Wednesday, 22 November 2017
Home »
metropolitan
» Berproduksi Sejak 1945, Kopi Liong Bulan Kopi Tertua di Bogor Tutup
Berproduksi Sejak 1945, Kopi Liong Bulan Kopi Tertua di Bogor Tutup
Nampaknya penggemar kopi liong bulan saat ini harus berhijrah ke kopi-kopi lain. Sejak 8 November 2017, toko kopi bergambar bulan sabit dan naga itu resmi pensiun alias tidak beroperasi. Itu sesuai dengan tulisan yang ada di papan pengumuman tepat di depan toko-nya di Pabaton, Pasar Anyar.
Hal itu dibenarkan penjaga parkir, Beni, Warga Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah. Dia biasa bertugas di area Pasar Anyar tepatnya di depan toko lawas tersebut.
“Sebelum tutup total, tokonya sempat tutup dua minggu karena pemiliknya sakit. Infonya darah tinggi,” jelasnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).
Tapi, setelah itu kembali buka dan pemilik mengajak anak laki-lakinya ikut berjualan. Tapi selang dua hari, toko malah resmi ditutup sesuai dengan tulisan yang ada pada papan pengumuman bahwa toko tutup/udahan.
“Katanya anak pemilik toko tidak mau meneruskan. Jadi tidak ada regenerasi. Akhirnya tutup karena yang punya sudah sakit-sakitan,” tegas Beni.
Senada, Aris, pemilik dagangan soto mie yang mangkal tepat disamping Toko Liong mengaku tidak terlalu mengetahui alasan tutupnya toko selain yang punya tokonya sakit-sakitan akhir-akhir ini.
“Beberapa kali tutup, buka, tutup buka lagi. Dan kemarin lama tutup karena menjalankan operasi,” ucap Aris sambil melayani pembeli sotonya.
Kopi liong bulan bukanlah kopi kelas premium yang ada di kafe-kafe dan coffee shop yang menjamur di Kota Bogor. Namun dia berada pada kelas menengah bawah atau adanya di warung kopi-warung kopi saja.
Sementara, Sri Rahayu, warga Perumahan Taman Cimanggu menyayangkan tutupnya toko langganannya membeli kopi tersebut.
“Tiap ke pasar pasti suami nitip beli kopi liong. Sayang sekali, paling beli di warung-warung dulu, tapi kalau tutup tokonya lama-lama habis juga di warung,” tukasnya.
Untuk diketahui, kopi liong bulan sudah berproduksi sejak tahun 1945. Dulu kopi ini dijual dalam bungkus kertas cokelat. Namun kini, Kopi Liong dijual dalam kemasan sachet.
Ada dua jenis, satu hanya kopi bubuk murni seberat 8 gram. Satu lagi kopi dan gula seberat 25 gram. Untuk harga, Kopi Liong memang menyasar kelas bawah.
Di agen-agen, satu pack berisi 20 sachet dengan berat 25 gram, Kopi dan Gula Liong Bulan dipatok Rp 13 ribu. Sedangkan harga satuan di jual berbeda, tergantung dari si penjual
Sedangkan, sampai saat ini, wartawan belum bisa mengkonfirmasi langsung penyebab tutupnya Toko Kopi Liong kepada pemiliknya. Selain sudah tutup, nomor telepon pemiliknya tidak dapat dihubungi.
sumber:pojoksatu.id
Related Posts:
Haduh… Resahkan Warga, Waria di Kabupaten Bogor Mangkal di Kuburan BOGOR – Keberadaan waria yang sering mangkal di Citeureup, membuat resah masyarakat sekitar. Pasalnya, waria ini kerap menjajakan dirinya kepada para pria hidung belang.Masyarakat berharap pemerintah kecamatan da… Read More
Parah! Pelajar Kabupaten Bogor Mulai Berani Konsumsi Ganja BOGOR – Pengawasan Satuan Petugas (Satgas) Pelajar di Kabupaten Bogor perlu ditingkatkan lagi. Khususnya dalam menangani peredaran narkoba di lingkungan pendidikan. Pasalnya, baru-baru ini NA (16) -salah satu pel… Read More
Pembangunan Tol Bocimi, Sekda Kabupaten Bogor: Laporkan Jika Dirugikan! BOGOR – Dugaan pungli uang kordinasi pembebasan lahan tol Bocimi, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.Sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar meminta masyarakat yang dipalak segera melaporka… Read More
Rerouting Angkot Kota Bogor. Ini Dia Trayek Barunya Nelvi/Radar Bogor Setelah Sistem Satu Arah (SSA) diluncurkan April 2016 lalu, Pemkot Bogor bersama DLLAJ Kota Bogor kembali berinovasi dengan program rerouting trayek angkutan umum. Rerouting trayek angkutan kota di K… Read More
Pantau Jalur Alternatif, Ini Dia Tanggapan Sekda Kabupaten Bogor BOGOR – Sekretaris Daerah (Skeda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar kembali melakukan peninjauan jalur alternatif Megamendung-Cilember.Ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang menyisiri Cibereum-Citeko, sepekan … Read More
0 komentar:
Post a Comment