Monday, 9 October 2017
Home »
Detabek
» Jamu Thailand di Stadion Wibawamukti, Suporter Bekasi Persoalkan Harga Tiket Timnas
Jamu Thailand di Stadion Wibawamukti, Suporter Bekasi Persoalkan Harga Tiket Timnas
BEKASI – Pertandingan tim nasional Indonesa U-19 besutan pelatih Indra Sjafri akan menjajal kekuatan Thailand, di Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur, Minggu (8/10/2017) pukul 18. 30.
Namun perwakilan supporter yang ada di Bekasi menilai, harga tiket yang dikeluarkan panitia penyelengara (Panpel) dinilai memberatkan. Mereka menilai harga tiket cukup mahal.
Informasi yang berhasil di himpun, harga tiket yang disediakan berkisar Rp50 ribu untuk tribun utara dan selatan, Rp75 Ribu untuk samping atas tribun timur dan samping atas tribun barat. Rp100 ribu untuk VIP Barat dan Timur. Sedangkan untuk VVIP Rp200 ribu.
Mengenai hal ini, Laskar Bendo Item dan beberapa kelompok suporter di Kabupaten Bekasi menilai Panitia Pelaksana (Panpel) tidak fair terkait harga tiket dan tidak mendiskusikan lagi terkait harga dengan kelompok suporter. Seperti beberapa pertandingan yang sempat dilakukan di Bandung, beberapa tahun lalu.
“Kami juga merasa kecewa terhadap Dispora Kabupaten Bekasi dan UPTD Wibawamukti karena mereka tidak bisa menekan harga malah seolah merestui harga yang cukup tinggi tersebut, apa karena mereka sudah dapat subsidi tiket gratis dari Panpel,” ujar ketua Laskar Bendo Item Soerjana Koesnadi, Jumat (6/10/2017).
Sebenrnya itu hak penyelenggara, namun tidak adanya kordinasi membuat banyak pihak khususnya warga menengah kebawah yang tidak bisa menyaksikan laga timnas secara langsung. Baginya, PSSI harus bisa mengukur nasionalis warga Indonesia. Terlebih, bagi suporter yang memang sudah menanti timnas.
“Ini sudah keterlaluan, belum lagi sulitnya memperoleh tiket. Kita juga gak mau kalau harus beli ke calo, tapi pembelian daring ribet bagi kawan-kawan,” katanya.
Hal senada diungkapkan, Penggiat sepakbola Kabupaten Bekasi Ajuk Junaidi. Kata dia, idealnya panitia pelaksana pertandingan melibatkan panitia lokal dari pihak Kabupaten Bekasi.
“Kita engga tau sama sekali, engga tau juga mereka panitia apakah harus melibatkan panitia lokal atau tidak, tapi kalo menurut saya sih harusnya melibatkan panitia local. Karena ada KONI, Askab dan lingkungan. Buat apa stadion dipake juga kalo warga dan pengurus sepak bola di Bekasi ga dilibatkan,” ugkapnya.
Penggiat sepak bola lainnya, Muhtada Sobirin juga menyayangkan dengan minimnya komunikasi. Sebenarnya kata dia, kalau komunikasi dibangun dengan baik pasti pihak terkait di Kabupaten Bekasi di undang untuk menentukan kebijakan harga tiket dan lainnya.
“Bahkan kita bisa kerjasama dengan pihak PSSI, saya yakin ini om ajuk yang lebih pengalaman jadi panitia pertandingan, waktu persib dan lainnya,” imbuhnya.
(dan)
sumber:pojoksatu.id
Related Posts:
Selama Tiga Jam 13 Calon Sekda Kota Depok Dites Makalah DEPOK – Hari ini 13 aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti lelang Sekretaris Daerah (Sekda) Depok, bakal dites ilmunya. Tim Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Depok, memberikan waktu tiga jam dan tiga tema saat tes makalah… Read More
Fasilitas Salah Satu SD di Kabupaten Bandung Ini Belum Menunjang BANDUNG BARAT – Guna mendukung program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setiap sekolah harus memiliki beberapa fasilitas sarana dan prasana yang memadai. Hal itu dilakukan untuk menunjang peserta didik saat melaksanakan pro… Read More
Sejak Dua Tahun Berdiri, SMPN 49 Kota Bekasi Ini Numpang di SDN Sumurbatu BANTARGEBANG – Siswa SMPN 49 Kota Bekasi, terpaksa harus rela numpang belajar di SDN Sumur Batu II yang berada di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang. Pasalnya, sampai saat ini SMPN 49 Kota Bekasi belum memiliki … Read More
Geng Motor di Bekasi Tawuran, Satu Nyawa Melayang, Begini Kronologisnya … BEKASI – Satu orang tewas saat tawuran antara geng motor di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kranji Bekasi pada Minggu (8/10/2017) pukul 03.15 WIB.Kepala Polsek Bekasi Kota Komisaris Seto menjelaskan, korban tersebut diduga beras… Read More
Pemkab Bogor Serahkan 15.000 Arsip kepada Pemkot Depok DEPOK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyarhkan sedikitnya 15.000 arsip ke Pemkot Depok, senin (9/10/17). Arsip tersebut umumnya berisikan data dan surat. Terutama tentang sejarah perubahan Depok, yang awalnya sebu… Read More
0 komentar:
Post a Comment