DEPOK – Awal Maret 2017, Debeza Siregar mengalami sakit yang mengarah kepada tipes. Badan anak berusia enam tahun ini lemas, napsu makan berkurang dan juga agak demam. Dan akhirnya warga Jalan Serimpi Raya RT03/10 Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya tersebut mendapatkan hasil diagnosa tipes dari tes darah yang dilakukan di Klinik Medika.
Namun, karena tak kunung sembuh, setelah beberapa hari akhirnya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok. Dari sana dokter anak menyarankan untuk diperiksa ke dokter saraf dan ternyata harus dirujuk ke RS Fatmawati.
Barulah disana didiagnosa ada cairan di kepala dan juga ada kista diantara dua otak dan harus dioperasi. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, tidak sampai satu bulan, penglihatan Ebes –sapaannya- tidak seperti biasanya. Saat ini Ebes tidak bisa melihat meskipun pendengaran dan daya ingatnya masih baik.
“Tiba-tiba anak saya tidak bisa melihat, saya sedih ketika ia berkata ma, ini kok gelap ya,” ujar Ibu Ebes, Tiurlan Pane kepada Radar Depok dikediamnnya, kemarin.
Tiurlan mengungkapkan, sekarang tidak bisa masuk makanan jika bentuknya tidak cair. Semua asupan makanan diberikan melalui selang. Baik itu air minum, susu atau makanan apapun dibuat cair ,sehingga bisa masuk melalui selang.
Diharapkan dengan kondisi tubuhnya saat ini bisa lebih kuat. Karena jika tidak ada asupan makanan dan minuman kedalam tubuh, khawatir akan semakin lemas. Rencananya hari ini (Jumat (7/4), akan kontrol ke RS Fatmawati dan jadwalnya 18 April akan dioperasi. “Besar harapannya anak saya bisa kembali sehat seperti semula, karena keinginannya untuk sekolah masih tinggi,” harapnya.
Mneimpali kejadian ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Noerzamanti Lies Karnawati menambahkan, jika menggunakan sonde atau nasogastric tube (NGT) tidak harus dirawat di RS, bisa dilakukan perawatan dirumah. Semua jenis makanan bisa dimasukkan asalkan dalam bentuk cair, jadi kalau makanan padat harus diblender dan ditambahkan air.
Biasanya keluarga sudah di edukasi cara pemberiannya. Efeknya tergantung dimana letak kistanya, kalau kista tersebut menekan syaraf optikus, maka bisa menimbulkan kebutaan. Biasanya harus dilakukan tindakan operatif, tapi itu juga tergantung letaknya apakah memungkinkan untuk di operasi atau tidak. Kalau tidak memungkinkan di operasi maka dilakukan chemotherapy dan radiasi. “Jadi harus diperiksa detail baru bisa dilakukan solusinya,” tutup Lies.
(radar depok/ina)
sumber:POJOKJABAR.com,
0 komentar:
Post a Comment