SUKABUMI – Kondisi jalan mulus di Jalan Alternatif Nagrak Desa Balekembang Kecamatan Nagrak ternyata kerap disalah gunakan oleh para bikers Anak Baru Gede (ABG).
Bahkan berdasarkan pantauan koran ini, dijalan tersebut, setiap sore sering terlihat pengendara yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi secara gerombolan.
Selain kerap melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, juga para pengendara ini tidak dilengkapi dengan alat keamanan seperti helm.
Tak heran, jika jalan yang sering digunakan untuk menghindari kemacetan ini rawan terjadi kecelakaan.
“Risih juga kalau lihat yang balapan. Apalagi dengan suara motornya yang gak karuan,” ujar salah satu pedagang kelapa muda, Jejen Jaelani (33) kepada koran ini, Rabu (5/4/2017).
Menurut Jejen, arus kendaraan di sepanjang jalan itu biasa ramai pada sore hari. Pengendara yang didominasi anak muda itu kerap hilir-mudik.
Entah dengan tujuan, atau hanya sebatas melintas. Hanya saja, warga resah bila pengendara melintas dengan kecepatan tinggi dan suara motor yang tidak sesuai spesfikasi kendaraan.
“Mohon kepada pihak kepolisian supaya intensif melakukan patroli. Suara bising kendaraan membuat kami risih,” singkatnya.
Sementara itu, Kapolsek Nagrak, AKP Parlan tidak menampik beberapa bulan lalu di kawasan itu sering terjadi balapan liar.
Namun, karena pihaknya sering melakukan patroli, dapat dipastikan untuk sekarang ini tidak ada lagi balapan liar.
“Kami pastikan sekarang itu tidak ada (balapan liar, red). Karena kami sering melakukan operasi dan patroli di situ,” timpalnya.
Selain pernah ada balapan liar lanjut Parlan, di kawasan itu juga pada enam bulan lalu pernah terjadi tindakan kriminal, pencurian kendaraan bermotor dan pembacokan.
Tapi, saat ini karena terus melakukan patroli, sehingga insiden yang tidak diinginkan itu tidak lagi terjadi sampai sekarang.
“Alhamdulillah sekarang kondusif, tidak ada lagi hal demikian. Kami, sampai saat ini terus menggelar operasi dan patroli,” singkatnya.
Bahkan berdasarkan pantauan koran ini, dijalan tersebut, setiap sore sering terlihat pengendara yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi secara gerombolan.
Selain kerap melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, juga para pengendara ini tidak dilengkapi dengan alat keamanan seperti helm.
Tak heran, jika jalan yang sering digunakan untuk menghindari kemacetan ini rawan terjadi kecelakaan.
“Risih juga kalau lihat yang balapan. Apalagi dengan suara motornya yang gak karuan,” ujar salah satu pedagang kelapa muda, Jejen Jaelani (33) kepada koran ini, Rabu (5/4/2017).
Menurut Jejen, arus kendaraan di sepanjang jalan itu biasa ramai pada sore hari. Pengendara yang didominasi anak muda itu kerap hilir-mudik.
Entah dengan tujuan, atau hanya sebatas melintas. Hanya saja, warga resah bila pengendara melintas dengan kecepatan tinggi dan suara motor yang tidak sesuai spesfikasi kendaraan.
“Mohon kepada pihak kepolisian supaya intensif melakukan patroli. Suara bising kendaraan membuat kami risih,” singkatnya.
Sementara itu, Kapolsek Nagrak, AKP Parlan tidak menampik beberapa bulan lalu di kawasan itu sering terjadi balapan liar.
Namun, karena pihaknya sering melakukan patroli, dapat dipastikan untuk sekarang ini tidak ada lagi balapan liar.
“Kami pastikan sekarang itu tidak ada (balapan liar, red). Karena kami sering melakukan operasi dan patroli di situ,” timpalnya.
Selain pernah ada balapan liar lanjut Parlan, di kawasan itu juga pada enam bulan lalu pernah terjadi tindakan kriminal, pencurian kendaraan bermotor dan pembacokan.
Tapi, saat ini karena terus melakukan patroli, sehingga insiden yang tidak diinginkan itu tidak lagi terjadi sampai sekarang.
“Alhamdulillah sekarang kondusif, tidak ada lagi hal demikian. Kami, sampai saat ini terus menggelar operasi dan patroli,” singkatnya.
Sumber:(pojokjabar)







0 komentar:
Post a Comment