SUKABUMI – Nasib miris dialami Bibin (56) warga Kampung Cijambe RT 1/4, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi.
Soalnya, kakek rentan tua dipasung warga menggunakan kayu di gubuk kandang ayam yang berukuran 2 kali 3 meter yang beralaskan tikar kecil berwarna merah dan bantal.
Bahkan akibat perlakuannya itu, kaki Bibin terluka cukup parah di bagian pergelangan kaki hingga membusuk dan di gerogoti belatung.
Salah seorang keluarga korban Oping (77) menjelaskan, korban di pasung warga karena telah merusak jaringan listrik KWh dan bangunan rumah pada Rabu 29 Maret 2017 lalu.
“Pak Bibin ini telah di pasung oleh warga karena sering mengamuk. Waktu itu, sekira pukul 23.30 WIB, saya melihat warga datang berbondong-bondong membawa korban kerumah dan kemudian di pasung kedua kakinya di gubuk kandang ayam,” jelas Oping saat di sambangi Radar Sukabumi sambil menunjukan tempat korban di pasung, Rabu (5/4/2017).
Di tempat sempit itu, ia berlindung dari dinginnya udara malam, hujan, dan teriknya sengatan matahari. Kakek Bibin yang mengalami gangguan jiwa ini, di pasung oleh warga selama satu minggu karena sering mengganggu ketertiban umum. Seperti merusak bangunan rumah hingga memutuskan jaringan listrik.
“Karena sakitnya Pak Bibin tidak kunjung sembuh, maka terpaksa korban di pasung oleh warga menggunakan kayu. Saya sangat sedih melihat keluarga seperti ini,” lirih Oping.
Alasan kemiskinan membuat Oping beserta keluarganya tak bisa berbuat banyak. Setiap hari, ia hanya bisa menyaksikan tubuh kurus dan kulit pucat Kakek Bibin yang merupakan kakak ipar kesayangannya.
Meski begitu, sesekali Oping mengajak korban berkomunikasi, berharap ingatan korban bisa kembali pulih seperti sedia kala.
“Sakit jiwa Pak Bibin sudah berlangsung bertahun-tahun. Sejak Pak Bibin di ceraikan oleh istrinya dan ditinggalkan kedua anaknya bekerja di Aceh dan Kalimantan, sakit jiwa Pak Bibin mulai kambuh. Bahkan pada 2014 lalu, kami sudah bawa korban ke Rumah Sakit Cilandak Bogor. Waktu itu, ada tiga tahun lamanya korban sembuh. Namun terkadang korban kerap berbincang-bincang sendirian,” imbuh Oping.
Saat itu, kian hari korban malah bertambah parah hingga warga terpaksa memasung di gubuk kandang ayam.
“Sebenarnya kami tidak tega melihat kondisi Pak Bibin seperti ini. Apalagi barusan waktu di evakuasi oleh para muspika, kami melihat kedua pergelangan kakinya membusuk hingga keliatan tulangnya. Dalam hati saya tak tega, tapi bagaimana lagi mau berobat tidak punya uang,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Cikembar, Lina Evelin Mariana menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan bahwa ada warganya yang mengalami gangguan jiwa hingga di lakukan pemasungan pada Jum’at 31 Maret 2017 lalu.
Mendengar peristiwa ini, para muspika Kecamatan Cikembar langsung bergegas untuk melihat secara langsung kondisi kakek renta tersebut.
“Setelah mendapatkan laporan, kami langusng mengurus dokumen kependudukannya, karena yang bersangkutan tidak memiliki KTP. Apalagi yang bersangkuatan ini merupakan warga miskin yang terdaftar, sehingga Pak Bibin mendapatkan Jamkesda. Ternyata baru hari ini, kami bisa evakuasi Pak Bibin dengan menggunakan kendaraan Polsek Cikembar untuk mendapatkan penanganan tim medis dari Puskesmas Cikembar,” jelas Lina.
Setalah di evakuasi sambung Lina, pemerintah Kecamatan Cikembar langsung mengupayakan untuk mengobati kakek renta tersebut ke Puskesmas Cikembar.
Sebab, kedua kaki di bagian pergelangannya mengalami luka yang cukup serius.
“Untuk itu, kami bawa korban ke Puskesmas dulu untuk di obati sementara. Setelah ditangani pihak Puskesmas, Pak Bibin ini langsung di rujuk menggunakan kartu Jamkesda ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi yang berada di Bogor,” pungkasnya.
