Ilustrasi Pungli.
POJOKJABAR.com, DEPOK – Menjabat hampir tiga bulan di Kelurah Duren Mekar, membuat Ujang Salahudin berupaya melakukan rekstrukturisasi kelembagaan.
Beberapa upaya penyediaan sarana dan prasarana, sedang dilakukan
mantan Kasi Trantib Kecamatan Pancoranmas tersebut. Selain hal tersebut,
dirinya juga menyediakan uang lembur bagi Sukwan.
“Seperti biasa, ketika menjabat di tempat baru ada beberapa hal yang
harus diperbaiki. Yang paling mendasar kami sedang berupaya menyediakan
meja dan bangku di kantor kelurahan,” terangnya kepada Radar Depok.
Tidak hanya infrstruktur, dirinya mengungkapkan, Pemkot Depok juga
telah menginstruksikan kepada tiap kelurahan untuk membedakan pakaian
antara pegawai kelurahan PNS dan non PNS. Hal itu dilakukan, dalam upaya
pemerintah memberantas pungli di instansi pemerintahan.
“Dari perbedaan yang ada, nantinya bisa diketahui jika ada yang meminta pungli berasal dari PNS atau bukan,” jelasnya.
Sukwan yang bukan PNS. kerja mereka kata dia, dibatasi rambu-rambu
yang ada. Karenanya, kini ada perbedaan antara atribut yang dipakai.
“Kami sudah terapkan pakaian sukwan tiap harinya baju putih dan celana hitam,” bebernya.
Restrukturisasi kelembagaan menurutnya juga dilakukan dengan
penambahan jam lembur di kantor kelurahan kepada sukwan. Lembur
tersebut, kata dia dilakukan agar pegawai memiliki tambahan pendapatan.
“Satu kali lembur, kita berikan kepada sukwan sebesar Rp 30 ribu,
lumayan untuk tambahan mereka. Jadi tidak perlu punya target dipungli,”
tukasnya.
sumber :pojoksatu.id






0 komentar:
Post a Comment