ada bunyi seperti batuan yang jatuh di samping rumah, karena curiga saya keluar untuk memastikan,” kata ibu berusia 54 tahun ini dilokasi kejadian.

Kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Maisaroh melanjutkan, tak sempat mengambil mukena, usai berwhudu, dia langsung keluar dan langsung memberitahukan kepada anak-anak dan cucunya untuk segera keluar rumah. Karena beberapa batuan dari tebing terlihat berjatuhan perlahan dan mengotori teras rumahnya.

“Saya sudah curiga mau longsor, karena batuan sudah memenuhi teras, segera saya mengajak anak dan cucu saya untuk mengungsi,” lanjut Maisaroh.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tujuh Desa di Kabupaten Bogor Rawan Longsor


BOGORPergeseran dan tanah longsor, masih menghantui warga Pamijahan. Berdasarkan pemetaan daerah rawan bencana yang dibuat Pemerintah Kecamatan Pamijahan, terdapat tujuh desa yang masuk dalam zona berbahaya.

Adalah, desa Cibunian, Purwabakti, Ciasmara, Ciasihan, Gunungsari, Gunungpicung, dan Gunungbunder. Menurut Sekcam Pamijahan, Dedi Supriadi, terdapat satu desa yang rentan terjadi longsor, yakni Purwabakti.


Mengantisipasi hal itu, pemerintah kecamatan menginstruksikan kepada seluruh kepala desa, serta linmas agar meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

“ Apalagi saat terjadi hujan lebat. Sebisa mungkin warga yang tinggal di daerah rawan mengungsi ketempat aman ketika hujan turun dalam waktu yang lama,” ujarnya kepada wartawan.

Ia juga meminta kepada warga untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan. Juga menjaga lingkungan di sekitar.

Sementara, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Koesparmanto, menyebut ada 24 kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana.

Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) ini juga menyebut, peningkatan daerah bencana alam sudah tak dapat dibendung. Seperti yang terjadi di Kecamatan Jasinga, beberapa waktu lalu.

“ Jasinga yang tidak pernah banjir pun mengalaminya,” terangnya beberapa waktu lalu.


Untuk penanganan bencana, tahun ini Pemkab Bogor menganggarkan Rp12 miliar dari APBD. Hanya saja, dana tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Monday, 8 May 2017

Hujan Tak Kunjung Berhenti, Sebuah Rumah di Bogor Alami Longsor


BOGORLongsor kembali terjadi Sabtu (6/5/2017). Sebuah rumah milik warga, Darno alami kerusakan. Darno merupakan warga RT 07 RW 11, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong.

Peristiwa tersebut terjadi diduga akibat imbas dari hujan deras yang terjadi Jum’at (5/5/2017) malam. Akibat hal tersebut, pagar rumah dan bagian teras rumah Darno alami longsor.
“Kejadiannya sekitar pukul 06.30 WIB,” kata Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materil. Kini, pihak kepolisian bersama warga setempat mencoba membantu membuat turab penahan sementara di lokasi kejadian.

“Keluarga korban sudah berhasil dievakuasi,” pungkasnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Thursday, 20 April 2017

Pohon Tumbang di Budi Agung Bogor, Warga Nekat Melintas


BOGOR – Pohon tumbang menggegerkan warga yang ada di wilayah Perumahan Budi Agung Bogor Rabu (19/4/2017). Pasalnya, jalan depan perumahan Budi Agung tertutup oleh bagian pohon yang jatuh.

Saat kejadian, di lokasi terdapat sejumlah warga yang sedang melintas. Ada juga beberapa supir ojek dan becak yang sedang mangkal.
“Tidak ada korban yang kena pohon tumbang,” kata salah satu saksi, Rohim kepada Pojokjabar.

Meski rintik hujan masih ada, warga segera mengevakuasi pohon tersebut. Dari informasih yang dihimpun Pojokjabar, pohon tumbang diduga akibat angin kencang yang datang.

Menurutnya saat itu angin kelihatan berputar bolak-balik di lokasi kejadian.

Meski evakuasi belum selesai dilakukan dan masih banyak puingan pohon berserakan di jalan, warga terlihat tetap melintas di lokasi. Baik dengan jalan kaki maupun dengan sepeda motor.

Salah satu pengemudi motor, Una mengatakan dirinya menerobos lokasi tumbangnya pohon lantaran harus berangkat ke kampus.

“Ini mau ke kampus dekat sini (Budi Agung), jadi lewatnya jalan sini,” pungkasnya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 11 April 2017

Hujan Disertai Angin Kencang Terjadi di Bogor, di Perkirakan Badai sampai….




