POJOKJABAR.com, BANDUNG – Sempat dilaporkan hilang
selama dua hari, seorang kakek berusia 59 ditemukan tewas mengambang
dalam sumur 12 meter yang berada di dalam rumahnya sendiri. Penemuan
mayat kaku itu sontak membuat geger warga Cisaranten, RT 04/RW 05,
Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik Kota Bandung, Kamis
(17/11/2016).
Cahya Andia ditemukan anaknya sendiri, setalah dua hari dicari-cari.
Hal itu diungkapkan Kakak kandung korban, Rasidi (67). Ia menjelaskan,
korban tidak ada di rumah atau dinyatakan sementara hilang oleh pihak
keluarga pada Selasa (15/11/2016), sekitar pukul 10.00 WIB, alasanya
kepergian korban dari rumah tidak diketahui siapapun bahkan izin kepada
sang istri.
“Sore hari dan malam di hari Selasa (15/11) pihak keluarga sudah
mencari-cari ke sana kemari dan bingung juga mau mencari kemana karena
tidak pamit,” jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (17/11).
Selang dua hari kemudian korban yang diketahui berprofesi buruh lepas
ditemukan sudah mengambang di dalam sumur sekitar pukul 11.30 WIB Kamis
(17/11/2016). Menurut Rasidi, korban ditemukan ketika anak korban
hendak mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat dhuhur.
“Tadi malem juga (Rabu 16/11,red) kami masih mencari korban hingga
pukul 03.00 WIB tapi hasilnya nihil dan sekitar pukul 09.00 WIB kami
baru datang ke Polsek Arcamanik membuat laporan kehilangan. Tetapi
selang beberapa jam, mayat korban ditemukan,” tuturnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Radar Bandung, sebelum korban
meninggalkan rumah sempat berbincang dengan para tetangga sekitar pukul
06.00 WIB, tidak ada gelagat aneh ataupun gerak-gerik yang mencurigakan.
Selain itu, korban juga saat itu dalam kondisi tidak sehat dan sering
mengeluhkan sakit kepala serta mengalami masalah penglihatan (mata
rabun) selain itu juga korban memiliki penyakit jantung.
Sementara itu, Kapolsek Arcamanik Kompol Asep Saepudin menjelaskan,
pihaknya baru mendapat laporan kehilangan warga RW 05 sekitar pukul
09.00, lantas dirinya bersama anggota yang lain melakukan penyelidikan
dan pencarian terhadap korban.
“Saat anggota kami sedang menyisir lokasi ada laporan masuk sekitar
pukul 11.30 ada korban tenggelam di dalam sumur, setelah dilakukan
pengecekan ternyata korban tenggelam adalah Cahya Andia,” ungkapnya.
Asep mengungkapkan, informasi sementara korban yang terperosok masuk
ke dalam sumur sedalam 12 meter dan tinggi air sekitar 10 meter dari
muka sumur diakibatkan karena terpeleset atau jatuh. Terkait apakah
tewasnya korban disebabkan kekerasan atau penyebab lain, lanjut Asep,
masih diselidiki.
“Memang benar informasinya korban sedang sakit dan sering pusing.
Sementara kami masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan informasi,”
timpalnya.
sumber : pojokjabar.com
0 komentar:
Post a Comment