Friday, 13 October 2017
Home »
metropolitan
» Dishub Kota Bogor Angkat Bicara Terkait Kesepakatan Larangan Operasi Angkutan Online
Dishub Kota Bogor Angkat Bicara Terkait Kesepakatan Larangan Operasi Angkutan Online
Surat kesepakatan dan pernyataan bersama terkait larangan beroperasi angkutan umum berbasis online di Jawa Barat yang beredar membuat Dishub Kota Bogor angkat bicara.
Sekretaris Dishub Kota Bogor, Agus Suprapto mengatakan bahwa imbauan tersebut merupakan bentuk layanan kepada masyarakat bagaimana menyikapi penataan angkutan umum khususnya di Kota Bogor.
“Walaupun online, karena ini ada kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, kami masih menunggu hal-hal yang pasti arahnya, termasuk mekanisme koordinasi dengan instansi lainnya,” ujarnya saat dikonformasi, Kamis (12/10/2017).
Sementara itu Kasi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Jimmy menambahkan bahwa yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) provinsi Jawa Barat (Jabar) itu memang sesuai dengan kewenangan yang ada di Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Untuk di Kota Bogor sendiri tidak serta merta mengikuti ketentuan dari Dishub Jabar, terkait dengan pelarangan transportasi online, karena sesuai dengan kewenangan itu, bahwa Bogor termasuk dalam wilayah kerjanya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan sementara ini, BPTJ belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pelarangan tersebut,” ucapnya.
Meski dilarang, hingga saat ini belum ada sanksi yang jelas bagi sopir taksi maupun ojek online yang kedapatan beroperasi di wilayah Jabar.
“Di mata Dishub transportasi online itu ilegal karena belum ada izin. Bagaimana kami akan menegur? Akan menghukum?,” tambah Humas Dishub Jabar, Juddy K. Wachjoe.
Juddy menegaskan, larangan bagi sopir taksi maupun ojek online berlaku hingga Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek selesai direvisi.
Peraturan tersebut sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Kekosongan hukum itulah yang membuat sanksi tegas tidak bisa diberikan.
“Kalau kami menyampaikan sanksi, mereka sudah menjadi bagian dari kami karena hukumnya sudah ada. Kami kan tidak bisa berbuat seperti itu (memberi sanksi), wong belum ada izin kok,” ujarnya.
Imbauan agar transportasi berbasis daring tidak beroperasi di lingkungan Jawa Barat lebih ditujukan kepada taksi. Hal ini dikarenakan ojek tidak termasuk dalam transportasi penumpang menurut undang-undang.
“Ya kalau kami kan konsentrasinya ke mobil karena motor kan belum tahu masuk dalam transportasi angkutan penumpang,” pungkasnya.
sumber:pojoksatu.id
Related Posts:
CUACA BOGOR : Ini Dia Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini… Warga yang ingin berpergian dimohon untuk berhati-hati dengan Prakiraan Cuaca Bogor hari ini.Prakiraan cuaca Bogor menurut BMKG di siang hari akan hujan disertai kilat petir, jumát (06/10/2017).Sedangkan untuk malam hari … Read More
Tawuran, Belasan Pelajar SMA di Bogor Diamankan Petugas Belasan pelajar SMA terjaring oprasi aparat gabungan Satpol PP, TNI, dan Polisi, rabu (4/10/17). Para pelajar ini diamankan petugas saat akan mengadakan tawuran di depan kantor Polsek Citeureup.Para pelajar yang berasal d… Read More
Banyak Laporan Masuk ke Bima Arya Soal Kelakuan Anak Punk, Kenapa Tak Ditindak? Ini Alasannya Kesadaran Pemerintah Kota (pemkot) Bogor untuk merazia para anak punk, pengamen dan manusia millenium masih begitu kurang.Pasalnya Pemkot baru melakukan giat razia saat banyaknya aduan dari warga terkait rawan tindakan kr… Read More
Haduhh… Sampah PKL di Pasar Citeureup Bogor Terus Menggunung Sikap diam pemerintah terhadap menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Citeureup, terus mendapat sorotan masyarakat. Gunungan sampah yang dihasilkan PKL di sekitar pasar tradisional itu, jelas mengganggu para pengun… Read More
Bupati Bogor Minta Pabrik Wadah Telur ‘Maut’ Ditutup Tewasnya tujuh pekerja di pabrik pembuat wadah telur di Kampung Cibunar, Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor membuat Bupati Bogor Nurhayanti geram. Orang nomor satu di Tegar Beriman itu meminta agar pab… Read More
0 komentar:
Post a Comment