BOGOR – Jalan rusak tak selalu mengangu pengendara. Justru, tak sedikit warga Desa Tajur, yang mengambil keuntungan dari jalan rusak. Mereka memanfaatkannya untuk meminta sumbangan kepada para pengendara dengan alasan untuk menutup lubang.
Salah satunya di Jalan Raya Tajur-Sukamakmur, tepatnya di Kampung Bolang, Desa Tajur. Di sana ada banyak lubang yang mengganggu pengendara. Seperti dilakukan Amir (09), Didik (10), dan Ujang (11).
Seusai sekolah, tiga bocah ini menyempatkan diri menguruk jalan dengan tanah sambil ngecrek. “Lumayan buat jajan,” jawab Didik ketika ditanya wartawan koran ini, kemarin.
Siswa SDN Jajur 2 ini mengaku, kerap kali mendapat uang dari aktivitas pengurukan jalan. Meski tak banyak, uang itu bisa digunakan untuk jajan. “Seribu, kadang juga lima ratus, lumayan buat jajan,” katanya.
Dengan bermodalkan cangkul dan ember, mereka berdalih menimbun lubang-lubang dengan tanah hasil cangkulan di pinggir jalan. Mereka juga bergantian meminta sumbangan dari pengendara yang melintas.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tajur, Aja Sukarja menerangkan, pihaknya tak mempersoalkan warganya mencari rizki. Terpenting, warganya khususnya anak dibawah umur tetap menjalankan tugasnya sebagai siswa.
“Kalau bolos sekolah kemudian cari uang, pasti saya akan tegur,” tuturnya. Terkait rusaknya jalan, kata Kades, mereka sudah mengusulkan perbaikan dalam Musrembang 2016 lalu.
Namun, nampaknya perbaikan jalan belum menjadi prioritas. “Tahun ini kemungkinan kami baru kebagian rehab kantor desa. Mudah-mudahan perbaikan jalan akan dilakukan pada berikutnya,” tuturnya.
(radar bogor/azi/c)
sumber:POJOKJABAR.com,
Salah satunya di Jalan Raya Tajur-Sukamakmur, tepatnya di Kampung Bolang, Desa Tajur. Di sana ada banyak lubang yang mengganggu pengendara. Seperti dilakukan Amir (09), Didik (10), dan Ujang (11).
Seusai sekolah, tiga bocah ini menyempatkan diri menguruk jalan dengan tanah sambil ngecrek. “Lumayan buat jajan,” jawab Didik ketika ditanya wartawan koran ini, kemarin.
Siswa SDN Jajur 2 ini mengaku, kerap kali mendapat uang dari aktivitas pengurukan jalan. Meski tak banyak, uang itu bisa digunakan untuk jajan. “Seribu, kadang juga lima ratus, lumayan buat jajan,” katanya.
Dengan bermodalkan cangkul dan ember, mereka berdalih menimbun lubang-lubang dengan tanah hasil cangkulan di pinggir jalan. Mereka juga bergantian meminta sumbangan dari pengendara yang melintas.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tajur, Aja Sukarja menerangkan, pihaknya tak mempersoalkan warganya mencari rizki. Terpenting, warganya khususnya anak dibawah umur tetap menjalankan tugasnya sebagai siswa.
“Kalau bolos sekolah kemudian cari uang, pasti saya akan tegur,” tuturnya. Terkait rusaknya jalan, kata Kades, mereka sudah mengusulkan perbaikan dalam Musrembang 2016 lalu.
Namun, nampaknya perbaikan jalan belum menjadi prioritas. “Tahun ini kemungkinan kami baru kebagian rehab kantor desa. Mudah-mudahan perbaikan jalan akan dilakukan pada berikutnya,” tuturnya.
(radar bogor/azi/c)
sumber:POJOKJABAR.com,
0 komentar:
Post a Comment