Wednesday, 18 October 2017
Home »
metropolitan
» Hati-hati, 13 Ribu Pohon di Kota Bogor Rawan Tumbang
Hati-hati, 13 Ribu Pohon di Kota Bogor Rawan Tumbang
Dari 14 ribu pohon yang tersebar di Kota Bogor, baru 338 pohon yang sudah diperiksa dan masuk dalam program kartu tanda pohon (KTP). Artinya masih ada 13.662 pohon yang belum ber-KTP. Padahal dengan adanya KTP pada pohon, kita akan tahu kondisi pohon dalam keadaan aman, tidak perpenyakit atau rawan tumbang.
Menurut Kepala Seksi Pemeliharaan Taman pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Erwin Gunawan, selama 2016 dari target 500 pohon baru 338 pohon yang diperiksa.
“Targetnya hingga akhir tahun akan tercapai. Untuk pengecekan sudah ada jadwal, ada periodenya, dalam seminggu 3-4 kali,” ujar Erwin saat ditemui di ruang kerjanya, senin (16/10/17).
Dia menjelaskan, untuk 338 pohon yang sudah ber-KTP akan diperoleh kondisi kesehatan pohon. Misalnya, untuk berlabel hijau artinya aman, tidak berpenyakit dan tidak keropos. Kuning, ada gangguan, entah itu rayap, atau sebagian dahan kering sehingga perlu dipangkas.
Lalu merah, sudah berongga atau bolong, sehingga perlu penanganan serius, entah ditebang atau lainnya. “Dari rekomendasi tersebut, ada 13 pohon yang direkomendasikan untuk ditebang,” ucap dia.
Untuk pohon belum diperiksa, sambung Erwin, diutamakan yang berada di jalur protokol, dan diperkirakan sudah berumur tua. Dia juga menyinggung soal pohon yang tumbang di Jalan Jalak Harupat dekat Istana Bogor beberapa waktu silam.
Menurut dia kejadian tersebut, seutuhnya karena bencana. “Untuk dua bulan terakhir, kami akan fokus memeriksa jalan protokol yang di dalamnya masuk lingkaran Kebun Raya Bogor (KRB),” imbuhnya.
sumber:pojoksatu.id
Related Posts:
Hati-hati, Jalan Raya Kemang Bogor Rawan Jambret Aksi penjambretan di Jalan Raya Kemang- Parung, tepatnya depan diler Express dan Pendopo 45, marak terjadi. Jambret di kawasan itu nampaknya cukup profesional. Sebelum beraksi, mereka terlebih dulu melakukan memantau calo… Read More
Jelang Pilwalkot Bogor 2018, Reklame Pohon Kembali Marak Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan membuang sampah pada tempatnya. Masih banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan tidak memasang iklan di pohon. Namun, tindakan itu belum bisa dihilangkan dari Kota Hu… Read More
Alhamdulillah, Upah Guru Honor Tahun 2018 Naik Jadi Segini per Jam…. Guru honor tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bakal sumringah. Hal itu, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaikkan upah untuk tahun 2018.Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Jaw… Read More
Sopir Angkutan Online di Gunungputri Ini Temukan Tewas di dalam Mobil Seorang sopir angkutan online ditemukan tewas di simpang Jalan Transyogi, Desa Wanaherang, kemarin. Saat ditemukan, kondisi korban berbaring santai tanpa luka di dalam mobilnya.Dari hasil pemeriksaan petugas, korban diket… Read More
Lagi, Bekas Galian di Parungpanjang Bogor Kembali Makan Korban Bekas galian proyek perumahan Serpong Kencana di Kampung Perum 2, Jalan Sao RT 03/04, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang memakan korban.Muhammad Ikhsan (7) bocah asal Kampung Perum 2 RT 03/04 tewas tenggelam usai… Read More
0 komentar:
Post a Comment