POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG — Banjir yang kerap terjadi setiap tahunya di wilayah Jalan Laswi Desa Biru sampai saat ini belum dapat diatasi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bandung.
Hal tersebut akibat terjadinya pedangkalan serta penyempitan pada anak-anak sungai seperti anak sungai Cisaraya, Cibontor,Cipeujeuh
yang masuk ke satu aliran Sungai Cipadaulun yang bermuara kesungai Citarum di wilayah Desa Mekarsari Kecamatan Ciparay.
Terjadinya pedangkalan dan penyempitan yang terjadi dikarenakan kondisi sungai yang meliuk-liuk menjadikan arus air terhambat
kemudian meluap yang menimbulkan pergenangan air yang kuotanya tidak sesuai dengan keadaan sungai, sehingga menyebabkan air naik
dan mengenangi ke wilayah jalan–jalan sekitar .
Dampak dari meluapnya air menimbulkan puluhan hektar area pesawahan di tiga desa seperti area pertanian yang ada
di Desa Padaulun, Biru dan Mekarsari kerap gagal panen. Bahkan akibat banjir yang ditimbulkan sering menjadikan lumpuhnya transportasi
bagi pengguna ruas jalan raya yang menghubungkan Jalan Laswi route Majalaya-Ciparay dengan ketinggian air 1 meter.
Sementara beberapa sumber dari warga sekitar yang ada di wilayah tersebut mengatakan, hal ini mesti ditanggulagi dengan serius
oleh Pemkab Bandung dan sebelumnya mesti dibangun komunikasi antara dua Kecamatan Ciparay dan Majalaya serta pihak SDPE untuk menanggulagi kondisi sungai yang ada.
Pasalnya, dampak banjir ini merendam di kedua wilayah tersebut terutama wilayah Desa Biru Padaulun Kecamatan Majalaya
dan sebagian area pesawahan daerah Mekarsari Kecamatan Ciiparay.
Sementara hal tersebut juga dibenarkan oleh petugas
SDPE Kabupaten Bandung,.Cahyana Via telpon saat dihubungi Radar Bandung ,Jumat (11/11/2016).
Yana mengatakan untuk agenda upaya penanganan banjir genangan yang ditimbulkan pihaknya tengah menunggu realisasi dari pihak Pemkab Bandung
dan pengajuannya telah masuk pada RAPBD tahun 2017.






0 komentar:
Post a Comment