BOGOR – Fungsi jalan alternatif yang sejatinya
dibuat sebagai opsi agar perjalanan lebih nyaman dan aman. Namun itu,
tidak berlaku bagi Jalur Puncak Dua di Sukamakmur.
Jalan yang menghubungkan Sentul Kabupaten Bogor dengan Cipanas
Kabupaten Cianjur sangat berbahaya untuk dilintasi. Bagi warga yang
hendak mudik disarankan untuk tidak melewati jalur tersebut.
Pantauan wartawan koran ini, jalur ini belum memiliki penerangan
jalan sama sekali. Selain itu, kondisi jalan, mulai dari Desa
Sukamakmur, Sirnajaya, Warga jaya, Sukamulya hingga Sukawangi
bergelombang.
Kapolsek Sukamakmur, Iptu Sonson mengatakan, jalur puncak dua
kondisinya cukup rawan untuk dilintasi. Terlebih untuk jaklur alternatif
mudik. Menurutnya, selain tidak adanya penerangan, banyak ruas jalan
yang amblas dan bergelombang.
“Untuk malam hari, jalur puncak dua rawan. Tidak ada peneranga,
bahkan banyak lampu PJU yang tidak menyala. Selain itu, banyak jalan
yang amblas dan beresiko terjadi kecelakaan,” katanya kepada Radar Bogor, Senin (13/06/2016).
Ia pun menghimbau agar warga Jakarta yang ingin menggunakan jalur puncak dua harap dilalui ketika siang hari.
“Sebaiknya siang hari. Kalau sore hari biasanya turun kabut yang
menutupi jalan. Terlebih malam hari. Karena masih belum ada rambu-rambu
lalulintas dan penujuk jalan disini (puncak dua red),” tandasnya.(ent)
0 komentar:
Post a Comment