Banner 1

Wednesday, 22 March 2017

Netty Heryawan Datangi Universitas Suryakancana Cianjur, Ada Apa?


CIANJUR – Istri Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan melangsungkan kunjungan ke Kampus Universitas Suryakancana Cianjur (Unsur), Jalan Pasir Gede Raya, Kecamatan Cianjur pada Selasa (21/3/2017).

Kunjungan istri dari orang nomor satu di Jawa Barat itu dalam rangka Kuliah Umum di Gedung Auditorium Unsur seraya mengupas tuntas soal peranan perguruan tinggi dalam peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak, terutama di era globalisasi dan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dalam pemaparannya, Netty menjelaskan kepada khalayak ikhwal perkara tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat, termasuk di Cianjur.

Netty yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Perlingungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat itu ingin agar lembaga kampus, terutama mahasiswa tidak hanya tinggal diam.

Mahasiswa yang memiliki nalar kritis harus pula ikut andil dalam memerangi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitarnya.

“Menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan tahun 2015, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 321.752 perkara. Jumlah itu mengalami peningkatan sembilan persen dari tahun 2014. Dari angka itu 305.535 kasus ditangani Pengadilan Agama dan 16.217 kasus ditangani lembaga mitra dan unit pelayanan rujukan Komnas Perempuan,” papar Netty.


Berdasarkan data tahun 2016 silam hingga bulan Juni, P2TP2A sudah menangani 79 kasus kekerasan terhadap anak, 45 kasus kekerasan dalam rumah tangga, tujuh perkara perdagangan manusia serta 13 kasus lainnya dalam ruang lingkup perempuan dan anak.

“Peranan penting keluarga disini sangat penting sebagai landasan utama menangkal tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Harus ada dari keluarga terlebih dahulu, baru kita menyasar pada pihak lainnya,” terang Netty.

Pemprov Jawa Barat, masih kata Netty, juga ikut berperan dengan memiliki Peraturan Daerah (Perda) Pembangunan Ketahanan Keluarga. Dengan demikian, diharapkan seluruh lapisan masyarakat ikut andil memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan membina keutuhan keluarga.

“Ketahanan terhadap keluarga itu penting. Lihat kanan-kiri mana yang kemudian bermasalah keluarganya, hingga anggota masyarakat yang lain bisa ikut mengawal. Bahkan kalau bisa melaporkan apabila terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitarnya,” tandas Netty.
(radar cianjur/lan)

sumber:POJOKJABAR.com,

0 komentar:

Post a Comment