Soalnya, kakek rentan tua dipasung warga menggunakan kayu di gubuk kandang ayam yang berukuran 2 kali 3 meter yang beralaskan tikar kecil berwarna merah dan bantal.
Bahkan akibat perlakuannya itu, kaki Bibin terluka cukup parah di bagian pergelangan kaki hingga membusuk dan di gerogoti belatung.
Salah seorang keluarga korban Oping (77) menjelaskan, korban di pasung warga karena telah merusak jaringan listrik KWh dan bangunan rumah pada Rabu 29 Maret 2017 lalu.
“Pak Bibin ini telah di pasung oleh warga karena sering mengamuk. Waktu itu, sekira pukul 23.30 WIB, saya melihat warga datang berbondong-bondong membawa korban kerumah dan kemudian di pasung kedua kakinya di gubuk kandang ayam,” jelas Oping saat di sambangi Radar Sukabumi sambil menunjukan tempat korban di pasung, Rabu (5/4/2017).
Di tempat sempit itu, ia berlindung dari dinginnya udara malam, hujan, dan teriknya sengatan matahari. Kakek Bibin yang mengalami gangguan jiwa ini, di pasung oleh warga selama satu minggu karena sering mengganggu ketertiban umum. Seperti merusak bangunan rumah hingga memutuskan jaringan listrik.
“Karena sakitnya Pak Bibin tidak kunjung sembuh, maka terpaksa korban di pasung oleh warga menggunakan kayu. Saya sangat sedih melihat keluarga seperti ini,” lirih Oping.
Alasan kemiskinan membuat Oping beserta keluarganya tak bisa berbuat banyak. Setiap hari, ia hanya bisa menyaksikan tubuh kurus dan kulit pucat Kakek Bibin yang merupakan kakak ipar kesayangannya.
Meski begitu, sesekali Oping mengajak korban berkomunikasi, berharap ingatan korban bisa kembali pulih seperti sedia kala.
“Sakit jiwa Pak Bibin sudah berlangsung bertahun-tahun. Sejak Pak Bibin di ceraikan oleh istrinya dan ditinggalkan kedua anaknya bekerja di Aceh dan Kalimantan, sakit jiwa Pak Bibin mulai kambuh. Bahkan pada 2014 lalu, kami sudah bawa korban ke Rumah Sakit Cilandak Bogor. Waktu itu, ada tiga tahun lamanya korban sembuh. Namun terkadang korban kerap berbincang-bincang sendirian,” imbuh Oping.
Saat itu, kian hari korban malah bertambah parah hingga warga terpaksa memasung di gubuk kandang ayam.
“Sebenarnya kami tidak tega melihat kondisi Pak Bibin seperti ini. Apalagi barusan waktu di evakuasi oleh para muspika, kami melihat kedua pergelangan kakinya membusuk hingga keliatan tulangnya. Dalam hati saya tak tega, tapi bagaimana lagi mau berobat tidak punya uang,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Cikembar, Lina Evelin Mariana menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan bahwa ada warganya yang mengalami gangguan jiwa hingga di lakukan pemasungan pada Jum’at 31 Maret 2017 lalu.
Mendengar peristiwa ini, para muspika Kecamatan Cikembar langsung bergegas untuk melihat secara langsung kondisi kakek renta tersebut.
“Setelah mendapatkan laporan, kami langusng mengurus dokumen kependudukannya, karena yang bersangkutan tidak memiliki KTP. Apalagi yang bersangkuatan ini merupakan warga miskin yang terdaftar, sehingga Pak Bibin mendapatkan Jamkesda. Ternyata baru hari ini, kami bisa evakuasi Pak Bibin dengan menggunakan kendaraan Polsek Cikembar untuk mendapatkan penanganan tim medis dari Puskesmas Cikembar,” jelas Lina.
Setalah di evakuasi sambung Lina, pemerintah Kecamatan Cikembar langsung mengupayakan untuk mengobati kakek renta tersebut ke Puskesmas Cikembar.
Sebab, kedua kaki di bagian pergelangannya mengalami luka yang cukup serius.
“Untuk itu, kami bawa korban ke Puskesmas dulu untuk di obati sementara. Setelah ditangani pihak Puskesmas, Pak Bibin ini langsung di rujuk menggunakan kartu Jamkesda ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi yang berada di Bogor,” pungkasnya.
Sumber:(pojokjabar)







0 komentar:
Post a Comment