Banner 1

Tuesday, 6 March 2018

Kuota Haji Resmi 221 Ribu


JAKARTA–RADAR BOGOR,Kuota haji pada tahun ini dipastikan tidak bertambah. Sama seperti musim haji tahun lalu, yakni berjumlah 221 ribu jamaah. Kuota haji tersebut dibagi 204 ribu untuk jamaah haji reguler dan 17 ribu kuota jamaah haji khusus.

”Masih sama, 221 ribu jamaah,’’ kata Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kemenag Noer Alya Fitra saat dihubungi kemarin (4/3).

Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan kuota jamaah haji regular terbanyak, yakni 38.567 jamaah. Disusul Jawa Timur (35.034) dan Jawa Tengah (30.225). Sementara provinsi dengan kuota jamaah haji reguler terkecil adalah Kalimantan Utara dengan jumlah jamaah hanya 414 orang.

Untuk pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), pejabat yang akrab disapa Nafit itu belum bisa memutuskannya. Sebab, sampai saat ini pembahasan BPIH masih berlangsung. Meski begitu, pekan depan Kemenag berencana memublikasi nama-nama nominasi calon jamaah berhak lunas BPIH. Tujuan publikasi itu supaya calon jamaah siap ketika nanti masa pelunasan ongkos haji dibuka.

Nafit menjelaskan, ketentuan baru dalam penetapan kuota haji 2018 adalah persoalan tim petugas haji daerah (TPHD) dibagi menjadi tiga kelompok. Yakni TPHD kelompok pelayanan umum, pelayanan bimbingan ibadah, dan pelayanan kesehatan. Kemenag sudah menetapkan kuota TPHD berdasar kelompok pelayanan untuk masing-masing provinsi.

Contohnya, TPHD Provinsi Jawa Timur kuotanya 236 orang. Perinciannya, TPHD pelayanan umum dan bimbingan ibadah masing-masing 94 orang. Selanjutnya, TPHD pelayanan kesehatan ada 48 orang. Nafit mengatakan, untuk TPHD pelayanan kesehatan harus diisi persolen dokter dan paramedis lainnya.

’’(Tahun lalu, red) TPHD angkanya gelondongan. Tidak dialokasikan secara spesifik,’’ jelasnya.

Personel TPHD bidang pelayanan umum bisa disebut paling luas bidang kerjanya. Mereka bertugas membantu mengatur pembagian kamar di pemondokan. Selanjutnya, membantu mengatur jadwal perjalanan dan ibadah. Termasuk juga membantu jamaah yang sudah usia lanjut serta ikut menangani distribusi katering kepada jamaah haji.

Pejabat asal Jember itu berharap, meski personel TPHD ditunjuk oleh pemprov, ketika berada di Arab Saudi bisa berkolaborasi dengan petugas haji dari Kemenag. Harapannya, bisa meningkatkan kualitas pelayanan jamaah. Personel TPHD juga diharapkan bisa membantu komunikasi dengan jamaah. Sebab ada jamaah yang hanya menguasai bahasa daerah setempat.

Nafit mengatakan, tahun ini Kemenag sengaja menetapkan personel TPHD menjadi tiga kelompok agar lebih profesional dan akuntabel. Sebab sebagai petugas haji, personel TPHD diharapkan mampu membantu personel petugas haji lainnya. Yakni, personel dari tim pemandu haji Indonesia (TPHI), tim pembimbing iba­dah haji Indonesia (TPIHI), dan tim kesehatan haji Indo­nesia (TKHI).


sumber: radarbogor.id

Related Posts:

  • Bogor Kehabisan Stok Tinta BOGOR-RADAR BOGOR, Stok blangko KTP elektronik (KTP-el) sudah terpenuhi. Namun, warga Kota Bogor tetap tidak bisa mencetak KTP-el, sebab tinta untuk men­cetak kartu di Dinas Kepen­du­dukan dan Catatan Sipil (Disduk­capil) … Read More
  • Xi Jinping yang Tiada Tanding Minggu ini amat bersejarah bagi Tiongkok: mencabut konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden. Batasan dua periode tidak berlaku lagi. “MPR”-nya Tiongkok bersidang sejak Senin lalu. Itu sidang pleno lima tahunan. Sepe… Read More
  • Ditawari Sate dan Nasi Goreng Bintang sepak bola dunia, David Beckham memenuhi janjinya untuk kembali mengunjungi Indonesia. Minggu (25/3) Beckham hadir menyapa para penggemarnya yang sudah memenuhi tribun GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta … Read More
  • Facebook Minta Maaf dengan Iklan Satu Halaman di Surat Kabar CALIFORNIA-RADAR BOGOR, Facebook akhirnya meminta maaf kepada para penggunanya. Sebab, Facebook telah terjerat skandal privasi data selama sepekan terakhir yang menyebabkan terlibat masalah hukum dan peraturan bagi perusah… Read More
  • Jurus Andalan Cari Selamat Kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) kian memanas. Terlebih setelah ”nyanyian” Setya Novanto (Setnov) di persidangan yang menyeret nama para petinggi negeri. Ini menjadi tantangan bagi KPK untuk menjawab k… Read More

0 komentar:

Post a Comment