BOGOR – Badai kembali menerjang Bogor kemarin (10/4). Angin kencang yang menyertai hujan menghantam sejumlah atap bangunan warga, gedung perkantoran, papan reklame, hingga baliho-baliho besar. Hingga malam tadi, sedikitnya 10 titik bencana teridentifikasi oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kota Bogor.

Sepanjang Senin pagi, udara di Kota Hujan terasa begitu panas menyengat. Seperti kerap diinformasikan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), kondisi itu menjadi pertanda akan datangnya hujan deras, petir, disertai angin kencang atau puting beliung. Benar saja, sekitar pukul 16.00, sambaran kilat menggelegar bertubi-tubi di langit Bogor.

“Pukul 16.30, kita dapat info Gedung Rektorat Prof Rubini Atmawidjaja Universitas Pakuan tersambar petir. Terjadi korseleting listrik,” tutur operator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD, Achmad Maulana, kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Informasi yang dihimpun, terlihat percikan api dan asap keluar dari kampus yang berlokasi di RT 01/RW 06 Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah itu. BPBD kemudian mengerahkan pasukan pemadam untuk mencegah api meluas dan menjadi kebakaran hebat.

“Tujuh unit pemadam kebakaran dikerahkan. Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian ditaksir Rp300 juta. Peralatan komputer banyak terkena korseleting listrik,” kata Achmad.

Di waktu yang nyaris bersamaan, dahan pohon asem ranji besar patah dan melintang di Jalan NV. Sidik, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan. Dahan itu juga menimpa kabel listrik dan minibus yang terparkir di tepi jalan. Tak ada korban jiwa ataupun luka, tapi kerugian materi mencapai jutaan rupiah.

“Kita juga mendapat laporan pohon tumbang jenis Kelor Laut di Jalan Durian Raya depan Eks Balebinarum, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur,” katanya.

Akibat kejadian ini, satu unit motor ojek online milik Muhammad Ardi, warga Kampung Muara Kidul RT 04/RW 11 Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, rusak parah. Ardi, si empunya motor tidak mengalami luka.

“Lalu ada pohon tumbang juga jenis Kembang Kenanga di Perumahan Villa Citra, Jalan Gandaria Blok E3 Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara. Kondisinya mengancam rumah milik Bapak Wiryana,” jelasnya.

Lalu, sambung Achmad, terparah adalah pohon tumbang yang menimpa lima rumah di RT 02/RW 01 Kelurahan Bojong Kerta, Kecamatan Bogor Selatan. Di antaranya milik Hali dengan 1 KK/2 Jiwa, Piah 1 KK/6 Jiwa, Ato 1 KK/4 Jiwa dan Oting 1 KK/1 Jiwa. Mayoritas bagian dapur rumah dan kamar tidur yang mengalami rusak parah. “Tidak ada korban jiwa ataupun luka,” tukasnya.

Selain pohon tumbang, hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan atap rumah di Baranangsiang RT 05/RW 07 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, roboh. Atap rumah itu milik Rosmiati (62) dan dihuni 2 KK/3 Jiwa.

Sementara di perumahan Asrama Teplan RT 02/01, RT 02, 03, 04/ RW05, RT04, 05/RW 12 Kedung Badak, Tanah Sareal, angin puting beliung meluluhlantakkan atap rumah warga. Kondisi serupa juga terjadi di RT 01, 02 dan 03/RW 02 Kelurahan Cibuluh, Bogor Utara. Sedikitnya atap 40 rumah terbawa angin dan beberapa pohon tumbang.

Selain itu, puting beliung juga mengoyak papan reklame SPBU Warung Jambu di Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara. Angin kencang merobohkan papan dan memecahkan kaca dan merusak atap tiga gedung di sekitarnya.

Saksi mata, Irwan Heriawan (35) mengatakan, serangan angin terjadi begitu cepat. Diawali suara seperti siulan kencang diiringi gemuruh atap-atap seng saling beradu. Yang paling mengejutkan adalah ketika suara kaca dinding ruko pecah karena tekanan angin yang begitu dahsyat.

“Ngeri, kayak di film. Suara kencang, bruuukkk… mencekam,” tuturnya.

Ancaman cuaca ekstrem sudah berkali-kali disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga, Budi Suhardi. Melalui pemberitaan media termasuk Radar Bogor, Budi mengingatkan ancaman puting beliung dan sambaran petir selama musim pancaroba. Ia juga mendesak pemerintah melakukan upaya antisipasi bencana, terutama longsor dan banjir di sejumlah wilayah.

