DEPOK – Kemacetan panjang terlihat di Jalan Margonda dari Arah Terminal Depok menuju Jakarta. Musababnya, crane yang berasal dari area pusat perbelanjaan
D’Mal mengalami mati mesin dan tersangkut di pembatas Jalan sehingga menutup sebagian badan jalan serta memacetkan Jalan Raya Margonda arah Jakarta, Rabu (22/03/2017).
Wakasatlantas Polresta Depok, AKP Untung mengatakan, kemacetan panjang di Jalan raya Margonda dari arah Depok menuju Jakarta disebabkan mobil crane yang mengalami mati mesin dan tersangkut di pembatas Jalan Raya Margonda.
Akibatnya, kemacetan lalu lintas tidak terbentung, sehingga terjadi antrian yang cukup panjang.
“Dari penuturan pengemudi crane, crane mengalami mati mesik karena kehabisan aki,” ujar Untung kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (22/03/2017).
Guna mengurai kemacetan, sambung Untung jajarannya melaksanakan pengaturan lalu lintas di Jalan Raya Margonda arah Jakarta.
Tidak hanya itu, Jalan Raya Margonda arah Jakarta yang sebelumnya memiliki dua jalur, terpaksa harus menggunakan satu jalur.
Hal itu dikarenakan crane yang mengalami mati mesin tersangkut dipembatas jalan antara jalur cepat dan jalur lambat arah Jakarta.
Salah seorang pengguna jalan yang terjebak kemacetan, Rustandi Fauzi mengungkapkan, akibat mogoknya crane di depan pusat perbelanjaan D’Mall, dia harus terjebak kemacetan sepanjang dua kilometer.
Selain itu, akibat kemacetan panjang banyak pengendara tidak sabar dan saling ingin mendahuli kendaraan.
“Akibat ketidak sabaran pengguna jalan lain, hal itu menambah kesemrawutan di Jalan Raya Margonda,” terang Rustandi.
Rustandi mengatakan, kemacetan di Jalan Raya Margonda membuat dia harus terjebak selama satu jam dari arah Terminal Depok hingga melintasi crane yang mengalami mati mesin.
Nasib yang sama juga dirasakan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. Pradi menuturkan, akibat adanya crane yang mengalami mati mesin, dia mengalami keterlamabatan guna menghadiri undangan kerja.
Saat mengetahui kemacetan di Jalan Margonda diakibatkan adanya aktifitas crane, dia berencana akan memanggil pihak kontraktor yang bertanggung jawab adanya aktifitas crane.
“Saya akan panggil pihak kontraktor dan mempertanyakan tentang crane yang mengakibatkan di Jalan Raya Margonda,” tegas Pradi.
Selain itu, lanjut Pradi telah menginstruksikan aparat keamanan guna mengamankan pengemudi mobil crane.
Seharusnya, kendaraan alat berat dapat beraktifitas di malam hari sehingga tidak mengganggu ketertiban umum dan pengguna jalan, serta peraturan lalu lintas.
“Kasihan masyarakat yang ingin beraktifitas harus terhambat karena adanya crane mogok,” tutup Pradi.
(radar depok/dic)
sumber:POJOKJABAR.com,
D’Mal mengalami mati mesin dan tersangkut di pembatas Jalan sehingga menutup sebagian badan jalan serta memacetkan Jalan Raya Margonda arah Jakarta, Rabu (22/03/2017).
Wakasatlantas Polresta Depok, AKP Untung mengatakan, kemacetan panjang di Jalan raya Margonda dari arah Depok menuju Jakarta disebabkan mobil crane yang mengalami mati mesin dan tersangkut di pembatas Jalan Raya Margonda.
Akibatnya, kemacetan lalu lintas tidak terbentung, sehingga terjadi antrian yang cukup panjang.
“Dari penuturan pengemudi crane, crane mengalami mati mesik karena kehabisan aki,” ujar Untung kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (22/03/2017).
Guna mengurai kemacetan, sambung Untung jajarannya melaksanakan pengaturan lalu lintas di Jalan Raya Margonda arah Jakarta.
Tidak hanya itu, Jalan Raya Margonda arah Jakarta yang sebelumnya memiliki dua jalur, terpaksa harus menggunakan satu jalur.
Hal itu dikarenakan crane yang mengalami mati mesin tersangkut dipembatas jalan antara jalur cepat dan jalur lambat arah Jakarta.
Salah seorang pengguna jalan yang terjebak kemacetan, Rustandi Fauzi mengungkapkan, akibat mogoknya crane di depan pusat perbelanjaan D’Mall, dia harus terjebak kemacetan sepanjang dua kilometer.
Selain itu, akibat kemacetan panjang banyak pengendara tidak sabar dan saling ingin mendahuli kendaraan.
“Akibat ketidak sabaran pengguna jalan lain, hal itu menambah kesemrawutan di Jalan Raya Margonda,” terang Rustandi.
Rustandi mengatakan, kemacetan di Jalan Raya Margonda membuat dia harus terjebak selama satu jam dari arah Terminal Depok hingga melintasi crane yang mengalami mati mesin.
Nasib yang sama juga dirasakan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. Pradi menuturkan, akibat adanya crane yang mengalami mati mesin, dia mengalami keterlamabatan guna menghadiri undangan kerja.
Saat mengetahui kemacetan di Jalan Margonda diakibatkan adanya aktifitas crane, dia berencana akan memanggil pihak kontraktor yang bertanggung jawab adanya aktifitas crane.
“Saya akan panggil pihak kontraktor dan mempertanyakan tentang crane yang mengakibatkan di Jalan Raya Margonda,” tegas Pradi.
Selain itu, lanjut Pradi telah menginstruksikan aparat keamanan guna mengamankan pengemudi mobil crane.
Seharusnya, kendaraan alat berat dapat beraktifitas di malam hari sehingga tidak mengganggu ketertiban umum dan pengguna jalan, serta peraturan lalu lintas.
“Kasihan masyarakat yang ingin beraktifitas harus terhambat karena adanya crane mogok,” tutup Pradi.
(radar depok/dic)
sumber:POJOKJABAR.com,
0 komentar:
Post a Comment