Banner 1

Wednesday, 8 March 2017

88 Pengusaha Muda Ikut Bertarung di Bogor




BOGOR – Sebanyak 88 pengusaha muda dari berbagai jenis usaha mengikuti babak final Wirausaha Muda Mandiri yang digelar PT Bank Mandiri Tbk (Persero), Senin (06/03/2017).

Mereka unjuk gigi mempresentasikan berbagai produk andalannya kepada dewan juri di Salak Tower Hotel, Kota Bogor.

Senior Vice President Corporate Secretary Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rohan Hafas mengatakan dengan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) ini, Bank Mandiri menjaring wirausaha muda baru untuk digali potensinya, dibina, dikembangkan, dan selanjutnya dijadikan mitra sinergi pengembangan usaha.

“Seleksinya sudah sejak tiga bulan lalu, dan hanya terpilih 88 peserta di tahap final penjurian ini,” ujarnya .

Pada tahap final WMM digelar selama sepekan dan berakhir pada Minggu (12/3) mendatang dengan beberapa tahap. Tak hanya yang sudah memiliki usaha, peserta juga hanya memiliki konsep yang nantinya dapat diterapkan.

“Dari 88 peserta akan diambil 10 besar,” kata Rohan kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group) di sela acara Penjurian Putaran Final Wirausaha Muda Mandiri di Salak Tower Hotel, Bogor, Senin (06/03/2017).

Rohan menjelaskan tim juri tidak hanya dari kalangan pengusaha dan pihak Bank Mandiri saja, tapi melibatkan akademisi, media dan pemerintah di tiap kategori.

Lebih lanjut Rohan mengatakan tahun ini ada perbedaan pelaksanaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dengan tahun-tahun sebelumnya.  Pertama jumlah peserta.

Tahun sebelumnya kata Rohan, bisa mencapai 8.000 peserta dan saat ini hanya 5.000 dan 88 peserta yang masuk pada tahap final berasal dari 12 regional seluruh Indonesia.

Bank Mandiri sebagai panitia ingin meningkatkan dan lebih memprioritaskan kapasitas dari peserta, tidak lagi kuantitas serta menaikkan standar peserta.

Selain itu Bank Mandiri lebih selektif dengan menjaring peserta yang benar-benar memiliki tiga unsur sesuai dengan kreteria yakni memiliki inovasi, keunikan serta dampak sosial bagi masyarakat umum.

“Setelah lulus pelatihan, bisa langsung ajukan kredit. Tidak berbeda dengan pengajuan kredit lain,” imbuhnya.

Selain jumlah peserta yang lebih sedikit, pelaksanaan juga tidak lagi dilakukan di Jakarta.

Kali ini berpindah kota di Indonesia yang dimulai tahun lalu di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan tahun ini di Insitut Pertanian Bogor (IPB).

Rohan juga menjelaskan, seluruh finalis Wirausaha Muda Mandiri akan mendapat akses pembiayaan melalui fasilitas KUR Bank Mandiri.

“Kami siapkan antara lain bagaimana mereka punya prospek, memperoleh laba dan mengelola cashflow,” sambungnya.

Pemenang dari WMM, dari tiap kategori akan mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp500 juta.

“Hadiah hanya diberikan kepada juara saja. Untuk pinjaman modal semua bisa. Hanya mereka harus melewati tahapan seperti nasabah yang mengajukan kredit,” jelasnya.

Untuk menjadi pemenang menurut Rohan, mereka harus sesuai dengan berbagai kreteria, khususnya terkait dengan digital financial.

Semua finalis nantinya sebagai bentuk implemtasi dari Bank Mandiri juga akan memberikan pelatihan selama enam bulan, pelatihan akan diberikan sesuai kebutuhan.

Vice President Corporate Social Responsibility Center PT Bank Mandiri Arry M Manoppo menambahkan tema kali ini adalah muda, kreatif dan peduli.

“Kami ingin menjaring pengusaha yang tak hanya muda, kreatif, inovatif tetapi juga memiliki dampak terhadap lingkungannya,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Bogor Bima Arya mengatakan di setiap kota generasi muda berada di angka 40 persen.

Ia pun membagi anak muda dalam tiga kategori yakni, anak muda yang galau dengan dirinya, anak muda yang asik dengan dirinya dan anak muda yang sudah selesai dengan dirinya.

Namun, sayangnya kata Bima generasi ketiga ini kata dia jumlahnya kalah banyak dengan generasi anak muda satu dan dua.

Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan stakeholder untuk menyiapkan generasi ketiga dengan memberikan inspirasi.

“Tahun lalu pemenangnya anak muda dari kota Bogor. Semoga dari program ini bisa bermunculan anak muda yang berfikir kreatif, inovatif bagi kota dan bangsanya,” harap Bima.

Salah satu peserta, Alif Rahman Hakim membawa produk andalannya yakni peci asal Cianjur dengan nama Kampung Peci.

Usaha yang digagasnya bermula dari keprihatinan Alif terhadap kondisi tenaga kerja Indonesia (TKI) khususnya asal Cianjur.

“Saya sempat kesulitan soal pemasaran, tapi sekarang alhamdulillah banjir pesanan hingga ke luar daerah seperti Jakarta, Bekasi, Majalengka, Solo, Kuningan, Makassar dan Kalimantan,” kata Alif.

Dengan membanderol peci seharga Rp18 ribu sampai Rp25 ribu per buah, dalam sebulan dia mendapat omset sampai Rp50 juta sebulan.

“Walaupun omsetnya sedikit tapi lebih penting sosialnya,” imbuhnya.

Sedangkan Andromeda, pengusaha Sweet Sundae Ice Cream mengaku sangat antusias mengikuti WMM.

“Saya ingin mengenalkan produk lokal dan mencari jaringan,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Soal juara bagi Andromeda itu adalah bonus. Pria asal Yogyakarta itu pun berharap para pengusaha bisa lebih peduli terhadap produk-produk lokal.

Peserta lainnya Paris Assa Bumbungan dari Jaya Pura membawa produk andalannya yakni usaha kaos atau clothing dari Papua.

“Saya mengikuti WMM ini karena ingin pemuda dari Papua sukses dalam menjalankan bisnis,” ujar pria yang disapa Assa kepada Radar Bogor, Senin (06/03/2017).

Produk andalannya itu kata Assa menampilkan kaos bertuliskan kalimat positif dengan bahasa Papua.

“Seperti Sa Pu Hari Baik artinya saya punya hari baik,” imbuhnya.

Dalam sebulan pemuda 25 tahun itu bisa mencapai omset hingga ratusan juta rupiah.

“Selain kaos ada juga usaha sablon yang saya lakukan sejak dua tahun lalu,” tandasnya.

(ant) sumber:pojok jabar

0 komentar:

Post a Comment