“Kami telah memprediksi hujan dengan intensitas tinggi dan petir serta angin kencang pada pukul 19.00 hingga 22.00, 10 April ini. Wilayah terdampak di antaranya Bogor Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, dan meluas ke Garut, Bandung, Subang, dan sekitarnya,” jelas Budi kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Senin (10/04/2017).

Stasiun Klimatologi Dramaga, Budi, juga memprediksi kondisi serupa masih terjadi beberapa hari ke depan. Hari ini misalnya, cuaca Bogor di pagi hari akan cerah dengan suhu 23 derajat celcius. Kemudian berganti dengan hujan dan petir di siang hari dengan suhu 30 derajat celcius. “Malam hari juga akan hujan sedang dengan perkiraan suhu 23 derajat celcius,” ungkapnya.

Hampir serupa, hasil prediksi perkiraan cuaca Bogor pada esok hari (12/4) akan terjadi hujan ringan dengan suhu 23 derajat celcius. Kemudian berganti dengan hujan petir di siang hari dengan suhu 31 derajat celcius, dan hujan ringan di malam hari dengan suhu 23 derajat celcius.

Pihaknya juga memprediksi cuaca Bogor pada Mei mendatang, intensitas hujan akan menurun. Sehingga masyarakat perlu mewaspadai April sebagai masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. “Untuk bulan depan hujan sudah mulai berkurang,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil prediksinya juga, Ramadan yang bertepatan di bulan Mei dan Juni mendatang, kondisi cuaca Bogor tetap mengering. “Hujan masih ada tapi sudah jarang terjadi, karena prediksi kita sudah masuk musim kemarau,” tandasnya.

ent.sumber:(pojokjabar)

Thursday, 6 April 2017

Tasikmalaya Kembali Diguncang Gempa 3,3 SR, Ini Penjelasannya




TASIKMALAYA – Gempa tektonik berkekuatan 3,3 Skala Ricther (SR) kembali mengguncang wilayah Jawa Barat Rabu (5/4/2017) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa yang terjadi berada di 67 kilometer Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya.

Gempa yang terjadi dapat dirasakan hingga pantai Pangandaran. Namun, Kepala Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Kabupaten pangandaran, Nana Ruhena mengatakan selama empat bulan setidaknya ini bukan kali pertama terjadinya gempa.

“Sejak Januari sampai bulan ini (April) 2017, gempa yang terjadi di wilayah Pantai Selatan tercatat sudah delapan kali terjadi,” ungkapnya Rabu (5/4/2017).

Bukan hanya di wilayah Tasikmalaya saja, gempa juga terjadi di wilayah Cilacap. Yakni 3,4 SR. Meski berbeda wilayah, namun gempa di Cilacap dapat dirasakan di Kabupaten Pangandaran.

Hal tersebut lantaran Kabupaten Cilacap berbatasan dengan Tasikmalaya. Dalam hal ini, ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dalam segala situasi yang ada.

Meski gempa yang terjadi tidak menimbulkan kepanikan warga, ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dalam keadaan apapun. Apalagi, bencana alam tidak pernah diketahui kapan datangnya.

“Tidak berpotensi tsunami, tapi masyarakat harus selalu waspada,” pungkasnya.

Sumber:(pojokjabar)

Orang Tua Tertimbun Longsor, 3 Siswa SDN Banaran Jadi Yatim Piatu


Ponorogo - Duka mendalam dirasakan keluarga besar SD Negeri Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. 11 Siswa dan 1 guru menjadi korban tanah longsor. Bahkan tiga siswa harus kehilangan kedua orang tua.

"Ada 11 anak yang menjadi korban dan satu guru. Dengan rincian, 3 anak kehilangan kedua orang tuanya, satu anak kehilangan ayah, satu anak kehilangan ibu dan adik serta satu orang guru yang rumahnya tertimbun," kata salah seorang guru SDN Banaran, Sudarsio, Kamis (6/4/2017).

Tidak hanya kehilangan anggota keluarganya, sebagian siswa juga harus kehilangan tempat tinggal. Berikut ini nama-nama siswa dan guru SD Banaran yang terdampak tanah longsor Sabtu, 1 April lalu.

