BOGOR – Banyaknya jalan yang rusak di jalur alternatif Puncak dan Bocimi, mendapat sorotan dari berbagai kalangan.
Hal itu seolah tak dibugris para pemangku kebijakan. Dibiarkan dan tutup mata.
“Jalanan rusak begini,tapi dari dulu tidak pernah dibenerin,”Ungkap pengemudi ojek, Didin (34) kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Kamis (09/03/2017).
Sementara Ketua Garda Republik, Indra Surkana menuturkan, kerusakan jalur alternatif tidak terlepas dari tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bogor. Sebab, erkesan lalai dalam mengawasi kinerja SKPD yang bersangkutan.
“Kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan terkesan dibiarkan. Akhirnya jalan memang cepat rusak,” kritiknya.
Pemeliharaan jalan dan jembatan, sambungnya, diduga tidak memenuhi standar pekerjaan. Seharusnya, kualitas bahan yang digunakan diuji lab terlebih dahulu.
“Kalau bahan material diantar untuk masuk lab,bisa saja ngambil dari mana saja,” tukasnya.(ent)
Hal itu seolah tak dibugris para pemangku kebijakan. Dibiarkan dan tutup mata.
“Jalanan rusak begini,tapi dari dulu tidak pernah dibenerin,”Ungkap pengemudi ojek, Didin (34) kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Kamis (09/03/2017).
Sementara Ketua Garda Republik, Indra Surkana menuturkan, kerusakan jalur alternatif tidak terlepas dari tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bogor. Sebab, erkesan lalai dalam mengawasi kinerja SKPD yang bersangkutan.
“Kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan terkesan dibiarkan. Akhirnya jalan memang cepat rusak,” kritiknya.
Pemeliharaan jalan dan jembatan, sambungnya, diduga tidak memenuhi standar pekerjaan. Seharusnya, kualitas bahan yang digunakan diuji lab terlebih dahulu.
“Kalau bahan material diantar untuk masuk lab,bisa saja ngambil dari mana saja,” tukasnya.(ent)
0 komentar:
Post a Comment