Jakarta - Belum genap 3 bulan di 2017, sebanyak 13 gembong narkoba ditembak mati saat ditangkap. Mereka tewas terkena timah panas petugas karena melawan aparat.
Berikut daftar kejadian tersebut sebagaiman dirangkum detikcom, Kamis (23/3/2017):
6 Januari 2017
Polri menembak 2 bandar narkoba yang menyelundupkan sabu jaringan Nigeria dengan cara ditelan. Dua pelaku yang dihabisi dengan timah panas polisi yaitu Chukwuebuka dan Ayogu Malachy Chiwetalu.
17 Januari 2017
Seorang WN Malaysia ditembak mati di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sabu 8 kg senilai Rp 10 miliar.
22 Januari 2017
Aparat kepolisian menemukan bukti 100 kg lebih sabu di kawasan pergudangan di Cakung, Jakarta Utara. Sebanyak 8 pelaku jaringan China ditangkap dalam operasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Salah satu tersangka, WCH melakukan perlawanan dengan mencoba merebut pistol petugas. Dengan terpaksa petugas melakukan penembakan dan meninggal di perjalanan saat dibawa ke rumah sakit.
7 Februari 2017
Polda Sumatera Utara (Sumut) menembak mati FE (27) dan PA (43) karena melawan terkait peredaran narkoba. Total barang bukti yang didapat 11 kg sabu. Istri FE, PR diringkus tanpa perlawanan.
20 Fabruari 2017
BNN membekuk dua bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara, berinisial AB dan BEN. Dalam penangkapan itu, petugas menembak AB hingga tewas karena mencoba melarikan diri. Dari kedua tangan pelaku, petugas menyita sabu seberat 32 kg.
1 Maret 2017
Petugas BNN menembak mati seorang bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara berinisial R. BNN juga menyita 46,9 kilogram sabu, 3.620 butir ekstasi dan 445 pil happy five.
6 Maret 2017
Polisi menembak mati seorang bandar narkoba di Jalan Medan-Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Abdurrahman. Dalam penindakan, sebanyak 48 kilogram sabu dan 70 ribu butir pil ekstasi disita dari sindikat yang beranggota tujuh orang itu.
7 Maret 2017
Bandar narkoba Lampung, Ade melawan petugas saat akan ditangkap dengan senjata api sehingga Ade dihabisi polisi.
Dari penangkapan ini, didapati empat paket sabu sebesar 335 gram, 1.200 butir pil ekstasi serta satu pucuk senjata api jenis revolver berikut tiga amunisi yang sempat digunakan pelaku untuk melawan polisi.
20 Maret 2017
Tim Dirnarkoba Mabes Polri menembak mati Husni di Helvatia, Binjai, Sumatera Utara. Barang bukti yang didapat 6,5 kg sabu dan 190 ribu butir pil ekstasi dan 50 ribu butir pil happy five.
20 Maret 2017
BNN mengamankan 4 orang yang mengedarkan sabu dari Malaysia. Satu orang tewas terkena timah panas. Sabu diselundupkan dari Malaysia ke Pontianak, Kalimantan Barat melalui perbatasan Entikong.
Saat meringkus, satu tersangka berinisial AP hendak melarikan diri tetapi tewas tertembak. Lokasi kejadian di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Berikut daftar kejadian tersebut sebagaiman dirangkum detikcom, Kamis (23/3/2017):
6 Januari 2017
Polri menembak 2 bandar narkoba yang menyelundupkan sabu jaringan Nigeria dengan cara ditelan. Dua pelaku yang dihabisi dengan timah panas polisi yaitu Chukwuebuka dan Ayogu Malachy Chiwetalu.
17 Januari 2017
Seorang WN Malaysia ditembak mati di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sabu 8 kg senilai Rp 10 miliar.
22 Januari 2017
Aparat kepolisian menemukan bukti 100 kg lebih sabu di kawasan pergudangan di Cakung, Jakarta Utara. Sebanyak 8 pelaku jaringan China ditangkap dalam operasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Salah satu tersangka, WCH melakukan perlawanan dengan mencoba merebut pistol petugas. Dengan terpaksa petugas melakukan penembakan dan meninggal di perjalanan saat dibawa ke rumah sakit.
7 Februari 2017
Polda Sumatera Utara (Sumut) menembak mati FE (27) dan PA (43) karena melawan terkait peredaran narkoba. Total barang bukti yang didapat 11 kg sabu. Istri FE, PR diringkus tanpa perlawanan.
20 Fabruari 2017
BNN membekuk dua bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara, berinisial AB dan BEN. Dalam penangkapan itu, petugas menembak AB hingga tewas karena mencoba melarikan diri. Dari kedua tangan pelaku, petugas menyita sabu seberat 32 kg.
1 Maret 2017
Petugas BNN menembak mati seorang bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara berinisial R. BNN juga menyita 46,9 kilogram sabu, 3.620 butir ekstasi dan 445 pil happy five.
6 Maret 2017
Polisi menembak mati seorang bandar narkoba di Jalan Medan-Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Abdurrahman. Dalam penindakan, sebanyak 48 kilogram sabu dan 70 ribu butir pil ekstasi disita dari sindikat yang beranggota tujuh orang itu.
7 Maret 2017
Bandar narkoba Lampung, Ade melawan petugas saat akan ditangkap dengan senjata api sehingga Ade dihabisi polisi.
Dari penangkapan ini, didapati empat paket sabu sebesar 335 gram, 1.200 butir pil ekstasi serta satu pucuk senjata api jenis revolver berikut tiga amunisi yang sempat digunakan pelaku untuk melawan polisi.
20 Maret 2017
Tim Dirnarkoba Mabes Polri menembak mati Husni di Helvatia, Binjai, Sumatera Utara. Barang bukti yang didapat 6,5 kg sabu dan 190 ribu butir pil ekstasi dan 50 ribu butir pil happy five.
20 Maret 2017
BNN mengamankan 4 orang yang mengedarkan sabu dari Malaysia. Satu orang tewas terkena timah panas. Sabu diselundupkan dari Malaysia ke Pontianak, Kalimantan Barat melalui perbatasan Entikong.
Saat meringkus, satu tersangka berinisial AP hendak melarikan diri tetapi tewas tertembak. Lokasi kejadian di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
(sumber:kompas)
0 komentar:
Post a Comment