JawaPos.com - Penyerang Persebaya Surabaya, David da
Silva sedang kesal dengan kondisi sepak bola Indonesia, terutama
mengenai wasit. Sang pengadil dinilainya gagal memberikan perlindungan
kepada pemain saat memimpin sebuah pertandingan.
David menumpahkan rasa kecewanya melalui media
sosial Instagram. Kekecewaan tersebut didasari oleh cedera parah yang
menimpa gelandang serang Persebaya, Robertino Pugliara.
Seperti diketahui, Robertino harus mengakhiri
Liga 1 2018 lebih cepat karena menderita cedera patah tulang fibula.
Cedera tersebut diterimanya saat membela Persebaya melawan Borneo FC,
Sabtu (13/10) kemarin.
Ketika babak pertama baru berlangsung 16 menit,
Robertino mengerang kesakitan setelah ditekel dari belakang oleh Wahyudi
Hamisi. Saat Robertino harus istirahat selama enam bulan, di sisi lain
Wahyudi hanya mendapat hukuman kartu kuning dari wasit.
"Saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi di
lapangan tadi (kemarin) malam," tulis David da Silva, Minggu (14/10).
"Kami (pemain asing dan lokal) tidak dapat menerima perilaku seperti
ini. Kemarin rekan setim saya terluka parah di lapangan," tegasnya.
"Seandainya wasit mengeluarkan kartu peringatan
sebelumnya, mungkin cedera itu bisa dicegah. Sebaliknya, sekarang dia
(Robertino) harus menghabiskan berbulan-bulan untuk masa pemulihan.
Sementara para pelakunya menutup mata," kecamnya.
Mantan pemain Bhayangkara FC ini berharap ada
penyelidikan lebih lanjut dari PSSI. Sebab tekel yang diterima Robertino
betul-betul keras sehingga ia harus beristirahat selama setengah tahun.
Selain itu, David juga berharap wasit memainkan
perannya secara profesional. Selain melindungi pemain, wasit juga harus
menjunjung tinggi fair play yang menjadi semboyan utama di sepak bola.
Monday, 15 October 2018
Home »
» Striker Persebaya Dibuat Ngamuk Gara-gara Cedera Robertino







0 komentar:
Post a Comment