BOGOR – Setelah sempat tertunda hampir sebulan, Pemkot Bogor akhirnya akan me-launching program rerouting (mengubah rute) angkutan kota (angkot) pada 16 Maret mendatang.
Diyakini, rerouting kali ini tinggal pelaksanaannya saja.
Sebab, baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor telah berkoordinasi baik dengan Organda, badan hukum, Polresta Bogor Kota juga Kodim 0606.
“Insya Allah, rerouting di-launching 16 Maret ini. Sebab, kemacetan di pusat kota sudah sangat parah. Oleh karena itu, kemacetan akan dikurangi dengan adanya program rerouting angkot,” ujar Bima di sela-sela launching Tujuh Gerakan Simpatik Lodaya Kota Bogor di Taman Ekspresi, Minggu (12/03/2017).
Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, kemacetan terjadi bukan hanya kurangnya infrastruktur jalan, tetapi juga kultur masyarakat Kota Bogor. Salah satunya, yaitu sopir angkot yang sering ngetem sembarangan.
“Masyarakat juga harus lebih tertib pada aturan sehingga kemacetan dapat dikurangi,” ucapnya.
Sebab, suami Yane Ardian itu menemukan banyak sikap sopir angkot yang sudah kelewat batas. Misalnya, ketika dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar baru-baru ini.
Tiba-tiba terjadi macet yang cukup panjang. Kendaraan terlihat ngantre berderet-deret. Ternyata setelah dicek ke lokasi, penyebabnya angkot ngetem.(ent)
Diyakini, rerouting kali ini tinggal pelaksanaannya saja.
Sebab, baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor telah berkoordinasi baik dengan Organda, badan hukum, Polresta Bogor Kota juga Kodim 0606.
“Insya Allah, rerouting di-launching 16 Maret ini. Sebab, kemacetan di pusat kota sudah sangat parah. Oleh karena itu, kemacetan akan dikurangi dengan adanya program rerouting angkot,” ujar Bima di sela-sela launching Tujuh Gerakan Simpatik Lodaya Kota Bogor di Taman Ekspresi, Minggu (12/03/2017).
Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, kemacetan terjadi bukan hanya kurangnya infrastruktur jalan, tetapi juga kultur masyarakat Kota Bogor. Salah satunya, yaitu sopir angkot yang sering ngetem sembarangan.
“Masyarakat juga harus lebih tertib pada aturan sehingga kemacetan dapat dikurangi,” ucapnya.
Sebab, suami Yane Ardian itu menemukan banyak sikap sopir angkot yang sudah kelewat batas. Misalnya, ketika dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar baru-baru ini.
Tiba-tiba terjadi macet yang cukup panjang. Kendaraan terlihat ngantre berderet-deret. Ternyata setelah dicek ke lokasi, penyebabnya angkot ngetem.(ent)
0 komentar:
Post a Comment