1. Brian, Kelas 4, ibu dan bapak hilang, rumah tertimbun longsor
2. Putri Ananta, kelas 3, ibu dan anak hilang
3. Dia Rosa, Kelas 6, ibu dan bapak hilang
4. Intan, Kelas 4, ibu dan adik hilang, rumah tertimbun longsor
5. Agus Tri Saputra, Kelas 4, bapak hilang
6. Roin Umaya, Kelas 6, rumah tertimbun longsor
7. Michael, Kelas 3, rumah tertimbun
8. Jihan, Kelas 2, rumah tertimbun longsor
9. Adin, kelas 2, rumah tertibun longsor
1o. Naila safitri, kelas 4, rumah tertimbun longsor
11. Mei, Kelas 2, rumah tertimbun longsor
12. Duduk Siswanto, guru, rumah tertimbun longsor

Pihaknya berharap, seluruh korban longsor yang hilang bisa segera ditemukan, sehingga proses pemulihan psikologis para siswa bisa dilakukan lebih cepat. Saat ini aktifitas seluruh siswa SD Negeri Banaran di Masjid Ibadus Sholihin, karena takut terjadi longsor susulan.

Sementara itu hingga hari kelima proses pencarian korban hilang, tim SAR gabungan baru berhasil menemukan tiga jenazah, sedangkan 25 sisanya masih dalam penyisiran. Rencananya hari ini pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memfokuskan pada titik-titik yang dimungkinkan terdapat jasad korban. 

Sumber:(detik.com)

Wednesday, 5 April 2017

Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang Segera Tangani Titik Longsor di Depok


DEPOK – Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (PUPR) Depok, serius menangani titik longsor dan sejumlah daerah rawan longsor. PUPR telah mengajukan usulan penambahan dana guna memperbaiki sembilan titik longsor, dan penanganan sementara longsor susulan.

Kabid Sumber Daya Air PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty mengatakan, guna mengatasi terjadinya longsor diwilayah Kota Depok, pihaknya telah berupaya melakukan berbagai penanganan sementara. Dia mengakui, telah memetakan dan mendata wilayah yang mengalami longsor terutama yang berbatasan dengan jalan raya.

“Sejak awal Januari kami sudah memetakan beberapa titik rawan longsor, seperti di Jalan Raya Krukut Kecamatan Limo,” ujar Citra kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (04/04/2017).

Citra menjelaskan, selain melaksanakan penanganan sementara, PUPR sudah memberikan usulan untuk perbaikan titik longsor dengan biaya tidak terduga. Dalam usulannya, ada sembilan titik longsor yang akan ditangani dengan menggunakan biaya tak terduga. Namun, pihaknya belum dapat memberikan besaran usulan pengajuan biaya terduga.

Sementara itu, Sekretaris PUPR, Supomo mengungkapkan, mencegah terjadinya longsor susulan dan melebarnya daerah longsor, PUPR telah melaksanakan penanganan dengan berbagai cara. Diantaranya, dengan menggunakan bronjong, memberikan bambu sebagai penahan penyangga, dan memberikan tanda guna tidak dilintasi masyarakat.

“Dari catatan kami, ada sekitar 10 titik longsor diwilayah Kota Depok,” singkat Supomo. Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Veronica Winwin Widarini menuturkan, Pemerintah Kota Depok harus segera mungkin melaksanakan penanganan terhadap titik longsor.

Ada beberapa titik rawan longsor terutama disepanjang kali yang berbatasan langsung dengan jalan raya. Seperti, Jalan Raya Tanah Baru, Jalan Raya Pitara, dan Jalan Raya Krukut.
(radar depok/dic)

sumber:POJOKJABAR.com,

Wednesday, 29 March 2017

Ambruk… Puting Beliung di Bogor Hancurkan Pemantau Angin


BOGOR – Cuaca ekstrim juga terjadi di Bogor menyebabkan atap milik Kantor Stasiun Klimatologi Klas I Dramaga, Kabupaten Bogor ambrol diterjang puting beliung.

Tak hanya itu, hujan deras disertai angin puting beliung merusak sejumlah peralatan pencatat angin milik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).

Cuaca ekstrim yang menimpa stasiun pencatat hujan terjadi pukul 14:28.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu tiang pencatat kecepatan angin (anometer) roboh dan ruangan pengolahan data serta informasi rusak.

“Angin kencang terjadi siang hari dengan kecepatan angin mencapai 48 knot,” ujar Kepala Seksi Observasi Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga Bogor Sunaryo  kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Selasa (28/03/2017).

Sebelum peristiwa terjadi, kata Sunaryo sudah diprediksi potensi angin kencang bakal terjadi di kawasan tersebut.

