Banner 1

Friday, 7 April 2017

Hari Nelayan di Cianjur Terganjal Cuaca


CIANJUR – Tak banyak yang mengetahui bahwa setiap tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Konon katanya, peringatan tersebut berangkat dari gelaran pesta rakyat yang sering digelar para nelayan di Kabupaten Sukabumi, daerah yang bersebelahan dengan Kabupaten Cianjur.

Peringatan tersebut dianggap relevan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Di beberapa daerah, momentum Hari Nelayan Nasional justru mampu dimanfaatkan sebagai momentum menarik wisatawan. Selain itu, momentum ini juga tak jarang juga mengangkat derajat nelayan, tak terkecuali nelayan Cianjur.

Ironisnya, momentum Hari Nelaan Nasional di Cianjur berlalu begitu saja. Seperti diketahui, Cianjur juga memiliki garis pantai yang cukup luas, terbentang dari Kecamatan Sindangbarang hingga Kecamatan Cidaun.

Di dua kecamatan itu pula, tak sedikit orang yang menggantungkan hidup dengan berprofesi sebagai nelayan. Namun, sudah beberapa bulan terakhir sejumlah nelayan di Cidaun tak melaut lantaran cuaca yang tak menentu.

Kapolsek Cidaun, AKP Faizal mengatakan, sejumlah nelayan masih mengalami krisis lantaran ombak di pesisir Cidaun masih tinggi. Bahkan, Faizal juga harus lebih rutin berpatroli, khawatir ada nelayan yang nekat melaut ditengah hempasan gelombang tinggi.

“Tidak ada perayaan Hari Nelayan. Disini, di Cidaun masih krisis moneter akibat ombak belum normal,” kata Faizal saat dihubungi Radar Cianjur, kemarin via telepon selularnya.

Faizal menilai, berdasarkan pengalamannya, nelayan kemungkinan baru bisa melaut setelah ombak berangsur normal, serta cuaca sudah bisa bersahabat dengan para nelayan.

“Ya nanti, kalau mulai kemarau sekitar tiga bulan, ada hujan sekali saja, baru nelayan bisa menggelar pesta syukuran,” tandasnya.
(radar cianjur/lan)

sumber:POJOKJABAR.com,

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment