Banner 1

Monday, 3 April 2017

Diduga Overdosis, Lima Pemuda Sukabumi Antar Mayat ABG



SUKABUMI – Seorang remaja asal Kampung Talaga RT 03/01 Desa Cisande Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Fit (15) diantar lima orang pemuda pada Sabtu (01/04/2017) petang hari ke IGD BLUD RSU Sekarwangi dalam kondisi tak bernyawa.

Dari hasil otopsi pihak kepolisian, pelajar SMP kelas IX itu diduga meninggal karena over dosis.

Namun untuk lebih memastikan penyebabnya, kini petugas kepolisian dari Polsek Cibadak tengah menyelidiki kasus tersebut dengan membawa air liur korban ke Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Informasi yang dihimpun, Fit diantar oleh lima orang pemuda dengan menggunakan Angkot 07 jurusan Cisaat-Cibadak. Setelah mengantar korban, kelima orang itu langsung beranjak pergi.

Petugas kesehatan yang menangani korban memastikan, korban telah meninggal dunia dalam perjalanan.

“Informasi dari pegawai, korban ini diantar Angkot 07 oleh lima orang ke IGD. Namun setelah diperiksa, ternyata korban sudah tak bernyawa. Sementara lima orang yang mengantar itu entah ke mana,” ujar Humas BLUD RSU Sekarwangi.

Informasi adanya remaja yang meninggal itu langsung sampai ke petugas kepolisian dari Polsek Cibadak.

Tak berselang lama, petugas kepolisian pun mendatangi rumah sakit dan meminta keterangan dari beberapa orang saksi.

Saat itu, dari tubuh korban terdapat luka lebam pada pundak dan pinggang.

“Memang ada luka lebam. Tapi untuk memastikan apakah luka itu bekas kekerasan dan penyebab kematian korban atau tidak, perlu dilakukan otopsi pada jasad korban,” beber Panit Reskrim Polsek Cibadak, Iptu Madun.

Diakui Madun, berdasarkan keterangan saksi, korban berada di Rumah Sakit lantaran diantar oleh lima orang pemuda.

Namun, ia belum memastikan apakah lima orang itu tahu atau pelaku penyebab meninggalnya korban atau bukan.

“Sudah ada petunjuk siapa lima orang itu. Kasusnya tengah kami dalami. Sementara jenazah korban akan kami lakukan otopsi,” imbuhnya.

Tanpa menunggu lama, proses otopsi pun dilakukan terhadap jasad korban.

Dari hasil otopsi yang berlangsung selama satu jam itu, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat overdosis.

“Lebam itu karena darah pada tubuh korban tersendat. Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” aku Dokter Forensik Sekarwangi, Arif Wicaksono.

Sementara itu, kerabat korban, Sukmawan (40) mengaku pihak keluarga shock saat mendengar kabar kematian korban.

Sebelumnya, lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua DKM setempat ini, pihak keluarga dan juga masyarakat telah mempersiapkan proses pemakaman korban.

Namun, karena pihak keluarga merasa ada yang janggal, proses pemakaman dihentikan dan meminta supaya kepolisian melakukan otopsi.

“Sudah siap (pemakaman, red), tapi pihak keluarga mencegat dan meminta supaya diproses otopsi. Pihak keluarga meminta supaya kematian korban diproses secara hukum,” pintanya.

Pasalnya, sudah seminggu ini, korban tidak pulang dan diduga penyebabnya setelah berkenalan dengan seorang pria di media sosial Facebook.

“Korban menerima kabar melalui telepelon dari orang yang tak dikenal. Setelah dikroscek, ternyata benar. Berdasarkan informasi dari keluarga, korban ini sudah satu minggu tidak pulang. Dua hari lalu sempat pulang, tapi setelah dzuhur berangkat lagi. Keluarga menerima informasi Fit ini meninggal dari orang yang tak dikenal,” tuturnya.

Sumber:(pojok jabar)

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment