Wednesday, 18 October 2017
Home »
metropolitan
» Korban Investasi Bodong di Desa Bojongkulur Bogor Bertambah
Korban Investasi Bodong di Desa Bojongkulur Bogor Bertambah
Para korban dugaan penipuan investasi bodong yang dilakukan oleh pasutri berinisial AH (54) dan SD (45) warga Desa Bojongkulur, bermunculan. Hingga senin (16/10/17), data dari desa menyebutkan jumlah para korban hingga 27 orang.
Kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), salah satu staf Desa Bojongkulur Mardi Ugai menerangkan, pihak desa telah mencatat lebih dari 25 warga yang mengadu menjadi korban.
Jumlah itu dipastikan akan terus bertambah. “Setelah melaporkan ke kami, kami arahkan untuk langsung ke Polres agar dapat membantu penyidikan,” tukasnya.
Menurutnya, dimungkinkan para pelaku investasi bodong itu telah banyak menelan korban. Banyak korbannya yang belum melaporkan diri.”27 orang yang lapor banyak memberi tahu, kalau ada korban lainnya yang masih berfikir untuk melaporkan dirinya,” kata dia.
Sementara itu, beberapa korban yang terus mengawal kasus itu sempat dikagetkan dengan informasi bahwa para pelaku akan dilepas. Seperti informasi dari Sunarya (37), warga Desa Bojongkulur ini sempat mendengar infomasi itu. “Saya dengar dari polisi, katanya belum layak pelaku ditahan,” tukasnya.
Ia menyayangkan, kepolisian menilai alat bukti untuk menjerat pasutri itu belum sempurna. Sehingga butuh pendalaman kasus. “Kata polisi buktinya kurang, jadi tidak bisa ditangkap,” tukasnya.Hal itu terjadi dikarenakan penyerahan uang yang dilakukan oleh para konsumen tak disertai tanda terima berupa kuitansi atau lainnya. “Karena sudah saling percaya, jadi kami tidak persoalkan adanya kiitansi,” tukasnya.
Meski demikian, Polres Bogor akan terus melakukan penyelidikan kasus tersebut. Hingga terdapat bukti penguat yang dapat menjerat pelaku. “Penyidikan terus dilakukan.
Pasti akan ditangani oleh kepolisian,” ujar Humas Polres Bogor Iptu Ita Puspita Lena. Untuk diingat, sebelum ke Polres Bogor. pasutri yang diduga menipu warga Bojongkulur itu sempat diamankan di kantor Desa Bojongkulur.
Pelaku telah melakukan tindakan penipuan melalui investasi. Para investor ini terbagi mulai level anggota hingga tingkatan leader gold dan diamond. “Ada tingkatannya. Yang semakin tinggi jadi semakin besar untungnya,” tukasnya.
Setiap leader dijanjikan keuntungan sebesar 20 persen dari investasi nasabah. Bahkan sejumlah leader pun turut menjadi tersangka karena ikut melarikan investasi nasabah. Sementara itu, para investor mendapatkan keuntungan 10 persen dari nilai investasi yang ditanamkan.
Awalnya profit yang dijanjikan berjalan mulus. Namun, setelah beberapa bulan profit yang dijanjikan kepada para nasabah itu tidak diberikan. “Kedua suami istri itu sendiri yang memutar uang para nasabah itu untuk dipinjamkan kepada pedagang usaha kecil dan menengah (UKM),” tukasnya.
sumber:pojoksatu.id
Related Posts:
Pembangunan Kantor Kecamatan Bogor Barat Rampung Desember Jelang tutup tahun APBD 2017, pembangunan infrastruktur terus digeber Pemkot Bogor. Seperti pembangunan Kantor Kecamatan Bogor Barat di Jalan Darul Quran yang disidak Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman, kamis (2/11/1… Read More
Pungutan Berkedok Sumbangan di Bogor Resahkan Wali Murid, Terungkap Komite Sekolah Janggal Pihak komite di salah satu sekolah di Bogor dipusingkan dengan kekurangan dana dari pemerintah untuk mengembangkan pendidikan.Sumber pendanaan yang masuk tidak mencukupi sehingga sekolah mulai menarik pungutan dengan kedok… Read More
Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman Ogah Daftar ke PAN Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman tetap percaya diri, bakal maju kembali berpasangan dengan Kepala Daerah Petahana, Bima Arya di Pilwalkot Bogor 2018.Beberapa tokoh politik yang sudah mendaftar di DPD Partai Amanat Nasio… Read More
Akan Kembali Beroprasi, Dishub Kota Bogor Permak 13 Halte Transpakuan Rencana diaktifkanya lagi bus transpakun (TPK) tahun depan ternyata bukan hanya janji kosong. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mulai membenahi 13 shelter transpakuan yang berada di sepanjang jalur Koridor II.Ang… Read More
Terus Menyusut, Lahan Pertanian di Kota Bogor Tersisa 321 Hektar Luas lahan produktif di Kota Hujan setiap tahun terus mengalami penyusutan. Tanah untuk tanaman padi tersebut banyak yang digunakan sebagai perumahan. Dari total luas wilayah 11.850 hektare, lahan yang digunakan untuk pert… Read More
0 komentar:
Post a Comment