Banner 1

Friday, 17 November 2017

Taksi Online dan Konvensional Harus Dilindungi


BANDUNG – Terkait polemik taksi online di Indonesia, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menanggapinya dengan dualisme berbeda. Eksistensi transportasi online baginya adalah keniscayaan di tengah kemajuan teknologi.

Namun di sisi lain sama dengan membunuh keberadaan taksi konvensional. “Keberadaan taksi online merupakan keniscayaan yang tetap harus dilindungi.

Namun di lain pihak ada upaya untuk mematikan taksi konvensional lewat penerapan harga,” ujar Budi seusai Stadiun Generale di Aula Barat ITB, Rabu (15/11/17).

Guna mengakhiri pro kontra antara keduanya, Budi meminta pengusaha transportasi online segera membenahi sistem usahanya. Selain penerapan harga yang lebih kompetitif, lanjut dia pengendara taksi online juga wajib dibekali dengan SIM Umum, KIR serta stiker khusus yang menandakan taksi online.

“Jadi jangan sampai investor asing mengangkut dana triliunan dari luar kemudian mematikan keberadaan taksi konvensional dengan cara membunuh harga,” paparnya.

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan, lewat Permenhub semua pengemudi taksi konvensional bisa menyesuaikan diri dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Ia meminta mereka untuk beradaptasi secara bertahap dengan kemajuan teknologi.

“Filosofinya adalah keseteraan, sehingga kedua pihak baik online maupun konvensional harus dilindungi. Jangan sampai saling membunuh,” pungkasnya.
(RBD/bon/pojokjabar)

Sumber:pojoksatu.id

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment