BOGOR–RADAR BOGOR,Anak usia dini memerlukan
bimbingan. Motivasi juga menjadi suntikan. Seperti perlombaan. Anak-anak
akan penuh semangat melakukan. Itulah yang dilakukan Sekolah Dasar
Negeri (SDN) Bantarjati 6 dalam menanamkan pembiasaan.
Guru SDN Bantarjati 6 Ami Siti Aminah mengatakan, menjadi sekolah
Adiwiyata membuat sekolah menanamkan kedisiplinan pada siswa untuk
menjaga kebersihan dan kesehatan. Tak jarang pihak sekolah juga
mengadakan perlombaan kebersihan dan penataan kelas. Sambil menanamkan
pembiasaan, para siswa juga akan bahagia ketika menerima penghargaan.
“Alhamdulillah respons anak-anak cukup semangat dan orang tuanya juga mendukung,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (24/10).
Jika pada umumnya kegiatan bersih-bersih dilakukan pada Jumat, di
sekolahnya justru Sabtu. Diawali dengan senam, selanjutnya siswa
membersihkan halaman sekolah dari sampah organik dan non-organik. Lalu
akan langsung dipilah pada tempat sampah yang disediakan di setiap sudut
sekolah dan depan masing-masing kelas.
“Kalau Jumat kita gunakan untuk kultum,” tuturnya.
Sampah plastik menjadi musuh utama. Pihaknya menerapkan program baru
yakni membiasakan siswa membawa ompreng makanan dan tempat minum sendiri
dari rumah. Dengan begitu penggunaan plastik sebagai wadah jajanan tak
lagi digunakan.
Kesehatan juga tak luput dari pantauan pihak sekolah. Selain kebersihan lingkungan, kebersihan tubuh juga diutamakan.
Tak heran, pihak sekolah kerap melakukan inspeksi dadakan (sidak)
terhadap kebersihan anak. Mulai dari pemeriksaan kuku, rambut, dan
telinga.
“Mungkin sepele tapi itu sangat memengaruhi sekali kesehatan mereka,” pungkasnya.
(gal/c)







0 komentar:
Post a Comment