POJOKJABAR.com, BOGOR – Empat WN Tiongkok yang ditangkap sedang menggarap lahan di perbukitan Sukamakmur, kurang kooperatif dalam pemeriksaan oleh petugas Imigrasi.
Meski warga menyebut salah satu WNA itu bisa berbahasa Indonesia, namun tak ada keterangan jelas yang disampaikan kepada para petugas. Untuk itu, Kantor Imigrasi Pusat kemarin mengirim utusan ahli bahasa Mandarin guna mengungkap motif para WN Tiongkok tersebut.
“Kita sudah datangkan pemeriksa ahli bahasa Mandarin lulusan Taiwan.
Kita akan terus gali keterangan keempat WNA ini,” ujar Kepala Seksi
Pengawasan dan Penindakan pada Kantor Imirasi Kelas II Bogor, Arief H
Satoto, kepada Radar Bogor, Rabu (16/11/2016).
Arief menjelaskan, petugas dari Imigrasi pusat bernama Febrian itu
memeriksa para WNA dalam beberapa sesi. Masing-masing WN Tiongkok
dimintai keterangan pada waktu yang berbeda-beda.“Sementara hasilnya mereka masih menyangkal (melanggar perizinan, red),” jelas Arief.
Meski begitu, kata dia, petugas imigrasi akan terus melanjutkan pemeriksaan. Sebab, barang bukti yang disita dirasa cukup membuktikan keempat imigran bersalah.
“Keempatnya sudah SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan). Kita terus jalan. Salah benarnya, yang putuskan jaksa dan hakim,” tegasnya.
Sumber:pojok jabar
Uploader: M Ikhsan Ramdani
0 komentar:
Post a Comment