Thursday, 26 October 2017
Atasi Banjir, Tiga Sungai di Rancaekek Segera Dinormalisasi
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali akan membebaskan lahan untuk normalisasi tiga sungai di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi banjir dengan target realisasi tahun depan.
Adapun tiga sungai yang akan dinormalisasi adalah Sungai Cimande, Cikeuruh dan Sungai Cikijing. Selain dikeruk, ketiga badan sungai itu akan dilebarkan dari 7 meter menjadi 15 meter.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/10/2017).
Saat ini, proses pembebasan lahan terus berlanjut. Untuk Sungai Cimande lahan yang akan dibebaskan rencananya 32,6 hektar dengan total biaya Rp92 miliar. Pada 2016 pembebasan lahan sudah terealisasi sebanyak 20,9 hektar dengan biaya Rp48,190 miliar.
“Untuk tahun ini di DIPA murni (APBN) target yang dibebaskan 2,10 hektar dengan dana Rp3,7 miliar. Dan di APBN Perubahan 5,6 hektar dana Rp10 miliar,” kata Iwa.
Kemudian untuk Sungai Cikijing memerlukan pembebasan lahan sekitar 20,67 hektar dengan kebutuhan biaya Rp29,7 miliar. “Ini dialokasikan di DIPA murni 2017 dua hektar biayanya Rp4,37 miliar dan APBN Perubahan 5,01 hektar dengan dana Rp13 miliar,” ucap Iwa.
Sementara untuk normalisasi Sungai Cikeruh dibutuhkan pembebasan lahan 8,2 hektar. Dari jumlah tersebut sudah terealisasi pada 2016 seluas 3,12 hektar dengan dana Rp14,16 miliar.
“Di 2017 melalui APBN Perubahan akan dibebaskan lagi 1,1 hektar dengan biaya Rp10 miliar. Ini sedang dalam pembebasan,” kata Iwa.
Dari laporan yang didapat tercatat masih ada kekurangan lahan yang harus dibebaskan. Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat akam meminta Kementrian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air untuk menyiapkan dana Rp130 miliar di 2018 untuk menyelesaikan pembebasan lahan.
“Masih butuh dana pembebasan lahan untuk tiga sungai ini sekitr Rp130 miliar.
2018 diharapkan dialokasikan ke PUPR dan ini sudah diinfokan ke Dirjen Sumber Daya Air,” ucap Iwa.
Iwa berharap proses normalisasi ketiga sungai ini bisa selesai di akhir 2018. Sehingga banjir yang kerap menerjang kawasan Rancaekek bisa tertangani dengan baik.
“Di akhir 2018 atau 2019 masalah yang ada diharapkan tuntas,” pungkasnya.
(bbb)
sumber:pojokstu.id
Related Posts:
Hampir Seluruh Muka Diperban, Rachel Harus Menjalani Perawatan Insentif BANDUNG BARAT – Seorang siswi kelas 5 SD, Rachel Heriani (11) harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hampir seluruh wajahnya dibalut perban akibat mengalami luka bakar serius usai te… Read More
Rumah Ambruk di Cililin Bandung Barat, Seorang Penghuni Tewas Ditempat BANDUNG BARAT – Rumah dua lantai di Kampung Sukatengah, RT 02 RW 05 Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat roboh sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (9/10/2017). Akibatnya, pemilik rumah yang saat itu tenga… Read More
Waspada, Dua Penyakit Ini Mengintai Anak-anak Hingga Dewasa Saat Musim Pancaroba BEKASI – Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengidentifikasi dua penyakit yang bisa saja menjangkit anak – anak dan orang dewasa. Penyakit tersebut ialah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Demam … Read More
Bawaslu Minta KPU Jabar Segera Rumuskan Jadwal Kampanye BANDUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar untuk segera merumuskan jadwal kampanye pada penyelenggaraan Pilgub, Pilwalkot dan Pileg. Hal itu meminimalisir gesekan antar s… Read More
Longsor di Ibun Kabupaten Bandung, Satu Rumah Tertimbun KABUPATEN BANDUNG – Satu rumah tertimbun longsor, kejadian ini terjadi di Kampung Pasir Rincang RT 02/RW 02, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Senin (9/10/2017) malam.Meski tidak ada korban jiwa atau luka-luka… Read More
0 komentar:
Post a Comment