JawaPos.com - Partai
Persatuan Pembangunan (PPP) prihatin dengan dinamika politik yang
terjadi dalam beberapa pekan terakhir terkait kasus dugaan penistaan
agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok).
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) Tamam Achda dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan
Rapat Pimpinan Nasional I, mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan
Ahok sepatutnya tidak dilakukan sebagai orang pejabat negara yang
bersendikan Pancasila khusunya sila pertama.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan
Ahok itu tidak mencerminkan keberadaban dalam hubungan antar umat
manusia, dan mengusik rasa persatuan bangsa.
"Terlebih menodai keadilan beragama
diantara umat beragama di Indonesia," ujar Tamam di Asrama Haji, Pondok
Gede, Jakarta, Senin (14/11).
Menurut dia, mantan Bupati Belitung
tersebut sudah bertentangan dengan Alquran, pada surat An Nisa ayat 140
yang isinya adalah, "Dan apabila kamu melihat orang-otang
memperolok-olok ayat-ayat kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga
mereka membicarakan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan
larangan ini) maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang zalim itu
sesudah teringat (akan larangan itu)," kutipan surat An Nisa ayat 140.
Karenanya, PPP sebagai partai
politik sangat merasakan ketersinggungan umat Islam di Indonesia yang
tercermin dalam aksi-aksi damai turun dalam pembelaan agama, pada Jumat 4
November 2016 lalu.
0 komentar:
Post a Comment