Wednesday, 18 October 2017
Pedagang Pasar Kemirimuka Depok ’Pasang Badan’ untuk Pemkot
DEPOK – Pedagang Pasar Kemirimuka sedang ketar-ketir. Musababnya, tempat mereka mencari rejeki tengah bermasalah. Jika sampai pengelolaan pasar dikuasai pihak swasta, dalam hal ini PT. Petamburan Jaya Raya (PJR), otomatis retribusi yang harus mereka keluarkan akan semakin besar.
Otoy sudah dua puluh tahun berjualan bumbu dapur di Pasar Kemirimuka. Selama berjualan di pasar tradisional itu, Otoy mengaku tidak ada perbedaan fasilitas sejak menginjakkan kaki di pasar tersebut sampai sekarang.
“Ya nggak ada bedanya (pasar dikelola swasta maupun pemerintah). Saya mah tahunya dagang saja di sini,” ucap Otoy. Pendapatan yang dikantongi Otoy selama berjualan tidak pasti.
Otoy biasa berbelanja di Pasar DepokInduk Kramat Jati. “Omsetnya nggak nentu. Tapi lumayan lah,” tuturnya. Pedagang lainnya, Andi Sembiring mengaku selalu membayar retribusi kepada pengelola Pasar Kemirimuka.
“Bayar biaya keamanan Rp1.000, Ro2.000 untuk kebersihan, dan Rp1.000 untuk uang listriknya,” kata Andi yang berjualan ikan asin.
Selama delapan tahun berjualan di bawah fly over Arif Rahman Hakim, Andi tidak merasakan ada perbedaan sarana dan prasarana yang disediakan.
“Jualan dari dulu gini-gini saja. Yang penting bayar retribusi ke petugas yang narikin,” kata Andi. Sedangkan Ketua Paguyuban Pasar Kemirimuka, Karno menyatakan jika seluruh pedagang pasar mendukung pemkot mempertahankan lahan pasar.
Mewakili para pedagang, Karno meminta kepada pemkot supaya membangun pasar. Sehingga pasar tradisional tertata rapi dan bersih. “Pedagang tetap akan bertahan siapapun yang mengusir,” tegasnya.
Pada 2012 silam, kata Karno, Komisi B DPRD Kota Depok pernah berjanji untuk mempertahankam Pasar Kemirimuka. Bahkan, sambungnya, di tahun yang sama antara eksekutif dan legislatif telah membuahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 20 Tahun 2012, bahwa Pasar Kemirimuka menjadi Pasar Tradisional.
“Waktu Depok dipimpin Pak Nur Mahmudi, dia datang langsung ke Pasar Kemirimuka mengumumkan kepada para pedagang,” katanya.
(radar depok/irw/cr1)
sumber:pojoksatu.id
Related Posts:
Memprihatinkan! Populasi Lutung Jawa di Bekasi Terus Berkurang CIKARANG UTARA – Kondisi dan populasi Lutung Jawa di Kecamatan Muaragembong saat ini sangat memprihatinkan karena jumlahnya mulai berkurang. Padahal, hewan endemik indonesia ini merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan … Read More
Jalan di Kampung Utan Tak Pernah Baik, Kades Berharap Menjadi Tanggung Jawab Bersama CABANGBUNGIN – Warga dan pengendara yang melintasi jalan Kampung Utan soga, mengeluhkan kondisi jalan yang tidak pernah baik. Meskipun berulang kali dilakukan perbaikan, jalan tersebut selalu rusak.Kepala Desa Jayabakti, E… Read More
Rencana Pembangunan Alun-alun Kota Depok Dibagi Tiga Zona DEPOK – Bila tak ada aral melintang 2018 pembangunan Alun-alun Kota Depok bisa direalisasikan. Dengan dana sebesar Rp30 miliar ditahap pertama, alun-alun akan dibagi menjadi tiga zona dengan luas 3,2 hektar.Kepala Bidang P… Read More
Ikatan Alumni Universitas Indonesia Desak KPK Tuntaskan Kasus KTP-el DEPOK – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menyampaikan keprihatinan atas dua peristiwa terkait pemberantasan korupsi belakangan ini.Pertama, dikabulkannya perpanjangan masa kerja Pansus Hak Angket KPK dalam si… Read More
Bank BNI Syariah Ramaikan IB Vaganza Depok 2017 DEPOK – BNI Syariah ikut berperan dalam acara iB Vaganza Depok 2017, yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktorat Perbankan Perbankan Syariah, jumát (6/10/17).Acara yang dimotori OJK ini, digelar tiap t… Read More
0 komentar:
Post a Comment