POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Aksi protes para Mahasiswa terhadap
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi di depan kantor Pemda Purwakarta
berujung ricuh. Masa aksi yang menamakan diri mereka Perhimpunan
Mahasiswa Purwakarta (Permata) Cabang Bandung, terlibat aksi saling
dorong dan berujung rusuh saat petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong
Pradja (PP) Purwakarta hendak memadamkan api yang sengaja dibakar masa
aksi.
Kericuhan ini bermula saat organisasi mahasiswa Purwakarta yang
berkuliah di Bandung ini kesal terhadap pemerintah yang tak kunjung
menemui mereka yang akan menyampaikan protesnya.
Meski sudah
berkali-kali meminta perwakilan untuk menerima rombongan masa aksi ini,
namun pejabat teras Pemda Purwakarta tak satupun yang bisa menemui
mereka.
Kecewa karena tak ada yang menerima mereka, masa aksi ini kemudian
memutuskan untuk membakar ban bekas di halaman kantor Pemda setempat.
Aksi bakar ban bekas yang dilakukan juga sebagai bentuk luapan
kekecewaan puluhan pengunjuk rasa lantaran tak ada yang menerima mereka
untuk menyampaikan aspirasinya.
“Yang bikin ricuh itu petugas Satpol yang memadamkan api tapi dengan
cara menendang bannya. Pas ban ditendang malah mengenai tiga orang
anggota kami sampai mengalami luka bakar, sekarang di larikan ke RS
Gunung Putri,” kata Ketua Permata Bandung, Ari Irawan.
sumber : jabar.pojoksatu.id






0 komentar:
Post a Comment