“Ada tanda-tanda sekitar pukul 13:30 pertumbuhan awan sibi dari arah barat terjadi pernurunan suhu yang sangat drastis,” jelasnya.

Penurunan suhu terakhir terdeteksi menunjukan angka 32.8 drajat celcius setelah itu menurun drastis menjadi 22.6 drajat celcius.

“Jika dianalisa penurunan itu menunjukan akan terjadinya angin kencang,” tuturnya.

Suhu udara yang pengap dan gerah juga sempat dirasakan sebelum peristiwa tersebut. Angin kencang terus meningkat sejak 22 knot lalu naik menjadi 24 knot dan akhirnya terus meningkat menjadi 48 knot.

“Beberapa kerusakan terjadi di taman alat, tiang pencatat kecepatan angin dengan ketinggian 10 meter roboh, pintu sangkar metrologi di ketinggian 7 meter juga lepas,” terangnya.

Tak hanya itu alat kalibrasi milik BMKG pusat yang dipasang pada ketinggian 10 meter yang berfungsi untuk kalibrasi arah dan kecepatan angin juga terjatuh dan patah.

“Di sekitar kantor banyak pohon tumbang, ruangan milik kepala stasiun juga jebol plaponnya,” ucapnya.

Meski demikian kejadian tersebut dipastikan tidak akan memengaruhi kegiatan klimatologi.

“Meski ada yang rusak tetapi kita masih ada alat backupnya. Yakni dengan menggunakan anometer digital,” imbuhnya.

Hanya saja sampai saat ini dampak kerusakan menyebabkan terganggunya jaringan listrik dan jaringan internet.
(radar bogor/ded/c)

sumber:POJOKJABAR.com,

Hujan Deras dan Angin Kencang, Dua Rumah Amblas di Cidadap Cianjur


CIANJUR – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tanah bergerak dan membuat sedikitnya dua rumah warga di Desa Cidadap amblas. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 17:00 WIB, namun tidak memakan korban jiwa.

Masing-masing rumah warga milik Tarmudin (26) dan Ahmad Hambali (42) di Kampung Ciranca RT5/RW4 dan Kampung Cimapag RT3/RW3, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur kini membutuhkan perhatian serius.

Kepala Desa Cidadap, Budiman mengatakan, sudah mengajukan tembusan melalui laporan secara jelas kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur, PMI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. Kini, pihaknya hanya tinggal menunggu bantuan saja dan semoga bisa terealisasikan secepatnya.

”Akibat bencana alam ditaksir mencapai sekitar Rp33 juta, masih beruntung tidak ada korban jiwa akibat amblasnya rumah akibat pergerakan tanah,” jelasnya.

Ahmad dan Tarmudin mengaku, saat kejadian tengah berada di rumah kumpul bersama keluarga.

”Kalau rumah saya sekitar Rp 15 juta dan tetangga itu katanya sekitar Rp 18 juta. Berharap segera ada bantuan dari Pemkab Cianjur melalui dinas terkait dan jangan sampai kejadian ini terulang kembali hanya cukup satu kali saja,” tandas keduanya kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com).
(radar cianjur/mat)

sumber:POJOKJABAR.com,

Waspada Pohon dan Reklame Tumbang


JawaPos.com – Hujan dengan intensitas besar mengguyur rata wilayah DKI. Hujan turun sekitar pukul 15.23 hingga 17.21. Suhu daerah berubah, dari 28 menjadi 21 derajat. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeringatkan melalui warning system terkait hujan dengan intensitas sedang – lebat bakal mengguyur Jakarta melalui media sosial (Medsos) Twitter sejak pukul 14.22.

Kepala Bagian (Kabag) Humas BMKG Harry Djatmiko mengatakan, hujan kali pertama mengguyur wilayah Kota Bogor lantas menjalar ke Jakarta bagian Selatan hingga Utara. Dia membeberkan, tercatat pada pendeteksi BMKG, pukul 14.15 hujan turun di daerah Cimanggis, Panaragan, dan Kota Bogor. ”Setelah itu, hujan terus mengguyur hingga pukul 17.30 dan meluas ke wilayah Ciputat, Cibubur, hingga Pondok Cabe,” tuturnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos, puncak hujan terjadi pukul 16.00. Tepatnya di Semanggi, Jakarta Selatan. Petir mulai saling menyambar. Langit segera menghitam. ”Awan cumulonimbus terpantau terbentuk sejak pukul 10.00,” terang Harry. Total hujan turun dengan intensitas lebat di Jakarta, terutama bagian selatan, berlangsung hingga dua jam.

