BOGOR – Tidak hanya di kota besar yang merenggut
areal bermain anak-anak. Di desa nan tertinggal pun demikian. Seperti di
desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari.
Minimnya fasilitas bermain untuk anak-anak, membuat anak-anak nekat bermain di tengah jalan.
“Lapangannya jauh. Jadi main disini saja. Kalau ada motor berhentti
dulu mainya. Kalau mobil masih jarang disini,”ujar Imam (8) siswa salah
satu bocah yang sedang asyik bermain di jalan.
Dia dan teman-temannya tahu kalau bermain di jalan beresiko akan
kecelakaan. Namun nama juga anak-anak jika dilarang semakin berani.
“Kepingin ada lapangan untuk main disini. Soalnya kalau jauh-jauh, tidak diijinkan oleh orang tua,”tuturnya.
Tokoh pemuda Desa Antajaya, Andi mengakui, di desanya minim fasilitas anak untuk bermain.
“Jangankan lapangan bola, lapangan kecil saja tidak ada,”tuturnya.
Ia pun mengaku khawatir akan bahaya brmain di tengah jalan. Bahkan,
kata Andi sudah dua anak yang terserempet motor. Beruntung hanya
luka-ringan.
“Sudah dua kali ada yang keserempet. Tapi namanya anak-anak. Tidak
bisa disalahkan. Pemerintah harusnya turut andil dalam hal
ini,”tandasnya.(ent)
0 komentar:
Post a Comment