Banner 1

Thursday, 15 March 2018

Ribuan Umat Hindu Ikuti Melasti


BOGOR–RADAR BOGOR, Tak kurang dari 5.000 umat Hindu laksanakan prosesi Melasti, berupa penyucian diri lahir batin dari segala kekotoran dan pengaruh negatif menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pura Segara.

Humas Banjar Suka Duka Hindu Dharma Kota Bogor, Ni Luh Puspasari, mengatakan bahwa puluhan umat Hindu Kota Bogor pun tidak ketinggalan mengikuti prosesi Melasti tersebut.

Diawali dengan persembayangan bersama di Pura Giri Kusuma, Jalan Pandu Raya, juga dilakukan persembahyangan di Pura Bumi Natha Sakti, Kompleks Brimob Kedunghalang, dan di Pura Parahyiangan Ciapus.

“Sekitar 300 umat Hindu Kota Bogor berangkat dari tiga tempat sembahyang tersebut bersama-sama mengikuti Melasti dengan menggunakan enam bus menuju Cilincing,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Ni Luh menjelaskan upacara Melasti dapat didefinisikan sebagai nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta, yang berarti mengha­nyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau dan laut dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan.

“Sumber-sumber air tersebut memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, termasuk umat manusia. Karena itulah, upacara Melasti selalu diadakan di tempat-tempat khusus seperti tepi pantai atau tepi danau,” beber dia.

Dalam upacara ini, masyarakat datang secara berkelompok ke sumber-sumber air seperti danau dan laut. Setiap kelompok atau rombongan berasal dari satu kesatuan wilayah yang sama, semisal dari banjar atau desa yang sama.

Setiap rombongan tersebut akan datang dengan membawa perangkat-perangkat keramat peribadahan, yaitu arca, pratima, dan pralingga dari pura yang ada di wilayah masing-masing untuk disucikan. Setiap anggota masyarakat juga menyiapkan sesajian sesuai kemampuan masing-masing. Sajian ini merupakan bagian dari pelengkap upacara Melasti.

“Kami semua memohon kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah Nyepi yang pada tahun ini jatuh 17 Maret mendatang, bertepatan dengan tahun Saka 1940,” tutupnya.


sumber: radarbogor.id

Related Posts:

  • Usmar Singgung Status Lahan Masjid BOGOR–RADAR BOGOR, Banyaknya kasus gugatan kepemilikan masjid yang rata-rata dibangun di atas tanah wakaf, Pemkot Bogor mengingatkan para pengurus masjid untuk memastikan atau menyelesaikan kepemilikan tanah tersebut denga… Read More
  • Usmar Singgung Status Lahan Masjid BOGOR–RADAR BOGOR, Banyaknya kasus gugatan kepemilikan masjid yang rata-rata dibangun di atas tanah wakaf, Pemkot Bogor mengingatkan para pengurus masjid untuk memastikan atau menyelesaikan kepemilikan tanah tersebut denga… Read More
  • Penjaga Kontrakan Cabuli Bocah BOGOR–RADAR BOGOR, Gelar Bogor sebagai Kota Layak Anak perlu diperhitungkan kembali. Pasalnya,  peristiwa pencabulan kembali terjadi. Kali ini, seorang penjaga kontrakan dituding mencabuli sepuluh bocah di bawah umur.… Read More
  • Siap Tambah 700 UPZ Masjid BOGOR–RADAR BOGOR, Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Pengelolaan Zakat, Baznas menjalankan fungsi perencanaan, pengumpulan zakat nasional, pendistribusian dan pendayagun… Read More
  • Urus Pajak, Tanpa Pungli Tanpa Tarif BOGOR–RADAR BOGOR, Mencegah pembayaran pajak yang diiming-imingi suap-menyuap, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bogor mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi. Komitmen yang ditandatangani kepala seksi… Read More

0 komentar:

Post a Comment