Sekitar pukul 17.15, intensitas hujan mulai berubah. Dari intensitas lebat menjadi rendah. Tidak berselang lama, pancaran sinar matahari berusaha menembus awan tebal langit Jakarta. Kemudian, tepat pukul 17.40, pelangi muncul di kawasan langit Semanggi. Sontak beberapa warga mengabadikan proses optik tersebut. Kemunculam proses optik langit itu berlangsung cukup lama. Sekitar 16 menit. Pukul 17.56, pelangi mulai beranjak pergi.

Sementara itu, selain keindahan yang muncul pasca hujan lebat, ada beberapa titik jalan DKI yang sempat mati total. Sebab, jalan tertutup dengan pohon yang tumbang. Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada sekitar 12 titik yang terdapat pohon tumbang.

Kepala Dinas Kehutanan dan Pertamanan Djafar Muchlisin mengatakan, dalam penanganan pohon tumbang, pihaknya bekerja sama dengan beberapa pihak. Diantaranya, Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Petugas Penanganan Sarana Umum (PPSU). ”Kami juga melibatkan polisi untuk membantu menangani lalu lintas. Sebab, pasti macet,” terangnya.

Sementara itu Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan dimana saja pohon-pohon itu bertumbangan. "(Hujan es) setahu saya di Pasar Minggu, Bambu Apus, Cinere, dan Cibubur," ucapnya. Karenanya, Sutopo pun mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati dengan pohon dan papan reklame yang berpotensi tumbang saat terjadinya cuaca ekstrem. (sam/jun)
sumber:JawaPos.com

Friday, 10 March 2017

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Tasikmalaya, Ini Lokasinya



TASIKMALAYA – Puluhan rumah diketahui rusak di Kota Tasikmalaya. Hal tersebut terjadi akibat adanya hujan dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Tasikmalaya.

Setidaknya ada tiga kecamatan di Kota Tasikmalaya yang terkena imbas dari kejadian tersebut yakni Kecamatan Tamansari, Purbaratu dan Kawalu.

Di Kecamatan Tamansari ada tujuh rumah yang rusak. Tujuh rumah tersebut diketahui tertimpa pohon.

“Ada satu rumah juga yang tersapu angin,” kata Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Sonny Kamis (9/3/2017).

Sementara itu, di Kecamatan Purbaratu terdapat satu masjid dan 17 rumah yang terkena dampak angin kencang. Dari 17 rumah, tiga rumah alami rusak akibat pohon yang tumbang.

Sedangkan kecamatan Kawalu, meski terjadi angin kencang namun tidak ada dampak dari angin tersebut.

“Di Kecamatan Cibeureum ada 14 rumah rusak. Padahal kecamatan tersebut tidak masuk dalam peta bahaya,” ungkapnya.

Beruntungnya, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kini, rumah-rumah yang alami kerusakan di bagian atap sudah diberi bantuan berupa tenda terpal untuk sementara waktu.

“Totalnya jadi ada 43 rumah yang rusak,” pungkasnya.

pojokjabar.com(ana/pojokjabar)

Thursday, 22 December 2016

Foto-Foto Dahsyat Banjir Bima Tenggelamkan Kota, Jembatan Desa Terputus, Penerbangan Ditunda

Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.
POJOKSATU.id, BIMA – Banjir bandang yang melanda Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat Kota Bima seperti kota mati. Pasalnya akibat bencana alam itu, ribuan rumah terendam banjir dan penerbangan ditunda.

Banjir bandang yang terjadi di Bima dimulai saat hujan deras terus menerus yang terjadi secara merata, Rabu (21/12/2016).

Hal itu diungkapkan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya kepada redaksi.
“Di Kota Bima, setidaknya lima kecamatan terendam banjir setinggi 1-2 meter. Meliputi Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat dan Punda. 

Kemudian juga merendam lima kecamatan lainnya setinggi dua meter. 

Masing-masing wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na’e. 

Masyarakat dievakuasi, tahanan di LP Kota Bima juga dievakuasi karena terendam banjir,” ucap Sutopo.

Sebanyak 25 rumah rusak berat, lima rumah hanyut, tiga rumah rusak sedang, dan sebuah jembatan negara putus.

Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Bima dan Sumbawa, kata Sutopo, terus melakukan evakuasi warga. Evakuasi dilakukan bersama TNI, Polri, SAR, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan diberikan bagi warga. Kebutuhan mendesak perahu karet, permakanan, selimut, tenda, air bersih, obat-obatan, makanan bayi dan lainnya. BPBD masih melakukan pendataan,” pungkas Sutopo.

Berikut foto-foto banjir Bima yang dihimpun redaksi Pojoksatu.id dari berbagai sumber.

Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.


Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.


Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.
Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.

Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.
Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.
Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.
Banjir yang terjadi di Bima, Rabu (21/1/22016), tenggelamkan kota.
sumber : pojoksatu.id

Wednesday, 23 November 2016

Dihantui Banjir Rob, Pemkab Indramayu Tawarkan Relokasi

Banjir rob yang kerap terjadi Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu 

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU – Ribuan warga warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu akan direlokasi akibat dampak banjir rob yang terjadi belum lama ini.

Kuwu Eretan Wetan, H Edi Suhaedi, mengatakan pihaknya akan menyiapkan lahan untuk relokasi, jika warga yang terdampak banjir rob mau direlokasi Penyiapan lahan tersebut menindak lanjuti keinginan Bupati Indramayu Hj Anna Shopanah yang mengharapkan adanya relokasi bagi para korban banjir.
 
”Kami sudah menyiapkan lahan di dua lokasi, yakni Blok Prempu 1 dan Pangpang 1. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui apakah warga korban banjir mau atau tidak direlokasi,”kata Edi.

Untuk itu, Pemdes dan kepala dusun serta ketua RT akan melakukan pendataan sekaligus menanyakan keinginan para korban banjir. Sementara luasnya lahan yang telah disiapkan sekitar 11 hektare.

Dua lokasi itu, lanjut Edi, aman dari banjir rob. Sehingga, bila relokasi dilakukan, warga di 15 RT yang kerap menjadi korban banjir, tidak perlu berurusan kembali dengan genangan air.

Ditambahkan Edi, ada sekitar 1.300 rumah warga yang terendam. Sejumlah korban banjir pun kini berupaya meninggikan lantai rumahnya, sebagai upaya mencegah air masuk.

“Namun, harapan kami sebelum ada upaya relokasi, dibuatkan dulu break water dan jalan desa ditinggikan. Selain itu, Sungai Ciperawan dan Kali Jajar juga dinormalisasi dan dibangun tanggul. Karena air rob masuk ke sungai dan kali kemudian meluap ke darat dan terjadi banjir,” kata Edi.

Menurutnya, banjir rob yang hampir setiap hari terjadi itu menjadi persoalan sendiri bagi desanya. Banjir tersebut sangat berdampak pada aktivitas perekonomian warganya.

Bupati Indramayu, Hj Anna Sophanah sendiri saat memberikan bantuan pada warga beberapa waktu lalu telah menawarkan opsi relokasi bagi para korban banjir. Menyusul selama ini warga tidak bisa hidup tenang karena dihantui genangan banjir rob setiap hari. Pemkab memang berencana membangun break water dan melakukan peninggian jalan. Namun bila pembangunan itu tidak berdampak signifikan, relokasi adalah jalan agar warga tidak kebanjiran.

sumber : pojokjabar.com

Friday, 18 November 2016

Atasi Banjir di Kota Bandung, Pemkot Butuh Anggaran Hingga Rp 300 Miliar

Kawasan Pagarsih Kota Bandung kembali disergap banjir besar. 

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Banjir yang menimpa Kota Bandung lebih dikarenakan pembangunan infrastruktur yang belum tuntas. Pasalnya, sejak tahun 2014 sudah mulai menata kota untuk mengatasi banjir. Namun, karena anggaran terlalu besar sehingga penanggulangan banjir belum bisa dirasakan secara cepat. Untuk itu, Pemkot Bandung membutuhkan anggaran Rp300 miliar.

“Kalau di hitung-hitung sekitar sepertiga dari anggaran infrastruktur di DBMP (Dinas Binamarga dan Pengairan,red) digunakan untuk penanggulangan banjir,” ujar Walikota Bandung Ridwan Kamil kepada wartawan, Kamis (17/11/2016).

Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sudah meminta DBMP untuk melakukan lelang dengan cara yang lebih inovatif. Karena jika menggunakan cara-cara konvensional, maka pengerjaan baru bisa dilakukan sekitar Juni.

“Posisinya sekarang, kita membutuhkan penanganan cepat,” tegasnya.

Untuk menangani banjir di berbagai titik, Ridwan Kamil mengajak warga untuk berpartisipasi. Salah satunya dengan membongkar bagian rumahnya yang terbuat dari beton, dan menutupi saluran air.

“Jadi kita minta kepada warga yang akses jalannya menutupi saluran air untung dibongkar dan diganti dengan grill,” terangnya.

Penggatian ini, tentunya menjadi tanggungjawab pemilik bangunan. Kecuali yang urgent dan dilihat sangat mengganggu, maka akan dibongkar pemerintah. Untuk warga yang dalam pembongkaran terhambat biaya, Ridwan Kamil mengatakan, itu bisa dibicarakan dengan dinas terkait.

“Pokoknya, akan kita usahakan dan akan kita cari solusinya untuk mengatasi banjir,” katanya.

Ridwan Kamil mengatakan, dirinya sudah mengatasi banjir sejak 2014, namun karena membutuhkan dana yang besar dalam pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir tidak bisa dirasakan cepat manfaatnya.

“Seperti pembuatan danau retensi, itu tidak bisa dilakukan cepat-cepat. Karena butuh biaya banyak, dan lahan yang kita miliki juga tidak banyak. Jadi memang tidak bisa sekaligus,” paparnya.

Yang jelas, lanjut Ridwan Kamil, semua masalah banjir menjadi pioritasnya. Bahkan di tengah tudingan pembangunan trotoar yang merupakan penghamburan, karena menggunakan granit, menurut Ridwan Kamil tetap ada perhatian terhadap pembangunan gorong-gorong.

“Yang kita lakukan saat membangun trotoar adalah membangun drainase juga. Saya bukan hanya memperhatikan keindahannya saja tapi juga faktor penyerapan air,” paparnya.

Bahkan untuk ruas jalan yang sebenarnya merupakan jalan Provinsi dan jalan nasional, seperti Jalan Setiabudi dan Jalan Soekarno-Hatta, Ridwan Kamil meminta pembangunan gorong-gorong sesuai dengan besar sungai yang melaluinya. ada air yang meluber ke luar,” katanya. (mur)

sumber : pojoksatu.id

Tuesday, 15 November 2016

Bencana Longsor Mulai Hantui Warga Kabupaten Bogor!

MENGANCAM: Pengendara motor melintasi salah satu titik rawan bencana longsor di Kecamatan Sukamakmur. 

POJOKJABAR.com, BOGOR – Longsor masih mengancam warga Sukamakmur. Mengingat cuaca ekstrem kerap terjadi di kawasan tersebut. Untuk mengantisipasi, muspika Sukamakmur membentuk tim penanggulangan bencana.
 
Tim ini terdiri atas pemerintah kecamatan, desa, polsek dan koramil setempat.

“ Tim ini nantinya bisa bergerak cepat jika terjadi bencana,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Camat Sukamakmur Zaenal Ashari mengatakan, posko bencana dipusatkan di kantor kecamatan.

“ Kita bentuk untuk penanggulangan bencana,” katanya.
Sementara, terdapat beberapa titik lokasi rawan bencana longsor di Sukamakmur, yakni Desa Sukawangi, Sukaharja, Wargajaya, Sirnajaya dan Pabuaran.

sumber :pojokjabar.com

Monday, 14 November 2016

Lima Desa di Cianjur Diobrak-abrik Angin Kencang

Add caption
POJOKJABAR.com, CIANJUR – Sedikitnya 34 rumah dilaporkan rusak akibat hujan yang disertai angin kencang di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong (08/11/2016).

Hujan deras yang disertai angin kencang terjadi kurang lebih pukul
16.30 WIB dan menghempas lima kampung masing-masing Kampung Pasir Tulang, Kampung Jatisari, Kampung Peuntas, Kampung Cicurung dan Kampung Nyelempet.

Berdasarkan pantauan Radar Cianjur, akibat hujan deras yang disertai angin kencang membuat atap rumah yang terbuat dari asbes, berterbangan dan menyebabkan banyak pohon tumbang.

Warga Kampung Nyelempet, Nanang (35) mengatakan, sebagian lainnya rusak akibat diterjang angin. Tak hanya rumahnya yang rusak, Nanang mengaku trauma dengan kejadian itu. Sebab saat kejadian dia melihat rumahnya nyaris roboh disapu angin kencang.

“Saat itu hujan deras disertai angin. Tiba-tiba ada suara gemuruh lalu muncul angin yang berputar-putar di atas, saya hanya bisa berdiam diri dirumah,” kata Nanang.

Menurut Nanang, bencana angin puting beliung ini berawal saat hujan deras disertai angin kencang menerjang kampungnya.
“Beruntung bangunan rumah saya masih berdiri meskipun atap rumah porak poranda disapu angin kencang,” tuturnya.

sumber :  jabar.pojoksatu.id